• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN UMUM

A. Sejarah Berdirinya Telkom Property

Telkom Property awalnya adalah PT Graha Sarana Duta didirikan pada tanggal 30 September 1981, untuk menyediakan Office Building, Jasa Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Bank Duta. Sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan, Perseroan kemudian mengembangkan portofolio ke bidang Jasa Konstruksi dan dipercaya untuk membangun beberapa kantor cabang Bank Duta dan Bank Bukopin serta sebuah Gedung Kampus YAI di Jalan Salemba, Jakarta. Pada tanggal 25 April 2001, kepemilikan Perseroan diambil alih sepenuhnya oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), Tbk. untuk mengelola gedung-gedung kantor dan asset properti PT Telkom, Tbk., yang sebelumnya dikelola oleh Divisi Properti Telkom. Di bawah kendali PT Telkom, Tbk., Perseroan terus berkembang menjadi perusahaan properti yang terpadu (integrated property development) dan kini memiliki tiga portofolio bisnis yaitu :

1. Property Services antara lain Building Management, Partial Property Services, Office Space Leasing, Security Management dan Space & Occupancy Management.

2. Project Management seperti Office Fit Out & Interior, Building Renovation dan Construction

3. Property Development & Investment untuk Office Buildings, Residential Estates dan Technical Building

Selama tiga puluh tahun sejak didirikan oleh PT Bank Duta pada tahun 1981, Perseroan menggunakan nama belakang „Duta‟ yang diadopsi dari nama PT Bank Duta dan menggunakan logo Perseroan yang diciptakan oleh PT Bank Duta. Pada tahun 2011, manajemen Perseroan memutuskan untuk melakukan pencitraan kembali perusahaan (corporate rebranding) dilatar belakangi oleh alasan – alasan sebagai berikut :

a Perubahan Visi dan Misi Perseroan pada tahun 2010;

b Perubahan Portofolio Perseroan menjadi Perusahaan Properti Terpadu (Integrated Property Development);

c Pencitraan yang Ingin Dibangun Perseroan; bahwa manajemen Perseroan berkomitmen untuk melakukan transformasi bisnis perusahaan dalam aspek kinerja, kultur, dan kompetensi internal perusahaan, untuk dapat bersaing dengan pelaku bisnis lainnya di industri properti Indonesia

Tanggal atau Momen Tertentu; pada tahun 2011, Perseroan merayakan ulang tahun ke-30 (ke tiga puluh) sejak tanggal pendirian perusahaan pada 30 September 1981; dan 10 (sepuluh) tahun kepemilikan PT Graha Sarana Duta oleh PT Telkom, Tbk sejak tanggal 25 April 2001.Dengan restu dari shareholder PT TELKOM Tbk., Perseroan kini menggunakan nama brand Telkom Property sebagai brand baru (new corporate branding) Perseroan. Pemindahan kepemilikan melalui diagram :

Gambar II.1

Pengalihan Ke Pemilikan Perusahaan PT. Graha Sarana Duta Menjadi Telkom Property

Awalnya Telkom Property bernama PT. Graha Sarana Duta yang didirikan pada tanggal 30 september 1981 untuk menyediakan Office Building, Jasa Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Bank Duta. Sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan, Perseroan kemudian mengembangkan portofolio ke bidang Jasa Konstruksi. Lalu pada tahun 2001 diambil alih kepemilikannya oleh PT. Telekomunikasi Indonesia dan sampai sekarang bernama TELKOM PROPERTY.

PT. Graha Sarana Duta

30 September 1981

Office Building, Jasa Pemeliharaan Dan Perawatan Gedung Bank Duta Mengembangkan Usahanya Dengan Membangun Gedung

Bank Bukopin Dan YAI 25 April 2001 Kepemilikan Di Ambil Alih Oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Mengelola Gedung-gedung Kantor Dan Asset Properti PT Telkom 25 April 2001 Berganti Nama Dengan TELKOM PROPERTY

1. Profil Telkom Property (PT Graha Sarana Duta)

PT Graha Sarana Duta didirikan pada tahun 1981, untuk menyediakan office building, jasa pemeliharaan dan perawatan Gedung Bank Duta. Sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan, Perseroan kemudian mengembangkan portofolio ke bidang jasa konstruksi dan dipercaya untuk membangun beberapa kantor cabang Bank Duta dan Bank Bukopin serta sebuah gedung kampus YAI di Jalan Salemba, Jakarta.

