• Tidak ada hasil yang ditemukan

CHAPTER V: CONCLUSIONS AND SUGGESTIONS

Appendix 7 Transcripts of Interview

Place of Interview : SMA Stella Duce Bantul Date of Interview : 25 October 2007

Interviewee : Tidar

Q: Interviewer A: Interviewee

Q: Selama kita belajar sudah ada tiga teks yang sudah kita pakai. Apakah kamu selalu membaca reading teks yang di berikan sebelum belajar listening di kelas?

A: Ada yang di baca ada yang tidak.

Q: Dari tiga teks bacaan, berapa yang kamu baca?

A: Dua yang dibaca, satu tidak, yang Sleeping Beauty.

Q: Mengapa teks tersebut tidak kamu baca terlebih dahulu?

A: Waktu itu males. Capek banyak acara….waktu itu ada kegiatan terus pulang sekolah ada tugas…

Q: Apa pendapatmu mengenai dua teks bacaan yang kamu baca itu ? Apakah sulit dipahami atau mudah, atau biasa saja?

A: Wah macam-macam. Ada yang biasa saja tetapi ada juga yang membingungkan.

Q: Apakah kamu dapat mengerti isi teksnya?

A: Iya dong.

Q: Seumpama kamu tidak tahu arti kata-katanya, apakah kamu mencari arti kata- kata tersebut di kamus atau kamu lewatkan saja?

A: Ya, nyari artinya di kamus.

Q: Lalu, kalau kamu sulit mengerti isi teks yang kamu baca bagaimana usahamu?

A: Biasanya, tanya sama temen yang lebih mengerti. Dibahas gitu sama dia.

Q: Apa reading teks membantu mempersiapkan kamu sendiri sebelum listening?

A: Membantu, karena kita sudah tau jalan ceritanya.

Q: Apa ada manfaat lain lagi yang kamu dapat?

A: Kita kan sudah tahu ceritanya to, mbak jadi lebih mudah kalau dalam menjawab pertanyaan listening, listening kan membingungkan. Reading teks itu membantu saya karena dengan adanya reading teks kita kan bisa membaca dulu dan tidak hanya sekali, bias diulang-ulang bacanya sampai mengerti isinya dan juga bisa mencari arti di kamus.

Q: Apa ada kata-kata dari reading teks yang kamu tidak tahu cara membacanya lalu muncul di listening

A: Oh ada tuh. Iya, jadi dari membaca terlebih dulu lalu mendengarkan recording, jadi tahu deh cara membaca yang benar.

Q: Apakah dengan adanya teks tersebut, kamu lebih mantap untuk listening di kelas?

A: Kalau dalam membaca sudah tahu isinya, ya mantep banget tetapi kalau belum ya…. bingung.

Q: Berarti kalau sudah membaca tetapi belum paham betul isinya, sama saja antara ada dan tidak reading text?

A: Kalo sudah membaca ceritanya itu mending mbak, daripada kalau belum, walaupun dari membaca tidak begitu mengerti, wah jadi makin bingung.

Q: Kamu lebih bisa menjawab mengenai cerita yang kamu dengar dengan adanya teks bacaan?

A: Iya.

Q: Apakah kalau dari listening saja kamu juga bisa mengerti jalan cerita secara utuh?

A: Tidak seutuhnya.

Q: Berarti kamu paham cerita tidak selalu dari listening saja, tetapi juga ada background dari membaca?

A: Iya, betul banget.

Q: Mengapa bisa begitu ya? Mengapa kalau dari listening saja tidak dapat langsung mengerti?

A: Kalau listening cepat, mbak.

Q: Lalu, kalau dari listening saja apakah kamu bisa menangkap nama tempat, tokoh, dan waktu?

A: Kalau nama tempat bisa tetapi kalau yang lainnya, piye yo, sulit mbak..

Q: Apakah kamu suka belajar listening?

A: Kadang senang, kadang malas.

Q: Apa yang kadang membuatmu malas?

A: Kalau kita belum tahu ceritanya sama sekali, malas mbak….

Q: Kalau di sekolah sudah diberi tahu apa yg mo di dgr?

A: Kalo di sekolah ada teks sembari listening, persis.

Q: Apa pendapatmu dengan adanya teks bacaan? Apakah teks tersebut merepotkan?

