BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 8.c Transkrip Tulisan Video Pertemuan Ketiga
Transkrip Tulisan dari video ketiga
Pelajaran dimulai pada pk 07.10. Guru memasuki kelas kemudian memeriksa ketertiban pakaian siswa, setelah siswa selesai berbenah, suasana agak gaduh, kemudian guru bertanya apakah siswa sudah siap untuk belajar, dan siswa menjawab siap. Guru kemudian melanjutkan materi dari materi yang kemarin yaitu materi persaman Bernoulli. Guru kemudian mengingatkan sebentar mengenai dua keadaan istimewa fluida. Guru juga menjelaskan bagaimana menentukan rumus yang tepat dalam soal, dengan menganalisis soal tersebut apakah memiliki perbedaan ketinggian atau tidak. Guru mengingatkan siswa kembali bahwa ada PR yang harus dikerjakan siswa, dan menunjuk 2 siswa untuk maju kedepan mengerjakan soal yang diberikan kemarin. Guru kemudian keluar kelas untuk meminjam penghapus, karena penghapus kelas hilang. Kelas sempat kosong sekitar 5 menit, namun sementara guru keluar kelas, siswa yang ditunjuk mulai mengerjakan dipapan tulis. Ketika guru masuk, kedua siswa tadi belum selesai menuliskan PR mereka dipapan tulis. Ketika ada siswa yang maju, semua siswa memperhatikan apa yang ditulis teman mereka didepan, jadi ketika siswa yang maju didepan salah menulis, suasana menjadi agak gaduh, karena semua siswa berceloteh satu-satu mengkritik pekerjaan teman mereka.
Pk 07.16 kedua siswa tadi selesai menuliskan jawaban dipapan tulis, sehingga guru mulai mengkoreksi pekerjaan mereka dipapan tulis. Untuk menentukan apakah jawaban siswa benar atau salah, guru melibatkan siswa yang lain, untuk membantu meneliti. Kedua jawaban yang ditulis dipapan benar. Setelah membahas soal yang dijadikan PR, guru kemudian menjelaskan aplikasi asas Bernoulli yang lain yaitu mengenai tangki bocor. Suasana kelas tenang, sedikit siswa berceloteh dengan tidak serius mengenai istilah tangki berlubang. Ketika guru mulai memberi penjelasan, semua siswa memperhatikan. Guru menjelaskan dengan melibatkan siswa secara aktif, agar siswa juga ikut menjawab dan berpikir. Guru memberikan penurunan rumus berdasarkan dengan asas Bernoulli hingga didapatkan rumus untuk mencari kecepatan air mengalir pada tangki bocor. Setelah mendapatkan dan menuliskan dipapan tulis bagaimana didapatkan persamaan tersebut, maka semua siswa kemudian mencatat dengan kondisi yang kondusif. Guru menunggu siswa mencatat sambil duduk dan mengerjakan sesuatu. Waktu mencatat siswa ini berkisar 4 menit. Setelah itu guru memberikan contoh soal untuk dicatat siswa. Pk 07.36 Guru kemudian memberikan contoh kasus pengaplikasian asas Bernoulli pada tangki bocor. Guru kemudian membuat gambar sebuah bejana yang bocor. Karena pada gambar tersebut ada yang berupa jarak pancuran air dari bejana, seorang siswa bertanya kok ada bu? Guru kemudian memberikan penjelasan. Guru membahas soal ini selama kurang lebih 6 menit. Setelah itu guru mempersilahkan siswa untuk mencatat, dan setelah selesai menyalin tulisan guru dipapan tulis, siswa diberikan soal latihan untuk dikerjakan sebagai PR,
Lampiran 8.d
Transkrip tulisan video keempat
Guru memasuki kelas pada pk 07.07, guru kemudian menyuruh salah satu siswa untuk memimpin doa. Setelah itu guru meminta handphone siswa untuk dikumpulkan bagi yang belum mengumpulkan. Guru kemudian memberitahukan bahwa bahasan hari ini mengenai lanjutan dari aplikasi asas Bernoulli, dan mengingatkan bahwa kemarin sudah belajar mengenai asas Bernoulli pada tangki bocor. Untuk mengingatkan kembali guru memberi pertanyaan kepada siswa mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kecepatan aliran pada pipa atau tabung berlubang. Guru meminta semua siswa membuka catatan, dan menunjuk salah seorang siswa untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Siswa menjawab dengan tidak lancar, kemudian berhenti, dan guru melanjutkan kata-kata dan bertanya kepada semua siswa apa rumus kecepatan? Semua siswa serempak menjawab dengan benar. Karena pada pertemuan kemarin ada soal yang menanyakan mengenai jarak pancar air, maka guru menjelaskan bagaimana mendapatkan rumus tersebut. Lalu guru menanyakan mengenai PR pada pertemuan kemarin. Guru menunjuk salah seorang siswa untuk maju mengerjakan dipapan tulis, sedangkan guru sendiri mulai melihat pekerjaan siswa, dan berhenti pada salah satu siswa, karena ia bertanya. Ketika seorang siswa maju, teman yang lain tidak gaduh, namun beberapa siswa tidak saling memperhatikan catatan masing-masing, dan malah mengobrol sendiri.