Tahun 2001, kepemilikan Perseroan diambil alih sepenuhnya oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), Tbk., untuk mengelola gedung-gedung kantor dan asset properti PT Telkom, Tbk., yang sebelumnya dikelola oleh Divisi Properti Telkom. Di bawah kendali PT Telkom, Tbk., kami terus berkembang menjadi perusahaan properti yang terpadu dan saat ini menjadi mitra yang terpercaya oleh lebih dari 70 perusahaan untuk portofolio bisnis.

Support teknologi dan telekomunikasi dari Telkom Group, kami terus melaju menjadi perusahaan properti terpadu pertama di Indonesia yang menggunakan basis teknologi dan telekomunikasi sebagai bagian dari proses bisnis dan produk perusahaan.

Award & Sertifikasi Tahun 2011

1. Supplier Terbaik 3 Kategori Konstruksi Gedung Sipil dan Mekanikal Elektrikal dari PT Telkom Tbk.

Tanggung Jawab Sosial Dan Keanggotaan

a. Tanggung Jawab Sosial :

Bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, sejak tahun 2001 kami telah berpartisipasi pada berbagai santunan pendidikan seperti pemberian beasiswa kepada berbagai yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan, partisipasi pada program peduli pendidikan wajib belajar 9 tahun di daerah tertinggal, pasca bencana dan daerah rawan konflik; bantuan pembagian sembako kepada berbagai yayasan sosial; bantuan pembangunan pondok pesantren, rumah yatim piatu dan rumah ibadah; sumbangan pada korban gempa; santunan kegiatan Tuna Netra dan Penyandang Cacat; bantuan pada berbagai hari raya keagamaan; bantuan kesejahteraan pada Anak Yatim dan Janda Jompo dan santunan kepada berbagai yayasan di seluruh Indonesia. b. Keanggotaan :PT GSD tergabung dalam :

 Asosiasi Perusahaan Klining Indonesia (APKLINDO)

 Kamar Dagang dan Industri (KADIN)

 Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (PP REI)

 Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia

Visi :

“Menjadi Perusahaan Properti Terkemuka di Indonesia “ Misi :

1. Memberikan Produk dan Layanan Total Properti dengan Kualitas dan Harga Terbaik

2. Memberikan Produk dan Layanan Properti Berorientasi Teknologi dan Ramah Lingkungan

3. Menjadi Perusahaan dengan Pengelolaan Terbaik

Kegiatan Usaha

Anggaran Dasar Perseroan No. 10 tanggal 19 April 2011 Pasal 3, Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha Perseroan adalah sebagai berikut :

1. Pemborongan pada umumnya (general contractor), antara lain pembangunan kawasan perumahan (real estate), rumah susun, kawasan industri (industrial estate), gedung, perkantoran dan apartemen, kondominium, kawasan perbelanjaan (mall dan plaza), rumah sakit, gedung pertemuan, rumah ibadah, dan lain-lain;

2. Pembangunan dan renovasi gedung, lapangan, jembatan, jalan dan pertamanan, bendungan, pengairan (irigasi), landasan udara dan dermaga, yang meliputi kegiatan pemasangan tiang (pancang)/ pipa, komponen beton pracetak, bantalan rel an produk beton lainnya serta kegiatan usaha terkait; 3. Pemasangan instalasi listrik, gas, air minum, telekomunikasi, air

conditioner, limbah, elektronika dan mekanikal; 4. Perdagangan;

5. Pemberian jasa dalam bidang :

6. Jasa pengelolaan gedung, perkantoran, taman hiburan/ rekreasi dan kawasan berikat serta bidang terkait;

8. Jasa konstruksi arsitek, seperti design bangunan, pengawasan konstruksi, perencanaan kota dan lain-lain;

9. Jasa agen properti yang meliputi pemberian jasa informasi dan penjualan properti serta kegiatan usaha terkait;

10.Jasa keamanan (securities).

