A: Peneliti
Q: JawabanNarasumber
A: BBC Menjabat sebagai apa ya?
Q: Produser.
A: Struktur paling atas di BBC Indonesia itu apa ya?
Q: BBC Indonesia merupakan bagian dari BBC World Service, ada Kepala Biro BBC Indonesia Ibu Olive, dibawahnya ada wakil kepala biro yang skrng lagi kosong. Dibawahnya langgsung produser senior dan produser, di BBC gak ada istilah reporter, dia Bertanggung jawab utk wawanvcara, menuliskanyya dalam berita paket, atau membungkusnya dalam paket radio.
Tapi untuk konten original itu kita meeting duluan, atau kalau di meeting harian kita mulai rapat biasanya ide itu akan muncul seketika itu juga, ide-ide yang sifatnya hari itu biasanya kita koordinasi dengan jurnalis artikel atau radio, misalnya apakah ada tema-tema mereka yang bisa disajikan dalam video, biasanya hari itu kita bahas.
A: Bagaimana proses pencarian ide atau topik untuk produksi di konten digital?
Q: Ya, hampir semua konten keredaksian dibahas pada rapat pagi, dan dihadiri oleh kepala biro, produser senior, produsersetiap jam 10 pagi rapat, untuk menentukan apa yang akan ditulis untuk konten radio untuk online maupun konten media sosialnya. Pada pagi itu dirapatkan “apa yang akan kita buat pagi ini?”.
A: Kalau untuk pembuatan konten di media sosial, itu dikerjakan oleh satu orang yang mengerjakan dari pre production, production post production, editing dan publishing, atau emang ada bagianya sendiri?
Q: Di BBC memang ada untuk penanggung jawab di bidang media sosial, kita menyebutnya tim trensos, atau tim trend sosial. Jadi kurang lebih mereka memantau, apa yang menarik apa yang menjadi pembicaraan saat saat itu, yang kita anggap kuat, layak, penting, dan menarik untuk dimuat, begitu. Itu Bu Famega. Jadi pagi itu mereka semua ikut rapat dan setelah membahas tentang apa yang ingin diberitakan hari ini, untuk tim video apa yang akan dibuat, untuk tim trensos apa yang kira kira menarik untuk di tuliskan lalu tim visual harus menyiapkan apa agar konten lebih menarik. Dan sekiranya menarik untuk konten youtube atau instagram misalnya, apa yang akan dibuat? kalaupun akan dibuat, akan dibuat seperti apa?
Jadi diskusi detail itu sudahndibahas pada pagi itu.
A: jadi tim video ada dibawahnya tim trensos ya?
Q: Tidak, tim trensos sendiri, tim video sendiri, semua memiliki tanggung jawabnya masing masing. Tapi, untuk mengerjakan materi, bisa bekerja sama antara lini video, trensos, maupun tim redaksi yang lain. Ada satu lagi nih, saya lupa, tim visual, bertugas membuat grafik. Visual juga bisa membuat grafis untuk instagram, facebook, atau youtube. Misalnya trensos, “kita butuh grafis nih, untuk menulis isu soal kekerasan seksual terhadap mahasiswa di kampus kampus misalnya, nah itu kita kerjasama dengan visual.
A: Tim Visual apakah juga membuat dan menyiapkan materi video?
Q: oh tidak, visual hanya khusus visual,misalnya ada visual yang bersifat 3dimensi atau 2 dimensi, nah visual tersebut nanti bisa dimasukan ke instagram, atau bisa digabung didalam sebuah video,jadi kerjasama lah antara tim visual, tim video, tim trensos dan tim redaksi.
A: gimana sih pak upaya BBC Indonesia untuk menjaga audiencenya di masing masing platform digital?
