BAB III DATA HASIL PENELITIAN
3.1 Pelaksanaan Kegiatan Relawan Pajak di KPP Pratama
3.1.3 Tugas Pokok dan Tugas Tambahan Relawan Pajak
Kegiatan relawan pajak merupakan suatu kegiatan yang berbasis pada pelayanan kepada wajib pajak orang pribadi yang datang dan hendak melaporkan SPT Tahunannya di KPP maupun di pojok pajak. Pelayanan yang diberikan oleh relawan pajak berupa pendampingan pengisian SPT secara e-filing. Berdasarkan tugas dan fungsi yang telah dijabarkan pada modul relawan pajak yang diterbitkan oleh Direktorat P2 Humas & Direktorat TPB DJP dan telah dinyatakan pada bab sebelumnya, relawan pajak akan bertugas sebagai
a. Petugas Pengawas, yaitu relawan pajak yang bertugas melakukan pengawasan pengelolaan dan membantu relawan pajak lainnya;
b. Petugas Asistensi, yaitu relawan pajak yang melakukan kegiatan asistensi (pendampingan);
c. Petugas Registrasi, yaitu relawan pajak yang bertugas melakukan kegiatan registrasi;
d. Petugas Pendukung, yaitu relawan pajak yang bertugas melakukan fungsi pendukung, misalnya dukungan peralatan, publishing, social media, dan pembuatan email;
Namun, berdasarkan fakta di kegiatan relawanan pajak, maka relawan pajak mengambil alih dalam hal:
a. Pengarah Layanan
Sebagai pengarah layanan atau petugas registrasi, mahasiswa/i relawan pajak akan bertugas sebagai penyeleksian kelengkapan berkas wajib pajak, yaitu menanyakan jenis pekerjaannya, ketersediaan bukti potong, NPWP, e-fin, dan email yang aktif. Wajib pajak yang dinyatakan dapat dilakukan pengasistensian maka akan dipersilahkan didampingi oleh relawan pajak, namun untuk wajib pajak yang dinyatakan tidak lengkap akan diminta untuk melengkapi bukti potong atau peredaran brutonya terlebih dahulu, serta untuk wajib pajak yang lupa email, password djponline, e-fin tetapi telah melakukan pelaporan sebelumnya, maka akan diarahkan terlebih dahulu untuk mendapatkan e-fin.
b. Petugas Asistensi
Dalam hal asistensi, relawan pajak hanya dapat diperbolehkan untuk mendampingi wajib pajak yang menggunakan jenis SPT 1770S dan 1770SS. Hal tersebut terjadi karena selama proses pembekalan materi relawan pajak, pihak Tax Center maupun Kanwil DJP hanya memberikan pembekalan terkait pengisian SPT 1770S dan 1770SS. Berperan sebagai asistensi, relawan pajak dibagi menjadi asitensi mobile dan asistensi PC.
Asistensi mobile akan ditempatkan di perpustakaan terbuka KPP dengan smartphone wajib pajak sebagai fasilitas utama pelaporan, sedangkan Asistensi PC akan ditempatkan di tempat yang telah disediakan oleh KPP dengan komputer sebagai sarana pelaporan pajak.
c. Petugas Pembuatan email
Petugas pembuatan email akan bertugas melayanin wajib pajak yang kehilangan email atau berdasarkan modul relawan pajak, petugas pembuatan email disebut sebagai petugas pembantu. Tetapi tidak memiliki pengertian yang serupa dengan modul relawan pajak tersebut.
Pada modul relawan pajak, petugas pembantu bertugas sebagai dukungan peralatan, publishing, sosial media, dan pembuatan email. Sedangkan petugas pembuatan email yang dimaksud disini hanya berperan dalam pembuatan email bagi wajib pajak yang tidak mengetahui email pelaporan SPT sebelumnya ataupun yang kehilangan email.