Tata Kelola Perusahaan Telkom Property.

Pedoman Tata Kelola Perusahaan Perseroan saat ini mengacu kepada Pedoman Pengelolaan Good Corporate Governance (GCG) TELKOM Group dengan no: PD.602.00/r.00/COP-D0030000/2011 yang dikeluarkan oleh Direktorat Compliance & Risk Management PT TELKOM Tbk. dan Peraturan Perusahaan Perseroan dengan no: KD. 027/PS000/GSD-000/2011 tanggal 8 Juni 2011, pasal 6 mengenai Kewajiban Penegakan Prinsip – Prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik.

Inisiatif membangun Pengelolaan Good Corporate Governance (GCG) dalam ruang lingkup TELKOM Group dirancang dengan maksud untuk menjaga asas kehati-hatian dalam melindungi transaksi usaha di TELKOM Group, sekaligus mendorong TELKOM Group melalui kesamaan sudut pandang (unity & congruence) dan keselarasan organisasi (alignment) khususnya dalam membangun TELKOM Group sesuai portofolio TIME.

Secara konsisten upaya bersama ini akan dipraktikkan bersama melalui pengelolaan bisnis yang governance dan beretika, sehingga Perseroan akan memiliki karakter korporasi yang sehat dan profesional serta mampu memberikan nilai bagi pelanggan dan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya seperti di

dalam visi Perseroan.

Tujuan Penerapan

Tujuan Penerapan GCG di Perseroan sesuai Pedoman Pengelolaan Good Corporate Governance (GCG) TELKOM Group dengan no: PD.602.00/r.00/COP-D0030000/2011 adalah :

1. Memenuhi aspek kepatuhan (compliance) dalam pengelolaan perusahaan

2. Meningkatkan citra, kinerja, nilai perusahaan bagi pemegang saham dan untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan sesuai prinsip GCG

3. Menjamin terlaksananya pengelolaan TELKOM Group yang profesional, independen dan mandiri

4. Menjamin pengelolaan TELKOM Group yang lebih efisien

5. Mendorong terciptanya pengambilan keputusan yang didasarkan pada nilai moral yang tinggi dan prinsip pengelolaan perusahaan yang professional

6. Mendorong dijalankannya organisasi dan proses yang GCG di seluruh perusahaan yang tergabung di TELKOM Group

7. Bertanggung jawab dan turut serta untuk meningkatkan iklim investasi nasional yang kondusif, khususnya di bidang telekomunikasi atau Information Communication Technology (ICT)

8. Mendorong Pemegang Saham, anggota Dewan Komisaris, dan anggota Direksi agar dalam membuat keputusan dan dalam menjalankan tindakannya dilandasi oleh nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang – undangan.

Telkom Property dapat mencapai tujuan tersebut, dengan cara perseroan senantiasa berusaha menerapkan prinsip – prinsip tata kelola yang baik, mencakup azas transparansi (transparancy), kemandirian (independency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), kewajaran (fairness) secara seimbang dengan pembangunan nilai – nilai dan budaya Perseroan. Pembangunan integritas yang tinggi melalui nilai – nilai budaya Perseroan diyakini akan semakin memberikan hasil maksimal pada mutu penerapan GCG.

Mutu penerapan GCG yang baik dan konsisten akan mendukung peningkatan kinerja Perseroan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan layanan kepada Pemangku Kepentingan (stakeholders) yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan nilai Perseroan (corporate value). Selain itu, kepuasan Pemangku Kepentingan (stakeholder satisfaction) juga akan meningkat karena terjadinya perbaikan kinerja keuangan sertanya berkurangnya keputusan investasi yang mengandung benturan kepentingan, sehingga membuat kepercayaan Pemegang Saham (shareholder) meningkat.