Q: Yang saya ingat dari beberapa diskusi, pertemuan antara tim redaksi dan tim trensos adalah, kita memiliki pegangan bahwa masing masing facebook, instagram dan youtube, masing masing. Jado kita harus menyesuaikan dengan pola itu, dengan harapan apa yang kkta sampaikanitu bisa membuat audience, gak pindah, tetap tertarik untuk melihat lagi dan melihat lagi. Jadi kita sesuaikan misalnya, kalau facebook kira kira siapa eh usianya berapa yang punyaketertarikan pada facebook misalnya dan pola sajian seperti apa yang membuat mereka tertarik. Kalau di youtube gimana, atau di instagram misalnya polanya yang singkat padat gak perlu berteletele misalnya, straight to the point, aytu buat yang lucu. Jadi semuanya itu kita sesuaikan selalu dengan platform media sosial yang kita gunakan.
A: Ada interaktivitas gak pak, di dalam media sosial, atau keterlibatan audience ? Q: Ada, di facebook dulu kuta membuat live page, jadi kita menuliskan sesuatu lalu kita menunggu komentar dari pembaca dan memfollowup, dengan menaruh lin diatas seperti “silahkan teman teman yang ingin mengajukan pertanyaan, wartawan kami sedang meliput kegiatan kamisan di jakarta”, misalnya disitu interaksi terjadi ya. Hal ini telah disadari oleh BBC Indonesia bahwa pola hubungan antara BBC dan audience tidak bisa topdown, tapi juga ya buttonup, interaktif keduanya. Dan disemua lini juga, di instagram juga di facebook juga, begitu.
A: Seni bercerita pak, ada teknik tersendiri yang dilakukan BBC Idonesia,dan bagaimana kiat kiiatnya untuk menjaga kualitas konten di sosial media ?
Q: Itu alasan mengapa tim visual dibentuk. Disadari betul bahwa kekuatan visual untuk menjaring audience atau pembaca milenials sangat penting,sehingga dibuat tim khusus yaitu media sosial. ini hal yang baru karana dulu 4 atau 5 tahun sebelumnya ini gak ada. Disadari betul bahwa tren sekarang iniutamanya dari milenial atau genarasi z dibawahnya menyukai,yang bersifat vissual dan interaktif, maka dibentuklah tim media sosial. disadari betul ini, makadariitu pada saat rapat, tim visual kita libatkan untuk menajamkan, kitra kira secara visual apa yang menarik ini? Lebih kurang begitu. Saya rasa hal ini menjadi sangat penting ya ketia ingin menjaring milenials.
Ketika, aku kasih contoh ya biar enak. Ketika kita membuat cerita tentang banyak orag orang Indonesia yang terjebak oleh ideologi ISIS, saat mereka berangkat ke Suriah, dan ketika pulang, kita justru membuat tema itu secara lebuh luas. Jadi bukan hanya sekedar tulisan tapi juga video dan visual, aku gak tau istilahnya apa ya... ada viodeonya begitu bergerak dan disisipi gambar serta narai teks...
A: Video text pak, infografis?
Q: aa iya iya itu. Terus yang tren belakangan seperti kita membuat. 10 Tahun kematian suharto,kita membuat semacam timeline, nah itu betul betul kehadiran tim visual menjadi penting, itu jadi audience bisa mengklik. Misalnya mau pilih kejadian pada saat kerusuhan di tahun reformasi 98 begitu, tinggal klik. Ini di media sosial facebook, terus tautanya dimasukan kedalam berita online kita. Jadi tubuh beritanya itu artikel tentang suharto nah di dalamnya, kita berikan link untuk mengakses timelinenya itu. Misalnya tahun 66, Supersemar, lalu tahun 70 pemilu pertama, begitu.
A: Untuk media sosial sendiri itu di instagram, facbook dan twitter, lalu di onlinenya kan ada artikel online itu kan memiliki audiencenya masing masing ya.
Seperti apa sih target audiencenya? dan Ada pandangan baru nih pak mengenai digital first nih pak, ada tanggapan atau cerita yang menarik nggak dari BBC?
