TINJAUAN UMUM TERHADAP VERBA BAHASA JEPANG, PENGERTIAN DAN PEMAKAIAN VERBA HAGEMU, GANBARU, DAN
DORYOKU SURU
2.1 Pengertian Verba
Terdapat beberapa definisi verba antara lain menerangkan tentang pemakaianya didalam konteks kalimat dan mengklasifikasikannya.
Penulis mencoba menggunakan definisi verba bahasa Jepang. Sebelum menelaah fungsi bahasa Jepang secara umum dan pemakaian verba hagemu, ganbaru, dan doryoku suru, penulis akan menerangkan pengertian verba yang diambil dari beberapa sumber. Dalam bahasa Jepang mempunyai batasan atau definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli linguistik.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa verba adalah kata yang menggambar proses, perbuatan atau keadaan, yang juga disebut kata kerja ( Poerwadarmita, 2005:1260 ).
Dalam bahasa Jepang verba disebut dengan doushi. Makna doushi dilihat dari kanjinya:
動く = ugoku, dou = bergerak
詞 = kotoba, shi = kata
動詞 = doushi = kata yang bemakna gerak
Doushi adalah kata kerja yang berfungsi menjadi predikat dalam suatu kalimat, mengalami perubahan bentuk ( katsuyou ) dan bisa berdiri sendiri ( Sutedi, 2003:42 ). Nomura dan koike berpendapat hampir sama dengan Sutedi. Mereka mengatakan bahwa verba ( doushi ) adalah salah satu kelas kata dalam bahasa Jepang, sama dengan
adjektiva-i dan adjektiva-na menjadi salah satu jenis yougen. Kelas kata ini dipakai untuk menyatakan aktivitas, keberadaan atau keadaan sesuatu. Doushi dapat mengalami perubahan ( katsuyou ) dan dengan sendirinya dapat menjadi predikat ( Nomura dalam Sudjianto,2004:149 ).
2.2 Jenis-jenis Verba
Dalam buku Dasar-dasar linguistik bahasa Jepang ( Dedi Sutedi,2003:27 ), verba dalam bahasa Jepag digolongkan ke dalam tiga kelompok berdasarkan pada bentuk konjungsinya.
a. Kelompok I
Kelompok I disebut dengan 五段動詞 ( godan-doushi ) , karena
kelompok ini mengalami perubahan dalam lima deretan bunyi bahasa Jepang yaitu :あ、
い、う、え、お ( a-i-u-e-o ), cirinya yaitu verba yang berakhiran ( gobi ) huruf う、
つ、る、く、す、む、ぬ、ぶ、ぐ (u-tsu-ru-ku-su-mu-nu-bu-gu ). Contoh : 買うka-u ( membeli ) 立つta-tsu ( berdiri ) 売るu-ru ( menjual ) 書くka-ku ( menulis ) 泳ぐoyo-gu ( berenang ) 読むyo-mu ( membaca ) 死ぬshi-nu ( mati ) 遊ぶaso-bu ( bermain )
話すhana-su ( berbicara )
Kelompok II
Kelompok II disebut dengan 一段動詞 ( ichidan-doushi ), karena
perubahannya hanya pada satu deretan bunyi saja. Ciri utama dari verba ini adalah yang berakhiran suara e-ru disebut kami ichidan-doushi atau yang berakhiran i-ru disebut shimo ichidan-doushi.
Contoh : 見るmi-ru (melihat/menonton ) 起きるoki-ru ( bangun ) 寝るne-ru ( tidur ) 食べるtabe-ru ( makan ) Kelompok III
Verba kelompok III ini merupakan verba yang perubahannya tidak
beraturan, sehingga disebut 変格動詞 ( henkaku-doushi ) diantaranya terdiri dari dua verba yaitu :
Contoh :
1. するsuru ( melakukan ) 2. .来る kuru ( datang )
Dalam buku A Dictionary Of Basic Japanese Grammar ( Seiichimakino dan Tsutsui,1997:582-584) mengklasifikasikan verba secara semantik menjadi lima jenis yaitu :
1. Verba Stative ( yang menyatakan diam/tetap)
Verba ini menunjukkan keberadaan. Biasanya verba ini tidak muncul bersamaan dengan verba bantu-iru.