B. Struktur Organisasi

Susunan Manejer Dan Supervisi Telkom Property Building Management TTC Buaran, Jakarta Timur

1) Maneger Building

 M. Nurhady

2) Supervisi Administrasi :Dedy Hermawan

 Sekertaris administrasi : Rezky Rona Bintang 3) Supervisi Security and parking : Wendro A.

 Staf Security and parking : Sukandar

Sunarto Amar kadafi Suhari

4) Supervise House Keeping : Nyarwi yanto

 Staf House Keeping : Sugiono

Agus Ardiana Kukuh djoko Sunarto

5) Supervisi Engineering : Ayi Krisna

 Staf Engineering : Indra Firmansyah

Djoko Lasono Waja

Suyatno

Gambar II.2

Struktur OrganisasTelkom Property TTC Buaran

Pembagian Tugas a. Manajer Building

Memastikan terselenggaranya fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyelenggaraan dan pengendalian kegiatan pengelolaan dan penyewaan gedung guna meningkatkan performansi gedung dan memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna gedung. Sehingga memberikan konstribusi pendapatan perusahaan secara optimal dari gedung yang dikelolanya.

Tanggung Jawab

Memastikan kelancaran operasional gedung dan perangkatnya sehingga tingkat kepuasan tenant dapat terjamin dengan maksimal. Memastikan efisiensi

Manajer Building Supervisi Administrasi Staf Administrasi Supervisi Engineering Staf Engginering Supervisi House Keeping Cleaner Office Boy Supervisi Security And Parking Staf Security Staf Parking Front Desk Seketaris

anggaran biaya serta pencapaian target pendapatan sehingga dapat memberikan konstribusi terhadap laba perusahaan. Memastikan terselenggaranya pengelolaan sumber daya secara optimal dengan tetap efesien dan efektif

b. Supervisi Administrasi

Tugas utama bagi seorang staff Administrasi adalah melaksanakan kegiatan pelayanan kantor, penyediaan fasilitas dan layanan administrasi perkantoran, sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan.

Tanggung Jawab Utama

1. Melaksanakan aktifitas penyiapan ruang kerja dan peralatan kantor untuk seluruh pegawai, untuk memastikan ketersediaan ruangan kerja dan peralatan kantor bagi setiap pekerja sesuai dengan jenis pekerjaan dan jabatan.

2. Melaksanakan aktifitas renovasi gedung kantor/kerja, untuk memastikan semua gedung kantor selalu siap operasional.

3. Melaksanakan kegiatan surat-menyurat, dokumentasi dan pengarsipan, untuk memastikan dukungan administrasi bagi kelancaran kegiatan seluruh karyawan.

4. Membuat rencana dan mengevaluasi kerja harian dan bulanan untuk memastikan tercapainya kualitas target kerja yang dipersyaratkan dan sebagai bahan informasi kepada atasan.

5. Membuat perkiraan biaya tahunan yang berkaitan dengan kegiatan office administration, sebagai rekomendasi pembuatan anggaran departemen General Affair.

6. Melaksanankan akan adanya kebutuhan dan pengadaan alat tulis kantor, peralatan kantor, peralatan kebersihan dan keamanan kantor serta layanan photocopy dan penjilidan.

c. Supervisi Engineering

1. Membuat rencana kerja harian (pembuatan ceklist harian)

2. Membuat laporan mengenai : - Status peralatan inventaris - Penggunaan listrik dan air - Status persediaan barang

3. Melakukan tes kelayakan, keamanan, dan kenyamanan secara berkala pada semua sistem operasional gedung (mekanikal, elektrikal, dan sipil)

4. Work order yaitu kegiatan memeriksa semua pelaksanaan pekerjaan sampai terbentuknya berita acara penyelesaian pekerjaan untuk mengetahui kendala yang dihadapi agar segera selesai. Dan tidak lupa untuk memeriksa setiap pengajuan pembelian barang oleh bagian

Engineering, dipastikan sudah sesuai dengan kebutuhan dilihat dari jenis

maupun jumlah barang.

