ah an R ata -r ata (k g/ h a) Tipe Zonasi
Tipe Ikan di Zona Larang Ambil dan Zona
Pemanfaatan
Herbivora Karnivora 0 100 200 300 400 500 600Zona Larang Ambil Zona Pemanfaatan
B io m assa R ata -r ata (k g/ h a) Tipe Zonasi
Tipe Ikan di Zona Larang Ambil dan Zona
Pemanfaatan
Herbivora Karnivora
Survey Kesehatan Karang Kabupaten Alor 2011
55
Gambar 47. Kelimpahan dan biomassa rata-rata ikan herbivora besar berdasarkan famili di zona larang ambil dan zona pemanfaatan
Untuk jenis ikan karnivora, penyumbang tertinggi di zona larang ambil adalah ikan dari famili Serranidae diikuti oleh ikan dari famili Haemulidae dan Carangidae. Pada zona pemanfaatan penyumbang tertinggi adalah ikan dari famili Serranidae diikuti oleh ikan dari famili Haemulidae, Lutjanidae, Lethrinidae, dan Carangidae (Tabel 21 dan Gambar 48).
Tabel 21. Kelimpahan dan biomassa ikan karnivora dari kelompok ikan besar
Tipe Zona Karnivora Kelimpahan Rata-rata (ind/ha) Biomassa Rata-rata (kg/ha)
Zona Larang Ambil Carangidae 50 55.33462
Haemulidae 100 95.33
Serranidae 150 152.5716
Zona Pemanfaatan Carangidae 50 55.33462
Haemulidae 300 298.5828 0 200 400 600 800 1.000 1.200 Acanthuridae Scaridae K e lim p ah an R ata -r ata (i n d /h a)
Famili Ikan Karnivora
Kelimpahan Rata-rata Berdasarkan Famili Jenis Ikan Herbivora Besar di Zona Larang Ambil dan Zona Pemanfaatan
Zona Larang Ambil Zona Pemanfaatan 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 Acanthuridae Scaridae B io m assa R ata -r ata (k g/ h a)
Famili Ikan Karnivora
Biomassa Rata-rata Berdasarkan Famili Jenis Ikan Herbivora Besar di Zona Larang Ambil dan Zona Pemanfaatan
Zona Larang Ambil Zona Pemanfaatan
Survey Kesehatan Karang Kabupaten Alor 2011
56
Lethrinidae 150 188.0357
Lutjanidae 300 368.5405
Serranidae 450 611.6156
Gambar 48. Kelimpahan dan biomassa rata-rata ikan karnivora besar berdasarkan famili di zona larang ambil dan zona pemanfaatan
4.
KESIMPULANDengan membandingkan kondisi tutupan karang keras hidup di calon zona larang ambil dan calon zona pemanfaatan, tutupan karang keras hidup di zona pemanfaatan sedikit lebih tinggi dibandingkan di zona larang ambil.
Secara umum kondisi perikanan di Kabupaten Alor menunjukkan tanda-tanda penangkapan berlebih. Hal ini disimpulkan berdasarkan fakta lebih sedikitnya kelimpahan ikan dari kelompok ikan berukuran besar (>30 cm). 0 100 200 300 400 500 K e lim p ah an R ata -r ata (i n d /h a)
Famili Ikan Karnivora
Kelimpahan Rata-rata Berdasarkan Famili Jenis Ikan Karnivora Besar di Zona Larang Ambil dan Zona Pemanfaatan
Zona Larang Ambil Zona Pemanfaatan 0 100 200 300 400 500 600 700 B io m assa R ata -r ata (k g/ h a)
Famili Ikan Karnivora
Biomassa Rata-rata Berdasarkan Famili Jenis Ikan Karnivora Besar di Zona Larang Ambil dan Zona Pemanfaatan
Zona Larang Ambil Zona Pemanfaatan
Survey Kesehatan Karang Kabupaten Alor 2011
57
Kelimpahan dan biomassa rata-rata ikan di calon zona larang ambil jauh lebih rendah dibandingkan di calon zona pemanfaatan.
Pengambilan keputusan penetapan zona larang ambil dan zona pemanfaatan tidak hanya didasarkan pada kondisi terumbu karang dan ikan karang saja. Banyak faktor yang mendasari pengambilan keputusan tersebut terutama faktor sosial budaya nelayan yang tersebar di KKPD Kabupaten Alor. Hal ini yang menyebabkan analisa kondisi terumbu karang dan ikan karang di zona larang ambil lebih rendah nilainya dibandingkan dengan di zona pemanfaatan.
5.
SARAN DAN REKOMENDASIHasil kegiatan monitoring kesehatan karang bisa dijadikan oleh pengelola sebagai data awal dalam mengukur efektivitas pengelolaan KKPD Kabupaten Alor. kondisi terumbu karang dan ikan karang yang cenderung mengalami degradasi perlu mendapatkan perhatian serius guna mencapai target pengelolaan. Lokasi yang diusulkan menjadi zona larang ambil harus mendapatkan perhatian lebih mengingat kondisinya tidak lebih baik dari pemanfaatan karena calon zona larang ambil nantinya harus mensuplai sumberdaya ke zona pemanfaatan.
Untuk monitoring lanjutan, perbandingan jumlah titik harus seimbang antara di zona larang ambil dan zona pemanfaatan agar hasilnya bisa dibandingkan secara setara.
Pelaksanaan aturan-aturan di masing-masing zona jika sudah ditetapkan harus dipatuhi dan diawasi semua pihak agar target pengelolaan KKPD dapat tercapai.
Survey Kesehatan Karang Kabupaten Alor 2011
58
6.
REFERENSIAnton W, Purwanto, Gede R Wiadnyana, Barmawi, Peter J Mous.2006. Monitoring Kesehatan Karang Taman Nasional Wakatobi. Versi 2.0. TNC-WWF Program Bersama Wakatobi.
Cheal AJ, Coleman G, Delean S, Miller I, Osborne K. 2002. Responses of coral and fish assemblages to a severe but short-lived tropical cyclone on the Great Barrier Reef, Australia.Coral Reefs.2002; 21:131–142.
Clark, S. &Edwards, A.J. 1999.An evaluation of artificial reef structures as tools for marine rehabilitation in the Maldives.Aquatic Conservation: Marine Freshwater Ecosystems, 9 : 5-21
Hayward DC, Hetherington S, Behm CA, Grasso LC, Forêt S, et al. 2011 Differential Gene Expression at Coral Settlement and Metamorphosis - A Subtractive Hybridization Study. PLoS ONE 6(10): e26411. doi:10.1371/journal.pone.0026411
Holling, C. S. 1973. Resilience and stability of ecological systems.Annual Review of Ecology and
Systematics 4:1-23.
Nyström, M., and Folke, C. 2001.Spatial resilience of coral reefs.Ecosystems 4: 406–417. http://www.reefresilience.org/Toolkit_Coral/C5a0_Representation.html#top
Kulbicki. M & Guillemot.N. 2005. A General Approach to Llength-Weight Relationship for New Caledonian Lagoon Fishes. Cybium, 29(3): 235-252
Marshall, PA and Baird, AH (2000). Bleaching of corals on the great barrier reef: Differential susceptibilities among taxa. Coral Reefs 19(2): 155-163.
Obura David, Marshall Paul, Setiasih Naneng, Grimsditch Gabriel. 2008. Draft Manual IUCN CCCR Resilience assessment methodology: Resilience Assessment of coral reefs. IUCN – Climate Change and Coral Reefs.
Jennifer Skilbred, Colleen Corrigan, Jeanine Almany, Elizabeth McLeod, Al Lombana, andHelen Fox.2006. A Literature Review of Current Knowledge on the Biophysical Aspects of Marine Protected Area Network Design and Implementation. Marine Learning Partnership, Global Conservation
Program
Somerfield P, Jaap W, Clarke K, Callahan M, Hackett K. 2008. Changes in coral reef communities among the Florida Keys, 1996–2003.Coral Reefs.2008 ;27:951–965.
Timotius S. 2003. Biologi Terumbu Karang. Makalah Trining Course: Karekteristik Biologi Karang. Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi)
Wilson J.R & Green.A. 2009. Metode Pemantauan Biologi untuk Menilai Kesehatan Terumbu Karang dan Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut di Indonesia (terjemahan). Versi 1.0. Laporan TNC Indonesia Marine Program No 1/09. 46 hal
Survey Kesehatan Karang Kabupaten Alor 2011
59
7.
GLOSARIUMAvailable Substrate : Substrat yang dapat menjadi ruang untuk penempelan anakan karang baru, yang meliputi Dead Coral Alga, Dead Coral dan Rock (Karang Mati), serta Coralline Alga
Biomassa : Jumlah keseluruhan individu dalam proporsi berat dalam satuan luas unit
sampling
Densitas : Jumlah kepadatan individu dalam satuan luas unit sampling
Exposed : Terpapar, tidak tersembunyi. Terumbu yang terbuka dan terpapar, dimana tipe komunitas terumbu yang biasanya komunitas langsung berhadapan dengan laut
Planula : Larva bebas dari hewan karang yg sangat muda, biasanya berbentuk
bulat telur, pipih, atau lonjong
Gentle slope : Landai/lereng cenderung datar. Tipe terumbu yang melandai yang cenderung ke datar/flat
Herbivora : Hewan pemakan tumbuh-tumbuhan
Karnivora : Hewan pemakan daging
Mobile Substrate : Tipe substrat yang selalu mengalami pergerakan dan indikator stabilitas substrat dasar perairan. Mengacu pada persentase dari Silt (lumpur), Sand (Pasir) dan Rubble (Pecahan Karang mati. Substrat ini tidak cocok untuk penempelan planula
Reef flat : Terumbu datar. Tipe terumbu yang mendatar/flat
Sheltered : Terlindung. Tipe komunitas terumbu yang terlindungi, biasanya di dalam teluk.
