PROYEKSI
B. Maleri Pembahasan
3 Titik Lenyap
Bid.Gambar
Miring
Gambar
III-8.
Diagram Cabang Proyeksi7t
Gambar Teknik Bab 3
Gambar
lll-9.
Multi-ViewI
I
2
\l
-t
Gambar III- 10. Oblique Gambar III- t
i.
lsometrikGambar III-12. Dimetrik Gambar III- 13. Perspektif
Multi-View
(Proyeksi Majemuk)Proyeksi
ini
kadang-kadang disebutjuga
dengan proyeksi Ortogonal. Yang dimaksud dengan Proyeksi Majemuk adalah apabila sebuah benda dapat dipandang dari arah yang berbeda-beda, menuruta
trffi
..t
rl
Gambar Teknik &ab 3
sisi-sisi yang ada pada sebuah ircnda. Untuk jelasnya dapar dilihat contoh gambar kotak di bawah ini,
Lihat dari atas dan
barlah pandangan atas
c'
m E7
@ w
Lihat dari samping dan Gambar Pandangan Samping
Lihat dari depan dan gambar Pandangan Depan
Gambar III-14. Proyeksi Majemuk
Jika kotak dilihat dari arah depan maka yang tampak hanya bidang
A sajq
yaitu seperti bentukL.
Seterusnyajika
kotak dilihatdari arah
kiri,
maka yang tampak hanya bidangB
saja dengan bentuk empat persegi panjang, begitu jugajika
dilihat dari atas maka yang kelihatan hanya bidang C saja. Dengan memandang bidang A,B dan C di atas dapat dibayangkan bahwa benda tersebut adalah sebuah kotak.Caris-garis proyeksi dari pandangan pengamat pada tiap arah, tegak
lurus
pada bidang proyeksidan
sejajarsatu
samalain.
Denganproyeksi majemuk dapat diketahui bentuk benda yang lebih nyata lagi.
73
,.
.1
Gambar Tcknik &ab
3
Bidang Proyeksi dan Gunanya
Untuk menggambarkan benda-benda ataupun penampang-penampang benda dari beberapa pandangan, dipergunakan bidang-bidang datar yang disebut bidang proyeksi.
Dalam proyeksi onogonal, pada dasamya dipakai tiga buah bidang yang saling tegak lurus satu sama
lain
yang berfungsi sebagai bidang-bidang proyeksi, yaitu :l).
Bidang proyeksi Horizontal (H), disebut juga bidang proyeksi I, menunjukkan pandangan atas.2). Bidang
proyeki
Vertikal (V), disebut juga bidang proyeksiII,
menunj ukkan pandangan muka.
3). Bidang proyeksi
Profil
@), disebut juga bidang proyeksiIII,
dimana biciang ini merupakan bidang yang tegak lurus dengan bidang proyeksiI
danjuga
tegak lurus bidang proyeksiII,
menunjukkan pandangan kiri atau pandangan kanan.Jika luas permukaan bidang-bidang proyeksi tak terbatas,
maka bidang
H
danV
akan rnembagi ruangdi
dalam empatbagian ;,ang dinamakan sudut-sudut ruang atau kwadran-kwadran (gambar III-15).
Profil (P:VS)
H) Horizontal I
(v)
ertik
i
Horizbntal (H) .IV.,
Gambar III-15. Pembagian Ruang Proyeksi
Gambar Teknik &ab
3
Dari gambar III-15 di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
.
Di atas H dan dimuka V, disebut kwadran I.
Di atas H dan dibelakang V, disebut kwadranII
.
Di bawah H dan dimuka V, disebut kwadranIII
.