5. Tugas dan tanggungjawab tambahan seperti membuat jadwal shift

Engineering dan bekerjasama dengan divisibyang lainnya.

d. Supervisi House Keeping

1. Menerima Laporan dari Front Desk, memperhatikan serta meneruskan ke bawahan (Roomboy).

2. Mengecek bagian-bagian gedung dan public area terutama terhadap lantai dasar.

3. Mencatat dan melaporkan mengenai setiap perbaikan yang dilakukan 4. Memberikan pengarahan tentang prosedur kerja dan instruksi kepada

bawahannya.

5. Mengawasi administrasi operasional di Department Housekeeping serta Material Requisition..

6. Bertanggungjawab atas persediaan Cleaning Supplies, Guest Supplies dan semua storage.

7. Membuat time schedule untuk karyawan Department Housekeeping. Tugas Tambahan bagi house keeping adalah membina kekompakan kerja yang harmonis dan menjalin kerjasama yang baik dengan department lainnya. Melakukan penilaian penampilan kerja bawahan langsung. Menciptakan dan membina suasana kerja yang sehat. Melaksanakan semua perintah atasan. Dan Menyelenggarakan briefing dan meeting.

e. Supervisi Security And Parking

Satpam/security adalah suatu kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/badan usaha untuk melaksanakan pengamanan fisik dalam rangka menyelenggarakan keamanan dilingkungan/kawasan kerjanya. Pengamanan fisik yaitu segala usaha dan kegiatan mencegah/mengatasi timbulnya ancaman dan gangguan keamanan dan ketertiban dilingkungan instansi terkait secara fisik

melalui kegiatan pengaturan, penjagaan dan perondaan serta kegiatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Dalam rangka melaksanakan tugasnya satpam mempunyai peranan sebagai berikut :

1) Unsur membantu pimpinan Perusahaan tempat dia bertugas dibidang keamanan lingkungan/kawasan kerja.

2) Unsur membantu Polri dalam bidang keamanan dan ketertiban dibidang

penegakan hukum dan “Security Mindedness” dalam lingkungan kerja.

f. Front Desk

Front desk adalah cerminan sebuah perusahaan, selain bertugas sebagai penerima atau perantara pelayanan tamu front desk juga menjadi pusat informasi tentang seluk beluk kantor untuk itu menjadi seorang front desk tidaklah muda. didalam situasi apapun seorang front desk dituntut untuk tetap ramah, ceriah dan berwawasan tinggi. Adapun tugas-tugas yang wajib dilakukan oleh seorang front desk adalah :

1. Menerima tamu, Dalam menerima tamu, front desk harus cekatan dan ramah, jadi sesaat setelah tamu menghampiri meja, front desk setidanya mengucapkan salam dan menanyakan keperluan dari tamu tersebut. Segala macam jenis tamu, front desk harus tetap melayaninya dengan senyum dan menjaga diri agar tidak terbawa emosi

2. Mengarahkan tamu, Apabila tamu telah menyampaikan bagian/kepada siapa dia ingin bertemu, front desk berkewajiban memberikan instruktur atau arahan agar tamu tidak tersesat saat akan menemui orang tersebut. Gunakan kata-kata yang lugas dan tidak ambigu saat memberi arahan.

3. Menghentikan tamu yang masuk tanpa ijin, selain menjadi sosok yng lebut terkadang seorang front desk juga memerlukan ketegasan karena tidak semua tamu yang hadir memiliki sifat yang baik/sopan. Dengan cara yang halus, front desk harus dapat mengatasi tamu tersebut.

4. Sumber Informasi Contact Person tiap bagian, front desk tidak berkewajiban menghafal semua contact person perusahaan tetapi dia harus memiliki catatan data dan CP karyawan.