Sedangkan untuk tugas tambahannya,relawan pajak akan ditugaskan sebagai Kapten Pengarah Layanan. Kapten pengarah layanan akan bertugas sebagai pihak yang mengkontrol jalannya kegiatan pengisian SPT yang dilakukan di KPP Pratama Medan Petisah oleh relawan pajak. Kapten pengarah layanan akan melakukan koordinasi dengan pengarah layanan mengenai kebutuhan apa yang hendak dibutuhkan oleh wajib pajak tersebut, sehingga kapten pengarah layanan akan menempatkan wajib pajak sesuai kebutuhannya, yaitu mengarahkan ke meja pelayanan e-fin, pembuatan email, helpdesk, ataupun untuk sesegera mungkin untuk di asistensi pelaporan e-filing. Yang mana berdasarkan tugas dan fungsi dari kapten pengarah pelayanan ini, maka dapat dinyatakan bahwa Kapten Pengarah Layanan dapat disebut dengan Petugas Pengawas
3.1.4 Tahapan Persiapan Kegiatan Relawan Pajak
Tahapan persiapan dilakukan dengan dua tahap, yaitu Tahapan Perekrutan dan Tahapan Pelatihan. Melalui tahapan rekrutmen relawan pajak, pihak Tax Center mengambil peran penuh untuk:
a. Berkoodinasi dengan Kanwil DJP mengenai kebutuhan Relawan Pajak dan Lokasi Asistensi
b. Publikasi Rekrutmen Relawan Pajak
c. Seleksi Wawancara dan Persyaratan Administrasi d. Mengumumkan Mahasiswa/i menjadi Relawan Pajak
Tax Center akan memilih mahasiswa/i berkompeten dari berbagai jurusan yang telah mendaftarkan diri sebagai calon relawan. Yang mana penilaian tersebut bukan hanya dinilai berdasarkan IPK yang dilampirkan oleh calon relawan, tetapi juga dilihat dari sikap dan kepribadian mahasiswa/i tersebut melalui pertanyaan yang disampaikan dalam wawancara.
Selanjutnya setelah tahapan penilaian sikap dan kepribadian telah dilakukan oleh pihak Tax Center, calon relawan pajak diberikan pembekalan pengetahuan. Pembekalan pengetahuan ini selanjutya dinyatakan sebagai Tahapan Pelatihan. Tahapan Pelatihan ini dilakukan selama dua hari oleh Kanwil Sumut I dan Tax Center. Kanwil Sumut I memberikan materi berupa kesadaran pajak, SPT Tahunan, frequently asked question (FAQ) serta beberapa pelatihan soft skill mengenai sikap berhadapan dengan wajib pajak, dan beberapa contoh kasus terkait pengisian SPT. Sedangkan pihak Tax Center memberikan materi berupa pengisian SPT 1770S dan 1770SS.
Melalui tahapan persiapan pembekalan ini, relawan pajak terlebih dahulu dibekali dengan materi kesadaran pajak, yaitu penjabaran porporsi pajak dalam pembiayaan negara. Hal ini bertujuan untuk menedukasi relawan pajak tentang pentingnya pajak bagi pertumbuhan negara dan sebagai bekal relawan pajak dalam menumbuhkan sikap kesadaran wajib pajak untuk melakukan kewajibannya. Kemudian melalui pembekalan SPT Tahunan dan tata cara pengisiannya, relawan pajak dibenahi tentang bagaimana mekanisme pelaporan e-filing yang nantinya menjadi tugas pokok dari relawan pajak tersebut. Dalam materi kesadaran pajak dan pengisian SPT, pihak Kanwil Sumut I juga memberikan pembekalan softskill dalam menghadapi berbagai sikap wajib pajak yang akan didampingi pengisian SPTnya.