Slope : Lereng terumbu. Tipe terumbu yang membentuk sudut/kemiringan Time swim : Metode sampling menggunakan unit waktu. Biasanya dilakukan dengan
cara berenang selama menit waktu tertentu. Disebut juga Long swim Wall
Metamorfosis Karang : :
Mendinding. Tipe terumbu yang berbentuk dinding vertical
Perubahan bentuk karang dari telur menjadi larva kemudian fase awal menempel di substrat dan akhirnya menjadi karang dewasa
Fase Planktonik : Fase mahluk hidup di permukaan atau kolom perairan pada saat berukuran mikroskopik (bisa berupa telur atau larva)
Survey Kesehatan Karang Kabupaten Alor 2011
60
Lampiran 1 Daftar Ikan Target Survei
Lokasi : Transek ke :
Observer : Tanggal :
Latitude : Jam Masuk :
Longitude : Jam Keluar :
Habibat Slope Wall Kedalaman :
30-50 cm 50-70 cm >70 cm 10-20 cm 20-30 cm
Diagramma melanacrum black-foot sweetlips Plectorhinchus albovittatus giant sweetlips Plectorhinchus chaetodonoides many-spotted sweetlips Plectorhinchus lessonii striped sweetlips Plectorhinchus lineatus diagonal-banded sweetlips Plectorhinchus picus dotted sweetlips Plectorhinchus polytaenia ribbon sweetlips Plectorhinchus vittatus oriental sweetlips All other Sweetlips
Aprion virescsen green jobfish Lutjanus argentimaculatus mangrove jack Lutjanus biguttatus two-spot snapper Lutjanus bohar red bass Lutjanus decussatus checkered snapper Lutjanus fulviflamma black-spot seaperch Lutjanus rivulatus Maori seaperch Macolor macularis midnight snapper Macolor niger black and white snapper All other Snapper
Gnathodentex aureolineatus striped large-eye bream Lethrinus olivaceus longface emperor All other Emperors
Cephalopholis argus peacock grouper Cephalopholis cyanostigma blue-spotted rockcod Cephalopholis miniata coral grouper Cephalopholis urodeta flagtail grouper Cromileptes altivelis mouse grouper Ephinephelus polyphekadion camouflage grouper Epinephelus fuscoguttatus flowery cod Epinephelus fasciatus Blacktip Grouper Epinephelus malabaricus Malabar grouper Plectropomus areolatus polkadot cod Plectropomus laevis Chinese footballer Plectropomus leopardus coral trout Plectropomus oligacanthus highfin coral trout Gracila albomarginata Masked Grouper Variola albimarginata white-margined trout Variola louti coronation trout All other groupers
Wrasse
(Labridae) Cheilinus undulatus Napoleon wrasse Bolbometopon muricatum bumphead parrotfish all other Scarids
Naso lituratus orangespine unicornfish all other surgeonfish
Siganus doliatus barred rabbitfish Siganus guttatus golden rabbitfish Siganus vulpinus foxface rabbitfish all other rabbitfish
Caranx melampygus bluefin trevally Caranx sexfasciatus bigeye trevally Elagatis bipinnulatus rainbow runner Gnathanodon speciosus golden trevally Caranx ignobilis giant trevally All other Trevally
Gymnosarda unicolor dogtooth tuna Rastrelliger kanagurta long-jawed mackerel Scomberomorus commerson Spanish mackerel All other Mackerel
Carcharhinus amblyrhynchos grey reef shark Carcharhinus melanopterus blacktip reef shark Triaenodon obesus whitetip reef shark All other Sharks
Himantura granulata whip tail rays Taeniura meyeni marbled rays Mobula tarapacana devil ray Aetobatus narinari eagle ray All other rays
Sphyraena barracuda barracuda All other baracuda
Rabbitfish (Siganidae) Trevally (Carangidae) Mackeral (Scombridae) Sharks (Carcharinidae) Rays Barracuda (Sphyraenidae) Sweetlips (Haemulidae) Snapper (Lutjanidae) Emperors (Lethrinidae) Groupers (Serranidae) Parrotfish (Scaridae) Surgeonfish (Acanthuridae) FISH TRANSECT
Family Species Common name
Fish Size
Survey Kesehatan Karang Kabupaten Alor 2011
61
Substrat di Lokasi Survey Kesehatan Karang Solor Alor
Tutupan karang keras hidup Tutupan karang lunak
Pertumbuhan macroalga Terumbu karang di lokasi P. kambing
Survey Kesehatan Karang Kabupaten Alor 2011
62
Lampiran 2 Ikan Targetdi Lokasi Survey Kesehatan Karang Solor Alor
Gambar . Bolbometopon muricatum atau Bumphead
parrotfish. (Dokumentasi survey) Gambar . Diagramma melanacrum, jenis ikan famili Haemullidae. (dokumentasi survey)
Gambar . Juvenil dari Plectorhinchus chaetodonoides. (dokumentasi survey)
Gambar . Sekumpulan ikan Plectorhinchus polytaenia. (dokumentasi survey)