• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perlakuan 0 ton/ha 10 ton/ha 20 ton/ha 30 ton/ha Tandan Kosong Kelapa Sawit Rataan

N- Total Tanah

Dari hasil analisis daftar sidik ragam pada Lampiran 20 menunjukkan bahwa pemberian bokashi berpengaruh nyata terhadap N-Total tanah, akan tetapi pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit dan interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap N-Total tanah pada akhir masa vegetatif.

Rataan pengaruh pemberian bokashi dan kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap rataan N-Total tanah dapat dilihat pada tabel .

Tabel 7. Rataan Nilai N-Total Tanah oleh Pengaruh Pemberian Bokashi dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit

Perlakuan 0 ton/haTandan Kosong Kelapa Sawit10 ton/ha 20 ton/ha 30 ton/ha Rataan

---%---Bokashi 10 ton/ha0 ton/ha 0.050.09 0.120.07 0.080.15 0.090.17 0.117b0.085c

20 ton/ha 0.11 0.10 0.12 0.15 0.119b

30 ton/ha 0.21 0.17 0.15 0.16 0.170a

Rataan 0.112 0.114 0.122 0.141

Keterangan: Nilai yang diikuti huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama tidak berbeda nyata dengan uji Duncan pada taraf 5 % dan 1% Dari Tabel 7 dapat dilihat bahwa pemberian tandan kosong kelapa sawit berpengaruh menaikkan N-Total tanah dengan 30 ton/ha dibanding tanpa tandan kosong kelapa sawit, dengan N-Total tanah tertinggi pada perlakuan 30 ton/ha yaitu 0,141% (peningkatan 25,89% dari kontrol) yang kemudian diikuti 20 ton/ha yaitu 0,122% (8,92% dari kontrol), 10 ton/ha yaitu 0,114% (1,79% dari kontrol) dan tanpa tandan kosong kelapa sawit yaitu 0,112% (sebagai kontrol).

Dari Tabel 7 juga dapat dilihat bahwa pemberian bokashi berpengaruh menaikkan N-Total tanah dengan 30 ton/ha dibanding tanpa bokashi, dengan N-Total tanah tertinggi pada perlakuan 30 ton/ha yaitu 0,170% yang kemudian diikuti 20 ton/ha yaitu 0,119% , 10 ton/ha yaitu 0,117% (10,19% dari konrol) dan tanpa bokashi yaitu 0,085% (sebagai kontrol).

Pengaruh bokashi dan kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap N-Total tanah dilihat pada gambar .

Gambar 7. Pengaruh Bokashi dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Peningkatan Nilai N-Total Tanah

Dari Gambar 7 di atas dapat dilihat bahwa pengaruh aplikasi bokashi terhadap peningkatan C-Organik tanah sejalan dengan meningkatnya dosis bokashi. Pernyataan ini berhubungan linier dengan persamaan y = 0.002x + 0.083 (R2 = 0.889) artinya pengaruh aplikasi bokashi terhadap N-Total tanah sebesar 88,9%. Begitu juga dengan aplikasi kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap peningkatan N-Total tanah dengan persamaan linier y= 0.001x+0.108 (R2 = 0.859) artinya pengaruh aplikasi kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap N-Total tanah sebesar 85,9%.

Dari hasil analisis sidik ragam pada Lampiran 20 diketahui bahwa pada akhir masa vegetatif interaksi pemberian bokashi dan kompos tandan kosong kelapa sawit berpengaruh tidak nyata terhadap N-Total tanah, sedangkan pada aplikasi bokashi berpengaruh nyata terhadap N-Total tanah. Akan tetapi, dari hasil nilai rataan (Tabel 7) terlihat bahwa dari penambahan dosis masing-masing perlakuan baik dari penambahan bokashi maupun tandan kosong kelapa sawit

terjadi peningkatan N-Total tanah Ultisol. Pertambahan kandungan Nitrogen total tanah ini disebabkan oleh jenis dan sifat bahan organik yang diberikan terutama tingkat dekomposisinya. Dengan semakin lanjut dekomposisi suatu bahan organik maka semakin banyak pula nitrogen organik yang mengalami mineralisasi sehingga akumulasi nitrogen didalam suatu tanah semakin besar jumlahnya. Pertambahan ini juga disebabkan oleh aktivitas mikrobia yang menggunakan Nitrogen untuk pertumbuhan dan berkembangbiak. Hal ini sesuai dengan literatur Hakim, dkk (1986) yang menyatakan bahwa jumlah yang dibebaskan dari bahan organik sangat ditentukan oleh keseimbangan antara faktor-faktor yang mempengaruhi mineralisasi dan immobilisasi serta kehilangan dari lapisan tanah. Ditambahkan Winarso (2005) bahwa kadar N anorganik pada tanah yang ditambahkan bahan organik lebih besar dibandingkan dengan tanah tanpa penambahan bahan organik menunjukan adanya proses atau reaksi mineralisasi atau adanya penambahan N anorganik hasil pelapukan bahan organik.