Contoh : 1.いる iru (ada)
2. できるdekiru ( dapat ) 3.要るiru ( membutuhkan )
2. Verba Continual ( yang menyatakan selalu, terus menerus)
Verba ini berkonjugasi dengan verba bantu-iru untuk menunjukkan aspek pergerakan. Contoh :
1. 食べる taberu (makan) ---食べているtabete iru (sedang makan) 2. 飲む nomu (minum) --- 飲んでいる nondeiru (sedang minum)
3. Verba punctual (yang menyatakan tepat pada waktunya)
Verba ini berkonjungsi dengan verba Bantu-iru untuk menunjukkan tindakan atau perbuatan yang berulang-ulang atau suatu tingkatan/posisi setelah melakukan suatu tindakan atau penempatan suatu benda.
Contoh :
4. Verba Volitional (yang menyatakan bukan kemauan)
Verba ini biasanya tidak memiliki bentuk ingin, bentuk perintah, dan bentuk kesanggupa n. Diklasifikasikan menjadi verba yang berkenan dengan emosi atau perasaan dan verba yang tidak berkenaan dengan emosi atau perasaan.
Contoh:
愛するaisuru (mencintai, berkenaan dengan perasaan)
聞こえるkikoeru (kedengaran /terdengar, tidak berkenaan dengan perasaan).
5. Verba Movemen (yang menyatakan pergerakan)
Verba ini menunjukkan pergerakan. Contoh :
走るhashiru (berlari)
行くiku (pergi)
Dalam buku Pengantar Linguistik Bahasa Jepang (Shimizu,2000:45), verba dalam bahasa Jepang dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
1. Jidoushi 自動詞 (verba Intransitif)
Jidoushi merupakan verba yang tidak disertai dengan objek penderita. Pengertian dilihat dari huruf kanjinya yang bermakna kata yang bergerak sendiri.
Contoh :
変わる kawaru (tukar)
起きるokiru (bangun)
寝る neru (tidur)
集まるatsumaru (berkumpul)
流れるnagareru (mengalir)
2. Tadoushi 他動詞 (verba transitif)
Verba yang memiliki objek penderita. Pengertian dilihat dari makna kanjinya yang bermakna “kata yang digerakkan yang lain”,jadi ada gerakan dari subjek.
Contoh: 起こすokosu (membangunkan) 寝かすnekasu (menidurkan) 入れるireru (memasukkan) 集めるatsumeru (mengumpulkan) 流すnagasu ( mengalirkan) 3. Shodoushi (所動詞)
Shodoushi merupakan kelompok verba (doushi) yang memasukkan pertimbangan
pembicara, maka tidak dapat diubah ke dalam bentuk pasif dan kausatif. Selain itu, shodoushi tidak memiliki bentuk perintah dan ungkapan kemauan (ishi hyougen). Diantara verba-verb yang termasuk kelompok ini, kelompok doushi yang memilki makna potensial seperti ikeru dan kireru yang disebut 可能動詞 kanou doushi (verba potensial).
Contoh :
見えるmieru (terlihat)
聞こえるkikoeru (terdengar) ikeru (dapat pergi)
2.3 Fungsi verba
Seperti yang telah dijelaskan pada sub bab 2.1 (pengertian verba), pada umumnya verba berfungsi sebagai predikat dalam sebuah kalimat, dan terletak diakhir kalimat. Contoh :
私は漢字を書く。
Watashi wa kanji o kaku.