A: Tidak sama sekali…

Q: Menurut kamu, apakah teks bacaan yang sudah dibaca di rumah perlu dibahas terlebih dahulu sebelum listening?

A: Tidak perlu. Biasanya sudah di bahas kok sama teman-teman.

Q: Menurut kamu seberapa bermanfaat teks bacaan tersebut?

A: Ya bermanfaat, dari membaca sudah tahu, jadi lebih mudah menjawab.

Q: Dimana kamu merasa teks bacaan paling banyak membantu?

A: Jalan critanya….nama tokoh, tempat.

Q: Pendapat lain mengenai reading text?

A: Perlu mbak, kan untuk menambah vocab to mbk, kalau tidak tahu bias nyari di kamus, bisa tanya sebelum listening.

Q: Ada ide supaya teks bacaan menjadi lebih mudah?

A: Di pendekin dan ditambah daftar kata sukar.

Q: Sekarang coba kamu ceritakan kembali cerita-cerita yang pernah kamu dengarkan ketika listening section.

A: Dari yang Rapunzel dulu ya. Cerita Rapunzel itu, ada ibu hamil ingin makan buah rapunzel, lalu suaminya mencari di halaman tetangganya. Tetangga itu penyihir. Ketahuan, terus penyihirnya marah dan minta kalau nanti anaknya harus dikasih ke dia. Setelah anaknya lahir dan besar, diambil sama nenek

sihir itu, di bawa ke tower tinggi banget yang cuma ada satu pintu untuk keluar masuk. Pokoknya tinggi banget. Si nenek sihir itu kalau naik ke tower pakai rambut si Rapunzel. Suatu hari Rapunzel lagi nyanyi pas ada pangeran lewt dan dengar suara merdunya. Pangeran cari tahu bagaimana caranya naik, terus sudah tahu to, pangeran naik, ketahuan sama nenek sihir itu. Terus nggak tahu lagi…. Wah yang lain juga nggak tuntas mbak…. Snow White ya….

Snow White itu tentang anak cantik banget yang ibunya sudah meninggal dan punya ibu tiri yang jahat sekali. Ibu tirinya itu iri sama kecantikan Snow White jadi mau dibunuhlah si Snow White. Ibu tiri itu menyuruh pemburu untuk membunuh dan membawa hati Snow White ke dia sebagai buktinya. Tapi akhirnya tidak dibunuh kok. Snow White bertemu sama kurcaci. Sudah mbak cuma bisa segitu…. Kalau yang Sleeping Beauty tidak bisa sama sekali saya….

Q: Oya, tidak apa-apa. Terima kasih atas waktunya ya.

A: Iya.

Place of Interview : SMA Stella Duce Bantul Date of Interview : 25 October 2007

Interviewee : Bromo

Q: Apakah kamu selalu membaca reading text yang diberi?

A: Iya, selalu, walupun cuma sedikit-sedikit tetapi ngebaca.

Q: Dari tiga teks yang diberikan, berapa teks yang kamu baca utuh?

A: Dua, Snow White dan Rapunzel. Kalau yang Sleeping Beauty itu, membacanya hanya sekilas, cuma waktu mau berangkat ekstra. Soalnya tidak ada waktu sebelumnya.

Q: Apakah biasanya kamu membaca teks yang diberi jauh hari sebelum kelas ekstra?

A: Ya tidak juga. Kalau misalnya hari Minggu sedang tidak ada kerjaan, ya saya membaca teks itu.

Q: Apakah reading text menyulitkan kamu?

A: Nggak menyulitkan kalau pas ada waktu luang gitu.

Q: Apakah dari membaca sendirian di rumah kamu mampu mengerti isi teksnya?

A: Ya, bisa sedikit-sedikit. Kalau dari vocab nya yang sudah tahu kan digabung- gabungkan terus kan nanti ada nama-nama tokohnya terus dari itu tu bisa tahu yang lain-lainnya gitu. Bisa menangkap artinya.

Q: Apakah kalau kamu mengahadapi kata-kata baru yang tidak tahu artinya, kamu mencari tahu dari kamus?

A: Iya, mencari artinya yang tidak tahu di kamus soalnya kadang saya penasaran, lalu digabung-gabungkan artinya.

