PENINJAUAN DENGAN MADILOG Pasal 1. PERMULAAN KATA
Pasal 2. DARI TITIK TERKECIL KE ALAM RAYA
Dari atom ke Alam Raya. Langkah kilat kita mesti pakai, melompat dari atom ke Alam Raya. Dari atom, titik benda terkecil, marilah kita melompat kekeluarga matahari kita solar sistem. Dari keluarga matahari kita ada lagi keluarga matahari yang lain – ke Bintang kita, stellar Universe Alam Raya. Dari alam bintang kita ada lagi Alam bintang lain ke sekalian Alam bintang. Universes, Awang-awang (space) dengan Alam-Bintang didalamnya, baik yang sudah bisa diperiksa ataupun yang belum lagi.
Zaman Demokritus, lebih kurang 2500 tahun dahulu, belum lagi punya telescope, teropong raksasa, yang bermulut 100 inchi, yakni 2,5 meter, seperti terdapat di Mount Wilson Observatory
di Amerika. Apalagi yang bermulut 5 M seperti sudah ada sekarang. Dengan teropong raksasa 2,5 M sudah terang sekali bisa diambil gambaran dari bintang Yupiter umpamanya, satu bumi, seperti bumi kita ini juga, yakni Matahari yang sudah padam apinya. Bumi Yupiter, paling dekat pada kita ada 367.000.000 mil (bukan KM) dan paling jauh 600.000.0000 mil teropong raksasa bermulut 2.5 M sudah bisa diperamati bintang yang jauhnya 500.000.000 tahun sinar. Dalam satu detik, seconde saja sinar bejalan 186.000 mil, jadi dalam satu hari ada 24 x 80 x 60 x 186.000 mil. Satu tahun sinar berarti 365 z 24 z 60 z 60 z 186.000mil ialah + 149.000 Km.
Zaman Demokritus belum lagi punya Spectroscope, perkakas buat memeriksa Spectra, atau warna Sinar (radiatron). Cahaya, light, matahari yang melalui kaca perisma dipisah jadi 7 jajar warna, kita lihat pada pelangi, pengindraan, ialah putih, hitam, merah, hijau, violet, biru dan kuning! Besi umpamanya mempunyai jajar yang berwarna terkhusus buat besi saja. Jajar berwarna ini ada berhubungan dengan wave-Light, panjang ombak. Begitu jug elemen zat asli yang lain-lain. Kalau cahaya yang datang dari matahari umpamanya yang dipisahkan oleh Spectroscope tadi, memperlihatkan warna terkhusus yang terdapat pada cahaya yang datang dari besi, maka bisa dipastikan bahwa Sang Matahari ada mempuyai besi. Begitulah Stereoscope bisa periksa apa zat asli, elements, terdapat pada bintang dan bumi lain di Alam Raya ini.
Zaman Demokritus belum lagi melahirkan ahli Matematika yang bisa mencuci kaki Newton, Laplace, Poincar, Gauss atau Einstein. Belum lagi melahirkan Dalton, Avagadro yang karena teori mereka sebetulnya jadi bapa Ilmu Kimia zaman sekarang. Apalagi seorang Sir Ernest Rutherford yang bisa memberi “poto” dari “pertempuran atom dan atom”.
Demokritus dinamai si Gelap, karena gelap kalimat dalam tulisannya, tiada dimengerti oleh teman sejawatnya! Dia tiada punya teropong raksasa buat mendekatkan yang jauh dan membesarkan yang kecil. Dia belum mengetahui Ilmu Matematika buat menghitung antar yang jauh, kodratnya benda menarik benda dan cepatnya benda lari. Dia belum punya perkakas buat mengambil poto dari mukanya sendiri, jangankan lagi dari atom, ialah benda yang terkecil, tak bisa dipecah terus lagi itu tak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Tetapi dialah, Demokritus, bapanya benda terkecil itu. Dan senjatanya buat memperoleh ini cuma Dialektika mentah, belum lagi terpadu dan tersepuh, seperti pda zaman Hegel dan Marx. Dengan Dialektika berdasarkan Materialisme bukan Dialektika berdasarkan Mistika seperti terdapat di Asia! Demokritus memberi pemandangan filsafat tentang Alam Raya yang banyak memberi petunjuk pada pemikir sesudah zamannya.
Kembali ktia kepada titik terkecil tadi, kepada atom tadi! maka sampai pada zaman Ruhterford, ialah zaman kita abad ke 20 ini sekarang. Atom tadi masih dianggap Hypothesis, persangkaan saja. Pengeritan Dalton yang hidup pada permulaan abad yang lalu pun tentang Atom itu masih jauh berbeda dengan pengertian sekarang. Tetapi sesudah Rutherford dengan gambaran memperlihatkan “bombardement” penembakan Atom dengan Atom itu, maka Atom itu tiadalah lagi satu Hypothesis, persangkaan seorang ahli Dialektika Materialis, melainkan satu benda, satu bukti, satu kenyataan.
Benda terkecil inilah satu-satunya menjadikan Demokrtius salah satu Filsafat Yunani yang terbesar dimata kita. Demikianlah kebesaran Demokritus terdapat pada benda-terkecil itu.
Demokrtius, Si Gelap yang menjadi terang benda yang terkecil. Keterangan dari benda terkecil ini sekarang melenyapkan kegelapan tulisannya dan melenyapkan kegelapan Dunia Filsafat dan Ilmu Bukti.
Atom, oleh Ahli Bukti zaman sekarang dianggap sebagai batu tembok pada gedung Alam Raya. Semua benda di Alam Raya di anggap berdiri atas 92 atomnya, zat-asli yang sudah dikenal, besi, perak, timah, dsb. Satu rupanya dan satu sifatnya dengan atom yang diperoleh di Bumi kita, di Matahari kita, di Alam Bintang kita dan sama di Alam Raya. Pendeknya sifatnya atom undangnya berpadu atau berpisah pada bumi atau bintang yang berjuta-juta mil jauhnya dari kita.
1. Apakah Atom? 2. Apakah zatnya dan apa pulakah Kodratnya atom itu? 3. Ini cuma satu dua dari banyak pertanyaan yang timbul dari atom saja. Tetapi jauh dari dua pertanyaan itu sudah sedikit sederhada memberi penerangan pada benda terkecil yang tiada bisa dipandang dengan mata telanjang itu.
Atom, walaupun tak bisa dipecah lagi sebetulnya satu alam sendirinya pula, mempunyai bagian pula. Betul tak ada yang lebih kecil dari atom, tetapi barang terkecil pun mesti punya bagian juga, ialah bagian dari dirinya. Kalau masyarakat dunia ini kita pecah, maka pertama kita peroleh umpamanya bangsa atau kelas. Kalau kelas itu kita pecah lagi, maka kita peroleh golongan, keluarga, famili dan akhirnya kita peroleh manusia. Si manusia ini tiada bisa dipecah lagi. Kalau dipecah lagi kita tiada kaan memperoleh manusia dalam pengertian biasa lagi, melainkan daging atau tulang atau bangkai. Tetapi satu manusia yang tiada bisa dipotong-potong lagi itu, ada punya bagian, badan, kepala, kaki, dan sebagainya. Persamaan diatas ini cuma buat gambaran saja, buat penolong berpikir saja. Persamaan itu tidak dimaksudkan buat diteruskan dalam segla hal.
Jadi ringkasnya, walaupun atom itu satu benda terkecil, dia ada mempunyai bagian.
