HASIL DAN PEMBAHASAN
38. Transporting Palette* (Tp), Memindahkan TFS ke Tempat Penyimpanan
Elemen kerja ini dimulai dengan mengambil tumpukan nanas di stasiun
Paletting dengan menggunakan forklift lalu membawa tumpukkan nanas ke
tempat penyimpanan (Novistiara 2014).
Penentuan Waktu Normal
Waktu normal merupakan waktu yang dibutuhkan seorang pekerja yang dianggap wajar untuk mengerjakan serangkaian kegiatan pada elemen kerjanya dalam kondisi senormal mungkin (tanpa usaha berlebih). Dengan melihat rekaman video, penentuan waktu normal dilakukan dengan cara menghitung waktu yang dibutuhkan pekerja dalam melakukan satu siklus kerja pada masing-masing elemen kerja. Perhitungan waktu normal menggunakan ulangan sebanyak 2-8 kali untuk tiap-tiap pekerja yang ada pada elemen kerja. Pengulangan yang dilakukan tidak seragam dikarenakan keterbatasan waktu dalam merekam video yang menyebabkan durasi video berbeda-beda pada tiap elemen kerjanya.
Output yang dibutuhkan dalam proses produksi TFS kaleng adalah detik per kaleng, sehingga satuan ukur yang diperlukan untuk menentukan waktu normal yang nantinya dibutuhkan untuk menentukan waktu baku pada tiap elemen kerja adalah harus dalam detik per kaleng, namun ada beberapa elemen kerja dimana satuan ukur waktu normal berupa detik/kaleng tidak bisa didapatkan secara langsung sehingga diperlukan pengkonversian. Contoh elemen kerja yang waktu normal pekerjanya tidak dengan satuan detik per kaleng adalah Papaya Selection (Pse). Definisi dari elemen kerja ini adalah pekerja mengamati pepaya yang berjalan di konveyor, lalu verifikasi kematangan dan kerusakan pada pepaya dengan cara memotong sebagian kecil dari pepaya, kemudian meletakkan pepaya mentah dan rusak pada tempat yang terpisah. Dengan demikian, satuan ukur awal dari pengukuran waktu normal pada elemen kerja ini adalah detik/buah yang kemudian akan dikonversi menjadi detik/kaleng. Karakteristik pekerjaan pada elemen kerja Papaya Selection tergolong sangat cepat dan terus menerus, sehingga ditentukan 1 siklus pekerjaannya adalah per 30 detik. Contoh perhitungannya sebagai berikut:
Diketahui: Berat TFS penuh = 2.1 kg Berat TFS kosong = 0.24 kg
Berat buah dalam kaleng = 2.1 kg - 0.24 kg = 1.85 kg 1 kaleng TFS terdiri dari 45% pepaya
Berat pepaya dalam kaleng = 45% x 1.85 kg = 0.83 kg/kaleng Berat buah pepaya rata-rata = 2 kg/buah
=
= 2.4 kaleng/buah Contoh subjek A1, Papaya Selection :
Ulangan 1 diperoleh : 44 buah/30 detik Maka, 44 buah/30 detik = 0.68 detik/buah Diperoleh :
= 0.28 detik/kaleng
Sehingga didapatkan waktu normal pada elemen Pepaya Selection, subjek A1, ulangan 1 sebesar 0.28 detik/kaleng
(Contoh perhitungan untuk setiap elemen kerja disajikan pada lampiran 1)
Dari penelitian sebelumnya, Novistiara (2014) dalam Studi Waktu pada Proses Produksi Nanas Kaleng telah menganalisis waktu normal 12 elemen kerja yang berhubungan dengan proses produksi TFS kaleng. Elemen kerja tersebut
ialah Feeding Conveyor, Preparation, Peeling, Cutting Crush, Seleksi Chunk, Sortir 1, Seaming, Cooking, Sortir 2, Paletting Atas, Paletting Bawah, dan
Transporting Palette. Sehingga pada penelitian ini penulis hanya menganalisis
waktu normal yang dimulai dari elemen kerja Papaya Selection hingga Seamer
Feeding.