Q: Apakah kamu mendiskusikan isi teks yang sudah dibaca di rumah dengan teman-temanmu?

A: Iya, biasanya pas ekstra awal-awal gitu, masuk kelas terus saling bertanya, ini tuh bagaimana. Ya, yang tidak dimenegrti itu ditanyakan.

Q: Apakah teks itu mbantu kamu sebagai persiapan sebelum listening?

A: Iya, membantu banget. Dari membaca tuh kita sudah tau tokoh-tokoh, tempat- tempatnya gitu, terus jalan critanya. Dari membaca tuh kita sudah tahu urut- urutannnya; dari perkenalan terus nanti ada konflik-konfliknya. (p.46

Q: Menurut pengalaman kamu, sebenarnya teks bacaan yang topiknya sama dengan yang akan dipakai untuk listening itu perlu tidak? Apakah kamu tetap butuh informasi dari yang sudah kamu baca?

A: Wah… ya perlu. Kan yang dibaca itu diingat-ingat lagi, misalnya pas bagian yang tidak mengerti dan hilang.

Q: Ketika kamu tidak membaca teks bacaan yang sudah diberikan, apakah kamu bisa mengerti utuh cerita dari listening section saja?

Q: Kalau utuh sih tidak, cuma sebagian. Ya cuma itu tadi, ngomongnya kan tidak jelas, ya tapi sedikit-sedikit bias menagkap sih, tetapi sedikit. Kalau belum baca tuh susah.

Q: Dari mendengarkan saja, apakah kamu dapat menangkap detil nama tempat, tokoh, waktu, dan yang lain-lainnya?

A: Ya, hanya sedikit, soalnya pengucapannya tidak jelas kayaknya. Susah lah.

Q: Apakah kamu suka belajar listening?

A: Suka. Tetapi kalau listening itu ngomongnya cepat. Kayaknya dari luar gitu orangnya, sudah pintar. Jadi ya… nangkapnya yang bisa di dengar saja, yang tidak bias lewat gitu.

Q: Jadi, menurut kamu, ada bedanya tidak ketika kamu mendengarkan tetapi sebelumnya kamu sudah membaca teks bacaan?

A: Iya, lebih lengkap mengertinya, soalnya kan dibantu sama bacaannya itu tadi.

Q: Apa sebenarnya peranan teks bacaan yang paling besar untuk kamu?

A: Jadi jelas urutan ceritanya.

Q: Apakah kamu tidak merasa direpotkan dengan adanya teks bacaan karena kamu harus membaca sendiri dan kadang kamu harus mencari arti kata di kamus?

A: Tidak, saya tidak kerepotan kok. Kan reading teks bisa menambah wawasan kita dari tidak tahu artinya, mencari di kamus jadi tahu.

Q: Apakah kamu merasa lebih siap untuk mengikuti listening section ketika kamu sudah tahu topik atau cerita yang akan kam dengar?

A: Iya, lebih mantap, lebih… lebih….deh. Lebih mudah menjawab pertanyaan soalnya sudah tahu sebelumnya.

Q: Apakah kamu ada masukan atau ide supaya teks bacaan lebih membantu kamu lagi?

A: Vocab nya jangan terlalu sulit. Yang selama ini lebih banyak yang tidak tahu.

Q: Kalau untuk belajar listening, apa kamu ada masukan supaya menjadi lebih mudah?

A: Mendingan dibacakan bahasa Inggrisnya, lalu di akhir ada bahasa Indonesianya, jadi kita tahu maksudnya. Cari cara gampang gitu…Jadi kita coba mengerti bahasa Inggrisnya dulu terus nanti mendengarkan bahasa Indonesianya jadi bias mengerti.

Q: Saya minta tolong diceritakan kembali cerita-cerita yang sudah pernah dipakai untuk listening kemarin.

A: Dari yang paling susah dulu ya, Sleeping Beauty.

Raja dan ratu punya anak, lalu dikasih penyihir anugerah, tetapi ada penyihir yang tidak diundang saat pesta kelahiran jadi marah dan member hadiah kematian untuk si putri. Untungnya diubah sama penyihir baik yang belum memberi hadiah jadi putrid nya hanya tidur panjang. Terus semua isi kerajaan juga disihir tidur juga. Suatu hari ada pangeran mengembara tahu ada putrid yang kena kutuk, dia ke sana terus dicium putrinya itu terus hidup lagi.