Siswa yang maju mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal, sehingga berdiskusi sedikit dengan guru. Setelah siswa bisa menyelesaikan pekerjaannya, guru kemudian membahas jawaban tersebut dengan membuat gambar kecil dipapan tulis, dan menelaah maksud soal. Guru membahas dan membetulkan jawaban tersebut bersama-sama dengan siswa. Guru juga mengingatkan siswa untuk berhati-hati dalam mengerjakan, karena jika salah dibagian atas, maka kebawah juga akan salah semua. Setelah jawaban dipapan dibahas, kebanyakan siswa menyalin apa yang dituliskan guru didepan.
Guru kemudian membahas soal nomor 2, tanpa menyuruh siswa mengerjakannya didepan kelas. saat guru menjelaskan sebentar, seorang siswa dibelakang malah menggambar dibukunya, dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Guru menjelaskan bahwa didalam soal terdapat adanya gerak parabola yang memadukan antara GLB dan GLBB. Guru menjelaskan bahwa jarak pancar itu merupakan GLB sehingga mengingatkan kembali rumus untuk mencapai jarak terjauh. Guru membahas soal nomor 2 ini selama 7 menit, dan memberikan waktu siswa untuk mencatat. Siswa kemudian mencatat selama 3 menit, sampai guru meminta seorang siswa untuk maju mengerjakan bagian b pada soal nomor 2. Siswa tersebut maju kemudian mengerjakan soal, dan mengalami kesulitan pada pengurutan pengerjaan. Guru terlihat mendampingi ketika siswa mengerjakan didepan dan mengalami kesulitan, sampai siswa tersebut mampu mengerjakan dengan tuntas. Setelah itu guru tersebut membahas pekerjaan siswa dan membiarkan siswa mencatat terlebih dahulu.
Setelah selesai dengan soal mengenai tangki bocor, guru melanjutkan penjelasan mengenai asas Bernoulli yang kedua yaitu venturimeter. Dalam menjelaskan mengenai asas aplikasi ini, guru memulai dengan memberikan pengertian mengenai venturimeter dan dilanjutkan dengan dua jenis venturimeter, ketika guru menuliskan poin-poin dipapan tulis, kebanyakan siswa mulai mencatat juga.
Guru juga menggambar dipapan tulis seperti apa venturimeter. Guru menjelaskan dan menuliskan catatan mulai dari bagaimana asas Bernoulli berlaku pada venturimeter tanpa manometer, menurunkan rumusnya dan menuliskannya dipapan tulis sampai mendapatkan persamaan kecepatan fluida pada venturimeter tanpa manometer. Guru kemudian memberikan waktu kepada siswa untuk mencatat sambil berkeliling melihat-lihat catatan siswa. Setelah memberikan waktu selama 3 menit untuk mencatat, guru kemudian memberikan contoh soal kepada siswa. untuk membantu mempermudah menjelaskan bagaimana menyelesaikan soal tersebut, guru kemudian membuat gambar baru yang diberikan keterangan sesuai dengan yang ada pada soal. Tiba-tiba guru lain datang kekelas, dan memanggil guru sehingga ada obrolan sebentar. Guru memberikan waktu bagi siswa untuk menggambar sama dengan yang guru gambar dipapan selama kurang lebih 2 menit.