Tabel 2 Waktu normal rata-rata subjek pada tiap elemen kerja
Elemen Kerja Subjek Waktu Normal (det/kaleng) Rata-rata SD CV (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 Pse 1a 0.28 0.32 0.31 0.39 0.25 0.39 0.29 0.25 0.31 0.05 17.46 1b 0.36 0.31 0.52 0.27 0.29 0.26 0.32 0.36 0.34 0.08 23.88 0.32 0.02 6.39 Ppi 2a 0.73 1.04 0.83 0.83 0.83 0.89 0.78 0.83 0.84 0.09 10.69 Cf1 3a 0.62 0.59 0.65 0.62 - - - - 0.62 0.02 4.09 3b 0.62 0.65 0.65 0.65 0.69 0.62 0.62 0.65 0.65 0.02 3.72 0.63 0.01 2.69 Pds 4a 0.69 0.41 0.34 - - - - - 0.48 0.18 37.79 Psp 5a 2.50 2.08 2.50 1.66 2.91 2.91 2.50 1.66 2.34 0.49 21.11 5b 2.91 5.41 2.91 2.50 2.50 3.75 1.66 2.08 2.96 1.16 39.29 2.65 0.44 16.63 Srm 6a 4.16 4.58 3.75 6.25 3.33 2.50 3.33 4.58 4.06 1.13 27.82 6b 5.00 5.41 5.83 5.41 5.83 5.00 5.83 5.41 5.46 0.34 6.35 4.76 0.99 20.86 Pct 7a 15.00 28.75 30.83 34.58 27.91 24.58 25.41 34.16 27.65 6.28 22.72 7b 44.16 38.75 39.16 39.16 - - - - 40.31 2.57 6.39 7c 25.83 27.50 27.50 27.08 22.50 22.08 31.66 30.41 26.82 3.37 12.56 7d 51.25 30.83 26.66 25.00 32.08 21.66 27.50 52.91 33.49 11.92 35.62 32.07 6.24 19.47 Pre 8a 4.16 4.16 4.16 4.16 3.12 3.12 4.16 3.12 3.77 0.53 14.27 Pdi 9a 4.16 4.16 4.16 4.16 3.12 4.16 6.25 4.16 4.29 0.86 20.23 Dse 10a 11.71 10.57 - - - - - - 11.14 0.80 7.25 Ptr 11a 2.14 3.00 1.85 2.14 2.42 2.57 2.42 - 2.36 0.36 15.52 Cf2 12a 0.33 0.33 0.33 - - - - - 0.33 0.00 0.00 12b 0.50 0.33 0.33 0.33 0.33 0.33 0.33 0.50 0.37 0.07 20.57 0.35 0.03 8.31 Gpe 13a 46.15 48.46 55.38 51.53 50.00 60.00 52.30 50.00 51.73 4.30 8.32 13b 41.53 45.38 44.61 46.15 46.15 43.07 46.15 45.38 44.80 1.68 3.75 13c 76.15 79.23 66.15 78.46 83.07 70.76 69.23 58.46 72.69 8.07 11.11 13d 43.07 60.00 50.00 40.76 44.61 50.00 46.15 53.07 48.46 6.18 12.75 54.42 12.50 22.97 Gdi 14a 32.30 26.92 27.69 28.46 28.46 23.07 25.38 26.15 27.30 2.69 9.87 14b 26.92 23.07 21.53 24.61 26.92 29.23 23.07 23.07 24.80 2.62 10.58 26.05 1.76 6.78 Gtr 15a 0.46 0.65 0.40 0.46 0.53 0.56 0.53 - 0.51 0.08 15.52
(Lanjutan) Tabel 2 Waktu normal rata-rata subjek pada tiap elemen kerja
Elemen Kerja Subjek Waktu Normal (det/kaleng) Rata-rata SD CV (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 Ctk 16a 1.57 1.57 1.57 1.71 1.42 1.85 1.14 1.28 1.51 0.22 15.04 Ctr 17a 2.83 3.04 - - - - - - 2.94 0.14 5.03 Cul 18a 0.74 0.81 - - - - - - 0.77 0.04 6.33 Fi 19a 1.15 2.30 - - - - - - 1.73 0.81 47.14 Cnp 20a 2.75 3.30 3.15 3.85 - - - - 3.26 0.45 13.95 Cnf 21a 3.00 3.00 3.75 2.72 2.72 3.75 2.50 2.14 2.95 0.56 19.17 We 22a 5.00 7.50 7.50 7.50 7.50 7.50 10.00 7.50 7.50 1.33 17.81 22b 6.00 6.00 7.50 6.00 6.00 5.00 6.00 6.00 6.06 0.67 11.18 6.78 1.01 14.98 Tpi 23a 4.50 4.70 5.05 4.60 4.65 4.65 4.40 3.60 4.51 0.41 9.21 Ttr 24a 2.90 3.45 3.30 2.85 2.90 2.95 2.95 2.70 3.00 0.24 8.26 Tmo 25a 1.35 1.75 1.90 2.05 - - - - 1.76 0.30 17.08 25 0.70 0.90 14.00 0.55 - - - - 4.03 6.64 164.53 2.90 1.60 55.47 Sfe 26a 1.10 1.35 1.30 1.25 1.35 - - - 1.27 0.10 8.16 26b 1.10 1.15 1.40 0.95 1.25 - - - 1.17 0.16 14.36 1.22 