• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ibnu Asqori Pohan

TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN PEMUDA PANCASILA

Nara Sumber : Drs. H. Darwin Nasution, SH

Jabatan : Sekretaris MPW PP Sumatera Utara Ketua DPW Partai Patriot Pancasila

T : Bagaimana posisi organisasi ini pada pilkada Kota Medan kemarin? J : Pasangan yang didukung oleh PP adalah pasangan Abdillah-Ramli.

Meskipun demikian ada riak-riak kecil di bawah ada beberapa PAC (Pimpinan Anak Cabang) yang tidak mendukung pasangan Abdillah-Ramli tersebut. Artinya saya mau tegaskan bahwa secara organisasi PP itu mendukung Abdillah.

T : Apa alasa dari PP hingga sampai pada satu keputusan mendukung pasangan Abdillah-Ramli?

J : Kita mendukung dengan alasan, Pertama. Kepengurusan disana banyak dari partai yang mendukung Abdillah, contoh; kepengurusan di PP Medan ini banyak duduk di Partai Golkar. Nah, sebagai anggota DPRD dari Golkar. Karena Golkar juga mendukung Abdillah dan disana juga terdapat orang-orang yang duduk di Partai Patriot dan Patriot juga mendukung Abdillah, maka jelaslah suara PP kita arahkan ke Abdillah-Ramli. Itu aja dasarnya.

T : Setelah mendukung peran-nyata dari PP untuk mensukseskan pasangan Abdillah itu berupa apa saja?

J : Pertama, kita ikut dalam kegiatan kampanye-kampanyenya untuk memeriahkan. Kita masuk dalam Tim Sukses yang ikut dalam perencanaan, pengamanan dan lain-lain. Secara internal di dalam rapat-rapat kita tekankan juga bahwa kita mendukung Abdillah dan kita sampaikan kepada basis kita, kader kita bahwa kita mendukung pasangan ini begitu caranya.

T : Dalam Tim Sukses kemarin Pemuda Pancasila berada pada level atau ring keberapa?

J : Kalau tidak salah kita ada di level kedua. Dengan demikian kita tahu semua perkembangan yang ada. Pada saat itu kita memang cukup berperan di situ.

T : Lebih detilnya lagi, bagaimana proses internal dari PP untuk mensosialisasikan kebijakan organisasi dalam hal mendukung Abdillah agar sampai pada basis massa atau anggota-anggota PP?

J : Gampang, sangat gampang, kalian tahu bahwa OKP yang paling eksis, paling sering pelantikan di Medan ini adalah PP. Hampir setiap malam minggu kami itu pelantikan. Jadi dalam setiap acara pelantikan tersebutlah kita sampaikan dan kita sosialisasikan kepada anggota-anggota. Tetapi kita tidak ada membuat surat kita hanya langsung saja. T : Jadi keputusan organisasi itu tidak dikeluarkan melalui surat?

J : Tidak.

T : Sebenarnya seberapa se-trategisnya PP ini untuk dilibatkan dalam setiap suksesi kepala daerah atau pun legislatif?

J : Sangat strategis, sangat strategis, contoh; kalau kita melihat pada pilkada gubernur yang akan datang andaikan ada keputusan yang mengatakan bahwa 5% atau 3%, katakanlah seperti yang di NAD 3% dari penduduk Sumatera Utara boleh mencalonkan 1 orang, kita sudah pasti bisa mencalonkan. Karena jumlah PP di Sumatera Utara itu jumlahnya 420.000 orang, kalau 3% dari penduduk Sumatera Utara kita sudah pasti bisa mencalonkan. Kemudian silahkan bandingkan kami dengan OKP lain yang ada di Sumut ini. Bahwa kita adalah organisasi pemuda yang sangat eksis di setiap kegiatan. Artinya bahwa apa yang kita sebutkan dan pogramkan memang bisa kita laksanakan. Karena pertemuan kami dengan basis itu sangat sering terjadi. Ini sangat strategis dan ini sangat sulit dilakukan oleh organisasi-organisasi yang lain. Kecuali katakanlah organisasi ormas Islam atau pesantren, pendidikan yang tiap hari bertemu. Jadi kalau kami malah lebih kerap lagi dibandingkan dengan organisasi-organisasi yang lain. Hal inilah yang menjadikan kami cukup strategis dalam segala event yang mengharapkan suara.

T : Bercermin dari dukungan PP sewaktu pilkada kemarin, apakah seluruh anggota dari PP itu dijamin telah memberikan suaranya pada Abdillah-Ramli sesuai dengan putusan organisasi?

J : Kalau memilih kita tentu tidak bisa ukur tapi kalau mendukung kita mendukung. Meskipun ada 1 kecamatan yang mengambil keputusan sendiri untuk berpihak pada Maulana pada saat itu. Dan organisasi memberikan teguran keras kepada mereka.