“Saya menulis kanji”
Verba berfungsi untuk membantu verba-verba yang ada pada bagian sebelumnya dan menjadi bagian dari predikat sebagaimana halnya fuzukugo (Sudjianto,2004:159). Contoh :
1. 壁に地図が張ってある
kabe ni chizu ga hatte aru.
“Di dinding ada peta tergantung”.
2. 先生に漢字を書いてもらう
Sensei ni kanji o kaite morau.
“Guru menuliskan saya kanji”.
Verba berfungsi sebagai keterangan bagi kelas kata lainnya pada sebuah kalimat, dalam bentuk kamus selalu diakhiri dengan vocal /u/(Sudjianto,2004:149).
Contoh :
1.これアミルさんが書く絵です。
kore wa Amirusan ga kaku e desu.
2.私はエアコンがある自動車がほしいです。
Watashi wa eakon ga aru jidousha ga hoshiidesu.
“Saya ingin mobil yang memiliki AC”
2.4 Pengertian Verba Hagemu,Ganbaru,dan Doryoku suru 2.4.1 Pengertian Verba Hagemu
Verba Hagemu adalah verba yang termasuk ke dalam kelompok I 五段動 詞
( goudan-doushi ). Berikut akan dijelaskan tentang pengertian dan pemakaian dari verba hagemu tersebut :
a. Dalam buku Kuigigo Tsukaikata Jiten, 金 木 目 川 頁 mengatakan bahwa
verba hagemu adalah berjuang atau berusaha dengan memacu diri sendiri agar jangan malas (1998:255)
Contoh :
毎日仕事に励む
Mainichi shigoto ni hagemu. (Setiap hari berusaha bekerja).
b. Dalam buku A Dictionary of Synonym In Japanese, Matsuki Seikei mengatakan bahwa verba hagemu bermakna berusaha secara
sungguh-sungguh dengan memacu diri sendiri (1994:219). Contoh :
学生は学業にはげむ。
Gakusei wa gakugyou ni hagemu.
c. Dalam buku Reikai Shingokugo Jiten, Hayashi Shirou dan Nomoto Kikuo mengatakan bahwa verba hagemu adalah berusaha menangani sesuatu dengan
gigih (1993:788). Contoh :
勉強にはげむ Benkyou ni hagemu
( Belajar dengan gigih ).
d. Dalam buku Gakuken Kokugodai Jiten, Kindaichiharugao mengatakan bahwa berusaha /berjuang dengan mencurahkan kekuatan hati/perasaan
(1998:1557). Contoh :
仕事に励む
Shigoto ni hagemu. ( Bekerja dengan gigih ).
2.4.2 Pengertian Verba Ganbaru
Verba ganbaru adalah verba yang termasuk kedalam kelompok I 五 段 動 詞
(Goudandoushi). Berikut akan dijelaskan tentang pengertian dan pemakaian dari verba ganbaru tersebut :
a. Dalam buku Effektive Japanese Usage Dictionary, Shoji dan Hirotase mengatakan bahwa :
Ganbaru is used when someone does his best or makes an effort to get the best result,without being defeated by hardship or difficulties (2001:234).
Terjemahannya:
Ganbaru digunakan ketika seseorang berusaha/bekerja atau membuat suatu usaha untuk memperoleh hasil yang baik, tanpa mengalami kesulitan, dan kesukaran.
Contoh :
私にとって初めてのマラソンだったが、最後までがんばって走った。
Watashi ni totte hajimete no marason dattaga, saigo made ganbatte hashitta. ( Bagi saya pertama kali melakukan marathon, saya berlari dengan usaha sampai finish )
a. Dalam buku Kamus Pemakaian Bahasa Jepang edisi bahasa Indonesia, Nomoto Kikuo mengatakan bahwa verba ganbaru adalah berusaha
sekeras-kerasnya dengan sabar sampai selesainya (1988:217). Contoh :
試験に合格するまでがんばる。
Shiken ni goukaku suru made ganbaru.
( Belajar bersungguh-sungguh sampai lulus dalam ujian).
b. Dalam buku Kuigigo Tsukaikata Jiten, 金 木 目 川 頁 mengatakan bahwa
verba ganbaru adalah tidak mudah terpengaruh oleh tekanan dari luar maupun godaan dan menitikberatkan kepada kegigihan untuk melakukan yang diinginkan/diniatkan sehingga sampai terwujud (1998:254).
c. Dalam buku A Dictionary of Synonyms in Japanese, Matsuki Seikei mengatakan bahwa verba ganbaru mengungkapkan arti berusaha dengan
mengeluarkan sekuat tenaga dalam situasi yang sulit dan tidak memungkinkan (1994:219).
d. Dalam buku Renkai Shingokugo Jiten, Hayashi Shirou dan Nomoto Kikuo mengatakan bahwa ganbaru adalah tidak mau/enggan memberikan pendapat
orang lain, mengutarakan pendapat diri sendiri (1993:216). Contoh :
そんなにがんばってつっぱらなくてもいいのに。
Sonna ni ganbatte tsupparanakutemoiinoni.
( Janganlah memaksa diri sendiri/ bersikeras sedemikian rupa).
e. Dalam buku Gakuken Kokugodai Jiten, Kindaichiharugao mengatakan bahwa verba ganbaru adalah mempertahankan niat/ keinginan diri sendiri/
mempertahankan pendapat diri sendiri dengan kuat/ gigih sampai akhir (1998:416).
2.4.3 Pengertian Verba Doryoku suru
Verba doryoku suru adalah verba yang termasuk kedalam verba kelompok III 変 格 動 詞 (Henkaku-doushi). Berikut ini akan dijelaskan tentang pengertian dan pemakaian dari verba doryoku suru tersebut :
a. Dalam buku Kuigigo Tsukaikata Jiten, 金 木 目 川 頁 mengatakan bahwa
doryoku suru adalah perjuangan terhadap suatu hal yang dapat dimasukkan unsur dan tekanan luar ke dalam pemikiran, singkatnya usaha menitikberatkan pencapaian sesuatu dengan baik sampai akhir ( 1998:254).
b. Dalam buku Reikai Shingokugo Jiten, Hayashi Shirou dan Nomoto Kikuo mengatakan bahwa verba doryoku suru adalah berusaha / berjuang secara
Contoh :
努力
Doryoku ga minoru が実る。
( Membuahkan usaha ).
c. Dalam buku Gakuken Kokugodai Jiten, Kindaichiharugao mengatakan bahwa verba doryoku suru adalah berusaha/ mengeluarkan dengan segala
kekuatan/ kemampuan demi mencapai suatu tujuan (1998:1426).
2.5 Pilihan Bahasa
Pilihan bahasa merupakan suatu perwujudan dari penggunaan sebuah bahasa tertentu oleh seorang dwibahasawan setelah ia memutuskan untuk memilih salah satu bahasa untuk menanggapi kejadian tertentu. Dalam Pemilihan bahasa, banyak factor yang mempengaruhinya. Beberapa diantaranya adalah factor partisipan, situasi, domain, topic pembicaraan, tempat, bahasa yang dikuasai, bentuk bahasa dan lain-lain (Purba, 1997). Jika seseorang menggunakan lebih dari satu bahasa saat berkomunikasi dengan lainnya, mereka selalu memilih salah satu bahasa untuk tujuan-tujuan tertentu, orang tertentu dan menggunakan bahasa yang lain untuk tujuan lain, tempat lain dan orang lain.
Dalam menjelaskan perilaku pemilihan bahasa pada masyarakat bilingual, Siregar (1998:50) mengemukakan beberapa hal seperti bahasa apa yang selalu digunakan dalam interaksi keluarga, atau interaksi intra kelompok etnik sendiri. Kemudian bahasa yang mana digunakan dalam interaksi inter kelompok etnik yang berbeda, lalu ciri apa yang dapat digunakan untuk menentukan pemilihan bahasa dalam
situasi dan menentukan pemilihan bahasa dalam situasi lainnya. Fissman (1968) seperti yang diuraikan oleh Appel (1988:23) mengatakan :
“When speakers use two languages, they will obviously not use both inculturasi all
circumstances : in certain situations they will use one, in others, the other.”