Adapun materi pelatihan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut:
Table 3.3 Materi Pelatihan Relawan Pajak Bahan Ajar Standar
JamLat Kompetensi Dasar
Kesadaran Pajak
1 Setelah mengikuti pelatihan ini para relawan diharapkan mampu menjelaskan tentang hak dan kewajiban warga negara sebagai insan perpajakan
SPT Tahunan
2 Setelah mengikuti pelatihan ini para relawan diharapkan dapat menjelaskan objek Pajak PPh untuk Wajib Pajak Orang Pribadi, menjelaskan dasar pengenaan pajak, menjelaskan saat pajak terutang
Pengisian 1770SS
2 Setelah mengikuti pelatihan ini para relawan diharapkan dapat menjelaskan cara penyampaian SPT Tahunan 1770SS melalui laman Efiling
Pengisian 1770S
3 Setelah mengikuti pelatihan ini para relawan diharapkan dapat menjelaskan cara penyampaian SPT Tahunan 1770 S melalui laman Efiling
FAQ 2 Setelah mengikuti pelatihan ini para relawan diharapkan dapat menjelaskan tentang pertanyaan-pertanyaan terkait EFIN, e-filing, dan troubleshoot dalam
Contoh 2 Setelah mengikuti pelatihan ini para relawan diharapkan dapat
Kasus 1 menjelaskan dan menyelesaikan kasus dalam pengisian SPT 1770SS
Contoh Kasus 2
2 Setelah mengikuti pelatihan ini para relawan diharapkan dapat menjelaskan dan menyelesaikan kasus dalam pengisian SPT 1770S
Softskill 2 Setelah mengikuti pelatihan ini para relawan diharapkan dapat melaksanakan tata cara menghadapi Wajib Pajak dengan baik, memahami communication skill dan
mengimplementasikannya kepada Wajib Pajak Code of
Conduct Relawan Pajak
1 Setelah mengikuti pelatihan ini para relawan diharapkan mampu melaksanakan kode etik pelaksanaan kegiatan kerelawanan
Sumber: Modul Relawan Pajak 2019
3.1.5 Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Relawan Pajak
Pelaksanaan relawan pajak dilakukan selama 20 hari kerja dengan jam efektif pelaksanaan 3-5 jam perharinya. Sebelum melakukan pelaksanaan program relawan pajak, terdapat beberapa tahapan yang dilakukan, diantaranya adalah:
Table 3.4 Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Relawan Pajak
Pelaku Aktivitas
Tax Center/ Program Studi Perpajakan
Berkoodinasi untuk memastikan kelancaran administrasi Relawan Pajak untuk melaksanakan asistensi (seperti izin kuliah, dsb)
DJP
• Membuka Gerai EFIN
• Berkoodinasi dengan Tax Center/Program Studi
Perpajakan untuk mengkoordinasikan alokasi, lokasi, dan sarana prasarana Relawan Pajak demi kelancara asistensi.
Sumber : Modul Relawan Pajak
Kemudian dalam hal pelaksanaannya, program relawan pajak tersebut dapat digambarkan melalui penjelasan berikut ini:
a. Kegiatan relawan pajak berlangsung di dua tempat, yaitu di KPP Pratama Medan Petisah dan di Pojok Pajak yang berada di Manhattan Times Square, Plaza Millenium, Plaza Medan Fair.
b. Pelaksanaan kegiatan relawan pajak yang berlangsung di KPP Pratama Medan Petisah dimulai sejak 17 Februari 2020, sedangkan untuk di Pojok Pajak berlangsung sejak 02 Maret 2020
c. Jadwal relawan pajak yang ditetapkan disetiap minggunya akan diberikan kepada relawan pajak melalui group whatsapp relawan pajak 2020.
d. Relawan pajak yang mengambil peran di KPP Pratama Medan Petisah akan ditugaskan sebagai pengarah layanan, dan asistensi. Asistensi akan dibagi dua yaitu asistensi mobile (pendampingan WP dengan smartphone) serta asistensi PC (pendampingan WP dengan komputer yang telah disediakan oleh pihak KPP Pratama Medan Petisah).
e. Relawan pajak yang mengambil peran di Pojok Pajak akan ditugaskan sebagai asistensi mobile
f. Relawan pajak yang ditempatkan di KPP Pratama maupun di Pojok Pajak disarankan untuk mengikuti dresscode sebagai berikut:
Senin : menggunakan atasan nuasa putih Selasa : menggunakan batik
Rabu : menggunakan kaos relawan pajak
Kamis : menggunakan pakaian bebas rapi dan sopan Jumat : menggunakan batik
g. Kegiatan kerelawanan yang berada di KPP Pratama Medan Petisah, untuk setiap sesi pertama akan dilaksanakan oleh empat belas relawan, yaitu tiga mahasiswa/i sebagai pengarah layanan, enam mahasiswa/i sebagai asistensi PC, dan lima mahasiswa/i sebagai asistensi mobile.
Sesi kedua dan ketiga akan dilaksanakan oleh lima belas relawan, yaitu tiga mahasiswa/i sebagai pengarah layanan, enam mahasiswa/i sebagai asistensi PC, dan enam mahasiswa/i sebagai asistensi mobile Sedangkan relawan yang berada di pojok pajak akan ditempatkan dua mahasiswa/i sebagai asistensi mobile.
h. Dalam setiap minggu direncanakan adanya evaluasi mingguan relawan pajak, baik yang berada di KPP Pratama Medan Petisah maupun di Pojok Pajak. Evaluasi ini dilakukan di KPP Pratama Medan Petisah dengan PIC sebagai koordinator.
