• Tidak ada hasil yang ditemukan

Trayektori Kendaraan 39

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN 37

5.2   Trayektori Kendaraan 39

Sesuai hasil survei, arus kendaraan yang keluar dari simpang empat Gondomanan ke arah timur sebagian besar berasal dari mulut persimpangan barat, sebagian lagi berasal dari mulut persimpangan selatan, dan sebagian kecil berasal dari mulut persimpangan utara. Kendaraan-kendaraan tersebut akan masuk ke mulut persimpangan Bintaran dari arah barat. Hal ini di diperlihatkan pada Gambar 13.

Gambar 13 Arus lalu-lintas di simpang empat Gondomanan dan Bintaran

Sementara itu, arus kendaraan yang keluar dari simpang empat Bintaran ke arah barat, sebagian besar berasal dari mulut persimpangan timur, sebagian lagi berasal dari mulut persimpangan utara, dan sebagian kecil berasal dari mulut persimpangan selatan. Kendaraan-kendaraan tersebut akan masuk ke mulut persimpangan Gondomanan dari arah timur.

Jarak antara persimpangan Gondomanan dan simpang empat Bintaran sekitar 400 meter. Dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam, kendaraan dapat menempuh jarak tersebut dalam waktu tempuh ωMS = 36 detik. Waktu tersebut cukup realistis ditempuh pada kondisi jam-jam puncak. Pada jam-jam agak longgar, kendaraan dapat menggunakan kecepatan lebih tinggi hingga 60 km/jam, sehingga waktu tempuh hanya 26 detik.

Karena persimpangan di Gondomanan dinyatakan sebagai persimpangan berdiri sendiri, maka sinkronisasi APILL di persimpangan Gondomanan dan Bintaran dilakukan dengan menepatkan pewaktuan APILL di Bintaran. Program sinkronisasi hanya terdapat di APILL Bintaran. Sebagai APILL yang mengatur lalu-lintas di persimpangan yang berdiri sendiri, APILL Gondomanan hanya mengatur isyarat lali- lintas sesuai jadwal di basis data.

Sinkronisasi kedua APILL harus dapat menjadikan kendaraan yang masuk ke mulut timur persimpangan Gondomanan dan mulut barat persimpangan Bintaran langsung mendapat isyarat hijau atau tidak terlalu lama menanti isyarat hijau. Terdapat dua tujuan yang harus dicapai sinkronisasi ini.

41

1. Menepatkan waktu hijau APILL di mulut barat persimpangan Bintaran agar sebagian besar kendaraan yang keluar dari simpang empat Gondomanan langsung mendapat isyarat hijau atau tidak terlalu lama menanti isyarat hijau sesampainya di mulut persimpangan arah barat Bintaran.

2. Menepatkan waktu hijau APILL di mulut persimpangan Bintaran dari arah timur agar sebagian besar kendaraan yang keluar dari simpang empat Bintaran langsung mendapat isyarat hijau atau tidak terlalu lama menanti isyarat hijau sesampainya di mulut persimpangan Gondomanan dari arah timur.

Dengan menggunakan urutan fase pada Gambar 1, untuk mencapai tujuan pertama, waktu hijau arah barat atau h4 di APILL Bintaran harus diatur agar mempunyai offset ωMS terhadap waktu hijau arah barat atau h4 di APILL Gondomanan. Dengan kata lain, h4 di APILL Bintaran harus tertinggal ωMS terhadap h4 di APILL Gondomanan. Sedangkan, untuk mencapai tujuan kedua, h2 di APILL Bintaran harus diatur agar mempunyai offset -ωMS terhadap h2 di APILL Gondomanan. Dengan kata lain, h2 di APILL Bintaran harus tertinggal ωMS terhadap h2 di APILL Gondomanan.

