2.2 Jaringan Komputer Tanpa Kabel / Wireless LAN
2.2.4 Topologi Jaringan Komputer
Dalam struktur jaringan tidak hanya terdapat topologi jaaringan dengan menggunakan kabel UTP tetapi secra teori pada jaringan wireless juga terdapat topologi-topologi yang dapat digunakan untuk mengakses internet ataupun melakukan transfer data. Ada 2 (dua) topologi yang dapat dibentuk dari topologi jaringan wireless. Topologi yang dimaksud adalah :
1. Topologi Ad Hoc
Topologi Ad Hoc sama seperti topologi jaringan peer-to-peer. Artinya jaringan yang dibangun hanya menggunakan komponen wireless device tanpa menggunakan access point sebagai penghubung antar komputer.
2. Topologi Infrastruktur
Pada topologi ini dibutuhkan sebuah access point (AP) sebagai media penghubung. Klien sebagai anggota jaringan harus melalui access point terlebih dahulu sebelum dapat berhubungan dengan klien lain atau server.
2.3 TCP / IP
TCP merupakan singkatan dari Tranmission Control Protocol sedangkan IP ialah Internet Protocol. TCP / IP merupakan protokol standar yang dimiliki oleh semua sistem operasi. Protokol adalah prosedur yang mengatur beberapa fungsi yang ada pada setiap komputer. Protokol mengijinkan adanya hubungan antar komputer sehungga dapat saling bertukar informasi atau saling berkirim data. Tugas protokol
adalah mengatur hubungan/komunikasi data saat komunikasi data itu dimulai sampai berakhir.
Ada beberapa protokol yang saling berhubungan dengan internet : 1. UDP (User Datagram Protocol)
2. FTP (File Transfer Protokol) yaitu protokol yang digunakan untuk melakukan transfer data. Pengambilan data dari server disebut Download dan pengiriman data ke server disebut Upload.
3. HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) yaitu protokol yang digunakan untuk mentransfer halaman web di internet.
4. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) yaitu protokol yang digunakan untuk mengirim data e-mail.
5. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) yaitu protokol yang dapat menentukan nomor IP pada setiap komputer yang terhubung padanya.
Selain itu TCP / IP adalah sebuah sistem dengan 4 (empat) buah lapisan yaitu :
1. Link layer disebut juga data-link layer atau network interface layer yang terdiri dari device driver dalam sistem operasi dan network interface card yang terdapat dalam komputer. Bersama-sama menangani seluruh detail perangkat keras dari penghubung fisik denga kebel atau media komunikasi lainnya yang digunakan.
2. Network layer disebut juga internet layer menangani perpindahan paket diseputar jaringan, mengarahkan paket (routing).
4. Application layer menangani aplikasi yang ada secara detail.
2.3.1 IP Address
IP address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai decimal dari 0 -255. Range address yang digunkan ialah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111. IP address biasanya direpresentasikan dalam bilangan decimal. Adapun beberapa contoh IP address adalah 44.132.1.20
167.205.9.35
Ilustrasi IP address dalam decimal dan biner dapat dilihat dari table 2.2
Tabel 2.2 Ilustrasi IP address dalam decimal dan biner
Decimal 167 205 9 35
Biner 10100111 11001101 00001001 00100011
IP address dapat dipisahkan menjadi 2 (dua) bagian yakni bagian network (bit-bit network) dan bagian host ((bit-bit-(bit-bit host). Bit network berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain sedangkan bit host berperan dalam mengidebtifikasi host dalam suatu network jadi seluruh host yang tersambung dalam 1 (satu) jaringan memiliki bit network yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP address merupakan network bit sedangkan sisanya untuk host. Ada 3 (tiga) kelas address yang utama dalam TCP / IP yakni kelas A, kelas B, kelas C. Untuk dapat
menandai kelas satu dengan kelas yang lain dibuatlah beberapa peraturan sebagai berikut :
1. Oktet pertama dari kelas A harus dimulai dengan angka biner 0. 2. Oktet pertama dari kelas B harus dimulai dengan angka biner 10. 3. Oktet pertama dari kelas C harus dimulai dengan angka biner 110.