Setelah itu, guru memulai dengan pembahasan soal tersebut dengan melibatkan siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana dari guru. Pembahasan soal ini selama kurang lebih 3 menit. Setelah guru selesai membahas, siswa menyalin yang ada di papan tulis. Diakhir pelajaran guru memberikan siswa sebuah PR untuk dikerjakan, dimana soal yang diberikan berkaitan dnegan pipa venturimeter tanpa manometer.
Lampiran 8.e
Transkrip tulisan video kelima
Guru terlambat masuk kelas, dan meminta maaf pada siswa karena terlambat masuk ke kelas. Suasana kelas ramai, kemudian guru melanjutkan penjelasan mengenai aplikasi asas Bernoulli yang ketiga yaitu pada venturimeter yang dilengkapi manometer. Guru menjelaskan bahwa pada dasarnya prinsipnya sama, hanya pada venturimeter ini dibahas dua massa jenis, karena didalamnya ada dua zat. Karena kemarin guru sudah memberikan soal untuk coba dikerjakan oleh siswa, maka guru meminta siswa melihat pekerjaannya untuk dibahas bersama-sama dengan guru. Saat dilakukan pembahasan, suasana kelas tidak terlalu ramai, tetapi juga tidak terlalu sunyi, banyak siswa menyimak pembahasan yang dilakukan guru didepan kelas. Setelah membahas satu soal tersebut, guru kemudian melanjutkan penjelasan mengenai gaya angkat pesawat terbang.
Semua siswa langsung menyiapkan buku catatan. Ketika guru memulai penjelasan, seorang siswa yang terlambat masuk, dan guru memperbolehkan siswa tersebut masuk dengan meminta surat keterangan dari guru piket. Guru kemudian melanjutkan penjelasan mengenai gaya angkat pesawat. Guru mengatakan bahwa sebuah pesawat terbang bisa mengudara dengan menggunakan prinsip Bernoulli. Seorang siswa yang duduk dibelakang kemudian bertanya, apakah jika orang membuat pesawat, dengan ukuran yang berbeda, apakah pesawat itu akan miring ketika mengudara. Guru kemudian mengiyakan pernyataan siswa, dan memberi alasan bahwa hal itu dapat terjadi karena antara tekanan dan kecepatan udaranya tidak sama antara sayap kanan dan kiri. Orang yang membuat pesawat terbang itu harus cermat. Setelah itu guru melanjutkan penjelasan bahwa bagian depan sayap lebih lebar daripada bagian belakangnya, supaya udaranya bergerak lebih cepat. Kemudian seorang siswa bertanya kenapa jika dilihat dari jauh, pesawat tersebut sering terlihat miring? Guru kemudian menjawab pertanyaan siswa bahwa hal itu dikarenakan keterbatasan penglihatan manusia. Karena gaya angkat pesawat terbang pada saat mengudara itu ketinggiannya sama, maka = karena tidak ada perbedaan ketinggian, sehingga digunakan prinsip Bernoulli dengan rumus tanpa menggunakan ketinggian, hanya menggunakan kecepatan yaitu = . Guru kemudian menjelaskan syarat pesawat bisa mengudara. Guru memberikan penjelasan ini dengan menggunakan gambar yang ia buat sendiri dipapan tulis. Suasana kelas cukup tenang, semua siswa memperhatikan penjelasan guru. Dan ketika guru memberi penjelasan bahwa tekanan diatas sayap lebih besar daripada dibawah sayap, guru memberikan ilustrasi yang lebih mudah untuk diingat siswa, yaitu segala sesuatu jika akan naik, maka akan ditekan supaya tidak bisa naik. Dua siswa laki-laki dibelakang mengobrol sedikit. Guru melanjutkan dengan menurunkan rumus, sampai mendapatkan rumus gaya angkat pesawat.
Guru kemudian memberikan kesempatan untuk mencatat bagi siswa, dan semua siswa mencatat apa yang dituliskan guru dipapan tulis. Guru menunggu siswa mencatat kurang lebih 3,5 menit. Siswa mencatat dengan kondisi
yangcukup tenang, hingga seorang siswa laki-laki yang terlambat masuk ke kelas, kemudian kondisi siswa dikelas sedikit gaduh. Pada menit ke 16. Guru memberikan contoh soal dengan membacakan soal. Semua siswa mencatat dan kondisi kelas sangat tenang. Guru memberikan soal tersebut untuk dijadikan pekerjaan rumah bagi siswa.