0.07 5.79 Berdasarkan waktu normal rata-rata subjek pada tiap elemen kerja yang ada pada Tabel 1 terlihat waktu normal rata-rata pekerja dari masing-masing elemen kerja. Satuan ukur pada Tabel 2 di atas merupakan satuan ukur yang sudah diseragamkan menjadi detik/kaleng. Elemen kerja pertama yaitu elemen kerja memisahkan pepaya berdasarkan kematangan dan kerusakan (Pse) memiliki waktu normal sebesar 0.32 detik. Pada elemen kerja ini terdapat 2 orang pekerja. Pekerja 1a memiliki waktu normal rata-rata sebesar 0.31 detik sedangkan pekerja 1b memiliki waktu normal rata-rata yaitu sebesar 0.34 detik, selain itu pekerja 1a memiliki nilai Coefficient of Variation (CV) sebesar 17.46% sedangkan pekerja 1b memiliki nilai CV sebesar 23.88%. Hal itu menunjukkan bahwa pada elemen kerja ini pekerja 1a bekerja lebih cepat dibandingkan 1b dan pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja 1a lebih seragam dibandingkan dengan pekerja 1b.
Pada elemen kerja selanjutnya yaitu menyusun pepaya (Ppi), terdapat satu orang pekerja yaitu pekerja 2a dengan waktu normal rata-rata sebesar 0.84 detik. Pekerja 2a memiliki nilai CV yaitu sebesar 10.69%, nilai ini menunjukkan tingkat keseragaman dari pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja 2a pada elemen kerja menyusun pepaya (Ppi).
Elemen kerja selanjutnya yaitu meletakkan pepaya di atas konveyor (Cf1). Waktu normal pada elemen kerja ini sebesar 0.63 detik. Pada elemen kerja ini terdapat 2 orang pekerja yaitu pekerja 3a dan pekerja 3b. Pekerja 3a memiliki waktu normal rata-rata sebesar 0.62 detik sedangkan pekerja 3b memiliki waktu normal rata-rata sebesar 0.65 detik. Nilai CV yang dimiliki pekerja 3a sebesar 4.09% dan nilai CV pekerja 3b sebesar 3.77%. Meskipun nilai CV pekerja 3b lebih kecil daripada nilai CV 3a, dalam hal ini tidak dapat ditarik perbandingan
dikarenakan pengulangan waktu normal antara keduanya tidak sama. Pekerja 3a sebanyak 4 ulangan sedangkan pekerja 3b sebanyak 8 ulangan. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan waktu dalam merekam video.
Pada elemen kerja selanjutnya yaitu elemen kerja mendistribusikan pepaya (Pds) hanya terdapat 1 orang pekerja yaitu pekerja 4a yang memiliki waktu normal rata-rata dalam mengerjakan pekerjaannya dalam satu siklus sebesar 0.48 detik. Nilai CV yang dimiliki oleh pekerja 4a sebesar 37.79%.
Elemen kerja membelah pepaya (Psp) memiliki waktu normal sebesar 2.65 detik. Pada elemen kerja ini terdapat 2 orang pekerja, yang pertama yaitu pekerja 5a yang memiliki waktu normal rata-rata sebesar 2.34 detik, dan yang kedua yaitu pekerja 5b yang memiliki waktu normal rata-rata sebesar 2.96 detik. Nilai CV yang dimiliki pekerja 5b lebih kecil dibandingkan nilai CV yang dimiliki pekerja 5b, yaitu nilai CV pekerja 5a sebesar 21.11% dan pekerja 5b sebesar 39.29%. Pada elemen kerja ini dapat disimpulkan bahwa pekerja 5a bekerja lebih cepat dan memiliki keseragaman kerja yang lebih baik dibandingkan dengan pekerja 5a.
