TLI adalah sebuah model yang diuji terhadap sebuah baseline model. Nilai yang direkomendasikan sebagai acuan untuk diterimanya sebuah model adalah penerimaan ≥0,95 nilai yang sangat mendekati 1 menunjukkan a verry good fit. 7. CFI – COMPERATIF FIT INDEX
Besaran indeks ini adalah pada rentang nilai sebesar 0-1, dimana semakin mendekati 1, mendidentifikasikan tingkat fit yang paling tinggi (a very good fit). Nilai yang direkomendasikan adalah CFI > 0.95. Keunggulan dari indeks ini besarnya tidak dipengaruhi oleh ukuran sampel karena itu sangat baik untuk mengukur tingkat penerimaan sebuah model. Indeks CFI adalah identik dengan
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Deskr ipsi Obyek Penelitian 4.1.1. Sejer ah singkat Per usahaan
Toshiba, adalah perusahaan Jepang yang memproduksi dan memasarkan berbagai peralatan listrik dan produk elektronik yang canggih, yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang. Toshiba dinilai sebagai perusahaan no 7 dunia untuk produsen terintegrasi untuk peralatan listrik, elektronik dan sebagai pembuat chip. Toshiba Semikonduktor termasuk 20 besar pemimpin penjualan semikonduktor di dunia.
Merger pada tahun 1939 dari Shibaura Seisakusho dan Tokyo Denki menciptakan sebuah perusahaan baru disebut Tokyo Shibaura Denki dan dijuluki sebagai Toshiba. Tapi pada baru tahun 1984 perusahaan itu resmi berubah menjadi Toshiba Corporation. Grup ini makin kuat melalui pertumbuhan internal dan melalui akuisisi perusahaan rekayasa alat berat dan perusahaan industri primer pada 1940-an dan 1950-an. Kemudian pada 1970-an dan seterusnya, anak perusahaan mulai didirikan, yaitu: grup Toshiba Lighting & Teknologi (1989), Toshiba Carrier Corporation (1999), Toshiba Elevator & Building System Corp (2001), Toshiba Solutions Corp (2003),
Toshiba Medical Systems Corp (2003) dan Toshiba Materials Co Ltd (2003).
Toshiba Corporation adalah salah satu perusahaan diversifikasi produsen dan pemasar produk digital, perangkat elektronik dan komponen, sistem infrastruktur sosial dan Home appliances. Sebagai pendiri dan inovator terkemuka dalam komputasi portabel dan produk-produk jaringan, Toshiba mulai memasarkan notebook, PC, dan PC server untuk rumah, kantor dan pengguna mobile. Toshiba Qosmio Notebook PC memimpin jalan dalam konvergensi komputasi dan kemampuan, menawarkan konsumen yang lengkap solusi hiburan pribadi. Sementara itu, seri “Tipis dan Ringan” membawa tingkat mobilitas tinggi dan daya tahan untuk notebook PC untuk penggunaan bisnis di era ini.
Toshiba memproduksi semua jenis laptop, dari model Libretto yang lucu dan ultra portabel sampai model multimedia Qosmio keren. Laptop Toshiba juga populer di Amerika dan Eropa. Apakah pengguna mencari pengganti desktop, laptop untuk mahasiswa atau laptop untuk game, akan ada sesuatu yang cocok bagi mereka di antara rangkaian yang tak terhitung jumlahnya seperti notebook Toshiba Libretto, Portege, Qosmio, Satellite dan Portege.
Ber bagai Model Laptop Toshiba
Toshiba Satellite: Notebook Toshiba Satellite adalah produk yang tepat untuk orang-orang yang ingin mendapatkan produk berkualitas, berteknologi tinggi dengan harga yang terjangkau dengan desain yang stylish dan kinerja yang solid. Laptop Toshiba Satellite dapat menjalankan aplikasi bisnis paling kompleks serta menyimpan dokumen yang besar, file media digital dan software produktivitas.