Maksudnya : Bila orang dapat menggunakan dua bahasa pada kenyataannya mereka
tidak menggunakan kedua-dua bahasa itu dalam semua situasi. Pada situasi-situasi tertentu mereka akan menggunakan bahasa yang satu dan menggunakan yang satu lagi pada situasi yang lain.
Untuk batasan pemilihan bahasa ini Fishman merangkai sebuah pertanyaan : “Siapa yang berbicara, bahasa apa, kepada siapa dan kapan?”. Dengan demikian bahwa pemilihan bahasa ini sangat bergantung kepada situasi, tempat, pembicara, mitra bicara, status social, jenis kelamin, dan latar belakang etnis.
Menurut Rusyana (1989:34) banyak faktor yang mempengaruhi pemilihan bahsa dalam masyarakat bilingual yaitu partisipan, situasi, isi pembicaraan dan fungsi serta tujuan interaksi.
Berdasarkan konsep dari Pilihan bahasa di atas, bahwa kaitannya penulis membahas pemakaian verba Hagemu, Ganbaru, dan Doryokusuru yang merupakan salah satu verba yang termasuk ke dalam pilihan bahasa terutama dalam pemilihan katanya yang sesuai dengan kontekstualnya.
BAB III
ANALISIS PEMAKAIAN VERBA HAGEMU,GANBARU, DAN DORYOKU SURU
Maka pada Bab III ini penulis mencoba manganalisa pemakaian verba hagemu, ganbaru, dan doryoku suru yang sesuai dengan beberapa pandapat dari beberapa ahli linguistik yang telah dipaparkan sebelumnya.
3.1 Verba hagemu Contoh 1 :
考えを改めて仕事に励む. (Gaikoku no tane no kihongo youvei jiten, 819)
Kangae wo aratamete shigoto ni
“Bersungguh-sungguh untuk bekerja dengan merubah pemikiran”
hagemu.
Analisis:
Pemakaian verba hagemu pada kalimat diatas kurang tepat. Karena usaha yang ditujuka n pada kalimat diatas adanya unsur dari tekanan luar dengan merubah pemikiran. Sedangkan verba hagemu bermakna berusaha secara sungguh-sungguh dengan memacu diri sendiri. Jadi, seharusnya kalimat diatas menggunakan verba doryoku suru. Hal ini sesuai dengan teori( 金木目川頁, 1998:255) yang menyatakan bahwa verba doryoku suru adalah perjuangan terhadap suatu hal yang dapat dimasukkan unsur dari tekanan luar kedalam pemikiran, singkatnya usaha menitik beratkan pencapaian sesuatu yang baik sampai akhir. Situasi yang ditampilkan sebelumnya dalam kalimat diatas adalah pembicara melakukan suatu pekerjaan dengan cara merubah pemikiran cara bekerja dengan melalui unsur dari tekanan luar.
Contoh 2 :
貧乏に負けないで勉強に励んだ。( Nipponia, 2004:19)
Binbou ni makenaide benkyou ni
“Bersunguh-sungguh untuk belajar tanpa menyerah pada/dalam keadaan yang miskin”. hagenda.
