• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3. ORGANISASI LAPANGAN

3.4 Tugas dan Tanggung Jawab

Sebagai pedoman kerja, berikut adalah daftar ringkas tugas dan tanggung jawab setiap jenjang pelaksana SSP 2004/2005.

a. Penanggung Jawab/Koordinator Teknis Tingkat Pusat

1. Menyusun rencana survei beserta seluruh tahapan kegiatannya 2. Menyusun metodologi survei

3. Menyusun kuesioner dan pedoman, serta jadwal kegiatan 4. Menyelenggarakan pelatihan instruktur

5. Mengatur pengadaan dan pengiriman dokumen 6. Mengatur pengolahan data

7. Menyusun laporan dan analisis hasil

8. Menyiapkan bahan seminar dan diseminasi hasil

9. Melaksanakan koordinasi, supervisi, dan evaluasi pelaksanaan SSP pada seluruh tahapan kegiatan, dan

10. Menyiapkan dan menyampaikan laporan pertanggung jawaban keuangan b. Tim Instruktur

1. Membantu tugas-tugas penanggung jawab/koordinator teknis

2. Melatih petugas lapangan, termasuk mengkoordinasikan pelaksanaan try-out lapangan

3. Membantu koordinator lapangan dan pengawas lapangan menyiapkan pemetaan lokasi dan pendaftaran (listing) kelompok sasaran

4. Membantu koordinator lapangan dan pengawas lapangan menyusun rencana kerja pelaksanaan pencacahan

5. Membuat laporan pelaksanaan pelatihan, hasil listing/pemetaan, dan pengambilan sampel.

c. Kepala BPS Propinsi

Kepala BPS Propinsi bertanggung jawab dalam mengarahkan BPS kabupaten/kota dan memonitor kelancaran pelaksanaan SSP di daerahnya.

Instruktur Pusat harus membuat laporan yang berisi hasil pelatihan; hasil listing/mapping, hasil pemilihan sampel; daftar absensi peserta pelatihan; dan daftar

nama, alamat, nomor telepon petugas lapangan SSP, baik dalam bentuk hard copy maupun soft copy untuk selanjutnya dibawa kembali ke BPS Pusat

d. Kepala BPS Kabupaten/Kota

1. Merencanakan pelaksanaan SSP di daerahnya

2. Menghubungi dan menggalang kerjasama dengan instansi terkait 3. Melakukan rekrutmen dan menseleksi calon petugas lapangan 4. Menyelenggarakan pelatihan petugas lapangan

5. Menyiapkan berbagai kebutuhan lapangan (surat tugas, surat pemberitahuan, surat izin, surat kontrak, instrumen survei, pendanaan)

6. Memantau seluruh kegiatan SSP di daerahnya, dan 7. Membuat laporan pelaksanaan SSP

d. Penanggung Jawab Teknis/Koordinator Lapangan 1. Mengikuti pelatihan petugas lapangan SSP

2. Membantu penanggung jawab survei di daerah, baik masalah teknis maupun administrasi

3. Mengatur urusan administrasi termasuk mengatur pengeluaran dana pelaksanaan 4. Mengkoordinasikan dan memimpin pelaksanaan pemetaan dan pendaftaran

lokasi, serta pelaksanaan pencacahan

5. Melakukan pengambilan sampel dengan dibantu oleh instruktur dan pemeriksa/ pengawas

6. Menyusun rencana kerja pelaksanaan pencacahan

7. Melakukan pendekatan terhadap kelompok sasaran melalui mitra atau personal kunci dari daerah/lokasi sasaran

8. Melakukan sosialisasi kegiatan pada kelompok sasaran dan berupaya untuk mengajak individu individu dalam kelompok sasaran berpartisipasi aktif dalam kegiatan, terutama dalam kegiatan listing dan pemetaan lokasi

9. Mengawasi seluruh kegiatan lapangan, yang dilakukan oleh pemeriksa/ pengawas lapangan maupun pewawancara, dan

10. Membuat laporan tugas-tugas koordinasi lapangan seperti hasil wawancara (jumlah responden yang berhasil diwawancarai, penggantian sampel), kinerja setiap petugas, hasil pengambilan sampel.