Elemen kerja membuang biji pepaya (Srm) memiliki waktu normal sebesar 4.76 detik. Pada elemen kerja ini terdapat 2 orang pekerja, yaitu pekerja 6a dan 6b. Waktu normal rata-rata yang dimiliki pekerja 6a untuk menyelesaikan satu siklus pekerjaannya sebesar 4.06 detik, sedangkat untuk pekerja 6b sebesar 5.46 detik. Pekerja 6a memiliki nilai CV sebesar 27.82% dan pekerja 6b memiliki nilai CV sebesar 6.35%. Pada elemen kerja ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pekerja 6a bekerja lebih cepat dibandingkan dengan pekerja 6b. Meskipun pekerja 6b bekerja lebih lambat, namun pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja 6b relatif lebih seragam jika dibandingkan dengan pekerja 6b. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam melakukan pekerjaan pekerja 6a lebih sensitif terhadap lingkungan sedangkan 6b bekerja lebih alami dibandingkan dengan pekerja 6a.
Elemen kerja memotong pepaya secara memanjang (Pct) memiliki waktu normal sebesar 32.07 detik. Pada elemen ini terdapat 4 pekerja, yaitu pekerja 7a, 7b, 7c, dan 7d. Pekerja 7a memiliki waktu normal rata-rata sebesar 27.65 detik, pekerja 7b memiliki waktu normal rata-rata sebesar 40.31 detik, pekerja 7c memiliki waktu normal rata-rata sebesar 26.82 detik, dan pekerja 7d memiliki waktu normal rata-rata sebesar 33.49 detik. Nilai CV dari masing-masing pekerja yang menunjukkan tingkat keseragaman dari pekerjaan dalam satu siklus pada elemen kerja ini berturut-turut adalah 22.72%, 6.39%, 12.56%, 35.62%, 19.47%.
Elemen kerja menyusun pepaya stik (Pre) memiliki waktu normal sebesar 3.77 detik. Pada elemen ini hanya terdapat 1 orang pekerja yaitu pekerja 8a. Nilai keragaraman dari pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja 8a adalah sebesar 14.27%. Elemen kerja selanjutnya yaitu memotong pepaya menjadi bentuk dadu (Pdi) memiliki waktu normal sebesar 4.29 detik. Pada elemen ini hanya terdapat 1 pekerja yaitu pekerja 9a yang memiliki nilai CV sebesar 20.23%. Elemen kerja menyeleksi pepaya dice (Dse) memiliki waktu normal sebesar 11.14 detik. Pada elemen kerja ini ini terdapat 1 orang pekerja yaitu pekerja yaitu pekerja 10a dengan nilai CV sebesar 7.25%. Elemen kerja memindahkan dice pepaya ke bak penampungan (Ptr) memiliki waktu normal sebesar 2.36 detik. Pada elemen ini terdapat 1 pekerja yaitu pekerja 11a. Nilai CV yang dimiliki oleh pekerja 11a adalah sebesar 15.52%
Elemen kerja meletakkan jambu di atas konveyor (Cf2) memiliki waktu normal sebesar 0.35 detik. Pada elemen kerja ini terdapat 2 orang pekerja yaitu
pekerja 12a dan 12b. Pekerja 12a memiliki nilai waktu normal rata-rata sebesar 0.33 detik sedangkan pekerja 12b memiliki waktu normal rata-rata sebesar 0.37 detik. Dalam hal ini tingkat keseragaman dari pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing pekerja tidak dapat dibandingkan dikarenakan masing-masing pekerja memiliki pengulangan yang berbeda, pekerja 12a memiliki 3 ulangan sedangkan pekerja 11b memiliki 8 ulangan.
Elemen kerja selanjutnya yaitu mengupas jambu (Gpe) dengan waktu normal sebesar 54.42 detik. Elemen kerja ini merupakan salah satu dari elemen kerja yang memiliki waktu normal terlama. Pekerjaan yang ada pada elemen kerja ini memiliki beban kerja yang lumayan berat yaitu kerja mental dan fisik. Pekerja harus hati-hati dalam mengupas jambu agar kulit jambu yang terkupas tidak terlalu tebal serta pekerja juga dituntut harus bekerja cepat. Pada elemen kerja ini terdapat 4 orang pekerja yaitu pekerja 13a, 13b, 13c, dan 13d. Pekerja 13a memiliki waktu normal rata-rata sebesar 51.73 detik, pekerja 13b memiliki waktu normal rata-rata sebesar 44.80 detik, pekerja 13c memiliki waktu normal rata-rata sebesar 72.69 detik, dan pekerja 12d memiliki waktu normal rata-rata sebesar 48.46 detik. Untuk nilai CV berturut-turut dari masing-masing pekerja adalah 8.32%, 3.75%, 11.11%, dan 12.75%. Pada elemen kerja ini terlihat bahwa pekerja 13b adalah pekerja yang tercepat dalam menyelesaikan satu siklus, dan yang terlambat adalah pekerja 13c. Nilai konsistensi dalam bekerja yang tertinggi dimiliki oleh pekerja 13b, sedangkan yang terrendah adalah pekerja 13d. Hal ini menunjukkan bahwa pekerja 13d merupakan pekerja yang paling sensitif terhadap lingkungan pada elemen kerja ini. Sehingga pada elemen ini pekerja 13b merupakan pekerja yang paling produktif dikarenakan dapat bekerja dengan cepat dan juga konsisten.