Rutherford menyimpulkan, bahwa atom yang dia “tembak” itu mempunyai badan yang dinamai proton. Proton ini pusat yang dikelilingi oleh beberapa badan pula, yang dinamai electrons (ingat perkataan elektron yang memang jadi, jiwa Ilmu Alam sekarang!). Proton yang dikelilingi oleh elektron tadi banyak persamaannya dengan keluarga Matahari ktia. Matahari kita ada dipusat, dan dikelilinginya beredar bumi kita dan beberapa bumi yang lain-lain (Kelak akan diteruskan!). Proton dengan elektron berkelilingnya itulah yang kita maksudkan diatas dengan Alam Raya Kecil. Besarnya atom itu ialah besar seluruhnya alamnya, yakni alam proton dan elektron dikeliling. Seluruh alam ini jauh lebih besar dari badan pusat, ialah proton tadi. Tetapi badan pusat, yakni proton ini memiliki hampir jumlahnya zat pada alam terkecil ini.
Pusat bernama proton itu mempunyai kodrat menarik, positive charge (+), masing-masing proton pada 92 zat asli dianggap sama. Tetapi banyaknya proton itu pada atom bermacam-macam zat asla tidaklah sama. Demikianlah zat asli Hydrogen punya satu proton dan carbon 12 (1 dan 12 ini dinamai juga berat-atom, angka!). banyaknya proton = angka beratnya atom.
(Bumi-) elektron yang “bisanya” dianggap beredar mengelilingi (matahari-) proton itu, juga sama pada masing-masing 92 zat asal itu. Tetapi banyaknya elektron pada atomnya bermacam-macam zat asli tidak sama. Demikianlah atom Hydrogen mempunyai 1 bumi elektron, atom helium 2, lithium 3 dan sampai kita berjumpa dengan atom terberat, yakni uranium, yang mempunyai 92 elektron.
Elektron mempunyai kodrat menolak, negative charge (-). Diatas sudah kita terangkan, bahwa proton mempunyai kodrat menarik (+). Kodrat menolak (-) dari 1 elektron sama dengan kodrat menarik (+) dari 1 proton. Hasil dari tolak dan tarik (+ dan -)pada dua arah bertentangan, itulah netral setimbang (0). Seluruh atom-atom jadi setimbang, aman netral, kalau tarikan dari proton kesatu arah sama dengan tolakan elektron pada arah bertentangan. Jadi setimbang, aman, kalau banyak proton yang menarik sama dengan banyak elektron yang menolak.
Kecuali pada Hydrogen, pada badan pusat, pada protonnya atom yang lain juga kita dapati elektron. Jadi elektron tidak didapat pada lingakaran belaka. Misalnya helium! (mulanya helium didapat di Matahari, kemduian baru dibumi ini. pada hal Ilmu Bukti mendahului mata!) Helium mempunyai 4 Proton pada pusat dan 2 elektron pada lingkaran. Jadi tarikan proton dan tolakan dari elektron tiada setimbang. Alam atom dalam hal ini jadi goyang, bergelora. Supaya menjadi stimbang, mak perlu ditempelkan 2 elektron lagi. Dan 2 elektron ini tertempel ditengah dipusat bersama-sama deegan protons.
Gambar No 1
Disini kita lihat 4 Proton dipusat, 2 elektron dilingkaran dan 2 menempel dipusat sama proton. Sifatnya satu element, zat asli tiadalah bergantung pada badan pusat pada proton, melainan pada banyaknya eletron.
Chlorine umpamanya dianggap satu zat asli yang aneh, lama dianggap sebagai orang yang suka melanggar undang-undangnya Dr. Prout umpamanya.
Sebabnya karena berat atomnya 35, 46 dan kita tahu bahwa angka beratnya atom itu sama dengan angka banyaknya atom. Jadi tak bisa dipikirkan banyak proton yang berpecahan, tiada genap itu yakni, 35, 46. bisa dipikirkan 1,2 atau 12.
Tetapi ada dua macam chlorine yang keihatan dengan mata telanjang memang sama rupanya. Yang satu macam mempunyai 17 bumi elektron. Dia mempunyai 35 proton. Jadi buat mengadakan seimbang mesti ada 35-17 = 18 elektron menempel pada pusat. Macam chlorine yang kedua juga mempunyai 17 elektron, tetapi cuma 37 proton. Buat menjadi setimbang, maka mesti ada 37 – 17 = 20 elektron menempel kepusat.