Toshiba Tecr a: Laptop Toshiba Tecr a memiliki keuntungan tambahan mobilitas dan daya tahan yang dapat menggantikan komputer desktop high-end. Laptop Toshiba Tecr a adalah notebook convertible serius untuk bisnis profesional yang tidak akan berkompromi konsistensi, kehandalan dan keawetan yang saat ini menjadi tuntutan lingkungan bisnis. Dengan Toshiba Tecra Tablet PC Anda dapat memasukkan dan meninjau data, menelusuri informasi dan mengirim email dengan keyboard atau pena digital – mana yang terbaik bagi Anda.
Toshiba Qosmio: Laptop Toshiba Qosmio berbobot rata-rata sekitar 4,4kg. Raksasa ini hanya cocok untuk para gamer, programer yang membutuhkan teknologi tinggi, dan editor foto dan video yang memerlukan mobilitas dalam bekerja.
Toshiba Por tege: Laptop Toshiba Por tege memiliki design ringan dan stylish. Seorang teman yang sempurna bagi mereka yang sering mobile untuk tujuan bisnis. Toshiba Portege memiliki tampilan menakjubkan yang sesuai untuk
bekerja dan bermain. Notebook Toshiba Por tege memiliki hard drive yang menyediakan kapasitas yang cukup untuk menyimpan dokumen, file media digital, dan software produktivitas. Portege mempunyai kecepatan pemrosesan yang bagus, grafis yang memukau, dan koneksi Internet kecepatan tinggi dari perangkat terbaik, semuanya berjalan dengan halus dan ringan dengan bentuk design yang membanggakan pemakai.
4.1.2. Komitmen Toshiba
Komitm ent Toshiba Gr ou p
Berlandaskan komitmen kepada masyarakat dan bagi masa depan, ditentukan untuk menolong menciptakan satu mutu lebih tinggi dari hidup bagi seluruh orang-orang, dan untuk lakukan bagian kita untuk menolong memastikan kemajuan itu berlanjut diantara komunitas dunia.
Komitm en Kepad a Ma syar ak at
Toshiba mengandalkan untuk melayani kebutuhan dari semua orang-orang, terutama pelanggan kita, pemegang andil, dan karyawan, dengan menerapkan pandangan ke depan perusahaan strategi saat menyelesaikan bertanggung jawab dan kegiatan usaha mau mendengarkan. Sebagai warga perusahaan baik, kita dengan aktif mendukung untuk mencapai tujuan masyarakat.
Komitm en untuk ma sa depan
Secara terus menerus teknologi inovatif yang berkembang memusat pada bidang dari Elektronik dan Daya, kita membekerja keras ciptakan produk dan jasa yang menambahkan hidup manusia, dan yang memimpin ke satu tumbuh dengan subur, masyarakat sehat. Kita secara konstan mencari pendekatan lagi pertolongan itu menyadari gol dari komunitas dunia, meliputi jalan untuk meningkatkan lingkungan global.
Gambar 4.1. Komitmen Toshiba
Sumber : Toshiba Corp.
4.1.3. Tuju an Per usaha an
Sebelum menganalisa data yang diperoleh khususnya masalah yang dihadapi perusahaan, terlebih dahulu perlu diketahui tujuan
terwujud pasti mempunyai tujuan yang merupakan sasaran utama yang akan dicapai. Dengan menentukan tujuan yang hendak dicapai, berarti perusahaan atau setiap kegiatan yang terealisir dapat merupakan pedoman dalam menjalankan operasi atau sebagai koreksi dan ukuran sejauhmana hasil yang diperoleh.