Elemen kerja selanjutnya adalah memotong jambu menjadi bentuk dadu (Gdi). Elemen kerja ini merupakan salah satu dari elemen kerja pada proses produksi TFS yang membutuhkan tingkat ketelitian yang cukup tinggi. Pekerja harus bekerja cepat, selain itu pekerja harus memperhatikan ukuran dari jambu yang terpotong. Elemen kerja ini memiliki waktu normal sebesar 26.05 detik. Pada elemen kerja ini terdapat 2 orang pekerja yaitu pekerja 14a dan 14b. Pekerja 14a memiliki waktu normal rata-rata sebesar 27.30 detik, sedangkan pekerja 14b memiliki waktu normal rata-rata sebesar 24.80 detik. Nilai CV yang dimiliki oleh pekerja 14a sebesar 9.89% sedangkan pekerja 14b sebesar 10.58%. Dapat disimpulkan bahwa pekerja yang bekerja dengan cepat dan juga konsisten adalah pekerja 14a.
Elemen kerja mengambil nanas chunk dari line produksi chunk (Ctk) memiliki waktu normal sebesar 15.18 detik. Pada elemen kerja ini hanya terdapat 1 pekerja, yaitu pekerja 15a yang memiliki nilai CV sebesar 15.04%.
Elemen kerja memindahkan dice jambu ke bak penampungan (Ptr) memiliki waktu normal sebesar 2.36 detik. Pada elemen ini terdapat 1 pekerja yaitu pekerja 16a. Nilai CV yang dimiliki oleh pekerja 16a adalah sebesar 15.52%. Elemen kerja selanjutnya yaitu memindahkan chunk dari line nanas ke stasiun TFS (Ctr) memiliki nilai waktu normal sebesar 2.94 detik. Pada elemen ini terdapat 1 pekerja, yaitu pekerja 17a yang memiliki nilai CV sebesar 5.03%. Elemen kerja membongkar chunk pada kereta dorong (Cul) memiliki nilai waktu normal sebesar 0.77 detik. Pada elemen kerja ini hanya terdapat 1 pekerja, yaitu pekerja 18a yang memiliki nilai CV sebesar 6.33%. Elemen kerja mengisi kaleng kosong dengan
buah (Fi) memiliki nilai waktu normal sebesar 1.73 detik. Pada elemen kerja ini hanya terdapat 1 pekerja, yaitu pekerja 19a yang memiliki nilai CV sebesar 47.14%.
Elemen kerja unload dan mempersiapkan kaleng (Cnp) memiliki waktu normal sebesar 3.26 detik. Pada elemen kerja ini hanya terdapat 1 pekerja yaitu pekerja 20a dengan nilai CV sebesar 13.95%. Elemen kerja meletakkan kaleng ke tempat pengisian (Cnf) memiliki waktu normal sebesar 2.95 detik. Pada elemen kerja ini hanya terdapat 1 orang pekerja, yaitu pekerja 21a yang memiliki nilai CV sebesar 19.17%
Elemen kerja selanjutnya adalah menimbang kaleng yang sudah terisi dengan buah (We). Elemen kerja ini memiliki waktu normal sebesar 6.78%. Pada elemen kerja ini terdapat 2 orang pekerja, yaitu pekerja 22a dan 22b. Pekerja 22a memiliki nilai waktu normal rata-rata sebesar 7.50 detik, sedangkan pekerja 22b memiliki nilai waktu normal sebesar 6.06 detik. Nilai CV dari pekerja 22a sebesar 17.81% dan nilai CV dari pekerja 22b sebesar 11.18%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa pekerja 22b bekerja lebih lambat dibandingkan dengan pekerja 22a, namun memiliki konsistensi pekerjaan yang lebih tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa pekerja 22b memiliki karakter kerja yang relatif lebih alami dibandingkan dengan pekerja 22a.