Kelakuan kedua alam atom chlorine tadi memang sama, sebab banyak bumi elektron ayng beredar pada masing-masing lingkaran memang sama, tetapi berat atomnya berlawanan. Karena berat atom seperti dibilang diatas sama dengan banyak proton pada atom itu. Jadi berat atom chlorinet macam pertama ialah 35 dan macam kedua 37. biasanya chlorine itu ialah campuran dari dua macam chlorine yang berat atomnya tiada sama (37 dan 35) itu. Sebab itulah kita peroleh angka pecahan 35 – 46 tadi.
Persoalan diatas sekarang sudah bisa kita jawab.
Apakah atom? Walaupuan tiada sempurna dan memang tak bisa sempurna sebab pengetahuan selalu mengembang, sementara kita bisa menjawab: Atom ialah Titik Benda Terkecil, yang terdiri dari proton dan elektron. (Dengan benda Terkecil, yang terdiri dari proton dan elektron, dengan benda terkecil yang dimaksudkan benda yang tiada bisa dipecah lagi, sepadan dengan tingkat majunya Ilmu Bukti; pada hari depan boleh jadi atom itu lebih kecil lagi dari atom sekrang!). kita sedikit tahu tentang listrik. Proton dan elektron ini banyak berkenaan dengan Listrik yang bisa pakai dan lihat hari-hari. Bukan listrik sebagai “Ding An-Sichnya”. Ahli Filsafat Kant atau Idealist yang lain-lain: Kodrat? Juga terdapat pada listrik, menari (+) dan
menolak (-) dan bisa dihitung. Proton dan elektron pada atomnya 92 zat asli yang terkenal di Alam Raya ini “sama”. Begitu juga hukumnya bermacam-macam atom itu berpadu dan berpisah “sama” dibumi kita ini dengan undang perpaduan dan perpisahan atom yang jauhnya 500.000.000 tahun sinar atau 10 x lebih!
Kita saksikan diatas cuma keseimbangan, kemauan satu-satu atom. Tetapi kalau tiap-tiap atom dari tiap-tiap zat asli tinggal seimbang aman, artinya tolakan sama dengan tarikan (+) = (-) maka kita tak akan mendapat perpaduan, ialah perpaduan satu macam atom dengan atom yang lain. Molecule dari air H2O umpamanya, ialah perpaduan hydrogen (H) dengan Oxigen (O). Molekul dari garam-dapur (NaCI) ialah paduan (compound, bukan campuran, yakni mixture!) dua zat asal acdium (Na) dan chlorine (Cl).
Bagaimana bisa terjadi perbedaan. Peramatilah gambaran No. 2.
Dua lingkaran ini menggambarkan lingkaran yang diedari oleh elektron dari H yaitu Hydrogen dan He = Helim. Pada badan pusat ada proton yang tiada digambarkan. Pada lingkaran dikiri da satu elektron (-) yang dengan proton (+) mengadakan perdamaian setimbangan. Pada lingkaran kanan ada 2 elektron (-), yang dengan dua proton (+) mengadakan pertimbangan pula. Setimbang dua elektron helium ini, dianggap satu setimbangan yang tak mudah diganggu.
Sesudah He, maka pada tiap-tiap 7 atom menurut The Law of Octaves seperti pada noot dalam musik dan pada tiap-tiap 17 atom menurut Mendelief, elektron bertambah satu.
Satu barisan 7 atom itu menurut susunan Law of Octaves ada digambarkan dibawah ini. Gambaran No 3.
