BAB III KEWENANGAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK
D. Tugas dan Kewenangan Dewan Perwakilan Daerah
69
D. Tugas dan Kewenangan Dewan Perwakilan Daerah
Ketentuan tugas dan kewenangan Dewan Perwakilan Daerah disebutkan dalam Pasal 22D UUD 1945, Pasal 23E ayat (2) dan Pasal 23F ayat (1). Pasal 22D berbunyi sebagai berikut:92
1. Dewan Perwakilan Daerah dapat mengajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah.
2. Dewan Perwakilan Daerah ikut membahas rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah; hubungan pusat dan daerah; pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah; pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta perimbangan keuangan pusat dan daerah; serta memberikan pertimbangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat atas rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama.
3. Dewan Perwakilan Daerah dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai: otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara, pajak, pendidikan, dan agama serta menyampaikan hasil pengawasannya itu kepada Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti.
Dari dasar pengaturan kewenangan konstitusional Dewan Perwakilan Daerah di atas, memiliki tiga fungsi yaitu fungsi legislasi, pertimbangan dan pengawasan. Ketiga fungsi Dewan Perwakilan Daerah ini bersifat terbatas,
70
karena pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut terbatas pada bidang-bidang tertentu saja yang menjadi kewenangan Dewan Perwakilan Daerah.93
Selain diatur dalam Pasal 22D, tugas dan wewenang Dewan Perwakilan Daerah juga diatur dalam pasal 23E ayat (2) di mana Dewan Perwakilan Daerah menerima hasil pemeriksaan keuangan negara dari Badan Pemerikasa Keuangan sesuai dengan kewenangannnya. Kemudian dalam Pasal 23F ayat (1) ditegaskan bahwa Dewan Perwakilan Daerah memberikan pertimbangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilihan anggota Badan Pemeriksaan Keuangan.
Dari penegasan dalam pasal 22D, Pasal 23E dan Pasal 23F terlihat bahwa UUD NRI 1945 tidak mengatur secara komprehensif tentang Dewan Perwakilan Daerah, pengaturan Dewan Perwakilan Daerah sangat sumir. Dewan Perwakilan Daerah sama sekali tidak mempunyai kekuasaan apapun. Dewan Perwakilan Daerah hanya memberikan masukan pertimbangan,usulan,ataupun saran, sedangkan yang berhak memutuskan adalah Dewan Perwakilan Rakyat. Karena itu keberadaan Dewan Perwakilan Daerah di samping Dewan Perwakilan Rakyat tidak dapat disebut sebagai bikameralisme dalam arti yang sebenarnya.94
93Salmon E.M. Nirahua, kedudukan dan Kewenangan Dewan Perwakilan Daerah dalam Sistem
Ketatanegaraan Indonesia,...,595
71
Jika Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai kewenangan legislasi undang-undang, Dewan Perwakilan Daerah hanya diberi kesempatan untuk dapat mengusulkan atau membahas beberapa jenis rancangan undang-undang tanpa ikut proses pengambilan keputusan. Kedudukannya hanya bersifat penunjang atau auxiliary terhadap fungsi Dewan Perwakilan Daerah RI di bidang legislasi, sehingga Dewan Perwakilan Daerah hanyalah sebagai co-legislator di samping Dewan Perwakilan Rakyat. Sifat tugasnya dibidang legislasi hanya menunjang (auxiliary agency) tugas konstitusional Dewan Perwakilan Rakyat. Dengan kewenangan yang begitu terbatas, tentu Dewan Perwakilan Daerah tidak dapat dikatakan mempunyai fungsi legislasi.95
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pasal 249 ayat (1) menegaskan tugas dan kewenangan Dewan Perwakilan Daerah yang berbunyi:96
(1) Dewan Perwakilan Daerah mempunyai wewenang dan tugas:
a. Mengajukan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat;
95Stevanus Evan Setio‚ Fungsi Legislasi dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia, Jurnal Hukum, (2013), 13.
96Dilihat Undang-UndangNomor 2 Tahun 2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang
Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pasal 249 ayat (1)
72
b. Ikut membahas rancangan undang-undang yang berkaitan dengan hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
c. Menyusus dan menyampaikan daftar inventaris masalah rancangan undang-undang yang berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat atau Presiden yang berkaitan dengan hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
d. Memberikan pertimbangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat atas rancangan undang tentang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama;
e. Dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan agama
f. Menyampaikan hasil pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan agama kepada DPR sebagai pertimbangan untuk ditindak lanjuti;
g. Menerima hasil pemeriksaan atas keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan sebagai bahan untuk membuat pertimbangan kepada Dadan Perwakilan Rakyat tentang rancangan undang-undang yang berkaitan dengan APBN;
h. Memberi pertimbangan kepada Dadan Perwakilan Rakyat dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan;
i. Menyusun program legislasinasional yang berkaitan dengan otonomi daerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya, serta berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah, dan;
j. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas rancangan peraturan daerah dan peraturan daerah.
E. Eksistensi Dewan Perwakilan Daerah dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia