1. Dalam melalui proses belajar, peserta didik selalu melalui tahap ini, yaitu …..
a. Tahap Informasi, Tahap Transformasi, Tahap Evaluasi b. Tahap Ikonik, Tahap Enaktif, Tahap Evaluasi
c. Tahap Informasi, Tahap Enaktif, Tahap Evaluasi
d. Tahap Informasi, Tahap Transformasi, Tahap Induktif e. Tahap Ikonik, Tahap Transformasi, Tahap Evaluasi
2. Di bawah ini merupakan manfaat dari belajar menemukan, kecuali…
a. Belajar penemuan dapat digunakan untuk menguji apakah belajar sudah bermakna;
b. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik akan tertinggal lama dan mudah diingat;
c. Belajar penemuan sangat diperlukan dalam pemecahan masalah sebab yang diinginkan dalam belajar adar peserta didik dapat mendemonstrasikan pengetahuan yang diterima;
d. Transfer dapat ditingkatkan dimana generalisasi telah ditemukan sendiri oleh peserta didik dari pada disajikan dalam bentuk jadi;
e. Penggunaan belajar penemuan mungkin tidak mempunyai pengaruh dalam menciptakan motivas peserta didik;
3. Di bawah ini yang bukan merupakan Langkah Persiapan Model Discovery Learning, adalah
a. Menentukan tujuan pembelajaran.
b. Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik (kemampuan awal, minat, gaya belajar, dan sebagainya).
c. Memilih peserta didik.
d. Menentukan topik-topik yang harus dipelajari peserta didik secara induktif (dari contoh-contoh generalisasi). e. Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa
contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari peserta didik
4. Langkah-langkah dalam mengaplikasikan model discovery learning di kelas terintegrasi dengan TIK adalah
a. Stimulation, Data Collection, Data Processing, Verifivation, Generalitation, Problem Statement
b. Stimulation, Problem Statement, Data Collection, Data Processing, Generalitation, Verifivation.
c. Stimulation, Problem Statement, Data Processing, Data Collection Verifivation, Generalitation
d. Stimulation, Problem Statement, Data Collection, Data Processing, Verifivation, Generalitation
e. Stimulation, Problem Statement, Data Collection, Verifivation, Data Processing, Generalitation
5. Berikut ini adalah urutan langkah-langkah persiapan dalam menerapkan model discovery learning, yaitu :
a. Menentukan tujuan pembelajaran, Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik, Mengembangkan bahan-bahan belajar, Menentukan topik-topik yang harus dipelajari peserta didik secara induktif, Melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik, dan Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks.
b. Menentukan tujuan pembelajaran, melakukan identifikasi karakteristik peserta didik, Memilih materi pelajaran. Menentukan topik-topik yang harus dipelajari peserta didik secara induktif, Mengembangkan bahan-bahan belajar, mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, Melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik.
c. Menentukan tujuan pembelajaran, melakukan identifikasi karakteristik peserta didik, Memilih materi pelajaran. Menentukan topik-topik yang harus dipelajari peserta didik secara induktif, Melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik, Mengembangkan bahan-bahan belajar, mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks,
d. Menentukan tujuan pembelajaran, melakukan identifikasi karakteristik peserta didik, Memilih materi
pelajaran. Mengembangkan bahan-bahan belajar, mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, Menentukan topik-topik yang harus dipelajari peserta didik secara induktif,Melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik.
e. Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik, Memilih materi pelajaran. Mengembangkan bahan-bahan belajar, mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, Menentukan topik-topik yang harus dipelajari peserta didik secara induktif,Melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik, menentukan tujuan pembelajaran.
6. Berikut ini merupakan kelemahan dari model discovery learning, kecuali:
a. Tidak efisien untuk mengajar jumlah peserta didik yang banyak, karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka menemukan teori atau pemecahan masalah lainnya.
b. Harapan-harapan yang terkandung dalam model ini dapat buyar berhadapan dengan peserta didik dan guru yang telah terbiasa dengan cara-cara belajar yang lama.
c. Pembelajaran discovery lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman, sedangkan mengembangkan aspek konsep, keterampilan dan
d. Pada beberapa disiplin ilmu, misalnya IPA kurang fasilitas untuk mengukur gagasan yang dikemukakan oleh para peserta didik
e. Menyebabkan peserta didik mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri.
