BAB II : KAJIAN TEORI
A. Tinjauan Umum Tentang Ekstrakulikuler Hadrah
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Tinjauan Umum Tentang Ekstrakulikuler Hadrah 1. Pengertian Ektrakulikuler
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia pengertian Ekstra adalah tambahan diluar yang resmi,4 sedangkan Kurukuler adalah bersangkutan dengan kurikulum. Jadi pengertian Ekstrakurikuler adalah kegiatan luar sekolah pemisah atau sebagian ruang lingkup pelajaran yang diberikan diperguruan tinggi atau pendidikan menengah tidak merupakan bagian integral dari mata pelajaran yang sudah ditetapkan dalam kurikulum.5
Zuhairini dalam bukunya mengartikan, kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan diluar jam terjadwal (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan diluar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan anatara berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.6
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan diluar jam pelajaran baik dilaksankan disekolah maupun diluar sekolah dengan maksud untuk lebih memperkaya dan memperluas wawasan
4 Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1989) , h 336.z
5 Ibid. , h. 479
13
pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliknya dari berbagai bidang studi.7
M Daryanto dalam bukunya mengartikan, kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan untuk membantu memperlancar pengembangan individu murid sebagai manusia seutuhnya.8
Menurut Diraktorat Pendidikan Menengah Kejuruan adalah kegiatan yang dilakukan diluar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau diluar sekolah agar lebih memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dalam kurikulum.9
Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan siswa diluar jam tatap muka, dilaksanakan baik disekolah maupun di luar sekolah.
Dari definisi diatas bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki ciriciri sebagai berikut :
a. Kegiatan dilakukan di luar jam pelajaran biasa b. Kegiatan dilakukan di luar dan di dalam sekolah
c. Kegiatan yang dilaksanakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa.
7 Moh. Uzer Usman, Lilis Setyowati, Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, (Bandung, Remaja Rosdakarya, 1993), hal. 22
8 M. Daryanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta : Rineka Cipta 1998) , h 68
14
Sehingga kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan diluar jam pelajaran baik di sekolah atau di luar sekolah untuk mendapatkan pengetahuan. Keterampilan dan wawasan yang kemudian dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa pengertian kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan diluar ketentuan kurikulum yang berlaku, akan tetapi bersifat peadagogis dan menunjang pendidikan dalam rangka ketercapaian tujuan sekolah. Dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. Bakat, minat dan kemampuan peserta didik, serta kondisi lingkungan dan sosiokulturnya.
b. Mempersiapkan secara matang peserta didik .
c. Perlu adanya kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan pihak-pihak lain yang terkait.10
2. Ekstrakulikuler Hadrah
Kegiatan ekstrakulikuler merupakan salah satu komponen dari kegiatan pengembangan diri yang terprogram. Artinya kegiatan tersebut sudah direncanakan secara khusus dan diikuti oleh anak didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan ekstrakulikuler merupakan kegiatan di luar jam mata pelajaran, untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan bakat, potensi, minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan
10
15
oleh pendidik dan berkewenangan di satuan pendidikan. Kegiatan ekstrakulikuler berguna untuk menunjang pengembangan diri, sosial dan persiapan karir siswa melalui prinsip; pilihan, keterlibatan aktif, etos kerja dan kemanfaatan sosial.11
Dalam Islam, salah satu seni yang masih terpelihara adalah seni musik Islami yaitu seni rebana atau hadrah. Seni hadrah adalah seni musik tradisional yang bernuansa Islam dikembangkan oleh umat Islam sejak zaman dahulu sampai sekarang. Dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan, rebana adalah gendang pipih bundar yang dibuat dari tabung kayu pendek dan agak lebar ujungnya, pada salah satu bagiannya diberi kulit.12
Seni rebana merupakan seni musik Islam yang sudah menjadi tradisi Islam dan menyebar luas diseluruh dunia. Rebana sendiri merupakan alat musiak yang dibolehkan dala, Islam. Alat musik tradisionalini mulai memasyarakat pada umat Islam yang sering diperdengarkan untuk mengiringi pujian-pujian keagamaan, seperti pujian kepada Allah, sholawat Nabi, nyayian kasidah, dan acara
11 Mahdiansyah, Pendidikan Membangun Karakter Bangsa (Peran Sekolah dan Daerah dalam
Membangun Karakter Bangsa pada Peserta Didik. (Jakarta timur: Bestari Buana Murni. 2011).