Q: Masih ingat ini darimana? Ingat karena sudah baca teks atau karena listening section?

A: Kebanyakan dari teks. Yang kedua Rapunzel dulu.

Ratu ingin buah rapunzel pas ngidam, raja nyariin, terus yang ada itu di rumah penyihir. Boleh diminta asal nanti anaknya dikasih ke dia. Ketika anaknya sudah besar raja tidak member anaknya ke pnyihir. Tetapi si pnyihir nyari, dapat terus dibawa ke menara satu jendela. Si penyihir naik atau turun pakai rambut Rapunzel. Ada pangaeran mengembara dengar suara Rapunzel lalu pangeran tahu cara naik ke menara. Pangeran naik, pangeran mengajak putri pergi, ketahuan terus dikutuk sama penyihir jadi buta si pangeran. Terakhir bisa sembuh karena air mata Rapunzel. Kalau ini saya nangkap dari listening, ada yang “Rapunzel….Rapunzel lay down your hair….” Dari listening suaranya ganti2 bisa lebih inget. Terakhir Snow White.

Ad putri ingin anak rambut hitam, kulit putih, bibir merah, ngelairin mati, raja kawin lagi, ratu iri dgn Snow White yg cntik. Nyuruh org mbunuh tp g tega, sw d srh lari, dy tau ad t4 di st tp g ad kurcaci, pas kurcaci dtg trus blh tnggal d st, ibu tiir ttp ingin bunuh, akhrnya dgn apel, mkn apel trus d taruh d peti kaca, pas ada pangeran kagum liat cantiknya putrid, dia nyium bibirnya eh trus idup lg. (dr listening, rt, crita2)

Q: Oke, terimakasih atas waktunya.

Place of Interview : SMA Stella Duce Bantul Date of Interview : 25 October 2007

Interviewee : Merapi

Q: Apakah kamu selalu membaca teks bacaan yang diberi sebelum listening?

A: Kadang-kadang. Ada dua yang saya baca. Ya yang satu cuma sampai tengah saja, tidak benar-benar paham, yang penting tahu jalan ceritanya dan pokok- pokoknyalah.

Q: Apakah kamu kesulitan untuk mengerti isi teksnya itu?

A: Bagaimana ya….Ya kalau tidak tahu maknanya kan bias mencari di kamus.

Q: Apakah yang memotivasi kamu untuk mencari arti kata di kamus? Apa hanya terpaksa saja?

A: Ya tidak terpakasa. Memang saya ingin tahu saja bagaimana cerita yang sebenarnya gitu.

Q: menurut kamu apakah teks bacaan itu membantu menyiapkan dirimu sebelum listening section?

Q: Apa peranan teks bacaan itu untuk kamu?

A: Yang pertama itu kita bisa tahu tokoh-tokohnya, tempat-tempatnya, terus kata-katanya itu loh, kan kalau dari mendengarkan saja belum tentu bisa tahu, ini artinya apa… gitu.

Q: Di kuesionermu kamu menulis kalau teks bacaan membantu kamu dalam menulis kata-katanya, maksudnya bagaimana?

A: Ya kalau dari teks kita tahu tulisannya langsung, misalnya future, itu kan beda banget tulisan dengan bacanya.

Q: Oh jadi dulu kamu tidak tahu bagaimana cara membaca ‘future’, lalu tetapi tiba-tiba muncul dan sekarang jadi tahu cara mbacanya.

A: Iya

Q: Apakah teks bacaan membantu kamu memahami ide cerita yang kamu dengarkan di kelas?

A: Iya, membantu. Saya lebih bisa menangkap ide ceritanya.

Q: Kalau kamu tidak membaca terlebih duahulu bagaimana efeknya ketika listening?

A: Ya, hanya tergantung ingatan, tahu atau tidak artinya dari kata-kata yang didengar….Kalau tidak tahu ya…tidak bisa mengerti ceritanya.

Q: Nah, kalau sudah membaca bagaimana?

A: Itu bisa mengingat dari yang sudah dibaca?