3.1.6 Penutupan Kegiatan Relawan Pajak
Sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam melakukan pendampingan pelaporan SPT untuk wajib pajak orang pribadi. Maka masa periode berakhirnya kegiatan relawan pajak bersamaan dengan berakhirnya periode pelaporan SPT wajib pajak orang pribadi. Namun disebabkan pandemi saat ini, kegiatan relawan pajak telah dinonaktifkan sejak 12 Maret sekaligus penonaktifan pelayanan tatap muka KPP Pratama Medan Petisah kepada wajib pajak. Penutupan kegiatan relawan pajak 2020 dilakukan tanggal 15 Juli 2020 pukul 10.00 melalui aplikasi zoom yang dikoordinasi oleh Kanwil
Sumut I. Penutupan tersebut dihadiri oleh Kanwil Sumut I, Kepala Tax Center maisng-masing unit, PIC Relawan Pajak dan setiap relawan pajak.
Penutupan kegiatan relawan pajak dilakukan dengan susunan acara sebagai berikut:
Table 3.5 Susunan Acara Penutupan Kegiatan Relawan Pajak 2020
No. Waktu Durasi Agenda
1 09.00-09.05 5‟ Pembukaan
2 09.05-09.10 5‟ Pemutaran Lagu Indonesia Raya 3 09.10-09.15 5‟ Doa
4 09.15-09.45 30‟ Kuliah Umum Pajak Bertutur oleh Kepala Kantor Wilayah DJP Sumatera Utara I 5 09.45-10.00 15‟ Dialog dan Tanya Jawab
6 10.00-10.15 15‟
Pembubaran Relawan Pajak 2020 oleh Kpala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat
7 10.15-10.50 35‟ Testimoni Hari Pajak dari Perwakilan masing- masing Perguruan Tinggi (durasi @5menit) 8 10.50-11.00 10‟ Penutupan
Sumber: Lampiran Surat Kepala Kantor Wilayah DJP Sumatera Utara I No. S-897/WPJ.01/2020
3.1.7 Sertifikat Relawan Pajak
Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa/i sebagai relawan pajak dihargai oleh DJP yang diwakilkan Kanwil Sumut I dengan memberikan piagam penghargaan berupa sertifikat. Sertifikat ini akan ditandatangani oleh Direktur P2 Humas.Namun berdasarkan ketentuannya, tidak semua relawan pajak dapat menerima sertifikat, hanya relawan pajak yang mematuhi code of conduct dengan kehadiran minimal 70% dari jadwal tugas dikategorikan dapat memperoleh sertifikat relawan pajak.
Dalam penerbitan piagam relawan pajak, Kanwil menyampaikan surat rekomendasi yang berisi daftar nama para relawan pajak berikut dengan peran, jumlah waktu pelatihan dan pelaksanaan asistensi dan setiap koordinator kegiatan dari pihak Tax Center/program studi perpajakan menyertakan nama, peran dan waktu pelatihan & pendampingan yang ada di wilayah kerjanya kepada direktorat P2Humas. Selanjutnya, Piagam Penghargaan akan dicetak oleh Direktorat P2Humas dan ditandatangani oleh Direktur P2Humas. Setelah seluruh Piagam Penghargaan selesai ditandatangani, Direktorat P2Humas akan menyerahkan kembali Piagam Penghargaan tersebut ke Kanwil masing-masing untuk didistribusikan kepada Tax Center/Program Studi Perpajakan.
3.1.8 Jumlah SPT yang dibantu Asistensi oleh Relawan Pajak
Relawan pajak KPP Pratama Medan Petisah dimulai sejak 17 Februari-12 Maret 2020 dengan waktu pelaksanaan 20 hari kerja, telah melakukan pendampingan pelaporan SPT e-filing kepada wajib pajak yang terdaftar maupun tidak terdaftar di KPP Pratama Medan Petisah yang datang ke KPP Pratama Medan Petisah atau Pojok Pajak sebagai posko tambahan pelayanan pelaporan SPT Tahunan dengan e-filing. Untuk pelaporan SPT wajib pajak dapat melaporkan SPTnya dimana saja, sehingga dalam kegiatannya relawan pajak dapat membantu wajib pajak yang tidak terdaftar di KPP.