Elemen kerja menyusun TFS (Tpi) memiliki nilai waktu normal sebesar 4.51 detik. Pada elemen kerja ini hanya terdapat 1 orang pekerja, yaitu pekerja 23a. Pekerja 23a memiliki nilai CV sebesar 9.11%. Elemen kerja memindahkan tumpukan TFS (Ttr) memiliki nilai waktu normal sebesar 3.00 detik. Pada elemen kerja ini hanya terdapat 1 orang pekerja, yaitu pekerja 24a. Nilai CV yang dimiliki pekerja 24b adalah sebesar 8.26%.
Elemen kerja memindahkan susunan TFS dari antrian ke stasiun seaming (Tmo) memiliki nilai waktu normal sebesar 2.90 detik. Pada elemen ini terdapat 2 orang pekerja, yaitu pekerja 25a dan 25b. Nilai waktu normal yang dihasilkan oleh pekerja 25a adalah sebesar 1.76 detik sedangkan waktu normal yang dihasilkan oleh pekerja 25b adalah sebesar 4.03 detik. Nilai CV untuk pekerja 25a adalah sebesar 17.08%, sedangkan nilai CV yang dimiliki pekerja 25b sangat jauh berbeda yaitu sebesar 164.53%. Hal itu dipengaruhi oleh nilai waktu normal pekerja 25b ulangan ke 3 dengan waktu normal mencapai 14.00 detik. Hal ini disebabkan terkadang terdapat tumpukan TFS yang berada sangat jauh dari stasiun seaming.
Elemen kerja meletakkan TFS kaleng ke mesin seamer (Sfe) memiliki nilai waktu normal sebesar 1.22 detik. Pada elemen kerja ini terdapat 2 orang pekerja, yaitu pekerja 26a dan pekerja 26b. Pekerja 26a memiliki nilai waktu normal rata sebesar 1.27 detik, sedangkan pekerja 26b memiliki nilai waktu normal rata-rata sebesar 1.17 detik. Nilai CV dari pekerja 26a adalah sebesar 8.16%, sedangkan pekerja 26b sebesar 14.36%. Pekerja 26b bekerja lebih cepat dibandingkan dengan pekerja 26a, namun pekerja 26a memiliki keseragaman kerja yang relatif lebih baik dibandingkan dengan pekerja 26b.
Masing-masing elemen kerja yang ada pada proses produksi TFS kaleng memiliki waktu normal yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena lamanya waktu penyelesaian kerja pada masing-masing elemen kerja berbeda-beda. Jika dilakukan perbandingan untuk beberapa elemen kerja, sebagai contoh adalah elemen kerja Pse, Psp, dan Srm. Waktu normal pada masing-masing elemen kerja
ini berturut-turut adalah 0.32 detik, 2.65 detik, dan 4.76 detik. Dalam hal ini elemen kerja yang memiliki waktu normal tercepat yaitu elemen kerja Pse, dan yang terlambat yaitu elemen kerja Srm. Kemudian jika dilihat dari nilai CV yang ada dari masing-masing elemen kerja tersebut secara berturut-turut yaitu 6.39%, 16.63%, dan 20.86%, hal ini menunjukkan bahwa elemen kerja Pse memiliki nilai terrendah dan elemen kerja Srm memiliki nilai tertinggi, itu berarti bahwa elemen kerja Pse memiliki variasi interpersonal (antar pekerja Pse) yang rendah, sedangkan elemen kerja Srm memiliki variasi interpersonal yang tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada elemen kerja Pse karakteristik pekerjaan tidak dipengaruhi oleh skill pekerja, sedangkan pada elemen kerja Srm karakteristik pekerjaannya sangat dipengaruhi oleh skill dari pekerja yang ada pada elemen kerja tersebut.
Penentuan Waktu Delay
Pada proses produksi TFS kaleng di PT GGP faktor kesulitan yang terjadi bukan berasal dari faktor kondisi lingkungan pabrik karena kondisi lingkungan pabrik telah disesuaikan sehingga dalam kondisi yang seragam. Faktor kesulitan yang termasuk dalam proses produksi TFS kaleng ini adalah waktu delay yang terjadi pada setiap elemen kerja. Nilai faktor kesulitan tersebut merupakan nilai waktu delay yang akan dijumlahkan dengan waktu normal untuk mendapatkan nilai waktu baku. Waktu delay yang terdapat pada proses produksi TFS kaleng ini merupakan waktu delay yang disebabkan oleh sistem kerja yang terjadi
(unavoidable delay), bukan delay yang terjadi akibat pengaruh pekerja.