Q: Aku masih inget sih, belakangan ya ada diskusi internal oleh BBC. Sekarang, sudah saatnya BBC memberi porsi lebih besar kepada media sosial youtube, itu disadari betul karena dianggap youtube dibandingkan facebook relative ketinggalan, untuk menjaring pembaca. Dari titik itulah kemudian tim trensos, dan tim video, dan tim visual, kerjasama untuk menggarap youtube lebih dalam. Hingga akhirnya kita dapet penghargaan dari youtube karena followernya diatas ribu. Itu yang kuambil contoh bahwa ada kesadaran bahwa memproduksi video video, proporsinya, durasinya cocok dengan audience BBC.
A: Apa visi utama dari BB Indonesia?
Q: yang sering ditekankan adalah oleh BBC itu ada imparsialitas, selalu ditekankan itu oleh senior kita.
A: bagaimana Imparsialitas itu diterapkan oleh BBC Indonesia pak?
Q: Saya beri contoh ya mas pada saat saya ke papua waktu itu ya, di Nduga ya. Ada warga asal sulawesi selatan itu dibunuh itu kan, 4 orang itu kan. (off record)
LAMPIRAN WAWANCARA II
Narasumber : Famega Syafitri
Jabatan : Senior Producer Social Media BBC Indonesia Hari/Tanggal : Kamis, 18 Juni 2019
TRANSKRIP Keterangan:
A: Peneliti
Q: JawabanNarasumber
A: Bagaimana struktur redaksi dalam BBC Indonesia terutama dalam pembuatan konten untuk Instagram TV-nya sendiri?
Q: Jadi seluruh redaksi itu kan ada service editor yang mana ini baru banget baru minggu kemarin. Terus, dibawahnya ada desk editor. Desk editor itu yang ngurusin day-to-day-nya redaksi. Nah, terus ada beberapa tim, tim tren sosial media, ada tim video jurnalis, ada juga tim video jurnalis, nah terus ada juga tim desain, tim support juga (visual).
A: Nah berarti untuk desk editor sendiri itu dibagi berapa desk ya?
Q: Cuma satu. Dia itu mengatur semua day-to-day di hari itu. Kita ga ada desk-desk seperti di media lain seperti desk politik, desk apa, kalau ini tuh satu aja. Jadi semua orang bisa nulis tentang apa aja dan itu ditentukan di rapat pagi jam 10 setiap hari.
Jadi kayak misalnya ada yang nulis ekonomi hari ini besok bisa nulis hukum jadi ga ada spesialis.
A: Terus untuk tim sosial medianya sendiri, itu yang mengerjakan satu orang atau?
Q: Sebenarnya timnya ada dua, sebenarnya ada tiga, tapi yang satunya kan seniornya tapi dia posisinya lagi kosong karena resign. Jadi sisanya tinggal itu yang social media aja.
A: Dalam pembuatan konten di media social itu kan di Instagram, atau ada platform digital lainnya?
Q: Jadi BBC itu fokusnya ke Instagram, Facebook, Twitter, sama Youtube untuk social medianya, tetapi sebenarnya tidak menutup kemungkinan akan ke social media yang lain tetapi untuk saat itu baru ke empat itu.
A: Bagaimana alur kerja dari pra-produksi, produksi, sampai pasca produksi?
Q: Di sana itu kita punya apa ya, mempertahankan image bahwa berita-berita di Instagram itu yang fun, positif, dan inspirational, jadi meskipun BBC produksinya banyak berita politik, berita hard-news, itu ga dipake di Instagram. Kalaupun kita masukin ke Instagram, misalnya terorisme gitu, kita ga masukin ke Instagram (wrap up kasusnya) melainkan cerita kayak bagaimana orang saling membantu dalam kasus terorisme itu. Kalau berita hardnya masuk ke Facebook atau ke Twitter, yang Instagram itu lebih ke inspirationalnya, atau berita positifnya jadi lebih humanis gitu.
Sama kita pakai Instagram juga untuk lebih mengambil informasi dua arah, jadi kayak mengajak orang untuk ngomong, berkontribusi gitu, jadi topik2nya pun berusaha untuk mengajak berdiskusi seperti lingkungan, binatang, kelestarian alam gitu. Jadi kalau ada produk dari redaksi, kita akan pilih mana yang cocok untuk Instagram, misalnya ada soal pendidikan di Papua itu, kita lihat kan, jadi kan setiap rapat akan dikeluarkan kan, di situ mau dibikin apa aja kontennya. Terus anak sosial bisa oh, kita minta itu buat Instagram, jadi setelah videonya udah produksi, kita minta versi IGTVnya dari video itu. Jadi ga semua produksi kita dibikin IGTVnya.
A: Jadi ada perbedaan segmentasi antara media online di Facebook dan twitter dengan Instagram?
Q: Iya, jadi kan perbedaan habit dari si pemakai media sosial itu, di Instagram kita pengennya untuk mengambil perhatian anak-anak lebih muda kyk umur sampai 24, jadi kita pengennya memperbanyak jangka umur dari early sampai 24 kalau sekarang kan masih sampai 34, makanya topik2nya pun berusaha untuk yang ga terlalu serius.
A: Mulai masukin konten pertama di IGTV tuh kapan ya?
Q: Bisa di cek kok di situ, 2018 awal, muncul fitur IGTV, kita langsung cobain.
Jadi itu sih pendekatannya, apapun yang baru kita cobain. Pokoknya harus ikut dengan keinginan orang-orang ini. Tapi waktu itu kita masih belum serius, masih coba-coba jadi bisa dilihat kontennya masih sedikit.
A: Jadi proses pra produksinya bagaimana, untuk IGTV?
Q: Dari rapat, kita pilih mana yang cocok untuk instagram (dari hasil proyeksi di redaksi). Nanti yang bikin produksinya kan anak-anak jurnalisnya yang akan cari gambar, misal ke papua, lalu mereka pulang, edit (materinya) , nanti setelah selesai baru kita lihat and publish.
A: Prosesnya lumayan panjang ya, untuk konten digital?
Q: Iya panjang, untuk konten-konten yang kami bikin sendiri ya gitu. Mungkin untuk twitter kan 2 menit, ntar aku kasih masukan ke video journalistnya tuh yang cocok untuk twitter misalnya bagian.. Kan biasanya kita bikin produksinya panjang nih, 8 menit atau 5 menit, itu kan ga bisa di twitter. Jadi kayak ada masukan “oh yang twitter ambil bagian ini aja” nah nanti yang Instagram juga.. Gimana.
A: BBC pernah nyadur ga dari media lain?
Q: Jadi kan kita BBC Indonesia di sini, ada juga banyak konten yang dari BBC semua BBC seluruh dunia itu. Jadi kayak ada perpustakaan video, jadi bisa ambil-ambil dari situ. Kalau konten-konten dari luar negeri itu, itu asalnya dari sana.
Kadang-kadang kan suka lihat dari Instagram BBC mana, “Wah bagus nih”
langsung minta ke mereka. Tapi kalau ngambil dari orang lain ga pernah kayaknya.
Oh paling kalau outsourcing hal-hal kayak gini nih, contoh lebaran di negeri orang, kami minta anak-anak mahasiswa untuk kirimin video, lalu dikirim dan dikumpul jadi satu. Jadi User Generated Contentnya itu ga minta ke netizen, tapi lebih minta ke yang lebih spesifik.
A: Ada pengembangan apa sih sejauh ini?
Q: Kami sering live juga, tadinya kan live di Facebook, instagram ya, terus ga terlalu banyak yang lihat gitu. Dari effortnya susah kan, itu harus scenenya bagus, harus suaranya bagus, karena kalau BBC itu, video-video yang di live itu standarnya harus sama seperti video yang biasa, jadi standarnya harus agak lebih tinggi ga bisa random-random aja gitu. Jadi itu dianggap setara dengan video TV, jadi persiapannya harus bagus. Jadi kita udah live tiba-tiba sinyalnya mati itu kan kadang-kadang susah banget mengharapkan sinyal yang bagus. Apalagi yang di lapangan. Kita pernah coba live waktu yang pesawat jatoh itu, tapi itu susah banget, sinyalnya susah, jadi kita udah ga melakukannya lagi karena effortnya terlalu besar.