Analisis :
Pemakaian verba hagemu pada kalimat diatas kurang tepat. Karena usaha yang ditujukan pada kalimat diatas adalah suatu usaha yang dilakukan dengan tidak pantang menyerah meskipun dalam keadaan miskin/sulit. Sedangkan verba hagemu bermakna berusaha secara sungguh-sungguh dengan memacu diri sendiri. Jadi, seharusnya kalimat diatas menggunakan verba ganbaru. Hal ini sesuai dengan teori (Matsuki Seikei, 1994:219) yang menyatakan bahwa verba ganbaru mengungkapkan arti berusaha dengan mengeluarkan sekuat tenaga dalam situasi yang sulit dan tidak memungkinkan. Situasi yang ditampilkan sebelumnya dalam kalimat diatas adalah pembicara berusaha/bersungguh-sungguh dalam kegiatan belajar dengan cara mengeluarkan sekuat tenaga atau dengan kata lainnya dilakukan tanpa menyerah meskipun dia melakukan kegiatan belajar dalam kondisi yang miskin, sulit/tidak memungkinkan.
Contoh 3 :
食べる物も食べないで学問にはげんでいるそうです。(Nipponia, 2001:9)
Taberumono mo tabenaide gakumon ni
“Katanya (dia) menekuni ilmu pengetahuan tanpa makan makanan yang dimakan.
hagendeirusoudesu.
Analisis:
Pemakaian verba hagemu pada kalimat diatas sudah tepat. Karena usaha yang ditujukan pada kalimat diatas adalah suatu usaha yang dilakukan dengan tekun belajar meskipun dalam keadaan tidak makan. Sedangkan verba hagemu bermakna berusaha secara
sungguh-sungguh dengan memacu diri sendiri. Jadi, seharusnya kalimat diatas menggunakan verba ganbaru. Hal ini sesuai dengan teori (Matsuki Seikei, 1994:219) yang menyatakan bahwa verba ganbaru mengungkapkan arti berusaha dengan mengeluarkan sekuat tenaga dalam situasi yang sulit dan tidak memungkinkan. Situasi yang ditampilkan sebelumnya dalam kalimat diatas adalah pembicara mendengar dari orang lain bahwa dia bersungguh-sungguh dengan tekun belajar meskipun dia dalam keadaan tidak makan/dalam kesulitan.
3.2 Verba ganbaru Contoh 1 :
若い人たちが元気になれば、地域も元気になります。みんな一緒にがんばれば
いいんです。( Nipponia, 2006:19).
Wakai hitotachi ga genki ni nareba,chiikimo genkininarimasu. Minna ishoni
“Apabila pemuda pemudi menjadi sehat, dengan sendirinya lingkungan juga menjadi sehat. Saya pikir semuanya harus berusaha bersama-sama”.
ganbarebaiindesu.
Analisis :
Pemakaian verba ganbaru pada kalimat diatas sudah tepat. Hal ini sesuai dengan teori ( Shoji dan Hirotase, 2002 :234) yang menyatakan bahwa verba ganbaru digunakan ketika seseorang berusaha/bekerja/membuat suatu usaha untuk memperoleh hasil yang baik, tanpa mengalami kesulitan, dan kesukaran. Situasi yang ditampilkan sebelumnya dalam kalimat diatas adalah pembicara mengharapkan usaha dari pemuda pemudi untuk menjaga kesehatan dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat juga.
Contoh 2 :
ある窯元で絵付け職人を探していると聞いて、居ても立っても居られず、『1
年 間 、 給 料 な し て が ん ば り ま す か ら 、 や ら せ て く だ さ い 』 と 訪 ね て い っ た.
(Nipponi, 2004:21).
Aru kamamoto de etsuke shokunin wo sagashiteiru to kiite, itemo tattemo irarezu [1 nenkan,kyuuryouna shite ganbarimasukara,
“ Saya mendengar kabar bahwa disebuah tempat pembuatan tembikar mencari seorang tukang mendesain lukisan, tanpa pikir panjang saya langsung meminta “mohon pekerjakan saya, karena saya akan berusaha tanpa gaji selama 1 tahun”.
yarasetekudasai] to tazuneteitta.