Demikian pula dengan PT. Toshiba juga mempunyai tujuan dalam menjalankan operasinya yaitu :
a. Tujuan jangka pendek
Tujuan jangka pendek yang ingin dicapai oleh perusahaan adalah : 1. Berusaha meningkatkan produktivitas kerja perusahaan
2. Dapat mempertahankan posisi perusahaan dalam persaingan 3. Berusaha meningkatkan kualitas perusahaan.
b. Tujuan jangka panjang
Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai oleh perusahaan adalah : 1. Mencapai laba optimal
2. Menjaga kontinuitas perusahaan
3. Membantu pelaksanaan program pemerintah dalam penyediaan kesempatan kerja
4.2. Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.2.1. Analisis Statistik Deskr iptif
Gambaran statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran jawaban responden berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap unsur-unsur yang ada pada setiap variabel.
a. Deskr ipsi r esponden ber dasarkan jenis kelamin
Identitas Responden Menurut Jenis Kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.1. Dalam Tabel 4.1 terlihat bahwa dari 110 responden 100 responden (83%) adalah laki-laki, 10 responden (17%) perempuan.
Tabel 4.1
Identitas Responden Menur ut J enis Kelamin
J enis Kelamin J umlah Per senta se
Laki-Laki 100 83
Perempuan 10 17
Total 110 100
Sumber : Lampiran.
b. Deskr ipsi r esponden ber dasarkan kelompok umur
Pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa responden yang berusia 36–45 tahun sejumlah 44 orang (37%) selanjutnya, yang berumur sekitar 25–35 tahun sejumlah 40 orang (25%), selanjutnya responden yang berusia lebih dari 46-55 tahun sejumlah 21 orang (22%) dan yang terakhir adalah responden yang berusia 55 tahun sebanyak 5 orang (16%).
Tabel 4.2
Identitas Responden Menur ut Umur
No Umur Jumlah (orang) Persentase (%)
1. 25 – 35 tahun 40 25
2. 36 – 45 tahun 44 37
3. 46 – 55 tahun 21 22
4. > 55 tahun 5 16
Total 110 100
c. Deskr ipsi r esponden ber dasarkan kelompok pendidikan
Pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa responden terbesar adalah berpendidikan D3 sebanyak 52 orang (38%), selanjutnya responden yang berpendidikan S1 sebanyak 32 orang (29%), dan D1 masing-masing sebanyak sejumlah 32orang (29%), SMU sejumlah 14 orang (14%).
Tabel 4.3
Identitas Responden Menur ut Pendidikan No Jabatan Jumlah (orang) Persentase (%)
1. SMU 14 14
2. D1 32 29
3. D3 52 38
4. S1 32 29
Total 110 100
4.2.1.1. Deskr ipsi Hasil Penelitian a. Iklan (X1)
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan kepada para responden yang berjumlah 110 orang diperoleh jawaban sebagai berikut :
Tabel 4.4. Hasil J awaban Responden untuk Per ta nyaan Var iabel Ik lan (X1)
No Pertanyaan Skor Jawaban Total
1 2 3 4 5 6 7
1 Pengenalan iklan Notebook Toshiba
0 0 0 5 59 42 4 110
0 0 0 4.5 53.6 38.2 3.6 2 Kemampuan iklan dalam
menjelaskan keunggulan Notebook Toshiba
0 0 0 11 43 49 7 110
0 0 0
10.0 39.1 44.5 6.4 3 Kekuataan pengaruh iklan
Notebook Toshiba
0 0 0 11 45 48 6 110
0 0 0 10.0 40.9 43.6 5.5
Jumlah 0 0 0 27 147 139 17
Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner (diolah peneliti)
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner diketahui bahwa jawaban yang diberikan reseponden cukup bervariatif. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya responden yang memberikan jawaban dengan skor 4 hingga 7. Akan tetapi bila dicermati akan terlihat bahwa jawaban responden yang terbesar berada pada skor 5. Responden cenderung memberikan pendapat bahwa pengenalan iklan Notebook Toshiba.
