Guru sebagai pekerjaan profesi, secara holistic adalah berada pada tingkatan tertinggi dalam system pendidikan nasional, karena guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya memiliki otonomi yang kuat.
“Adapun tugas guru sangat banyak baik yang terkait dengan kedinasan dan profesionya di sekolah. Tugas dan tanggungjawab guru begitu berat dan (1) mewariskan kebudayaan dalam bentuk kecakapan, kepandaian dan pengalaman empiric, kepada para muridnya, (2) membentuk kepribadian anak didik sesuai dengan nilai dasar Negara (3) mengantarkan anak didik menjadi warga Negara yang baik. Memfungsikan diri sebagai media dan perantara pembelajaran bagi anak didik (4) mengarahkan dan membimbing anak sehingga memiliki kedewasaan dalam berbicara, bertindak, dan bersikap (5) memfungsikan diri sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat lingkungan baik sekolah negeri maupun swasta (6) harus mampu mengawal dan menegakkan disiplin baik untuk dirinya, maupun murid dan orang lain (7) mengfungsikan diri sebagai administrator dan sekaligus manajer yang disenangi (8) melakukan tugasnya dengan sempurna sebagai amanat profesi (9) guru diberi tanggung jawab paling besar dalam hal perencanaan dan pelaksanaan kurikulum serta evaluasi keberhasilannya (10) membimbing anak untuk belajar memahami dan menyelesaikan masalah yang dihadapi muridnya dan (11) guru harus dapat merangsang anak didik untuk memiliki semangat yang tinggi dan gairah yang kuat dalam membentuk kelompok studi, mengembangkan kegiatan ekstra kurikuler dalam rangka memperkaya pengalaman”.12
12 Sagala, Syaiful, 2009, Kemampuan Profesioal Guru dan Tenaga Kependidikan, (Alfabeta: Bandung ) h: 11-12
Tuntuan profesi guru seolah-olah harus menjadi manusia yang sempurna, padahal guru juga manusia biasa, akan tetapi profesi seorang guru dituntut harus professional bisa menempatankan dirinya pada posisi dan kondisi apapun dalam melaksanakan tugas dan perannnya.
“Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal sebagaimana yang dikemukakan oleh Adams & Decey dalam Basic Principles of Sudent Teaching, “antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, akspeditor, perencana, supervisor, motivator, dan konselor”.13
Dalam melaksanakan perannya khususnya pada saat proses pembelajaran, seorang guru harus benar-benar mampu dalam bidang apa yang akan di ajarkan kepada muridnya, dan yang paling berat adalah pada saat di tujukan pada peran sebagai orang yang harus mampu membuat mengerti seorang murid, dengan apa yang guru sampaikan. Mengkonstruksi pikiran seorang murid.
Kompetensi bahasa ringannya adalah kemampuan. Guru dijadikan sebagai profesi yang mempunyai peran dari hasil kemampuan yang di peroleh melalui pendidikan nya yang telah dicapai sebelumnya. Guru yang berkompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnnya.
13 Usman, Uzer, Moh. 1998, Menjadi Guru Professional,( Remaja rosdakarya: Bandung) h: 9
Meninjau kompetensi guru dilihat dari segi peranannya adalah sebagai berikut:14
a. Guru sebagai pendidik dan pengajar
Peranan ini akan dapat dilaksanakan bila guru memenuhi syarat-syarat kepribadian dan penguasaan ilmu. Sehubungan dengan peranannya sebagai pendidik dan pengajar, guru harus menguasai ilmu, antara lain mempunyai pengetahuan yang luas, menguasai bahan pelajaran, serta ilmu-ilmu yang bertalian dengan mata pelajaran/bidang studi yang diajarkan, menguasai teori dan praktek mendidik, teori kurikulum metode pengajaran, teknologi pendidikan, teori evaluasi dan psikologi belajar, dan sebagainya.
