BAB III GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
TINJAUAN PUSTAKA
F. Tugas Perpustakaan Perguruan Tingg
Tugas perpustakaan perguruan tinggi adalah :
1. Melaksanakan pemilihan bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan para pemakai perpustakaan yaitu mahasiswa atau pengajar serta pihak lain yang membutuhkan informasi. 2. Mengolah bahan pustaka yang tersedia sehingga dengan
mudah dapat dipergunakan oleh pemakai.
3. Menyelenggarakan peminjaman bahan pustaka dengan cara yang efisien.
4. Membantu para pemakai perpustakaan untuk mendapatkan dan memakai bahan pustaka yang diperlukannya dalam bentuk program bimbingan penggunaan perpustakaan yang bersifat resmi/ kurikuler maupun secara perseorangan.
5. Menyelenggarakaan kerja sama antarperpustakaan dengan memanfaatkan sistem jaringan informasi yang ada dalam rangka meluaskan cakupan koleksi dan pelayanan informasi masing-masing perpustakaan (Sulistiyo-Basuki, 1994:67). Secara umum tujuan perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu menyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Secara khusus adalah untuk membantu para dosen dan mahasiswa serta tenaga kependidikan di perguruan tinggi itu dalam proses pendidikan. (Rachman
commit to user
Hermawan S. Dan Zulfikar Zen dikutip dalam Wiyarsih, Berkala Ilmu Perpustakaan dan informasi Volume V Nomor 1 Agustus 2009, hal. 2).
G. Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi
Fungsi perpustakaan perguruan tinggi, dalam versinya yang baru maka perpustakaan perguruan tinggi harus berfungsi sebagai :
1. Jantung dari semua program pendidikan universitas atau institut yang bersangkutan, yaitu ia harus mampu membantu dan menjadi pusat kegiatan-kegiatan akademis lembaga pendidikannya. Metode belajar dan mengajar modern yang lebih menekankan kepada individua lized instruction hanya mungkin dapat dilaksanakan bila perpustakaannya memang fungsional untuk maksud itu.
2. Pusat alat-alat bahan peraga pengajaran atau instructional materials center. Dalam membantu memperlancar jalannya perkuliahan serta praktikum-praktikum, perpustakaan dapat menyediakan bahan-bahan dan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh dosen dalam perkuliahan di dalam kelas, perpustakaan, labolatorium-labolatorium, dan seterusnya. Demikian juga dalam pelaksanaan extension services dari universitas atau institut yang bersangkutan kepada masyarakat di luar lingkungan lembaga tadi, perpustakaan dapat meyediakan jasa- jasanya, bahan-bahannya, serta fasilitas-fasilitas yang diperlukan oleh mission itu (misalnya: film, filmstrip, slide, bahan-bahan lainnya, ruang konferensi/diskusi, dan bantuan-bantuan tenaga ahli perpustakaan).
3. Clea ring house (pusat pengumpulan/penyimpanan) bagi semua penerbitan dari dan tentang daerahnya ataupun dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu. Ini sesuai dengan salah satu tugas pokok perpustakaan, yakni: the preservation of knowledge. Fungsi yang ketiga ini sangat penting bagi setiap lembaga pendidikan ataupun ilmiah, karena dengan adanya clearing house ini, setiap orang akan mudah mencari keterangan, data, bahan komparatif, bahan mentah, ataupun a anlea ding ma teria a l tentang daerahnya atau suatu bidang pengetahuan tertentu dalam usaha-usahnya dalam melakukan riset atau lain-lainnya (Trimo, Soejono, 1992:2).
Socia l center dan pusat kegiatan kultural masyarakat setempat. Haruslah diingat bahwa pengunjung perpustakaan perguruan tinggi tidak hanya terdiri atas mahasiswa, pengajar, dan para pegawai lembaga itu saja (ingat pula pada butir ketiga dari fungsi tridharma perguruan tinggi), melainkan termasuk pula orang-orang di luar lingkungan perguruan tinggi yang bersangkutan. Mereka pun datang untuk mempergunakan fasilitas, jasa-jasa, dan bahan-bahann yang disediakan oleh perpustakaan itu. Dengan sendirinya mereka itu mempunyai tingkat pendidikan yang berbeda-beda, memiliki perbedaan latar belakang serta kelainan-kelainan dalam kebutuhan, minat, selera dan umur. Memang harus diingat bahwa perpustakaan perguruan tinggi tentunya lebih menitikberatkan jasanya kepada masyarakat dalam tubuh lembaga penaungnya. Adanya pertemuan orang-orang inilah serta adanya fasilitas-fasilitas dan jasa-jasa yang
commit to user
disediakan oleh perpustakaan memungkinkan terjadinya kegiatan-kegiatan sosial dan kultural yang sangat menguntungkan, baik bagi perguruan tinggi yang bersangkutan maupun masyarakat pada umumnya.