7. Penerapan Discovery Learning tahap data collection atau pengumpulan data pada pembelajaran terintegrasi dengan TIK adalah
a. Guru menggunakan media presentasi Power Point dengan urutan dari slide awal yaitu menampilkan video atau gambar yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan.
b. Guru bisa menugaskan peserta didik secara berkelompok untuk melakukan wawancara yang berkaitan dengan materi. Dalam melakukan wawancara, peserta didik diwajibkan mendokumentasikan video proses wawancara menggunakan kamera video atau kamera handphone. c. Peserta didik mempresentasikan hasil wawancaranya
menggunakan aplikasi Powerpoint di depan kelas dengan peserta didik lainnya menanggapi presentasinya.
d. Setelah selesai melakukan wawancara, peserta didik membuat laporan hasil wawancara menggunakan
Microsoft Word yang hasil laporannya dikirim ke guru melalui email.
e. Guru dapat mengajukan pertanyaan mengenai tayangan video yang sudah ditayangkan, atau guru dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya setelah menonton tayangan video.
8. Penerapan Discovery Learning tahap stimulation atau pemberian rangsangan pada pembelajaran terintegrasi dengan TIK adalah :
a. Guru menggunakan media presentasi Power Point dengan urutan dari slide awal yaitu menampilkan video atau gambar yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan.
b. Guru dapat mengajukan pertanyaan mengenai tayangan video yang sudah ditayangkan, atau guru dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya setelah menonton tayangan video.
c. Setelah selesai melakukan wawancara, peserta didik membuat laporan hasil wawancara menggunakan Microsoft Word yang hasil laporannya dikirim ke guru melalui email.
d. Peserta didik mempresentasikan hasil wawancaranya menggunakan aplikasi Powerpoint di depan kelas dengan peserta didik lainnya menanggapi presentasinya.
e. Guru bisa menugaskan peserta didik secara berkelompok untuk melakukan wawancara yang berkaitan dengan materi. Dalam melakukan wawancara, peserta didik diwajibkan mendokumentasikan video proses wawancara menggunakan kamera video atau kamera handphone.
9. Penerapan Discovery Learning tahap Data Processing atau Pengolahan Data pada pembelajaran terintegrasi dengan TIK adalah :
a. Peserta didik mempresentasikan hasil wawancaranya menggunakan aplikasi Powerpoint di depan kelas dengan peserta didik lainnya menanggapi presentasinya.
b. Guru bisa menugaskan peserta didik secara berkelompok untuk melakukan wawancara yang berkaitan dengan materi. Dalam melakukan wawancara, peserta didik diwajibkan mendokumentasikan video proses wawancara menggunakan kamera video atau kamera handphone.
c. Setelah selesai melakukan wawancara, peserta didik membuat laporan hasil wawancara menggunakan Microsoft Word yang hasil laporannya dikirim ke guru melalui email.
d. Guru dapat mengajukan pertanyaan mengenai tayangan video yang sudah ditayangkan, atau guru dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk mengemukakan pendapatnya setelah menonton tayangan video.
e. Guru menggunakan media presentasi Power Point dengan urutan dari slide awal yaitu menampilkan video atau gambar yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan.
10. Yang bukan merupakan manfaat dari Discovery Learning dibawah ini adalah:
a. Belajar penemuan dapat digunakan untuk menguji apakah belajar sudah bermakna;
b. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik akan tertinggal lama dan mudah diingat;
c. Belajar penemuan sangat diperlukan dalam pemecahan masalah sebab yang diinginkan dalam belajar adar peserta didik dapat mendemonstrasikan pengetahuan yang diterima;
d. Tidak efisien untuk mengajar jumlah peserta didik yang banyak, karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka menemukan teori atau pemecahan masalah lainnya.
e. Transfer dapat ditingkatkan dimana generalisasi telah ditemukan sendiri oleh peserta didik dari pada disajikan dalam bentuk jadi;