Oleh sebab itu Alamat IP dari masing-masing kelas harus dimulai dengan angka 1 tertentu pada tabel pertama seperti terlihat pada Tabel 2.3
Tabel 2.3 Jumlah IP Adress pada masing-masing kelas
Kelas Range
Jumlah Maksimum Network
Jumlah Maksimum host per network
A 1-126 127 16777214
B 128-191 16384 65534
C 192-223 2097152 254
Disamping itu ada beberapa aturan tambahan antara lain : 1. Angka 127 di octet pertama digunakan untuk loopback. 2. Network ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1. 3. Host ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1.
Agar jaringan dapat mengetahui kelas mana yang dipakai oleh suatu alamat IP untuk itu dipergunakan default subnet mask. Setiap alamat IP harus memiliki default subnet mask. Angka decimal 255 atau 11111111 dari default subnet mask
Untuk angka decimal 0 atau biner 00000000 dari default subnet mask menandakan bahwa oktet yang bersangkutan dari alamat IP adalah untuk Host ID.
Contoh :
Alamat IP 25.20.5.31 Default subnet mask 255.0.0 Berada di kelas A
Alamat IP 172.20.5.31 Default subnet mask 255.255.0.0 Berada di kelas B
Alamat IP 195.20.5.31 Default subnet mask 255.255.255.0.0 Berada di kelas C
Jadi kelas suatu alamat IP dapat ditentukan dengan memperhatikan angka oktet pertama dan subnet mask alamat IP yang bersangkutan. Kelas A memberikan paling sedikit jumlah network ID dan sangat banyak host ID. Hal ini karena hanya oktet pertama yang dipakai oleh network ID sedangkan ketiga oktet lainnya sebagai host ID. Kelas B memberikan jumlah host yang sama untuk host ID dan network ID sedangkan kelas C memberikan lebih banyak network ID dibandingkan dengan host ID. Pemberian alamat IP untuk digunakan di internet diatur oleh badan internasional yang bernama interNIC. Dalam pemberian alamat interNIC hanya memberikan network ID sedangkan host IDnya diatur oleh pemilik alamat IP itu sendiri.sistem
ynag mengatur translasi anatar suatu alamat situs dengan alamat IP lainnya disebut DNS (Domain Name System). Adapun bagian-bagian IP adalah :
1. Net ID
Net ID merupakan alamat yang telah ditetapkan ole jaringan fisik. Net ID telah menjadi ketetapan untuk setiap kelas yang digunakan dan tidak dapat diganti dengan nomor lain.
2. Host ID
Berbeda dengan net ID, host ID dapat mengganti nomornya dengan urutan nomor yang dibutuhkan. Host ID merupakan nomor IP yang dapat mewakili setiap individu atau setiap PC (Personal Computer) dalam suatu jaringan.
Adapun cara untuk membedakan antara host ID dengan net ID dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 2.4 membedakan net ID dengan host ID kelas A
0-127 0-255 0-255 0-255
0nnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh Hhhhhhhh
network ID host ID
Tabel 2.5 membedakan net ID dengan host ID kelas B
128-191 0-255 0-255 0-255
10nnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh Hhhhhhhh
Tabel 2.6 membedakan net ID dengan host ID kelas C
192-223 0-255 0-255 0-255
10nnnnnnn Nnnnnnnn nnnnnnnn Nnnnnnnn
network ID host ID
2.3.2 Broadcasting
Bit-bit dari network ID dan host ID tidak semua berupa angka biner 0 atau 1. Jika semua host ID dan Network ID semuanya berupa angka biner 1 yang dapat ditulis sebagai 255.255.255.255, maka alamat ini disebut flooded broadcast. Jika host ID semua berupa angka 0, maka alamat IP ini menyatakan lamat network jaringan yang bersangkutan. Jika host ID semuanya berupa angka biner 1, maka alamat IP ini ditujukan untuk semua host didalam jaringan yang bersangkutan yang dipergunakan untuk mengirim pesan (broadcast) kepada semua host yang berada di dalam jaringan lokal tersebut.