Nah di Instagram juga belum nemu apa yang bagus, tapi ga menutup kemungkinan akan mencoba lagi (Live IG).
A: Untuk ritme upload atau pengelolaan di Instagram itu konsisten ga?
Q: Tiap hari, post itu bisa 2-3 setiap hari di feed, minimal satulah, tetapi tiap hari harus ada.
A: Itu yang Instagram TV itu, apakah pasti masuk feed, atau setiap konten yang di feed pasti dibuat versi Instagram TV-nya?
Q: Instagram TV itu bisa dimasukin ke feed, tapi tidak selalu karena kadang-kadang kami pikir tidak sesuai dengan konten feed tetapi kami tetap upload di IGTV. Atau kadang bisa juga masuk ke feed beberapa jam, lalu kita ilangin gitu.
A: Kalau instagram TVnya , minimal berapa kali?
Q: Kalau Instagram TV ga ada, itu tergantung kontennya, tergantung ada konten apa yang bagus. Itu tergantung sama produksinya tim video atau konten bagus yang ditemukan di library BBC lain.
A: Ada peningkatan pasar ga, atau feedback dari konsumen?
Q: Sampai sekarang sih belum ya, tapi di Instagram itu memang lebih banyak di range usia itu daripada di facebook, yang di Facebook itu lebih tua. Meskipun belum pas di angka yang dipengenin (early – 24), tetapi range usia (followers BBC) itu lebih muda daripada di Facebook.
A: Berbicara interaktivitas, setelah video di upload apakah ada feedback, atau apakah BBC aktif membuka ruang diskusi?
Q: Di beberapa media sosial seperti instagram sih kami memang membuka ruang itu ya, beberapa kali encourage orang untuk komen, atau emang teasernya nanya
“menurut kalian gimana?” nah itu beberapa kali dibikin sebagai artikel juga, jadi misalnya topiknya sampah, lalu “tips kalian apa?” nah nanti bisa dibikin jadi artikel juga. Atau ga waktu itu ada soal makan orang utan, terus ada yang komen “oh iya di daerah saya itu biasa loh makan daging orang utan”, lalu kita wawancarain orang itu, gimana rasanya makan daging orang utan di desanya itu. Nah itu bisa jadi judul
“Sebuah desa yang makan daging orang utan” dan kadang-kadang kita reply aja, reply-reply lucu gitu. Atau sekedar likes aja, untuk encourage orang kayak “kamu tuh komen dibaca loh sama BBC” gitu.
Atau di Instagram stories kan sering nanya-nanya tuh, polling tapi polling-polling itu ga boleh ini ya, yang hasilnya A, B gitu, misalnya kayak pilih Jokowi atau Prabowo itu ga boleh, misalnya kayak kamu ke kantor naik kendaraan pribadi atau angkutan umum. Pokoknya ga boleh membenturkan orang karena polling gitu karena hasilnya kan tidak bisa dipertanggungjawabkan kan.
LAMPIRAN WAWANCARA III
Narasumber : Lesthia Kertopati
Jabatan : Senior Broadcast Journalist Video Media BBC Indonesia Hari/Tanggal : Kamis, 18 Juni 2019
TRANSKRIP Keterangan:
A: Peneliti
Q: JawabanNarasumber
A: Mengapa BBC Indonesia memanfaatkan media sosial, dengan membuat konten digital?
Q: Jadi di BBC Itu ada yang namanya 3R, Reach, Reputation, dan Revenue. Reach itu adalah bagaimana cara BBC mencapai audience yang kita inginkan. Jadi kan target BBC itu mencapai 500 juta audience per minggu di seluruh dunia. Tapi kan kamu harus tahu latar belakangnya dulu nih, BBC Indonesia itu kan hanya sebagian kecil dari BBC News. Jadi di BBC itu sendiri, ada BBC News, BBC world services yang terdiri di dalamnya BBC languages. Nah BBC Indonesia itu adalah salah satu dari 40 BBC languages yang tergabung di dalam BBC World Services. Nah kita itu adalah salah satu bagian kecil untuk mencapai 500 juta audience per minggu di tahun 2022.