b. Har ga (X2)
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan kepada para responden yang berjumlah 110 orang diperoleh jawaban sebagai berikut :
Tabel 4.5. Hasil J awaban Responden untuk Per ta nyaan Var iabel Harga (X2)
No Pertanyaan Skor Jawaban Total
1 2 3 4 5 6 7
1 Harga yang ditawarkan 0 0 0 8 48 54 0 110
0 0 0 7.3 43.6 49.1 0
2 Potongan harga yang diberikan kepada konsumen
0 0 0 3 60 46 1 110
0 0 0 2.7 54.5 41.8 0.9
3 Bonus yang diberikan kepada konsumen
0 0 0 4 56 49 1 110
0 0 0 3.6 50.9 44.5 0.9
Jumlah 0 0 0 15 164 149 2
Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner (diolah peneliti)
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner diketahui bahwa jawaban yang diberikan reseponden cukup bervariatif. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya responden yang memberikan jawaban dengan skor 4 hingga 7. Akan tetapi bila dicermati akan terlihat bahwa jawaban responden yang terbesar berada pada skor 5. Responden cenderung memberikan pendapat bahwa potongan harga yang diberikan kepada konsumen masih kurang besar.
c. Minat Beli (Y)
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan kepada para responden yang berjumlah 110 orang diperoleh jawaban sebagai berikut :
Tabel 4.6. Hasil J awaban Responden untuk Per ta nyaan Var iabel Minat Beli (Y)
No Pertanyaan Skor Jawaban Total
1 2 3 4 5 6 7
1 Menganalisa keinginan dan kebutuhan
0 0 0 3 59 46 2 110
0 0 0 2.7 53.6 41.8 1.8 2 Pencarian informasi tentang
sumber-sumber dan menilainya
0 0 0 5 61 40 4 110
0 0 0 4.5 55.5 36.4 3.6
3 Menetapkan tujuan pembelian dan menyeleksi terhadap alternatif pembelian
0 0 0 3 58 46 3 110
0 0 0 2.7 52.7 41.8 2.7 4 Proses dalam pembelian yang
nyata
0 0 0 7 46 55 2 110
0 0 0 6.4 41.8 50.0 1.8 5 Apakah produk yang dipilih
telah memuaskan
0 0 0 1 36 70 3 110
0 0 0 0.9 32.7 63.6 2.7
Jumlah 0 0 0 19 260 257 14
Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner (diolah peneliti)
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner diketahui bahwa jawaban yang diberikan reseponden cukup bervariatif. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya responden yang memberikan jawaban dengan skor 4 hingga 7. Akan tetapi bila dicermati akan terlihat bahwa jawaban responden yang terbesar berada pada skor 5. Responden cenderung memberikan pendapat bahwa minat beli konsumen terhadap Notebook Toshiba masih kurang begitu besar.
4.2.2. Uji Outlier Multivar iate
Outlier adalah observasi atau data yang memiliki karakteristik unik
yang terlihat sangat berbeda jauh dari observasi-observasi lainnya dan muncul dalam bentuk nilai ekstrim untuk sebuah variabel tunggal atau variabel kombinasi atau mutivariat (Hair, 1998). Evaluasi terhadap outlier
multivariate (antar variabel) perlu dilakukan sebab walaupun data yang
dianalisis menunjukkan tidak ada outliers pada tingkat univariate, tetapi observasi itu dapat menjadi outliers bila sudah saling dikombinasikan. Jarak antara Mahalanobis untuk tiap-tiap observasi dapat dihitung dan akan menunjukkan sebuah observasi dari rata-rata semua variabel dalam sebuah ruang multidimensional (Hair.dkk, 1998; Tabachnick & Fidel, 1996). Uji terhadap outliers multivariate dilakukan dengan menggunakan jarak Mahalanobis pada tingkat p < 1%. Jarak Mahalanobis itu dievaluasi dengan menggunakan χ² (chi kuadrat) pada derajat bebas sebesar jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil uji outlier tampak pada tabel berikut :
Tabel 4.7. Hasil Uji Outlier Multivar iate
Minim um Maxim um Mean
St d.