Pelaksanaan peran ini menuntut keterampilan tertentu, yakni: 1) Terampil dalam menyiapkan bahan pelajaran
2) Terampil menyusun satuan pelajaran
3) Terampilan menyampaikan ilmu kepada murid 4) Terampil menggairahkan semangat belajar murid
5) Terampil memilih dan menggunakan alat peraga pendidikan 6) Terampil melakukan penilaian hasil belajar murid
7) Terampil menggunakan bahasa yang baik dan benar
8) Terampil mengatur disiplin kelas, dan berbagai keterampilan lainnya
14 Hamalik, Oemar, 2002, Pendidikan Guru (Berdasarkan Pendekatan Kompetensi), (Bumi aksara: Jakarta) h: 42-45
b. Guru sebagai anggota masyarakat
Untuk melaksanakan peranan ini, guru harus memenuhi syarat-syarat kepribadian dan syarat-syarat penguasaan ilmu tertentu. Agar guru mampu mengembangkan pergaulan dengan masyarakat, dia perlu meguasai psikologi social, khususnya mengenai hubungan antarmanusia dalam rangka dinamika kelompok. Sebagai anggota masyarkat, guru memiliki keterampilan, seperti: keterampilan dalam membuka kelompok, keterampilan bekerja sama dalam kelompok, dan keterampilan menyelesaikan tugas bersama dalam kelompok.
c. Guru sebagai pemimpin
Peranan kepemimpinan akan berhasil apabila guru memiliki kepribadian, seperti: kondisi fisik yang sehat, percaya pada diri sendiri, memiliki daya kerja yang besar dan antusiasme, gemar dan dapat cepat mengambil keputusan, bersikap objektif dan mampu menguasai emosi, serta bertindak adil.
Untuk itu guru harus memiliki berbagai keterampilan yang dibutuhkan sebagai pemimpin, seperti: bekerja dalam tim, keterampilan berkomunikasi, bertindak selaku penasehat dan orang tua bagi murid-muridnya, keterampilan melaksanakan rapat, diskusi, dan membuat keputusan yang tepat, cepat, rasional, dan praktis.
d. Guru sebagai pelaksana administrasi ringan
Peranan ini memerlukan syarat-syarat kepribadian, seperti jujur, teliti dalam bekerja, rajin, harus menguasai ilmu mengenai tata buku ringan, korespondensi, penyimpanan arsip dan ekspedisi, dan administrasi pendidikan.
Untuk itu maka guru harus memiliki keterampilan, seperti: mengadministrasikan keuangan, keterampilan menyusun academic
records, keterampilan menyusun arsip dan ekspedisi, dan keterampilan
mengetik, serta berbagai keterampilan lainnya yang berkenaan dengan pelaksanaan administrasi ringan di sekolah. Sebagai bahan pelengkap mengenai kompetensi guru.
e. Kompetensi guru model P3G
Dalam lokakarya kurikulum pendidikan guru yang diselenggarakan oleh P3G, telah dirumuskan sejumlah kemampuan dasar seorang calon guru lulusan system multistrata sebagai berikut:
1) Menguasai bahan yakni menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum sekolah, menguasai bahan pengayaan/penunjang bidang studi.
2) Mengelola program belajar mengajar yakni merumuskan tujuan instruksional, mengenal dan bisa pakai metode mengajar, memilih materi dan prosedur instruksional yang tepat, melaksanakan program belajar mengajar, mengenal kemampuan anak didik, menyesuaikan
rencana dengan situasi kelas, merencaakan dan melaksanakan pengajaran remedial serta mengevaluasi hasil belajar.
3) Mengelola kelas yakni mengatur tata ruang kelas dalam rangka CBSA (system belajar siswa aktif), dan menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif.
4) Menggunakan media yakni memilih dan menggunakan media, membuat alat-alat bantu pelajaran sederhana, menggunakan dan mengelola laboratorium, mengembangkan laboratorium, serta menggunakan perpustakaan dalam proses belajar mengajar.
5) Menguasai landasan-landasan kependidikan 6) Merencanakan program pengajaran
7) Mengelola interaksi belajar mengajar
8) Menguasai macam-macam metode mengajar
9) Menilai kemampuan prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. 10) Mengenal fungsi dan program layanan bimbingan dan penyuluhan di
sekolah.
11) Mengenal penyelenggaraan administrasi sekolah
12) Mampu memahami dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan yang sederhana guna kemajuan pengajaran.