Di bawah H dan dimuka V, disebut kwadranlV
Bila
ketiga bidang proyeksiH, V
dan P(VS)
saling memotong menurut tiga buah garis, yang berpotongan tegak lurus di O, maka didapatlah:OX = sebagai sumbu
X
OY = sebagai sumbuY
OZ:
sebagai sumbu ZKetiga bidang ini membentuk empat ruangan atau empat krvadran, yakni, kwadran t,
II, III
dan IV.Pada gambar teknik hanya dikenal dua ruangan atau dua kwadran saja
yakni
Proyeksi KwadranI
(Proyeksi Eropa) dan Proyeksi KrvadranIII
(Proyeksi Anrerika).Gambar III-16. Ruang pada Proyeksi Amerika dan Eropa
Cara Memproyeksi Benda
Teknik memproyeksi benda adalah bertujuan untuk menuntun dan menjelaskan tentang kegiatan keteknikan, karena gambar proyeksi
75
Gambat Teknlk &ab 3
dilengkapi
dengan segalainformasi yang diperlukan
untuk kegiatan teknik. Seperti diketahui bahwa benda terdiri dari rusuk-rusuk, bidang-bidang dantitik-titik
sudut. Dari unsur-unsur inilah yang akan diproyeksikan ke bidang gambar (kertas gambar).Dalam menggambar teknik tentang proyeksi kwadran
I
danIII
yang menjadi benda-benda proyeksi umumnya adalah merupakan benda-benda
dengan tiga dimensi. Sebagai dasar
da-lammemproyeksi
benda-bendatiga dimensi biasanya
yang diproyeksikanadalah tiga
pandangan utamanyasaja
sepertipandangan depan, samping
ftiri
atau kanan) dan atas, dan bertitik tolak dari dasar ini dapat pula dikembangkan lagi dengan proyeksi dari pandangan belakang dan barvah.Hasil dari proyeksi benda tiga dimensi adalah merupakan bidang.
Sebagai contoh dapat dilihat pad3 garnbar III-17 di bawah ini.
: *
Garis ProyeksiBidang Gambar
Gambar III-17. Proyeksi dari Sebuah Benda
Cambar Teknik Bab
3
l).
Proyeksi KwadranI
(Proyeksi Eropa)Tiga
bidang proyeksi yang digambarkan pada proyeksi Eropa adalahtiga
arah pandangan tercebut pada ketiga bidang proyeksinya(H, V
dan P). Posisi benda pada ruang kwadran ini adalah selalu diletakkan dimuka bidang proyeksinya dan proyeksi dari benda tersebut digambar pada bidang yang ada dibelakangnya ataudapat diistilahkan bahwa gambar menjauhi yang memandang (sipengamat), lihat gambarIII-18
benda pada proyeksi Eropa dan gambar III-19 bukaan benda pada proyeksi Eropa di halaman 77,III
Gambar
Ill-
18. Benda pada Proyeksi Eropa77
Gambar Tcknik &ab
3
Gambar III-19. Bukaan Benda pada Proyeksi Eropa
Dari tiga
pandangan utama disebelah dapatlah dikembangkan dengan membuat proyeksidari
pandangan lainnyadari
benda-benda teknik, seperti diperlihatkan pada gambarlll-20
(halaman79), dimana A adalah sebagai pandangan depan.
Bidang B sebagai pandangan atas Bidang C pandangan samping
kiri
Bidang D pandangan samping kanan Bidang E pandangan atasBidang F pandangan belakang I
Gamhar Teknik &ab 3
D
t/"'
{
Gambar ll[-20. Proyeksi EroPa
Untuk lebih memudahkan dalam memahami proyeksi kwadran I ini, dapat dilihat dalam bentuk gambar III-20 di bawah ini.