Deviat i on N Pr edi ct ed Value 21.976 86 .363 55.50 0 13 .753 110 St d. Pr edi ct ed Val ue - 2. 438 2.24 4 0.00 0 1.00 0 110 St an dar d Er ror of Pr edict ed
Value 6. 873 15 .185 9.90 8 1.53 4 110
Adj u st ed Pr edict ed Value 22.883 90 .383 55.62 9 14 .141 110
Residual - 60. 670 66 .840 0.00 0 28 .781 110
St d. Resi dual - 1. 999 2.20 2 0.00 0 0.94 8 110
St u d. Residual - 2. 104 2.34 0 - 0.002 1.00 4 110 Delet ed Residual - 67. 223 75 .472 - 0.129 32 .267 110 St u d. Delet ed Residual - 2. 142 2.39 6 - 0.001 1.01 1 110 Mahal anobis Dist ance [ MD] 4. 598 2 6 . 2 8 8 10.90 0 3.73 4 110
Berdasarkan tabel diatas, setelah dilakukan pengujian ditemukan bahwa tidak terdapat outlier multivariat [antar variabel], karena MD Maksimum 26,288 < 31,264
4.2.3. Uji Reliabilitas
Seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa Cronbach’s
Alpha ini digunakan untuk mengestimasi reliabiltas setiap skala (variabel
atau observasi indikator). Sementara itu item to total correlation digunakan untuk memperbaiki ukuran – ukuran dan mengeliminasi butir – butir yang kehadirannya akan memperkecil koefisien Cronbach’s Alpha yang dihasilkan (Purwanto, 2002). Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.8. Pengujian Reliability Consistency Inter nal Konst rak I ndikat or I t em t o Tot al
Corr elat i on
Koef isien Cron bach's Alpha Adver t isi ng X11 0.751 0.75 0 X12 0.847 X13 0.848 Price X21 0.537 0.42 1 X22 0.749 X23 0.771
Pu rchase I nt ent ion
Y1 0.595 0.66 6 Y2 0.688 Y3 0.696 Y4 0.615 Y5 0.686 Sumber : Lampiran
Koefisien Cronbach’s Alpha dihitung untuk mengestimasi reliabilitas setiap skala [variabel atau indikator observasian]. Sementara itu item to total correlation digunakan untuk memperbaiki ukuran-ukuran dan mengeliminasi item-item yang kehadirannya akan memperkecil koefisien
Proses eleminasi diperlakukan pada item to total correlation pada indikator yang nilainya < 0,5 [Purwanto,2003]. Terjadi eliminasi karena nilai item to total correlation indikator belum seluruhnya ≥ 0,5. Indikator yang tereliminasi tidak disertakan dalam perhitungan cronbach's alpha. Perhitungan cronbach's dilakukan setelah proses eliminasi.
Hasil pengujian reliabilitas konsistensi internal untuk setiap construct di atas menunjukkan cukup baik dimana koefisien Cronbach’s Alpha yang diperoleh belum seluruhnya memenuhi rules of thumb yang disyaratkan yaitu ≥ 0,7.
4.2.4. Uji Validitas
Validitas menyangkut tingkat akurasi yang dicapai oleh sebuah indikator dalam menilai sesuatu atau akuratnya pengukuran atas apa yang seharusnya diukur, karena indikator multidimensi, maka uji validitas dari setiap latent variable / construct akan diuji dengan melihat loading factor dari hubungan antara setiap observed variable dan latent variable. Hasil analisis tampak pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.9. Hasil Uji Validitas
Konst rak I ndikat or Fakt or Loading
1 2 3 4 Advertising X11 0. 511 X12 0. 674 X13 0. 897 Pri ce X21 0.025 X22 0.743 X23 0.783 Pu rchase Y1 0.74 8 Y2 0.68 0 Y3 0.49 7
Berdasarkan hasil confirmatory factor analysis terlihat bahwa factor loadings masing masing butir pertanyaan yang membentuk setiap construct belum seluruhnya ≥ 0,5, sehingga butir-butir instrumentasi setiap konstruk tersebut dapat dikatakan validitasnya kurang baik.