Zat asli berikut 1º Li = Lithium, 2º Be = Beryllium, 3º B = Baron, 4º C = Carbon, 5º N = Nitrogen, 6º O = Oxigen, 7º F = Fluorine. Dibawah ialah 8º Ne = Neon. Masing-masing punya 2 lingkaran, dalam dan luar. Pada lingkaran dalam ada tetap 2 elektron. (Proton tidak digambarkan!) pdaa lingkaran luar dari 1 sampai 8, elektron naik dari 1 pada Li sampai jadi 8, pda Ne. Jadi Ne mempunyai 2 elektron pada lingkaran dalam dan 8 pada lingkaran luar (2-8). Susunan 2-8 ini pada Ne seperti susunan 2 elektron pada Ne, diatas tadi dianggap satu setimbangan, kemauan yang tidak mudah diganggu.
Maka adalah 92 elements. Zat Asli itu boleh disusun 7 sejajar menurut Laws of Octaves (pendapatnya Newlands!) atau disusun 17 sejajar menurut “Periode Table” dari pendapat Mendelief (susunan Mendelief pembaca bisa atur atau pikirkan sendiri!).
Jadi dari Ne kita bisa memasang lagi 7 Zat Asli sampai kita bertemukan Zat asli yang tak mudah, diganggu pula keamanannya. Sekarang tiada lagi satu, melainkan dua lingkaran luar. Barisan seperti dibawah ini dimulai dengan Ne, yaitu yang ber-elektron 2-8 tadi. Dengan dua lingkarannya menjadi 2-8-0
Gambaran No. 4.
Ne 8-0 Na 8-1 Mg 8-2 Al 8-3 SI 8-4 P 8-5 S 8-6 Cl 2-8-7
Kembali pada pertanyaan bermula: Bagaimanakah atom berpadu? Molecule garam ialah NaCL, satu atom Na = radium kawin dengan satu Atom CL = chlorine. Pada barisan diatas ktia jumpai Na itu pada tempat ke 2 dan mempunyai elektron 2-8-1. Cl terdapat pada 7 tingkat lebih tinggi yaitu tempat ke 8 dan mempunyai susunan elektron 2-8-7.
Diatas sudah kita terangkan, bahwa elektronnya He = 2 dan elektronnya Ne = 2-8- atau 2-8-0 ada aman, tetap, tak bisa diganggu: Setia pada atomnya. Tetapi yang lain-lain susunan dari 2-8-1 samapai 2-8-7 tak ada yang setia pada sarangnya. Dia mau keluar, melmpat mencari jodoh, supaya menjadi kembar mengadakan angka 8.
Demikianlah “1” pada Na yang 2-8-1 alau berjumpa dengan “7” pada Cl, maka mereka berlaku seperti putera-puteri yang rela sehidup-semati, meninggalkan rumah ibu, dan mengadakan perkawinan pada molecule NaCl, ialah garam dapur.
Sang Garam bukan campuran, melainkan suatu paduan, compound. Benda baru bersifat lain dari kedua asalnya masing-masing ialah Na dan Cl. Sedangkan kedua zat asalnya itu Na dan Cl itu masing-masing racun yang jahanam sekali; dua sejoli, sang garam dapur, jadi benda yang penting buat jasmani manusia dan hewan.
Perpaduan itu berlaku menurut undang yang tentu tak pernah undang itu dilanggar, di bumi kita, di keluarga matahari kita, ataupun di Alam Raya (menurut undang Valency, undang nilainya atom yang berhubungan dengan teori Dalton). Mg umpamanya kalau berjumpakan Cl tiada berpadukan satu dengan satu melainkan 1 atom Mg dan 2 atom Cl. Jadi Mg = 2-8-2, kehilangan elektronnya, yang tebrang menemui 2 elektronen Cl, pada 2 tempat pada 2 alam terkecil, masing-masing 2-8-7. murid sekolah menengah tahu, bahwa Mg bernama divalnet, bernilai 2.