H. Tujuan Perpustakaan Perguruan Tinggi
Tujuan diselenggarakannya perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk mendukung, memperlancar serta mempertinggi kualitas pelaksanaan program kegiatan perguruan tinggi melalui pelayanan informasi yang meliputi aspek-aspek :
1. Pengumpulan Informasi 2. Pengolahan Informasi 3. Pemanfaatan Informasi
4. Penyebarluasan Informasi (Noerhayati Soedibyo, 1988:2). Tugas perpustakaan perguruan tinggi adalah :
1. Melaksanakan pemilihan bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan para pemakai perpustakaan yaitu mahasiswa atau pengajar serta pihak lain yang membutuhkan informasi.
2. Mengolah bahan pustaka yang tersedia sehingga dengan mudah dapat dipergunakan oleh pemakai.
3. Menyelenggarakan peminjaman bahan pustaka dengan cara yang efisien.
4. Membantu para pemakai perpustakaan untuk mendapatkan dan memakai bahan pustaka yang diperlukannya dalam bentuk
program bimbingan penggunaan perpustakaan yang bersifat resmi/ kurikuler maupun secara perseorangan.
5. Menyelenggarakaan kerja sama antarperpustakaan dengan memanfaatkan sistem jaringan informasi yang ada dalam rangka meluaskan cakupan koleksi dan pelayanan informasi masing- masing perpustakaan (Sulistiyo-Basuki, 1994:67).
I. Pelestarian dan perawatan bahan pustaka dilingkungan
perrpustakaan merupakan kegiatan yang perlu mendapat perhatian.
Tidak semua jenis perpustakaan harus melakuakan pelestarian koleksi yang dimilikinya, akan tetapi perawatan bahan pustaka menjadi kegiatan yang perlu dilakukan oleh semua jenis perpustakaan. Perawatan terhadap bahan pustaka perlu dilakukan karena untuk menjamin bahan koleksi yang dimiliki perpustakaan agar selalu siapa untuk digunakan oleh pemakai setiap saat. Jika ada yang rusak maka harus segera diperbaiki. Dalam kaitanya kegiatan pelesatarian bahan pustaka atau bahan koleksi perpustakaan sebenarnya hanya Perpustakaan Nasional yang mempunyai tugas untuk melakukan semua hasil cetak dan karya rekam yang terbit di Indonesia. Bukan berarti jenis perpustakaan yang lain tidak boleh melakukan pelestarian bahan pustaka. Perpustakaan lain tetap diijinkan untuk pelestarian koleksi yang dimilikinya, jika lembaga d imana perpustakaan tersebut bernaung memng mempunyai program untuk melstarikan dokumen atau bahan pustaka yang berada di bawah naungannya untuk tujuan-tujuan khusus.
commit to user
Usaha-usaha untuk menyelamatkan perawatan bahan pustaka dari kerusakan dan bahkan dari kehancuran.. Menurut Darmono dalam bukunya yang berjudul Manajemen dan Tata Kerja Pepustakaan menyebutkan bahwa perawatan bahan pustaka meliputi anatara lain:
1. Pelestarian (Preserva tion)
Mencakup unsur-unsur pengolahan dan keuangan, termasuk cara menyimpan dan alat-alat bantunya, tingkat dan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan, kebijaksanaan, metode yang diterapkan untuk melestarikan bahan-bahan pustaka dan arsip serta informasi yang dikandungannya. Dari batasan tersebut kegiatan preservasi mencakup kegiatan yang lebih luas termasuk dalam aspek manajemen serta pengambilan kepustusan terhadap kebijakan tertetu berkaitan dengan pelestarian.
2. Pengawetan (Conservation)
Merupakan kebijaksnaan dan cara tertentu yang dipakai untuk melindungi bahan pustaka dan arsip dari kerusakan dan kehancuran, termasuk metode dan teknik yang diterapkan oleh petugas teknnis.
3. Perbaikan (Restora tion)
Merupakan teknik-teknik dan pertimbangan-pertimbangan yang digunakan oleh petugas teknis yang bertugas memperbaiki bahan pustaka dan arsip yang rusak akibat usia dokumen atau arsip yang amat tua, karena pemakaian, atau fakor-faktor lainnya.