4.2.5. Uji Construct Reliability Dan Variance Eztracted
Selain melakukan pengujian konsistensi internal Cronbach’s
Alpha, perlu juga dilakukan pengujian construct reliability dan variance
extracted. Kedua pengujian tersebut masih dalam koridor uji konsistensi
internal yang akan memberikan peneliti kepercayaan diri yang lebih besar bahwa indikator – indikator individual mengukur suatu pengukuran yang sama (Purwanto, 2002). Dan variance extracted direkomendasikan pada tingkat 0,50. Hasil perhitungan construct reliability dan variance extracted dapat dilihat dalam tabel di bawah ini
Tabel 4.10. Constr uct Reliability & Var iance Extr ated Konst rak I ndikat or
St an dar dize Fact or Loading SFL Kuadrat Error [ εj ] Const ru ct Reliabilit y Vari ance Ext r at ed Advert isin g X11 0.51 1 0.261 0.73 9 0.745 0.50 7 X12 0.67 4 0.454 0.54 6 X13 0.89 7 0.805 0.19 5 Price X21 0.02 5 0.001 0.99 9 0.567 0.38 9 X22 0.74 3 0.552 0.44 8 X23 0.78 3 0.613 0.38 7 Pu rchase I nt ent ion Y1 0.74 8 0.560 0.44 0 0.631 0.28 4 Y2 0.68 0 0.462 0.53 8 Y3 0.49 7 0.247 0.75 3 Y4 0.28 5 0.081 0.91 9 Y5 0.26 5 0.070 0.93 0 Sumber : Lampiran
Selain melakukan pengujian konsistensi internal Cronbach’s Alpha, perlu juga dilakukan pengujian construct reliability dan variance extracted. Kedua pengujian tersebut masih termasuk uji konsistensi internal yang akan memberikan peneliti kepercayaan diri yang lebih besar bahwa indikator-indikator individual mengukur suatu pengukuran yang sama.
Hasil pengujian reliabilitas instrumen dengan construct reliability dan variance extracted menunjukkan instrumen kurang reliabel, yang ditunjukkan dengan nilai construct reliability belumseluruhnya ≥ 0,7. Meskipun demikian angka tersebut bukanlah sebuah ukuran “mati” artinya bila penelitian yang dilakukan bersifat exploratory, maka nilai di bawah 0,70 pun masih dapat diterima sepanjang disertai alasan–alasan empirik yang terlihat dalam proses eksplorasi. Dan variance extracted direkomendasikan pada tingkat 0,50.
4.2.6. Uji Nor malitas
Uji normalitas sebaran dilakukan dengan Skewness Value dari data yang digunakan yang biasanya disajikan dalam statistik deskriptif. Nilai statistik untuk menguji normalitas itu disebut z-value. Bila nilai-z lebih besar dari nilai kritis maka dapat diduga bahwa distribusi data adalah tidak normal. Nilai kritis dapat ditentukan berdasarkan tingkat signifikansi 0,01 (1%) yaitu sebesar ± 2,58. Hasilnya diperoleh nilai c.r. multivariat diantara ±
digunakan dalam estimasi selanjutnya. Hasil analisis tampak pada tabel berikut :
Tabel 4.11. Assessment of Normality
Variable m in m ax kurt osis c.r.