Q: Bagaimana dengan detil cerita, seperti detail nama tokoh, tempat, waktu, dan yang lain, apakah dari listening saja kamu bisa menangkap?

A: Kalau nama tokoh bisa, tapi kalau nama tempat kadang membingungkan.

Q: Menurut kamu, apakah belajar listening itu susah?

A: Ya kadang-kadang susah. Kalau tidak tahu artinya jadi susah soalnya jadi tidak tahu ceritanya apa, tentang apa….karena tidak sempat lihat di kamus. Tetapi kalau ada reading text itu bisa membantu.

Q: Apa kamu ada masukan lain bagaimana supaya teks bacaan bisa lebih banyak membantu lagi?

A: Apa ya… Ya di dalam teksnya itu di tambahkan arti kata-kata sulit. Tidak semuanya hanya yang penting-penting dan yang sulit-sulit.

Q: Apakah teks bacaan yang ada selama ini terlalu panjang?

A: Ya tergantung ceritanya, kalau ceritanya panjang kan teksnya jd panjang juga… Aku sih nggak masalah sama panjang pendek teks, sejauh itu mbantu aku.

Q: Ada masukan bagaimana caranya supaya belajar listening menjadi lebih mudah?

A: Ya, sebelumnya disiapin teksnya baru mendengar.

Q: Coba sekarang ceritakan kembali cerita-cerita yang sudah pernah dipakai ketika listening section.

A: Snow White duluan ya…. Ceritanya di sebuah kerajaan ada seorang raja dan ratu yang sedang bahagia karena punya anak yang cantik sekali. Dikasih nama Snow White karena kulitnya seputih salju, rambutnya hitam sekali seperti eboni, dan bibirnya merah seperti darah. Pokoknya cantik sekali. Tetapi, setelah melahirkan, si ratu meninggal, jadi raja menikah lagi. Ternyata raja menikah dengan ratu yang jahat. Ratu itu punya cermin, dan setiap hari, dia

memandang cermin it uterus sambil tanya, “cermin….cermin….siapakah yang paling cantik?” Nah itu selalu dijawab dengan “ratu,” gitu. Tetapi setelah Snow White dewasa, jawaban cermin itu ganti, yang paling cantik si Snow White itu. Wah ratu kan marah besar dan berniat membunuh Snow White. Dia menyuruh orang membunuh Snow White, tetapi orang itu tidak tega jadi Snow White nya disuruh pergi yang jauh saja. Snow White pergi ke tengah hutan dan bertemu sebuah gubug yang ternyata milik para kurcaci. Lalu Snow White diijinkan tinggal di sana. Eh, si ratu tahu. Dia berkali-kali menyamar untuk bisa membunuh Snow White, tetapi gagal. Sampai akhirnya dia menyamar jadi penjual apel, dan apel itu dimakan sama Snow White, ternyata apel itu beracun, pingsanlah si Snow White. Para kurcaci mengira dia meti jadi dimasukkan ke dalam peti kaca. Suatu hari ada pangeran yang melihat Snow White dan kagum sama kecantikannya, terus petinya di bawa lari dan jatuh lalu apel keluar dari mulut Snow White dan dia hidup lagi. Tapi kalau di listening Snow Whitenya dicium terus hidup lagi kayaknya.

Q: Kamu bisa cerita detil, mengingat dari listening?