T : Lantas bagaiman kita bisa tahu bahwa semua anggota PP itu telah mendukung pilihan dari organisasi?

J : Ya.. ini dia sulitnya. Kita hanya bisa ukur orang tersebut datang ke TPS tapi logika kemenangan Abdillah yang seperti itu kami yakin bahwa semua kader PP memilih mereka. Karena di daerah basis kita mayoritas suara itu masuk. Daerah yang basisnya longgar itu suara memang kalah tapi yang basis kita suara masuk. Melihat pada pengalama Partai Patriot Pancasila di daerah basis-basis PP dia pasti menang. Tapi di luar daerah basis kalah. Kami yakin bahwa anggota kami itu konsisten dalam menyampaikan suaranya.

T : Dalam pemetaan Organisasi ini apakah Medan termasuk dalam kategori wilayah yang menjadi basis PP?

J : Medan dan Tanjung Balai adalah daerah basis PP yang sangat kuat.

T : Bargain apa yang menjadi tawar-menawar antara PP dan Abdillah? J : Biasanya dia tidak merupakan bargain dan dari pengalaman politik saya,

ini terletak pada feeling dan keakraban. Kalau kita mendukung seseorang karena kita punya feeling, kita yakin dia menang dan dia akan berikan sesuatu kepada kita. Berikan itu bukan uang tapi kesempatan kerja, ada beberapa proyek/pekerjaan yang ditenderkan kita bisa dapat prioritas di sana. Karena ada di beberapa bagian juga kita tidak menang. Tapi kemudahan itu memang terjadi dan itu memang

satu wilayah kita tahu dan kita berkoordinasi pada Abdillah atau Ramli dan biasanya setelah itu maka selesai.

T : Kenapa PP tidak mendukung pasangan Maulana-Sigit?

J : Kami cuma berpikir kita mau berpihak pada yang menang dan kami cukup yakin bahwa pasangan Abdillah-Ramli yang akan menang. Jadi kami tidak mau dalam posisi yang kalah.

T : Kenapa PP tidak percaya diri ketika tadi telah dikatakan bahwa Medan adalah basis kuat dari PP, PP mencoba memberi dukungan dan untuk memenangkan orang yang tidak populer?

J : Angka kita tidak cukup signifikan untuk memenangkan Maulana, itu jawabannya. Karena jumlah kita di Medan hanya 40.000 – 60.000 saja. T : Pendekatan apa yang digunakan oleh PP untuk memobilisasi massa

guna menghadiri kampanye Abdillah-Ramli?

J : Jadi kalau ada kalian denger, PP itu dibayar dulu baru bergerak ini memang betul, tidak kita tutupi itu. Tapi kalau dengan demo yang harus dibayar sekian, baru bergerak itu beda dengan kita. Karena kami adalah semi milisi, jadi kalau ketuanya bilang hari ini kita harus berangkat, Medan datangkan 2000 orang, Siantar datang kan 500 orang, saya tidak ada urusan harus menjelaskan ini, itu. Saya tinggal lihat kemampuan mereka saja. Yang penting transportasi dan konsumsi kita sediakan. Jadi saya tidak akan menerangkan bahwa Abdillah adalah pilihan kita ini, itu dan sebagainya, itu bukan urusan kita, tidak kerjaan kita. Kita hanya cukup katakan bahwa Abdillah itu adalah pilihan kita. Makanya kalau kalian lihat PP ini kok tiap hari perang ya... karena kita tidak sulit. Kalau kita bilang mainkan-ya main. Jadi Kapolsek atau Kanit cukup telepon kita ada apa ini? Kita jelaskan...

T : Artinya saya ingin katakan sistem instruksi/komando itulah yang berlaku disini?

J : Persis, memang itulah dia.

T : Jadi pendekatan untuk memobilisasi massa itu?

J : itu patokannya ada di ketua PAC lebih pada kharismanya. Jadi kalau ketua PAC yang tidak ada massa itu tidak akan bertahan lama di PP, kita pasti akan sapu dia.

T : Apakah dalam rangka memobilisasi massa PP juga dapat atau sering melakukan kekerasan? (untuk pertanyaan ini beliau tidak menjawab) T : Apakah PP juga melakukan money politik dalam rangkan

mensukseskan pasangan Abdillah?

J : Tidak kita tidak pernah lakukan itu, dan jika pun kita lakukan mereka

tidak akan bisa untuk ”membeli” kami. Dan kami juga pasti tidak mau, karena harapan kami bukan saat ini tapi nanti setelah dia terpilih maka kami mempunyai hubungan silaturahmi yang kuat, kami punya kader-kader yang PNS, jadi suatu saat bisa kami ajukan. Ini target kita kedepan.