X11 4 7 - 0. 117 - 0. 251 X12 4 7 - 0. 381 - 0. 815 X13 4 7 - 0. 373 - 0. 798 X21 4 6 - 0. 593 - 1. 269 X22 4 7 - 0. 654 - 1. 400 X23 4 7 - 0. 590 - 1. 264 Y1 4 7 - 0. 450 - 0. 962 Y2 4 7 - 0. 045 - 0. 096 Y3 4 7 - 0. 330 - 0. 706 Y4 4 7 - 0. 315 - 0. 673 Y5 4 7 - 0. 231 - 0. 495 M u l t i v a r i a t e - 5. 353 - 1 .6 6 0 Ba t as N o r m al ± 2 ,5 8 Sumber : Lampiran
Uji normalitas sebaran dilakukan dengan Kurtosis Value dari data yang digunakan yang biasanya disajikan dalam statistik deskriptif. Nilai statistik untuk menguji normalitas itu disebut Z-value. Bila nilai-Z lebih besar dari nilai kritis maka dapat diduga bahwa distribusi data adalah tidak normal. Nilai kritis dapat ditentukan berdasarkan tingkat signifikansi 0,01 [1%] yaitu sebesar ± 2,58.
Hasil uji menunjukkan bahwa nilai c.r. mutivariate berada di antaraq ± 2,58 itu berarti asumsi normalitas terpenuhi. Fenomena ini tidak menjadi masalah serius seperti dikatakan oleh Bentler & Chou [1987] bahwa jika teknik estimasi dalam model SEM menggunakan maximum likelihood estimation [MLE] walau ditribusi datanya tidak normal masih dapat menghasilkan good estimate, sehingga data layak untuk digunakan dalam estimasi selanjutnya.
4.2.7. Evaluasi Model One-Steep Approach to SEM
Dalam model SEM, model pengukuran dan model struktural parameter-parameternya diestimasi secara bersama-sama. Cara ini agak mengalami kesulitan dalam memenuhi tuntutan fit model. Kemungkinan terbesar disebabkan oleh terjadinya interaksi antara measurement model dan structural model yang diestimasi secara bersama-sama (one – steep approach to SEM). One – steep approach to SEM digunakan bila model dilandasi teori yang kuat serta validitas dan reliabilitas data sangat baik.
Tabel 4.12. Evaluasi Kr iter ia Goodness of Fit Indeces Krit eri a Hasil Ni lai Kr it is Eval uasi Model
Cm in/ DF 3.957 ≤ 2,00 kuran g baik Probabil it y 0.000 ≥ 0,05 kuran g baik RMSEA 0.165 ≤ 0,08 kuran g baik GFI 0.802 ≥ 0,90 kuran g baik AGFI 0.682 ≥ 0,90 kuran g baik TLI 0.505 ≥ 0,95 kuran g baik CFI 0.631 ≥ 0,94 kuran g baik Sumber : Lampiran
Dari hasil evaluasi terhadap model one step approach modifikasi ternyata dari semua kriteria goodness of fit yang digunakan, seluruhnya menunjukkan hasil evaluasi model yang kurang baik, berarti model telah sesuai dengan data. Artinya, model konseptual yang dikembangkan dan dilandasi oleh teori telah sepenuhnya didukung oleh fakta.
Tabel 4.13. Evaluasi Kr iter ia Goodness of Fit Indeces Krit eri a Hasil Ni lai Kr it is Eval uasi
Model Cm in/ DF 1.030 ≤ 2,00 bai k Probabil it y 0.419 ≥ 0,05 bai k RMSEA 0.017 ≤ 0,08 bai k GFI 0.943 ≥ 0,90 bai k AGFI 0.900 ≥ 0,90 bai k TLI 0.995 ≥ 0,95 bai k CFI 0.997 ≥ 0,94 bai k
Dari hasil evaluasi terhadap model one step Elimination model ternyata dari semua kriteria goodness of fit yang digunakan, belum seluruhnya menunjukkan hasil evaluasi model yang baik, berarti model belum sesuai dengan data. Artinya, model konseptual yang dikembangkan dan dilandasi oleh teori belum sepenuhnya didukung oleh fakta. Dengan demikian model ini masing perlu dimodifikasi sebagaimana terdapat di bawah ini.