Contoh :
Alamat IP : 192.168.0.1 Subnet mask : 255.255.255.0 Dapat juga ditulis : 192.168.0/24
Tabel 2.7 Alaamt IP, subnet mask, broadcast, dan network address Alamat IP 192 168 0 1 Decimal 11000000 10101000 00000000 00000001 Biner Subnet mask 255 255 255 0 Decimal 11111111 11111111 11111111 00000000 Biner Broadcast 192 168 0 255 Decimal 11000000 10101000 00000000 11111111 Biner Network address 192 168 0 0 Decimal 11000000 10101000 00000000 00000000 Biner Network ID Host ID 2.3.3 Subnetting
Jika sorang pemilik sebuah alamat IP kelas B misal dengan network ID 130.200.0.0 memerlukan lebih dari satu network ID, maka seseorang itu harus mengajukan permohonan kepada InterNIC untuk mendapatkan alamat IP baru. Namun ketersedian alamat IP pada saat ini sangat terbatas karena semakin banyaknya jumlah situs-situs internet. Untuk menghindari itu semua ada suatu teknik yang digunakan untuk memprbanyak network ID dari satu buah network ID yang sudah ada ini dinamakan dengan subnetting di mana sebagian host ID dikorbankan untuk dipakai dalam membuat network ID tambahan. Sebagai contoh untuk alamat IP 130.200.0.0 (10000010.11001000.00000000.00000000) dengan default subnet mask 255.255.0.0 selubungi default subnet mask 255.255.0.0 dengan 244. Hitung dengan rumus 256 – 224 = 32, untuk itu kelompok subnet yang dapat dipakai adalah hanya kelipatan 32
yaitu 32, 64, 96, 128, 160 dan 192. Dengan demikian kelompok alamat IP yang dapat dipakai adalah : 130.200.32.1 sampai 130.200.63.254 130.200.64.1 sampai 130.200.95.254 130.200.96.1 sampai 130.200.127.254 130.200.128.1 sampai 130.200.159.254 130.200.160.1 sampai 130.200.191.254 130.200.192.1 sampai 130.200.223.254
Tabel 2.8 Subnetting kelas A
#bit masked #subnet Subnet mask
#host per subnet mask 1 INVALID INVALID - 2 2 255.192.0.0 4194303 3 6 255.224.0.0 2097150 4 14 255.240.0.0 1048574 5 30 255.248.0.0 524286 6 62 255.252.0.0 262142 7 126 255.254.0.0 131070 8 254 255.255.0.0 65534 9 510 255.255.128.0 32766 10 1022 255.255.192.0 16382 11 2046 255.255.224.0 8910
12 4094 255.255.240.0 4094 13 8910 255.255.248.0 2040 14 16382 255.255.252.0 1022 15 32766 255.255.254.0 510 16 65534 255.255.255.0 254 17 131070 255.255.255.128 126 18 262142 255.255.255.192 62 19 524286 255.255.255.224 30 20 1048574 255.255.255.240 14 21 2097150 255.255.255.248 6 22 4194302 255.255.255.252 2 23 - 255.255.255.254 INVALID 24 - 255.255.255.255 INVALID
Tabel 2.9 Subnetting kelas B
#bit masked #subnet Subnet mask
#host per subnet mask 1 INVALID 255.255.192 - 2 2 255.255.224.0 16382 3 6 255.255.240.0 8910 4 14 255.255.248.0 4094 5 30 255.255.252.0 2046 6 62 255.255.254.0 1022
7 126 255.255.255.0 510 8 254 255.255.255.128 254 9 510 255.255.255.192 126 10 1022 255.255.255.224 62 11 2046 255.255.255.240 30 12 4094 255.255.255.248 14 13 8910 255.255.255.252 6 14 16382 255.255.255.254 2 15 32766 255.255.255.255 INVALID 16 65534 255.255.192. INVALID
Tabel 2.10 Subnetting kelas C
#bit masked #subnet Subnet mask
#host per subnet mask 1 INVALID INVALID - 2 2 255.255.255.192 62 3 6 255.255.255.224 30 4 14 255.255.255.240 14 5 30 255.255.255.248 6 6 62 255.255.255.252 2 7 126 255.255.255.254 INVALID 8 254 255.255.255.255 INVALID
BAB 3