T : Ketika berada di dalam Tim Sukses apakah PP masuk dengan memiliki konsep untuk mendukung kemenangan atau hanya mengikuti aturan main yang akan di bentuk di dalam Tim Sukses?

J : pilihan yang kedua, kita tidak ada konsep dan kita jarang mau untuk seperti itu. Kecuali kita memang diangkat sebagai ketua Tim Sukses itu beda lagi.

T : Apakah PP juga melakukan loby-loby kepada organisasi lain untuk sama-sama mendukung calon walikota yang didukung oleh PP?

J : PP tidak melakukan itu, yang dilakukan oleh PP lebih berorientasi ke dalam saja.

T : Bagaiman sebenarnya kaitan Partai Patriot dengan Pemuda Pancasila? J : Partai Patriot adalah Partai yang dilahirkan oleh Pemuda Pancasila

masalahnya pada pemilu kemarin PP masih independen, itu persoalannya yang menjadi repot. Tapi kenyataannya untuk Sumatera Utara PP itu ke Partai Patriot Suaranya. Kalau seandainya semua PP itu Partai Patriot jauh menjadi lebih besar lagi suaranya. Fakta dilapangan tidak begitu karena PP masih independen. Kenapa independen? Karena banyak anggota PP yang berkiprah di partai-partai lain.

T : Mengapa PP memiliki gagasan untuk mendirikan sebuah partai? Apakah selama ini aspirasi dari PP tidak dapat diakomodir oleh pemerintah atau ada hal lain?

J : Iya itu dia, lalu yang kedua kita hanya sebagai ”tukang cuci piring” saja.

Pesta kelar kita hanya kebahagian untuk cuci piringnya saja. Yang menikmatinya orang lain. Kalau di partai patriot kan kita semua yang menentukan siapa-siapa yang menjadi calon legislatifnya.

T : Apakah PP memiliki kontrol terhadap media? Baik media sebagai institusi atau pun personel wartawannya?

J : ini sulit saya menjawabnya karena saya tahu mau mengarah kemana pertanyaan ini. PP ini terutama di Medan sebagai force kekuatan pemaksaan lebih mengarahkannya kepada pergaulan. Hampir di atas 70% wartawan-wartawan ini adalah teman-teman kami. Kalau dikatakan kami ikut mengontrol dalam arti yang sebenarnya itu tidak kami lakukan. Tapi kalau kontrol dalam tanda kutip misalnya; satu kali tiba-tiba ada yang berpakaian PP ikut Maulana, kita akan telepon semua koran kami minta itu tidak diekspose. Andai pun ada yang terlepas (pemberitaan yang dimaksud) kami tidak akan bilang apa-apa. Kami cuma katakan dasar perkawanan tadi, misalnya Bang Taruna di Waspada bang itu tidak mengutungkan, itu indispliner. Kita sampaikan begitu pokok-pokok pikiran kita. Tapi kalo memang juga ada yang lepas, kita juga tidak bisa bilang apa-apa karena itu adalah hal di luar kita (maksudnya di luar PP) tetapi kalau mereka melakukan hal yang black campaign terhadap Abdillah kami tidak akan datang karena itu bukanlah urusan kami. T : Bagaiman kalau pemberitaan itu telah menyangkut internal PP? J : Hal itu yang kami paling benci. Terlebih lagi kalau itu tidak adil.

T : Kontrol yang bagaimana ketika pemberitaan telah menyangkut internal PP.

J : Pertama, kami telepon baik-baik. Lalu kemudian kalau kita telepon juga enggak, satu contoh kemarin kasus kepada Medan Pos, kita demo saja di depan pintu dengan menggunakan seragam lengkap, sampai pada tingkat itu dan tidak akan pernah kalian lihat PP berpakaian seragam melempari itu mungkin tidak akan terjadi. Kalau terjadi itu tidak akan pakaian PP dan siapapun tidak akan tahu. Kalau kami sudah marah

demo yang seperti itu, itu berarti kami masih sayang berarti kami masih

mau melakukan ”kontrol” yang benar. Itulah cara yang resmi kami lakukan. Dan jangan harap PP melakukan persidangan itu tidak akan ada dari PP.

(off the record, meskipun ini sifatnya off the record beliau juga tidak bersedia kalau ini dipublikasikan atau ditulis dalam penelitian ini. Ia mengatakan, kalau kami sudah pada tingkat kemarahan yang benar-benar marah kami memiliki “pengadilan sendiri” dan hanya kami lah yang tahu apa itu”)

Proses wawancara berlangsung secara tertulis, nara sumber tidak dapat

Dokumen terkait