Masing-masing elemen kerja bergantung pada elemen kerja sebelumnya. Perbedaan kecepatan penyelesaian pekerjaan pada masing-masing elemen kerja mengakibatkan terjadinya waktu tunda atau delay, sehingga dalam hal ini waktu
delay dianggap sebagai faktor kesulitan. Namun, pekerjaan yang ada pada
serangkaian proses produksi TFS secara umum merupakan pekerjaan yang kontinyu atau terus menerus, itu menyebabkan hampir pada setiap elemen kerja yang ada pada proses produksi TFS delay tidak dapat terlihat jelas. Untuk menentukan delay dibutuhkan data sekunder berupa aliran buah, dan aliran kaleng. Contoh penentuan delay elemen kerja menggunakan data aliran buah adalah pada elemen kerja Papaya Selection (Pse), sedangkan contoh penentuan
delay elemen kerja menggunakan data aliran kaleng adalah pada elemen kerja Filling (Fi). Adapun contoh perhitungan delay pada elemen kerja sebagai berikut:
Diketahui: Berat buah pepaya rata-rata perhari = 10790 kg Berat rata-rata pepaya = 2 kg
Jumlah pekerja pada elemen Pse = 2 orang Total pepaya perhari =
= 2697 buah/orang Total jam kerja per hari = 10 jam
Laju aliran =
= 13.34 detik/buah/orang Contoh subjek A1, Papaya Selection (Pse):
Waktu normal rata-rata pekerja A1 = 0. 74 detik/buah.orang Laju aliran buah pada elemen Pse = 13.34 detik/buah.orang Dengan demikian,
= 13.34 detik/buah/orang – 0.74 detik/buah.orang 1 buah= 2.4 kaleng,
= 12.59 detik/buah.orang x
Jadi, delay yang ada pada subjek A1 (Pse) sebesar 5.24 detik/kaleng.orang. (Contoh perhitungan untuk setiap elemen kerja disajikan pada lampiran 1)
Penentuan Waktu Baku
Waktu baku merupakan waktu yang telah ditetapkan berdasarkan waktu normal dan faktor kesulitan yang terdapat dalam aktivitas produksi TFS kaleng. Pada aktivitas produksi TFS kaleng kondisi pabrik telah didesain sedemikian rupa sehingga seragam baik kondisi lantai, pencahayaan maupun kondisi lingkungan. Sehingga untuk aktivitas di pabrik dapat dikatakan tidak ada faktor kesulitan yang berasal dari lingkungan yang menyebabkan kelambatan produksi. Namun ada hal lain yang mempengaruhi kelambatan produksi, yaitu delay yang tidak dapat dihindari pada sistem (unavoidable delay). Sehingga delay tersebut dapat dikatakan termasuk dalam faktor kesulitan. Untuk itu, pada penelitian ini penentuan waktu baku adalah dengan menjumlahkan nilai waktu normal dengan nilai waktu waktu delay.
Waktu baku digunakan untuk merencanakan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pada bagian atau proses tertentu agar dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Hal ini diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih kepada perusahaan karena pengalokasian sumber daya manusia diletakkan ke tempat atau bagian yang memang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan kerja agar lebih efektif.