A: Wah kalau ini banyak dari reading text. Kalau yang Rapunzel itu ceritanya ada seorang ibu ngidam dan ingin makan buah rapunzel yang ada di rumah tetangganya yang penyihir. Lalu dia minta tolong suaminya mengambilkan buah itu. Padahal suaminya sudah bilang kalau itu berbahaya. Tetapi karena si istri ingin sekali, jadinya diambilkan. Ternyata ketahuan sama si penyihir. Terus dia bilang sebagai hukumannya, nanti kalau anaknya sudah lahir, anak itu harus di kasihkan ke penyihir itu. Wah sedih banget suami istri itu. Pas anaknya sudah lahir di kasih nama Rapunzel, terus sudah dewasa gitu, dibawa sama penyihir ke sebuah menara yang tinggi sekali dan hanya ada satu jendela supaya si Rapunzel itu tidak bisa lari. Kalau mau naik, si penyihir bilang, “Rapunzel….Rapunzel turunkan rambutmu…” terus nanti diturunkan untuk manjat. Si Rapunzel itu kan suaranya bagus sekali, ada seorang pangeran yang ingin sekali kenalan. Terus dia mencari tahu bagaimana cara naiknya. Setelah tahu, dicoba. Eh berhasil, lalu kenalanlah mereka. Ketahuan sama penyihir, pangeran didorong dan jatuh ke semak, matanya tertusuk kayu atau apa gitu jadi buta. Tetapi Rapunzel berhasil melarikan diri. Suatu ketika Rapunzel ketemu sama pangeran lagi dan dia nangis. Air matanya itu terkena di mata pangeran, pangerannya jadi sembuh. Sudah. Ini juga kebanyakan dari membaca, ya dari listening hanya sedikit. Kalau yang Sleeping Beauty sudah baca tapi belum dipahami betul. Coba ya….Di kerajaan ada raja dan ratu punya anak. Ada peri-peri juga di kerajaan itu. Pas perayaan kelahiran anak raja dan ratu semua peri diundang kecuali si peri jahat. Dia marah dan memberi kado kematian buat anak itu. Si ibu sedih dan meminta supaya dilepas kutuknya. Tetapi peri baik hati tidak bisa, cuma bisa nolong supaya dia tidak mati tetapi tidur panjang. Ada pangeran mencium putri terus hidup lagi. Gitu.

Q: Oke, terimakasih ya atas jawaban dan waktunya.

Place of Interview : SMA Stella Duce Bantul Date of Interview : 25 October 2007

Interviewee : Bukit Siguntang

Q: Apakah kamu selalu membaca teks yang diberi sebelum belajar listening di kelas?

A: Yang pertama dan kedua itu dibaca, tetapi yang ketiga tidak. Yang ketiga itu lupa mbak…, lupa kalau mau ada listening, lupa membaca….

Q: Apa yang menjadi motivasi kamu untuk terlebih dahulu membaca teks tersebut?

A: Karena ingin tahu jalan ceritanya dan untuk persiapan.

Q: Nah, dari dua teks yang sudah kamu baca itu, apakah kamu bisa mengerti isi dari teks tersebut?

A: Sedikit…Ya, bagaimana ya, kan kata-katanya ada yang sukar, jadi kan sulit…

Q: Nah, kalau kamu menemui kesulitan dalam mengartikan kata-kata tersebut bagaimana?

A: Kalau ada kata-kata sulit ya dicari di kamus supaya bisa mengerti ceritanya. Kadang tanya sama temen kakakku.

Q: Menurut kamu, apakah teks bacaan itu membantu kamu untuk mempersiapkan diri sebelum listening?

A: Ya, berpengaruh sih mbak, karena kita kan sudah tahu jalan ceritanya, terus tinggal ngepasin di listening.

Q: Jadi, menurut pengalaman kamu, apa peranan teks bacaan yang paling utama?

A: Tahu jalan ceritanya dan nambah vocab.

Q: Nah, kalau dibandingkan antara yang belum baca teks dengan yang sudah, apakah ada perbedaan ketika kamu mendengarkan di kelas?

A: Ada. Kalau sudah membaca itu saya sudah tahu gambarannya, kalau tertinggal pas listening di kelas masih bisa mengingat dari yang sudah dibaca jadi bisa tetap mengikuti ceritanya. Tetapi kalau belum baca jadi bingung. Cuma sedikit mengerti jalan ceritanya kalau dari listening di kelas saja, soalnya kan ada kata-kata sukar yang membacanya berbeda dengan yang ditulis, wah jadi bingung lah.

Q: Berarti masalah utama mu ketika listening adalah vocab ya?

A: Iya, betul.

Q: Nah, dari listening saja, apakah kamu bisa menangkap detil ceritanya? Misalnya nama tokohnya atau yang lainnya.

A: Kalau nama tokoh bisa, tetapi kalau jalan ceritanya ya sedikit-sedikit, mbak. Kalau nama tempat dan waktu nggak bisa sama sekali. Nama-nama tokohnya juga sekedar satu atau dua, tapi kalau sudah baca mungkin semua bisa tahu.

Q: Apakah kamu suka belajar listening?

Dokumen terkait