4.2.8. Uji Kausalitas
Dilihat dari angka determinant of sample covariance matrix : 21.446 > 0 mengindikasikan tidak terjadi multicolinierity atau singularity dalam data ini sehingga asumsi terpenuhi. Dengan demikian besaran koefisien regresi masing-masing faktor dapat dipercaya sebagaimana terlihat pada uji kausalitas di bawah ini.
Tabel 4.14. Data Uji Kausalitas
Ust d St d
Prob.
Fakt or Fakt or Est i m at e Est im at e
Purchase I n ent ion Adver t isi ng 0.057 0. 133 0.20 4
≤
4.4Pembahasan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dengan menggunakan SEM (Stuctural Equation Modeling) dan pembahasan hasil penelitian yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan hal-hal untuk menjawab permasalahan sebagai berikut :
a. Iklan tidak memiliki kontribusi terhadap minat beli Notebook Toshiba. Hasil ini menunjukkan bahwa Notebook Toshiba dalam iklannya kurang dapat memberikan informasi yang lengkap dan benar mengenai produknya.
b. Harga memiliki kontribusi terhadap minat beli Notebook Toshiba. Hasil ini menunjukkan bahwa harga Notebook Toshiba dipandangan responden sudah sesuai dengan kualitas produk itu sendiri
5.2. Sar an
Sehubungan dengan permasalahan dari hasil analisa data yang telah disajikan dihasil penelitian,maka dapat dikemukakan beberapa saran yang bermanfaat, antara lain :
a. Produsen dapat menurunkan harga Notebook Toshiba atau setidaknya mampu mempertahankan harga yang telah ditetapkan, namun tetap memperhatikan kualitas produk.
b. Sebagai pertimbangan untuk penelitian berikutnya, disarankan agar menggunakan variabel lain diluar penelitian ini yang diduga mempunyai hubungan dengan minat beli.
___________, 1991, Managing Brand Equity; Capitalizing on the Value of Brand Name, Free Press, New York.
Assael, 1993, Consumer Behavior and Marketing Action. 6th ed., Cincinnati OH: South Western College Publishing
Daniri, 2007. Loyalitas Pelanggan: Sebuah Kajian Konseptual Sebagai Panduan Bagi Penelitian Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia.
Ferdinand, Agusty, 2002, Structural Equation Modeling dalam penelitian
Manajemen, Edisi kedua, BP Undip Semarang.
Hair, J.F. et. al. 1998, Multivariate Data Analysis, Fifth Edition, Prentice-Hall International, Inc., New Jersey.
Hartline, Michael D. and O.C. Ferrell, 1996, “The Management of Customer-Contact Service Employees : An Empirical Investigation”, Journal of
Marketing. 60 (4) : 52-70.
Jefkins, Frank. 2007. Public Relations (Edisi Keempat). Jakarta : Erlangga. Nova,
Firsan.
Kotler, P., ,1997, Manajemen Pemasaran, Edisi Milenium, Jakarta, Prehallindo. ___________,2000, Manajemen Pemasaran, Edisi Revisi, Jakarta, Prehallindo. ___________, & Amstrong, G. 2001. Marketing An Introduction (3rd). Amerika:
Prentice – Hall, inc.
Kristanto Wicaksono, 2009, Pengaruh Harga, Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Beli Konsumen di APotek Barito Farma Sukoharjo
Lamb, dkk, 2005, Pemasaran Buku 1, Penerbit Salemba Empat, Jakarta
Parasuraman A.; Leonard L. Berry; Valerie Zeithaml, 1991, Delivery Quality
Service: Balancing Customer Perseptions and Expectation, The Free
Sari, Kurniawati, 2009, Pengaruh Harga dan Iklan terhadap Minat beli Sepeda Motor Honda (Studi Kasus pada Konsumen di Kelurahan Tegalsari Semarang)
Shimp Terence. 2003, Periklanan Promosi, Jakarta : Erlangga
Sulistiyawati, 2009, Analisis Pengaruh Citra Merek Dan Kualitas Produk