Analisis :
Pemakaian verba ganbaru pada kalimat diatas sudah tepat. Hal ini sesuai dengan teori (Matsuki Seikei, 1994:219) yang menyatakan bahwa verba ganbaru mengungkapkan arti berusaha dengan mengeluarkan tenaga sekuatnya dalam situasi yang sulit dan tidak memungkinkan. Situasi yang ditampilkan sebelumnya dalam kalimat diatas adalah pembicara mengungkapkan keinginannya kepada orang lain untuk bekerja sebagai mendesain lukisan di tempat tersebit dan dia mengatakan akan berusaha bekerja dengan giat dan berani tanpa digaji dalam 1 tahun, walaupun dia belum ada pengalaman dalam mendesain lukisan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa : pembicara akan berusaha melakukan apapun supaya diterima bekerja di tempat itu.
Contoh 3 :
2002年の終わりには皆様からよくやったと言われるように今から気を引き
締 め 、 日 本 語 セ ン タ ー ス タ ッ フ ー に 頑 張 っ て い か な け れ ば と 思 っ て お り ま す
2002 nen no owari niwa minnasama kara yoku yattato iwareruyouni ima kara ki wo hiki shime, nihongo sentaasutaffuu ni ganbatte i
‘Saya berharap kiranya mulai saat ini Bapak dan Ibu sekalian mengukuhkan tekad, dan bersama-sama dengan Staf Pusat Bahasa Jepang berusaha dengan keras, sehingga di akhir tahun 2002 nanti, berbagai pihak akan memberikan sambutan baik dan pujian atas keberhasilan yang kita raih berkat kerja keras kita tersebut”.
kanakereba to omotteorimasu.
Analisis :
Pemakaian verba ganbaru pada kalimat diatas sudah tepat. Hal ini sesuai dengan teori
(金 木 目 川 頁, 1998:255). Yang menyatakan bahwa verba ganbaru tidak mudah
terpengaruh oleh tekanan dari luar maupun godaan dan menitik beratkan kepada kegigihan untuk melakukan yang diinginkan /diniatkan sehingga sampai terwujud. Situasi yang ditampilkan sebelumnya dalam kalimat diatas adalah pembicara mengharapkan kepada Staf Pusat bahasa Jepang agar lebih berusaha lagi sebelum tahun 2002 berakhir dengan tujuan mencapai keberhasilan dalam pembelajaran bahasa Jepang dan untuk kemajuan bersama dalam pembelajaran bahasa Jepang.
3.3 Verba Doryoku Suru Contoh 1 :
大 企 業 や 銀 行 な ど は 感 じ の よ い 制 服 を 社 員 に 着 せ よ う と ど り ょ く す る
(Intermediate Japanese anIntergrated Course,1989:186)
Daikigyou ya ginkou nadowa kanji noyoi seifuku wo shain ni kiseyouto
“ Perusahaan besar maupun Bank dan lain-lain berusaha memakaikan seragam yang bagus/baik kepada para pegawainya”.
Analisis :
Pemakaian verba doryoku suru pada kalimat diatas sudah tepat. Hal ini sesuai dengan teori ( 金木目川頁 ,1998:255) yang menyatakan bahwa verba doryoku suru adalah perjuangan terhadap suatu hal yang dapat dimasukkan unsur dan tekanan luar ke dalam pemikiran, singkatnya usaha menitikberatkan pencapaian sesuatu dengan baik sampai akhir. Situasi yang ditampilkan sebelumnya dalam kalimat diatas adalah pembicara menyuruh pegawainya untuk berusaha menyeragamkan pakaian seragam dengan maksud untuk mengetahui identitas perusahaan tempat dia bekerja.
Contoh 2 :
私たちが毎日使っているものでも、初めにそれを作った人のどりょくはたいへ
んなものだった (Dictionary of Basic Japanese Usage for Foreigners, 1946:728).
Watashitachi ga mainichi tsukatteirumonodemo, hajimenisore wo tsukuttahito no doryoku
“Meskipun barang-barang yang kita gunakan sehari-hari, tetapi usaha daripda orang yang pertama yang membuat benda tersebut sangat berat/sulit”.