Novistiara (2014) dalam penelitian sebelumnya telah menentukan waktu baku dari elemen kerja pada produksi nanas kaleng. Ada 12 elemen kerja pada proses produksi nanas kaleng yang berhubungan dengan proses produksi TFS kaleng. Elemen kerja tersebut adalah Feeding Conveyor, Preparation, Peeling,
Cutting Crush, Seleksi Chunk, Sortir 1, Seaming, Cooking, Sortir 2, Paletting
Atas, Paletting Bawah, dan Transporting Palette. Waktu baku yang ada pada elemen kerja tersebut masih setara untuk menghasilkan nanas kaleng ukuran A2, sedangkan pada proses produksi TFS kaleng yang digunakan adalah kaleng yang berukuran lebih besar yaitu A10. Perbandingan waktu baku pada 12 elemen kerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 3 Perbandingan waktu baku nanas kaleng dan TFS kaleng No Elemen kerja Waktu baku (detik/kaleng)
Nanas kalenga TFS kalengb
1 Fc 0.09 0.21
2 Pr 0.04 0.09
3 Pe 1.15 2.65
(Lanjutan) Tabel 3 Perbandingan waktu baku nanas kaleng dan TFS kaleng
No Elemen kerja Waktu baku (detik/kaleng)
Nanas kalenga TFS kalengb
5 Sc 1.15 3.88 6 S1 0.75 1.70 7 Os 0.72 1.66 8 Oc 0.63 1.45 9 S2 0.62 1.41 10 Pa 0.63 1.45 11 Pb 0.63 1.45 12 Tp 0.63 1.45
aSetara untuk menghasilkan nanas kaleng ukuran A2 (nanas 0.360 kg) bSetara untuk menghasilkan TFS kaleng ukuran A10 (nanas 0.833 kg)
Tabel 4 Waktu baku tiap elemen kerja proses produksi TFS kaleng
No Elemen kerja Waktu (detik/kaleng)
Normal Delay Baku
1 Fc* 0.07 0.13 0.21 2 Pr* 0.08 0.01 0.09 3 Pe* 1.46 1.18 2.65 4 Cc* 1.38 1.25 2.63 5 Sc* 1.53 2.35 3.88 6 Pse 0.32 5.23 5.56 7 Ppi 0.84 2.62 3.47 8 Cf1 0.63 6.31 6.95 9 Pds 0.48 2.98 3.47 10 Psp 2.65 18.19 20.85 11 Srm 4.76 16.08 20.85 12 Pct 32.07 61.76 93.83 13 Pre 3.77 6.65 10.42 14 Pdi 4.29 9.60 13.90 15 Dse 11.14 16.66 27.80 16 Ptr 2.36 14.04 16.40 17 Cf2 0.35 6.11 6.47 18 Gpe 54.42 91.15 145.57 19 Gdi 26.05 51.58 77.64 20 Gtr 0.51 3.07 3.58 21 Ctk 1.51 12.25 13.76 22 Ctr 2.94 5.18 8.12 23 Cul 0.77 4.00 4.77
(Lanjutan) Tabel 4 Waktu baku tiap elemen kerja proses produksi TFS kaleng
No Elemen kerja Waktu (detik/kaleng)
Normal Delay Baku
24 Fi 1.73 12.96 14.69 25 Cnp 3.26 4.08 7.34 26 Cnf 2.95 4.39 7.34 27 We 6.78 11.58 18.36 28 Tpi 4.51 6.50 11.02 29 Ttr 3.00 3.16 6.16 30 Tmo 2.90 8.12 11.02 31 Sfe 1.22 0.71 1.93 32 S1* 1.27 0.42 1.70 33 Os* 1.38 0.28 1.66 34 Oc* 1.27 0.17 1.45 35 S2* 1.17 0.24 1.41 36 Pa* 1.10 0.34 1.45 37 Pb* 0.87 0.57 1.45 38 Tp* 0.11 1.33 1.45 Total 188.08 393.38 581.46 *Sumber: Novistiara 2014
Setelah dilakukan konversi waktu baku untuk semua elemen kerja agar setara dengan satuan waktu per produk TFS kaleng, kemudian diperoleh keseluruhan waktu baku setiap elemen kerja dan total waktu baku yang setara untuk menghasilkan TFS kaleng ukuran A10 dapat dilihat pada Tabel 3.
Berdasarkan Tabel3 didapatkan total waktu normal dari semua elemen kerja yaitu sebesar 188.08 detik per kaleng dengan total waktu delay sebesar 393.38 detik per kaleng. Waktu total produksi satu kaleng TFS didapat dengan menjumlahkan waktu normal semua elemen kerja dengan waktu delay dari semua elemen kerja. Sehingga, didapatkan waktu baku total untuk memproduksi satu kaleng TFS ukuran A10 sebesar 581.46 detik. Pada Tabel 3 juga terlihat bahwa waktu baku terbesar adalah pada elemen kerja Gpe, yaitu elemen kerja pengupasan jambu. Pada elemen kerja Gpe didapatkan nilai waktu baku sebesar 145.57 detik/kaleng. Ini menunjukan bahwa pada elemen kerja Gpe memiliki kontribusi waktu terbesar dalam pembuatan 1 produk TFS A10 yaitu sebesar 145.57 detik/kaleng untuk menghasilkan satu produk TFS kaleng. Sedangkan waktu baku terendah ada pada elemen kerja Pr sebesar 0.09 detik/kaleng.