Koordinator lapangan harus membuat laporan hasil pelaksanaan lapangan yang berisi realisasi hasil pelaksanaan lapangan dibanding sampel yang telah diambil sebelumnya; rekapitulasi hasil pewawancara, seperti jumlah responden yang berhasil diwawancarai, yang menolak dan alasannya; kinerja petugas lapangan dan teamwork (kelemahan dan kelebihan petugas) untuk selanjutnya dikirim ke BPS Pusat, baik dalam bentuk hardcopy maupun soft copy.

e. Pemeriksa/Pengawas Lapangan

1. Mengikuti pelatihan petugas lapangan SSP

2. Melakukan listing dan pemetaan calon responden sasaran bersama dengan beberapa pewawancara yang ditunjuk dan koordinator lapangan

3. Membantu menentukan lokasi/responden pengganti bila diperlukan 4. Membantu koordinator lapangan melakukan pengambilan sampel

5. Mengatur kegiatan perjalananan ke lokasi, dana, dan bahan-bahan yang dibutuhkan, sebelum kegiatan lapangan dimulai

6. Memeriksa apakah dokumen untuk pelaksanaan lapangan sudah lengkap, seperti identitas petugas lapangan, surat izin memasuki lokasi, baik dari aparat setempat maupun kepolisian

7. Bersama pewawancara mengenali lokasi yang akan dijadikan sasaran survei 8. Mendistribusikan dokumen yang akan dipergunakan di lapangan sesuai dengan

kebutuhan masing masing pewawancara serta menata keluar masuknya dokumen

9. Mendampingi pewawancara pada masa-masa awal kegiatan lapangan untuk mendeteksi pewawancara mana yang lemah agar dapat ditingkatkan kemampuannya, sehingga kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi bisa dihindari sedini mungkin

10. Membantu menyelesaikan berbagai masalah yang ditemui pencacah/ pewawancara di lapangan baik dalam beradaptasi dengan lokasi maupun dalam memahami konsep yang digunakan dalam pertanyaan ketika berwawancara 11. Membatasi jumlah responden yang diwawancarai dalam sehari, untuk menjaga

ketajaman hasil wawancara dan menghindari kejenuhan (5 – 8 responden cukup untuk sehari)

12. Memantau kualitas data dengan melakukan spot cek (mengkonfirmasi kuesioner yang diisi pewawancara) kepada responden bila isian dalam kuesioner meragukan

13. Mengumpulkan (memeriksa kelengkapan dokumen) dan memeriksa dokumen yang sudah terisi (keakuratan, cek konsistensi dan cek logika), mengoreksi dan memberitahukan kesalahan yang dilakukan pewawancara

14. Mencatat secara tertulis (narrative) semua peristiwa/ kondisi yang berkaitan setiap harinya dalam Daftar VSP04-PG untuk catatan harian pengawasan terhadap hasil pewawancara per hari, Daftar VSP04-RPG untuk merekapitulasi hasil seluruh pewawancara yang diawasinya selama survei, dan VSP04-RAH berupa rekapitulasi kehadiran pewawancara per hari dalam pelaksanaan lapangan.

15. Membuat laporan tugas-tugas pengawasan dan menyerahkannya kepada koordinator lapangan.

f. Pewawancara/Pencacah

1. Mengikuti pelatihan petugas lapangan SSP

2. Bersama dengan pemeriksa/pengawas lapangan berupaya menemukan alamat/ tempat responden atau kelompok sasaran, yang telah ditentukan dalam daftar sampel

3. Melakukan wawancara terhadap responden terpilih

4. Menciptakan/menjalin kerjasama yang baik dengan semua responden/informan 5. Bersama dengan dengan pemeriksa/pengawas lapangan mencari responden

pengganti apabila diperlukan

6. Mendatangi kembali responden yang pada kunjungan terdahulu belum dapat ditemui, bila responden telah ditentukan

7. Mengoreksi dan memastikan kebenaran dan kelengkapan jawaban/pengisian untuk menyakinkan bahwa semua pertanyaan telah diajukan ke responden dan semua jawaban responden telah dicatat dengan benar

8. Mendiskusikan kesulitan yang ditemui dengan pengawas dan bersama-sama mencari pemecahannya

9. Di bawah koordinasi pemeriksa/pengawas lapangan, melakukan cross check terhadap konsistensi, kelengkapan, dan akurasi hasil dengan melakukan pengecekan silang dengan pewawancara lain

10. Mengidentifikasi dan membuat dokumentasi jalannya pelaksanaan kegiatan lapangan, termasuk berbagai permasalahan yang ditemui

11. Mencatat secara tertulis (narrative) peristiwa kondisi yang berkaitan dengan hasil wawancaranya setiap hari, dan

12. Menyerahkan hasil pekerjaan wawancara dan membuat laporan harian perkembangan pengumpulan data kepada pengawas lapangan

Pengawas harus membuat laporan hasil pengawasannya di lapangan yang berisi temuan lapangan (kesulitan, penggantian sampel dsb.), rekapitulasi hasil wawancara dan rekapitulasi absensi harian pewawancara (Daftar VSP04-RAH, VSP04-PG dan VSP04-RPG), untuk selanjutnya diserahkan kepada koordinator lapangan.

Setiap hari pewawancara harus membuat catatan tentang responden yang berhasil diwawancarai, yang menolak dan alasannya, kemudian menyerahkannya kepada pengawas lapangan.

Dokumen terkait