Ns' V-.",'
Gambar III-21 . Penggulingan Benda dalam Proyeksi
2). Proyeksi Kwadran
III
(ProyeksiAmerika)
Cara menggambar dan mempergunakan bidang proyeksi
pada cara Amerika adalah
sebagaiberikut; benda
terletakdibelakang bidang proyeksinya dan proyeksi benda digambar pada bidang yang ada dimukanya (benda). Jadi bidang proyeksi yang akan dipakai untuk menggambar proyeksi benda ihr terletak antara
Er
c
79
Gambar
feknlk
&ab 3benda dan sipcmandang atau boleh
di
istilahkan dengan gambar mendekati yang memandang.Jika benda dilihat dari atas maka proyeksi
benda digambarkan dibidangH
(bidangI), untuk
pandangan muka proyeksinya digambarkan pada bidangV
(bidangII)
yaitu padabidang yang ada dimuka
bend4 dan
seterusnya.Untuk
lebih jelasnya dapatdilihat
pada gambarIII-22
benda pada proyeksi Amerika dan gambar III-23 bukaan benda pada proyeksi Amerika.Gambar III-22. Benda pada Proyeksi Amerika
S. Kanan Muka
Gambar III-23. Bukaan Benda pada Proyeksi Amerika
Gambar Teknik &ab
i
Cara lain
dalam memperkenalkan proyeksiAmerika
iniadalah bahwa
bidang-bidang proyeksinyaadalah
merupakansebuah kotak bening (transparan), sehingga benda yang diletakkan di dalam ruang yang dibatasi oleh bidang-bidang proyeksi itu akan dapat ditihat dari berbagai arah. Apabila kotak bening itu dibuka maka akan terlihat bidang-bidang proyeksinya seperti dijelaskan pada gambar
lll-24a"
dan pada gambarlll-24c
memperlihatkan bentuk proyeksidari
keenam pandangan (tampak)dari
sebuahgedung rumah kediaman.
a. Benda proyeksi dalam kotak
bening b
Bukaan bidang proyeksic. Proyeksi dari aneka Pandangan
lilii'il ,l Iilill'ri
W
I ililiiLilliltl,ilir ll' Hri[:ll
Gambar tII-24. Proyeksi Amerika (Kwadran
III)
81
Cambar
feknik
Rab 3Untuk lebih memudahkan dalam memahami proyeksi Amerika ini dapat dilihat pada gambar III-25 dan gambar
Ill-26, di
bawah ini dimana :.
BidangA
sebagai pandangan depan.
Bidang B sebagai pandangan atas.
Bidang C pandangan sampingkiri
.
Bidang D pandangan samping kanan.
Bidang E pandangan bawah.
Bidang F pandangan belakangBandingkan cara memproyeksi benda pada proyeksi Amerika ini dengan proyeksi Eropa pada halaman
77 dimuka,
perhatikan dimaaa perbedaannya.I
I
\
t---Gambar III-25. Proyeksi Amerika
o
{I
Gambar III-25. Penggulingan Benda pada Proyeksi Amerika
Gambar Teknik &ab 3
a Meiengkapi Garis dan Pandangan yang
Kurang
dalam Proyeksi Eropa dan AmerikaSeperti sudah diterangkan pada halaman dimuka bahwa dengan proyeksi Majemuk dapat diketahui bentuk benda yang
lebih
nyatalagi
(bentuk sebenarnya dalamtiga
dimensi), ataudengan pengertian
lain
bahwa dari proyeksi Majemuk (proyeksiAmerika atau Eropa) masih
terdapat kekurangangaris
pada pandangan-pandangannya maka bentuk benda piktorialnya tentutidak
dapatdibuat, bigitu juga
apabila salahsatu
pandangan utamanya tidak ada maka bentuk nyata dari benda tersebut tentutidak
dapatdilukis.
Sebagai contoh dapatdilihat
pada gambarproyeksi di bawah ini;
Gambar
lll-26.