Hal. 61
12 Tim Penyusun Kamus Bahasa, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008), h.
16
keagamaan lain. Hingga pada akhirnya, alat musik ini menjadi ciri khas untuk kesenian bernuansa Islami.13
Di Indonesia, seni hadrah sudah lama menjadi idola umat Islam dalam memainkan alat musik tradisional ini. Seni hadrah beraneka ragam bentuk dan cara pemukulannya. Dalam perkembangan seni hadrah di Indonesia, telah berkembang di Aceh ada yang memukul hadrah yang mengiri tari saman, di Jakarta atau Betawi juga ada seni hadrah yang dinamakan hadrah biang, di Banjarmasin ada hadrah al banjari, ada hadrah ketimpring, hadrah maulid, majelis hadrah dan hadrah marawis.14
Hadrah atau lebih populer dengan sebutan terbangan perkembangannya tak lepas dari sejarah dakwah Islam. Seni ini memiliki semangat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada yang tahu secara persis, kapan datangnya musik hadrah di Indonesia. Namun hadrah atau yang lebih populer dengan musik terbangan (rebana bahasa jawa) tersebut tak lepas dari sejarah perkembangan dakwah Islam para Wali Songo.
Para Wali songo menggadopsi rebana dari Hadrolmaut sebagai kebiasaan seni musik untuk dijadikan media berdakwah di Indonesia. Hadrah selalu menyemarakkan acara-acara Islam seperti peringatan
13
Sidi Gazalba, Islam dan Kesenian: Relevansi Islam dan Seni Budaya, (Jakarta: Pustaka Alhusna, 1988), h. 140.
14 Jenis-jenis Musik Rebana, http://bumicuekcommunity.wordpress.com/2011/04/22/jenis-jenis-musik-rebana/ diakses tanggal 05 Juni 2019.
17
Maulid Nabi, tabligh akbar, perayaan tahun baru hijriyah, dan peringatan hari-hari besar Islam lainnya. Sampai saat ini hadrah telah berkembang pesat di masyarakat Indonesia sebagai musik yang mengiringi pesta pernikahan, sunatan, kelahiran bayi, acara festival seni musik Islami dan dalam kegiatan ekstrakulikuler di sekolahan, pesantren, remaja masjid dan majelis taklim.
Makna hadrah dari segi bahasa diambil dari kalimat bahasa Arab yakni hadhoro atau yuhdhiru atau hadhron atau hadhrotan yang berarti kehadiran. Namun kebanyakan hadrah diartikan sebagai irama yang dihasilkan oleh bunyi rebana. Dari segi istilah atau definisi, hadrah menurut tasawuf adalah suatu metode yang bermanfaat untuk membuka jalan masuk ke ‘hati’, karena orang yang melakukan hadrah dengan benar terangkat kesadarannya akan kehadiran Allah dan RasulNya.
Syair-syair Islami yang dibawakan saat bermain hardah mengandung ungkapan pujian dan keteladanan sifat Allah dan Rasulallah SAW yang agung. Dengan demikian akan membawa dampak kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Para sufi yang biasanya melibatkan seruan atas sifat-sifat Allah yang Maha Hidup (Al-Hayyu), melakukannya sambil berdiri, berirama dan melantunkan bait-bait pujian atas baginda Nabi Muhammad SAW.15 Seni hadrah
15 http://panglima-ali.com/index.php/seni-islam/item/317-hadrah-eskpresi-cinta-nabi diakses pada minggu 29 maret 2015 jam 14.55.