P = Phosphorus (2-8-5) boleh mendapatkan keamanan dengan 2 jalan. Pertama dia bisa lemparkan 5 elektron dan tinggal jadi atom yang aman (2-8) atau seperti Arjuna yang dia bisa rebut 3 elektron dan jadi alam yang aman pula. (2-8-8). Paduan pertama bernama phosphorus pentoxyde (P2 O5) dan paduan kedua bergelar phosphire PH3. Sekarang baru kita mengerti kenapa 11,1% Hydrogen berpadu dengan 88,9 % Oxigen (O) seperti kita majukan pada permulaan buku ini. menurutnya hukumnya Dalton, maka satu atom berpadu dengan yang lain menurut angka yang tetap. 2 atom H berpadu dengan 1 atom O yang beratnya 16 atom H. Jadi
perbandingan berat dari kedua atom itu ialah: 2: 16 atau 1: 8 yakni cocok dengan 11,1 % dan 88,9 %.
Begitulah penerbangan elektron dari satu alam atom ke elektron lain pada alma atom lain berlaku menurut hukum yang pasti, yang benar hakekatnya buat seluruh alam raya.
Laws of Octaves ataupun Periodic table maksudnya ialah mengusun atom yang 92 itu menurut elektron liar masing-masing. Sesudah naik sampai mendapat 7 elektron liar menurut Law of Octaves atau 17 menurut Periodic Table, maka kita dapati atom yang banyak persamaan dengan tingkat pertama.
Menurut Law of Octaves, susunan itu: Gambaran No. 5:
Li Be B C N O F
Na Mg Al Sl P S Cl
Demikianlah kalau kita naik 7 anak tangga dari Li kita sampai pada Na, yang banyak bersamaan rupa dan sifat dengan Li tadi, kita naik dari Be kita sampai pada Mg dan seterusnya, dan sebagainya. Sekarang kita ingat pada para bapak Kimia Arab yang sebetulnya tiadalah begitu edan atau gila, yang mencari “philosophers atene”, zat yang bisa menukar (transmute) sesuatu logam menjadi emas. Pada tahun 1816 Dr Prout memperingatkan, bahwa satu atom tidaklah begitu berbeda dengan atom yang lain. Dan semuanya dibangun dari atom Hydrogen (H). Laws of Octaves atau Periodic Tablenya Mendelief memperlihatkan, bahwa satu element (zat asli) bisa menjelma menjadi, zat-asli yang lain. Yang penting pula akhirnya yang terpaksa diterangkan lebih panjang tadi sudah bisa sekarang dimaklumkan, ialah:
Sedikit (banyak) benda, bisa diubah menjadi bukan main besarnya kodrat (energy). Menurut perhitungan para ahli, maka proton yang (+) itu dipertempurkan dengan elektron yang (-) itu, maka hasil pertempuran itu adalah kodrat yang maha hebat. Proton dan eletron keduanya hilang binasa, musnah. Atomnya 1 ounce (1/24 Kg) batu arang bisa dengan pertempuran itu menghasilkan kodrat 180.000 kuda. Disini bisa kelihatan, bahwa benda bisa ditukar dengan “kodrat”. Disini pula para ahli kegaiban yang menarik napas itu mendapat undang baru. Nah katanya: Disini nayta bahwa benda sama dengan kodrat dan dengan main sulap seperti biasa dia membalikkan hakekat dengan membalikkan Logika: “kodrat” itu sama-diri dengan “benda”. Tetapi buat bisa sebaliknya yang nyata, ialah kodrat itu saja tak bisa menimbulkan benda, seperti terjemahan mistikus. Benda mesti mengandung kodrat, tetapi sebaliknya, kodrat sendirinya, tak berbenda yaitu tidak ada bendanya. Kodrat uap yang menjalankan kereta, terpaut pada air, kodrat besi berani (magnetisme) pada besinya listrik pada obat kimia atau besi beraninya.
PEMANDANGAN (MADILOG).
Peralaman yang bisa dilakukan dengan atom itu, sepeti bombardement atomnya Rutherford, dan berhubung dengan atom juga, ialah “radio activity”, yakni kelakuan atomnya “radium”, yang pertama diketahui dan diperalamkan oleh Tuan-Nyonya dan sekarang diteruskan oleh Nona Curiw, masih termasuk pada zaman turunan ktia ini.