Proyeksi Eropa dengan garis yang kurang pada Pandangan mukaGambar III-27. Proyeksi Eropa dengan garis yang kurang pada pandangan atas
I I
III Irr
I IT
83
Canbar Teknik &ab 3
b. Isometrik
Ciri
utama gambar isometrik adalah, sudut antara masing masing sumbu sama besar- Ini berarti setiap sudut berukuran 120o. Ciri lain ialah, ukuran yang digambarkan pada setiap sumbu adalah ukuran sesungguhnya dibagi ataupundikali
dengan skala yang digunakan (gambar III-28).Keadaan sumbu isometrik seperti pada gambar
III-30,
digunakanuntuk
memperlihatkan bagian atasobjek. Untuk
memperlihatkan bagian bawah objek, maka sumbuini
dapat dikembangkan menjadi seperti yang dip€rlihatkan pada gambar III-29.v
zz
x
vGambar
lll-28.
SumbuIsometrik
Gambar III-29. Sumbu lsometrikMisalkan sebuah kubus dengan sisi
4
cm, digambar dengan metoda isometrik, skalaI : l.
Maka hasilnya adalah seperti terlihat pada gambarIII-30.
Setiapsisi
Cigambarkan sepanjang4
cm, dan sudut antara sumbu 120o.Dengan mengamati gambar
III-28
dan gambarIII-29 di
atas, ditemukan suatuciri
lain gambar isometrikini. Ciri itu
ialah bahwa sudut yang terbentuk antara alas kubus dengan garis mendatar adalah 30' di kiri dan 30' di kanan.l20p
IN t2v
Gambar Teknik 4ab 3
Gambar III-30. Kubus, sisi 4 cm (lsometrik, skala I : i )
Berikut
ini
ditampilkan beberapa gambar teknik yang dibuat dengan proyeksi isometrik.s'rd: Sdr.td*., P-{'-a
Gambar III-31 . Gambar Isometrik
85
Gambar Teknik Bab 3
Gambar III-32. Gambar Isometrik
I .1 t
3 2
t
; :
Y2
iE
65xil zt a!e
r- E sloil
E;sE g I.el
Gambat Teknlk gab 3
MGIAI{ LrUAI SEIUAH !ANCUI{A!'
slrn!< Mtn. C l,!E. G..ar
^. !h,, ll0
DETNL 5TIIIA'I XoIGIRUISI
Gambar III-33. Gambar Isometrik
81
Gambar Teknik &ab 3
Iu^NGRUATIG ol BAwAs lrt{clT-l^Nc rT
sdir nstr.c. rsto Gdt ad&,. lels
$1!t... SCl.ddE . Pltldl (,l|.t Pr. Ar.iar.lgaa
Gambar III-34. Gambar Isometrik
Dalam isometrik, gambar lingkaran akan tergambar berbentuk ellips (lihat gambar III-34). Pada ketiga sisi kubus ini, bentuk lingkarannya adalah sama dan sebangun.
Ellips ini
dapat dibuat dengan bantuan sablon ellips.Dimetrik
Dimetrik
adalah bagiandari
gambar aksonometrik' Karenaitu, prinsif
dasar gambardimetrik
adalah sama dengan gambar aksonometri, dimana :.7
c
Cambat Teknlk &ab 3
l.
Objek terletak datar di atas bidang gambar,2.
Bidang datar tegak lurus terhadap bidang proyeksi,3.
Sisi depan objek, sejajar dengan bidang proyeksi,4.
Garis-garis proyeksi (proyektor) sejajar dengan bidang dasar, dan tegak lurus terhadap bidang proyeksi,5.
Proyektor sejajar sesamanYa.Ciri utama gambar dimetrik adalah
sumbu-sumbunya membentuk dua sudut yang sama besar dan satu sudut dengan ukuran tersendiri. Dua sudut yang sama besar ini adalah sudut yang terletak dikiri
kanan sumbu tegak(Z)
ataudi
atas bawah sumbu horizontal (X./Y). Besar sudut ini bergerak dari >90" -<
135'.Ciri
lain gambar dimetrik adalah, dua buah sumbu digambarkan dengan skala yang sama, dan satu sumbu lainnya digambarkan dengan skala berbeda (hasilnya lebih pendek).Ciri inilah
yang paling membedakan gambar dimetrik dengan gambar isometrik. Ingat, gambar isometrik mempunyaitiga
sumbu yang sama ukurannya yaitu 120".Memperhatikan
pola
sumbudimetrik ini,
gambarini
dapatdibedakan
atas dimetrik simetris
(gambartll-35a) dan
dimetrik unsimetrik (gambarIII-35b).