Nah, bagaimana mencapai audiences itu? Dengan memecah platform yang terdapat dalam berita BBC, ada Radio, ada online, ada digital social media, dan ada TV.
Nah, TV ini yang paling baru. Nah tapi TV ini tidak akan membuat stasiun TV sendiri di Indonesia, melainkan kita akan bekerja sama dengan stasiun TV yang sudah ada di Indonesia. Jadi BBC akan menyediakan konten yang akan disiarkan oleh TV lokal. Nah yang kamu tanyakan social digitalnya kan? Sebenernya itu kita menyebutnya social news gathering, nah itu sebenarnya kamu harus lebih banyak ngobrol sama Isyana atau Famega, karena mereka yang mengumpulkan, jatuhnya tuh kayak citizen journalism yang kita telah sendiri, jadi kita sourcingnya dari social media. Misalnya apa ada yang viral di media sosial, nah itu yang kita sourcing
sesuai kaidah pemberitaan berita BBC. Kalau misalnya kamu liat di onlinenya BBC itu ada social news gathering. Ada #trensos. Kalau aku sendiri di bagian multimedia, digital platform, konten yang aku produseri itu video. Tapi kita producingnya di beberapa platform tadi, di website yaitu online, di digital, sama di TV. Tapi TVnya bukan TV Indonesia ya, TV yang kita provide itu TV Internasional, untuk BBC World Services.
A: Kenapa IGTV?
Q: Sebenarnya IGTV itu adalah platform yang baru banget buat kita. Kita juga masih belajar banget, mempelajari algoritma IGTV itu kayak apa.Karena algoritma IGTV itu berbeda dengan IG, biasanya kan kalau ngomong sama Fame sama Isyana kan lebih detail ya, misalnya kita ngelemparin foto, ngelemparin video 1 menit itu, cepet banget umpan baliknya. Nah IGTV itu lebih slow, tapi cepet naik. Itu yang bikin “Oh kita harus ngegarap IGTV nih.” Karena sebenarnya misalnya nih kemarin kita baru publish yang LRT. Itu sebenarnya di IGTV belum banyak yang nonton, tapi liat minggu depan, liat dua minggu lagi, itu akan terus naik dang a pernah turun dan ga pernah stale ya, biasanya kan kalau di youtube atau di facebook, dia rollingnya cepet, tapi abis itu ga pernah naik. Nah kalau di IGTV itu engga, dia naik terus. Dia pelan, tapi terus naik, itu yang membuat kita, kenapa harus ngegarap IGTV.
A: Terus dari segi produksi, alur kerjanya seperti apa sih?
Q: Jadi biasanya kita itu ada rapat, setiap pagi kita ada yang namanya rapat redaksi, kita memutuskan berita apa aja yang akan kita mainkan hari itu. Nah kalau video itu perencanannya lebih lama kan? Karena itu butuh banyak waktu, butuh banyak orang, butuh bikin scriptnya yang jelas, makanya rapat itu penting. Contohnya ini LRT kan uji publik, nah uji publik tuh dari kapan sampai kapan, nah online sama radio mungkin bisa tuh sehari itu jadi. Tapi video kan engga, video itu besokannya
Q: Jadi biasanya kita itu ada rapat, setiap pagi kita ada yang namanya rapat redaksi, kita memutuskan berita apa aja yang akan kita mainkan hari itu. Nah kalau video itu perencanannya lebih lama kan? Karena itu butuh banyak waktu, butuh banyak orang, butuh bikin scriptnya yang jelas, makanya rapat itu penting. Contohnya ini LRT kan uji publik, nah uji publik tuh dari kapan sampai kapan, nah online sama radio mungkin bisa tuh sehari itu jadi. Tapi video kan engga, video itu besokannya