C. Kegiatan Umum Perusahaan

Gambar II. 3

Kegiatan Layanan Telkom Property TTC Buaran

1. Unit Planning & Investment

Unit yang berada dibawah Direktorat Pengembangan Bisnis. Tugas utama Unit Planning & Investment adalah menyusun rencana atau konsep bisnis properti mulai dari pengelolaan dan optimasi bank tanah (landbanking) baik milik sendiri maupun asset – asset dalam hak pengelolaan Perusahaan, studi highest & best use of land, feasibility study & business modelling, sampai dengan merencanakan

La

y

a

n

a

n

Property Planning & Investment

Project Management

bentuk dan kerjasama investasi pengembangan properti.

Menjalankan tugas pokoknya Unit Planning & Investment melaksanakan kegiatan – kegiatan sebagai berikut :

1. Menyusun rencana atau konsep bisnis properti mulai dari pengelolaan dan optimasi bank tanah (landbanking) baik milik sendiri maupun asset – asset dalam hak pengelolaan Perseroan

2. Melakukan studi dan kajian ekonomis dalam rencana pengembangan properti seperti studi highest & best use of land, analisis kelayakan investasi dan penilaian properti.

3. Menyusun rencana investasi dan bentuk kerjasama kemitraan dalam pengembangan property

4. Mengawasi pelaksanaan investasi pengembangan properti dalam bentuk pembuatan kerjasama dengan pihak lain seperti Joint Operation, BOT, dll. Kegiatan-kegiatan utama yang dilakukan Unit Planning & Investment selama tahun 2011 adalah sebagai berikut:

a. Optimalisasi Asset PT TELKOM Tbk

Seiring dengan transformasi strategi usaha, organisasi dan teknologi yang sedang terjadi di dalam PT TELKOM Tbk., maka kebutuhan properti untuk mendukung operasional perusahaan mengalami perubahan pula. Akibat teknologi yang semakin maju di mana perangkat-perangkat telekomunikasi menjadi semakin mengecil ukurannya, serta akan berkurangnya jumlah pegawai PT TELKOM Tbk secara signifikan dalam 5 tahun ke depan karena memasuki masa pensiun, maka diperkirakan akan

terjadi kelebihan ruangan kantor dan perangkat di dalam gedung-gedung milik perusahaan. Selain itu, perusahaan saat ini memiliki lahan-lahan idle, yang tidak digunakan untuk operasional. PT TELKOM Tbk. menugaskan Perseroan untuk melakukan kajian sistematis dan mengusulkan strategi optimalisasi asset terhadap lebih dari 2.600 lokasi aset perusahaan di seluruh Indonesia. Akses terhadap Landbanking milik PT TELKOM Tbk ini menciptakan tantangan baru bagi Perseroan untuk dapat secara akseleratif mengimplementasikan strategi optimalisasi asset ini. Pada tahun 2011, Unit Planning & Investment melaksanakan kajian dan mengusulkan langkah-langkah berikut kepada PT TELKOM Tbk dalam melaksanakan optimalisasi asset:

b. Asset-Asset Yang Digunakan Untuk Operasional

Mempertimbangkan strategi usaha PT TELKOM Tbk, maka diperoleh perkiraan kebutuhan properti untuk mendukung operasional perusahahaan ke depan. Kemudian dilaksanakan konsolidasi ruang, sehingga ruang-ruang yang masih perlu digunakan dapat lebih menyatu, dan ruang-ruang yang tidak digunakan dapat dikomersialkan baik untuk keperluan TELKOM Group maupun pihak–pihak lain.

c. Lahan-Lahan Idle (Tidak Digunakan)

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah identifikasi hak atas tanah terhadap masing-masing lahan. Apabila tidak diperoleh dokumen hak atas tanah tersebut, maka perusahaan perlu melakukan penyempurnaan dokumen pertanahan.Bagi lahan-lahan telah memiliki dokumen pertanahan yang

lengkap, dapat dilakukan pemetaan asset terhadap masing-masing lahan berdasarkan aspek kualitas properti dan aspek kondisi pasar propertinya. Hasil dari pemetaan asset ini adalah pengelompokan lahan berdasarkan 4 kuadran:

1) Kuadran 1: Kualitas properti baik dan kondisi pasar properti baik 2) Kuadran 2: Kualitas properti tidak baik dan kondisi pasar properti

baik

3) Kuadran 3: Kualitas properti baik dan kondisi pasar properti tidak baik

4) Kuadran 4: Kualitas properti tidak baik dan kondisi pasar properti tidak baik

5) Kuadran 1 memiliki potensi umum pengembangan properti untuk tujuan komersial.

Pemetaaan asset ini penting untuk dilaksanakan agar perusahaan dapat membuat kebijakan umum dan strategi optimalisasi asset untuk masing-masing kuadran.

.

2. Project Management

Unit Project Management adalah Unit yang berada dibawah Direktorat Pengembangan Bisnis. Semenjak awal tahun 2011, dengan pertimbangan peningkatan efisiensi dan efektifitas koordinasi pelaksanaan pekerjaan, maka pengendalian Sub Unit Design dipindahkan dari Unit Planning & Design kepada Unit Projek Management. tugas utama Unit Project Management secara

keseluruhan adalah melakukan desain, eksekusi serta pengedalian rencana pengembangan suatu properti melalui proyek-proyek di bidang pengembangan dan konstruksi. Dalam pekerjaannya Unit Project Management melakukan kegiatan sebagai berikut :

1. Menyusun desain awal pengembangan atau pembangunan baru suatu properti dalam bentuk masterplan maupun desain arsitek dan sipil

2. Melakukan pengembangan atau pembangunan baru suatu properti baik dilakukan sendiri (swakelola) maupun melalui kerjasama dengan mitra

3. Melakukan supervisi terhadap pelaksanaan dan pekerjaan konstruksi meliputi biaya, mutu, dan waktu pekerjaan serta administrasi proyek

4. Melakukan analisa terhadap kebutuhan, progress dan pengalokasian sumberdaya terhadap seluruh proyek yang sedang berjalan dan memberikan rekomendasi upaya-upaya peningkatan efisiensi dan efektifitas proyek melalui sinergi kompetensi dan sumberdaya internal maupun kemitraan dengan pihak lain.

5. Melakukan pengawasan pelaksanaan aspek sipil, arsitektur, mekanikal dan elektrikal proyek pengembangan dan konstruksi sampai dengan proses serah terima pekerjaan dan pembuatan Berita Acara Serah Terima (BAST).

6. Menyelenggarakan administrasi keuangan, perkantoran dan memelihara dokumentasi proyek pengembangan dan konstruksi

7. Mengimplementasikan sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam proyek pengembangan dan konstruksi.

tahun 2011 adalah sebagai berikut :

Gambar II. 4

Pekerjaan Telkom Property Tahun 2011

KLIEN PEKERJAAN LOKASI

TELKOM

Fitting Out & Furniture Lantai 7 GKP Japati Fitting Out & Furniture Lantai 8, 11 & 12 GCC Fitting Out & Furniture Lantai 5 GCC

Gedung Baru & Renovasi Sekolah Bantuan Sosial

Telkom Group di

Sleman, Magelang dan Klaten

TELKOMSEL

Gedung Baru Kantor Telkomsel

Pamasuka Makasar Fitting Out & Furniture TTC Jember

Fitting Out & Furniture Kantor Telkomsel Pamasuka Makasar Renovasi Gedung Grapari & Kantor Jambi

INFOMEDIA

Fitting Out & Furniture Call Center Malabar Bandung

Fitting Out & Furniture Call Center Malang Renovasi Gedung Kantor Balikpapan Fitting Out & Furniture Kantor Makasar

Pekerjaan – pekerjaan yang dikerjakan oleh Project Management pada tahun 2011memberikan kontribusi sebesar 11,51%dari total pendapatanPerseroan atau

Dokumen terkait