dengan keduajenis dimetrik ini
dapatditampiik.an objek dengan variasi tampilan yang sangat banyak sekali' Hal ini dapat terjadi karena ukuran sudut yang sama besar itu fleksibel sekali.
x
z z
(a)
(b)Gambar III-35. Sumbu Dimetrik
89
Cambar Tekolk
i
.Ji,!ru!+ail
Bab3
Perhatikan gambar kubus dalam gambar
III-36
berikut, yang dibuat dengan metoda dimetrik simetris.Sudut objek terhadap bidang dasar dapat bergerak dari 0" - 90'.
Setiap
kali
ukuranini
dirubah (berartiobjek
dijungkitkan), akanterjadilah
sebbuah gambardimetrik dari objek
tersebut. Berapabanyakkah perubahan sudut dapat dibuat antara
0" - 90'?
Sungguhmerupdkan jumlah yang banyak sekati. Sebanyak
itu
pulalah variasi tampilanobjek
dapat dibuat. Beberapa variasi diantaranya adalah seperti ditampilkan dalam gambarIII-38. Bila dari
masing-masingvariasi ini
objeknyadiputar lagi,
makaakan
dihasilkan gambar dimetrik unsimetris dengan jumlah variasi tampilan yang sama.Seperti
d'rjelaskandi atas, dua buah sumbu
dimetrikdigambarkan dengan skala yang sama dan satu sumbu lainnya dengan
skata yang
bebeda.Untuk dimetrik simetris, skala yang
ideal digunakan untuk setiap sumbu, diperlihatkan dalamgrafik
berikut' Ukuran derajat pada bahagiankiri grafik
menunjukkan kemiringan objek terhadap garis mendatar.Pemakaian daftar ini dapat dicontohkar sebagai beikut :
Misatkan anda akan
membuat gambardimetrik
simetris sebuah kubus, dengan kemiringan 15'. Untuk menentukan skala yang digunakan pada setiap sumbu,lihat
daftar skala padaangka l5''
Dengan menarik garis lurus kekanan, anda akan temukan skala untuk sumbu V
= l,
skala untuk sumbu H yang sama adalah 0,76'Gambar:Teknik
I
i
i
i
{
..1-+
{
.t.l -a-
-1-&ab 3
Gambar III-36. Variasi tampilan Dimetrik Simetris
9l
Cambar Teknik &ab 3
45'
55-50'
2t
2d
It
ro'
t
o'
o, qo
0,9 r.o 1.o 09qa q7
0.6oF q{ o,l qz o,i
o,oGambar III-37. Grafik Skala dan Sudut Dimetrik Simetris
Gambar
dimetrik
simetris dan unsimetris mempunyai tujuan-tujuan tersendiri dalam pemakaiannYa.Dimetrik simetris sangat cocok digunakan
untukmenampilkan tampak muka dan tampak samping
dengantekanan/perhatian
yang sama. Kalau hanya ingin
menonjolkan penampilan bagian atas objek saj4 dimetrik simetris dengan sudut alas besar sangat cocok digunakan.Dimetrik unsimetris, sangat cocok digunakan
untuk menampil-kantampak atas dan tampak muka objek
denganperhatian/tekanan yang sama.
Untuk
membuat sebuah gambar dimetrik, dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut :.
Langkahl,
pastikan bentuk dan ukuran objek yang akan digambar.
Langkah 2, tetapkan bidang-bidang objek yang ingin ditonjolkan.
Langkah3, pilihlah jenis dimetrik
yang sesuaiuntuk
maksudseperti langkah 2