Ratio C/N Tanah

Dari hasil analisis daftar sidik ragam pada Lampiran 22 menunjukkan bahwa pemberian bokashi dan kompos tandan kosong kelapa sawit serta interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap C/N tanah pada akhir masa vegetatif.

Rataan pengaruh pemberian bokashi dan kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap rataan C/N tanah dapat dilihat pada tabel.

Tabel 8. Rataan Nilai C/N Tanah oleh Pengaruh Pemberian Bokashi dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit

Perlakuan 0 ton/haTandan Kosong Kelapa Sawit10 ton/ha 20 ton/ha 30 ton/ha Rataan

---Bokashi 10 ton/ha0 ton/ha 17.1410.34 12.218.47 11.468.28 13.138.38 12.559.80

20 ton/ha 8.95 10.16 9.79 8.48 9.34

30 ton/ha 7.38 9.28 10.22 8.21 8.77

Rataan 10.95 10.03 9.94 9.55

Keterangan: Nilai yang diikuti huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama tidak berbeda nyata dengan uji Duncan pada taraf 5 % dan 1% Dari Tabel 8 dapat dilihat bahwa pemberian tandan kosong kelapa sawit berpengaruh menurunkan C/N tanah dengan 30 ton/ha dibanding tanpa tandan kosong kelapa sawit, dengan C/N tanah terendah pada perlakuan 30 ton/ha yaitu 9,55 (penurunan 12,79% dari kontrol) yang kemudian diikuti 20 ton/ha yaitu 9,94 (9,22% dari kontrol), 10 ton/ha yaitu 10,03 (8,4% dari kontrol) dan tanpa tandan kosong kelapa sawit yaitu 10,95 (sebagai kontrol).

Dari Tabel 8 juga dapat dilihat bahwa pemberian bokashi berpengaruh menurunkan C/N tanah dengan 30 ton/ha dibanding tanpa bokashi, dengan C/N tanah terendah pada perlakuan 30 ton/ha yaitu 8,77 (penurunan 30,11% dari kontrol) yang kemudian diikuti 20 ton/ha yaitu 9,34 (25,58% dari kontrol), 10 ton/ha yaitu 9,8 (21,91% dari konrol) dan tanpa bokashi yaitu 12,55 (sebagai kontrol).

Pengaruh bokashi dan kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap C/N tanah dilihat pada gambar.

Gambar 8. Pengaruh Bokashi dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Penurunan Nilai C/N Tanah

Dari Gambar 8 di atas dapat dilihat bahwa pengaruh aplikasi bokashi terhadap penurunan C/N tanah sejalan dengan meningkatnya dosis bokashi. Pernyataan ini berhubungan linier dengan persamaan y = -0.043x + 10.76 (R2 = 0.872) artinya pengaruh aplikasi bokashi terhadap N-Total tanah sebesar 87,2%. Begitu juga dengan aplikasi kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap penurunan C/N tanah dengan persamaan linier y= -0.118x+11.88 (R2 = 0.825) artinya pengaruh aplikasi kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap N-Total tanah sebesar 94,4%.

Dari hasil analisis sidik ragam pada Lampiran 22 diketahui bahwa pada akhir masa vegetatif pemberian bokashi dan kompos tandan kosong kelapa sawit serta interaksinya berpengaruh tidak nyata terhadap C/N tanah. Akan tetapi, dari hasil nilai rataan (Tabel 8) terlihat bahwa dari penambahan dosis masing-masing perlakuan baik dari penambahan bokashi maupun tandan kosong kelapa sawit

terjadi penurunan C/N tanah Ultisol. Penurunan C/N Tanah ini disebabkan karena meningkatnya Nitrogen tanah akibat penambahan bahan organik pada tanah tersebut. Menurut Indrianada (1986), nisbah C/N merupakan indikator yang menunjukkan proses mineralisasi-imobilisasi N oleh mikrobia dekomposer bahan organik yang ada hubungannya dengan tingkat kematangan. apabila makin tinggi dekomposisinya maka makin kecil nisbah C/N-nya

Tinggi rendahnya C/N tanah ini juga dipengaruhi oleh kandungan air dan udara yang cukup yang terdapat didalam tanah serta mikroba yang terdapat pada bahan organik yang menggunakan bahan organik sebagai energi. Hal ini sesuai dengan literatur Hanafiah (2005) yang menyatakan bahwa Nisbah C/N didaerah kering lebih rendah ketimbang daerah basah, demikian pula di wilayah panas ketimbang diwilayah dingin.Nisbah C/N merupakan indikator yang menunjukkan proses mineralisasi-imobilisasi N oleh mikrobia dekomposer bahan organik yang ada hubungannya dengan tingkat kematangan.

Dokumen terkait