Hegel dan Marx pada abad ke-19 belum bisa melihat radiumnya familie Curie dan photo Rutherford yang menunjukkan pertempuran atom dan atom. Atom pada masa itu masih dalam daerah hypothesis, persangkaan belaka, walaupun sudah berubah dari bentuk Demokritus ke bentuk Dalton dan Dr. Prout, yang hidup pada abad ke-19 juga. Pendeknya peredaran bumi elektron mengelilingi matahari proton, belumlah masuk jadi bukti yang bisa digambarkan dan disaksikan.
Dalam pembacaan dan peringatan saya yang terbatas sekali ini. saya juga belum bertemu dengan tulisan Marx, ataupun Engels, Plechanoff dan Lenin ... atau lain-lainnya, yang menjatuhkan alam “atom” ini kebawah microscope Dialektika Materialisme.
Sebab itu saya sangsi mengambil kesimpulan! Tetapi kalau tak ada keberanian, memanglah tak bisa didapat kemajuan, terutama dalam pengetahuan. Kesilapan saya diharap boleh menjadi alat adanya hakekat baru. Tak ada hakekat yang tidak didahului oleh kesilapan. Hakekat ialah anak kesilapan. Dan kesilapan itu bisa jadi bapak sesuatu hakekat.
Jadi atas pertanggungan saya sendiri, dan dimata saya sendiri, pada Alam Terkecil inilah saya lihat perlakuan, pelaksanaan pertama dari Dialektika Materialisme. Disinilah pertama sekali berlaku “wirkliche Logik der wirkliche Gegenstandenya Marx” ilmu berpikir yang sebenarnya dari pada Benda yang sebenarnya. (Maksud Marx tentulah: Wirkliche Dialektik der wirkliche Gegenstande).
Pertama: Negation der Negation, pembatan kebatalan. Tidaklah berlaku lebih dahulu pada Ide, dalam pikiran , seperti menurut Hegel, melainkan pada Benda, walaupun benda itu tak bisa dipandang dengan mata-tak-berpekakas.
Kedua: Quantity jadi quality, bukanlah berasal dari dunia rohani, melainkan pada dunia benda, zat yang akhirnya, lambat launnya membayag ke dalam cermin otak manusia.
PERTAMA: PEMBATALAN KEBATALAN.
Syahdan, bermula saya kenal proton sebagai thesis, yang pertama “ada” sebagai kodrat penarik (+). Elektron (-) sebagai benda juga yang membatalkan yang mempunyai kodrat menolak ke arah yang bertentangan, sebagai (-). Kalau menolak dianggap (+), maka menarik mesti kita anggap (-). Dari perjuangan thesis dan anti-thesis, proton dan elektron itu, kodrat menarik dan menolak itu, + dan – itu dari kebatalan proton seperti benda tunggal itu timbullah benda atom bulatnya, benda atom seluruhnya yang mengikat proton dan elektorn itu. Timbullah pula “setimbangan” keamanan, harmoni, timbullah pemabtalan dari kebatalan “Negation der Negation”. Disini juga nyata, bahwa benda (proton atau elektron) itu mengandung kodrat (+ atau-) dan kodrat itu tak bisa bertambah dari benda.
Seterusnya: Menjadi thesis pula atom yang ingkar, yang mengganjil dari atom teman sejawatnya yang mengandung sifat menarik (+). Dia bertemu dengan anti-thesis, ialah atom tingkat pula dari jenis atom yang lain yang berkodrat menolak pada arah bertentangan (-). Kedua atom yang datang dari golongan berlainan itu sekarang mengadakan setimbangan, keamanan yang baru
pula. Mereka mengadakan benda yang baru, bernama Molecule. Benda Molecul inilah bentuknya pembatalan kebatalan, negation der nagation.
KEDUA: PERUBAHAN BILANGAN (BANYAKNYA) MENJADI PERUBAHAN SIFAT.