Atas dasar pertimbangan tersebut pewaktuan kedua APILL dibuat mengikuti diagram ruang waktu pada Gambar 14. Pada diagram tersebut, waktu hijau bagi mulut persimpangan Bintaran arah barat untuk siklus ke-j mempunyai offset sebesar ΔtS:j. Bagi APILL Bintaran, parameter ΔtS:j bernilai selisih waktu antara diterimanya data sinkronisasi dari master (ΔtSM:j) dengan waktu akan dieksekusinya algoritma sinkronisasi di slave (ΔtSS:j). Nilai tersebut harus sama dengan waktu tempuh kendaraan dari master ke slave. Dengan kata lain ΔtS:j = ωMS. Pada jam-jam sibuk ΔtS:j dapat diberi nilai 36 detik. Nilai tersebut dapat diubah dari waktu ke waktu sesuai perkiraan waktu tempuh kendaraan dari persimpangan Gondomanan ke persimpangan Bintaran saat itu.

Gambar 14 Perkiraan trayektori optimal pada jam-jam puncak

Gambar 14 memperlihatkan perkiraan trayektori kendaraan, yaitu diagram ruang waktu pergerakan kendaraan dari persimpangan Gondomanan ke Bintaran dan sebaliknya. Bagi kedua persimpangan, h4 merupakan waktu hijau fase 4 yaitu mulut persimpangan arah barat. Sesuai dengan gambar trayektori tersebut, dengan sinkronisasi ini diharapkan kendaraan dari mulut barat persimpangan Gondomanan langsung mendapat isyarat hijau setibanya di mulut persimpangan Bintaran dari arah barat. Sementara itu, kendaraan dari mulut selatan persimpangan Gondomanan hanya akan menunggu paling lama sekitar 40 detik untuk mendapatkan isyarat hijau.

Urutan fase pada APILL Gondomanan tetap mengikuti arah jarum jam. Fase pertama untuk arah utara. Hal ini untuk menjaga keamanan kendaraan dan memperkecil konflik pergerakan kendaraan di persimpangan tersebut.

Sementara itu, tujuan sinkronisasi nomor dua di atas tidak dapat diwujudkan jika urutan fase di persimpangan Bintaran tetap mengikuti arah jarum jam. Urutan fase APILL Bintaran pada Gambar 15 merupakan satu-satunya alternatif terbaik untuk mewujudkan tujuan sinkronisasi ke dua. Dengan urutan ini, fase 1 memberikan jalan bagi kendaraan dari arah selatan, fase 2 memberikan jalan bagi kendaraan dari arah barat, fase 3 memberikan jalan bagi kendaraan dari arah timur, fase 4 memberikan jalan bagi kendaraan dari arah barat. Karena mulut persimpangan arah selatan dan utara mempunyai jarak agak panjang, maka fase 1 mempunyai waktu delta melebihi dari fase-fase yang lain. Fase ini mempunyai waktu delta 8 detik, sementara fase lain hanya 5 detik.

43

Gambar 15 Urutan fase di APILL Gondomanan dan Bintaran

Dengan pengaturan seperti ini, sebagian besar kendaraan yang masuk ke mulut timur persimpangan Gondomanan rata-rata menunggu 40 detik untuk mendapatkan isyarat hijau. Hal ini terlihat pada diagram ruang waktu trayektori pada Gambar 14.

Untuk mewujudkan urutan fase sebagaimana Gambar 15, nilai variabel fase yang disimpan di basis data master dan slave mengikuti Tabel 5. Dengan urutan tersebut awal siklus di simpang empat Gondomanan dimulai dari arah utara; sedangkan di simpang empat Bintaran dimulai dari arah selatan. Untuk kedua persimpangan, setiap siklus diakhiri dengan pemberian isyarat hijau untuk fase 4 yaitu mulut persimpangan dari arah barat.

Tabel 5 Pengaturan arah setiap fase di APILL master dan slave

Fase Arah Master Slave 1 1 (utara) 3 (selatan) 2 2 (timur) 1 (utara) 3 3 (selatan) 2 (timur) 4 4 (barat) 4 (barat)

Dokumen terkait