Berikut adalah jumlah SPT yang dibantu asistensi oleh relawan pajak berasal dari KPP Pratama Medan Petisah dan Pojok Pajak (Manhattan Times Square, Plaza Milenium, Plaza Medan Fair)
Table 3.6 Jumlah SPT yang dibantu Asistensi oleh Relawan Pajak Tanggal Universitas Jenis Fomulir Kode NPWP
SPT
Sumber: Group WhatsApp Relawan Pajak 2020
3.2 Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Medan Petisah
3.2.1 Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang Terdaftar Tahun 2016-2018 di KPP Pratama Medan Petisah
Berikut data sekunder yang diambil oleh penulis melalui situs resmi http://repositori.usu.ac.id/ .USU Repositori merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh perpusatakaan USU untuk mengumpulkan, memelihara
dan mendesiminasikan segala bentuk hasil karya ilmiah dari mahasiswa/i maupun dosen program diploma tiga, strata satu, magister, doktor maupun karya tulis Unit Pendukung Teknis yang dihasailkan oleh sivitas akamedika USU.7
Dalam penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh mahasiswa/i program diploma tiga USU dengan judul yang relevan dengan karya tulis ini, maka diperoleh bahwa jumlah wajib pajak yang terdaftar tahun 2016-2018 di KPP Pratama Medan Petisah adalah:
Table 3.7 Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang Terdaftar Tahun 2016-2018 di KPP Pratama Medan Petisah
Tahun Jumlah Wajib Pajak yang Terdaftar
2016 93.817
2017 100.323
2018 105.371
Sumber: Tugas Akhir terdahulu yang diakses melalui https//repositori.usu.ac.id
Pada data sekunder yang disajikan diatas dapat dilihat bahwa pada tahun 2017 terjadi peningkatan 6% dari jumlah wajib pajak yang terdaftar dengan sebelumnya tahun 2016 sebesar 93.817, serta pada tahun 2018 sebesar 5% dari 100.323 wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Medan Petisah pada tahun 2017. Jika melihat persentasenya maka dapat dikatakan jumlah wajib pajak yang terdaftar pada tahun 2016-2017 dan pada tahun 2017-2018 mengalami penurunan dari peningkatan 6% menjadi senilai 5%, namun jika melihat perkembangan dari
7 Universitas Ssumatera Utara, “Leaflet Repository” diakses dari
https://library.usu.ac.id/wp-content/uploads/2019/04/Leaflet-Repository-Perpustakaan-USU.pdf#:~:text=USU%20Repositori%20merupakan%20upaya%20Perpustakaan,Pendu kung%20Teknis%20yang%20dihasilkan%20oleh. Pada tanggal 18 Juli 2020
tahun ke tahun maka terdapat perkembangan yang baik dari wajib pajak yang tedaftar hanya saja nilai perkembangannya lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
3.2.2 Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang Terdaftar dan dinyatakan Wajib Melaporkan SPT Tahun 2016-2018 di KPP Pratama Medan Petisah
Dari sejumlah wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Wajib Pajak, maka terdapat beberapa spesifikasi wajib pajak yang dinyatakan tidak diwajibkan melakukan pelaporan SPT. Hal tersebut dikarenakan:
1. dari sejumlah wajib pajak yang terdaftar, terdapat wajib pajak yang memiliki penghasilan kurang dari Penghasilan Kenak Pajak (PTKP) sebagaimana yang mengacu pada PMK No.101/PMK.010/2016 yaitu senilai Rp. 54.000.000 penghasilan bruto pertahunnya untuk wajib pajak orang pribadi dengan status TK/0 (Tidak Kawin/ Tanggungan 0) dengan Rp. 4.500.000 tambahan untuk setiap wajib pajak yang memiliki sttatus pernikahan ataupun memiliki beban tanggungan.
2. dari wajib pajak yang terdaftar juga memiliki wajib pajak yang berstatus Nonefektif (NE), yaitu mereka yang meminta langsung kepada KPP tempat terdaftar ataupun karena sesuatu hal menjadi NE oleh Account Representative
Dengan penjelasan diatas mengenai jumlah wajib pajak yang dinyatakan wajib melaporkan SPT, maka berikut data sekunder KPP Pratama Medan Petisah
dengan jumlah wajib pajak yang dinyatakan wajib melaporkan SPT nya pada tahun 2016-2020.
Table 3.8 Jumlah Wajib Pajak yang dinyatakan Wajib Melaporkan SPT Tahun 2016-2018
Tahun Yang terdaftar Yang wajib melaporkan SPT
Persentase WP Efektif
2016 93.817 39.782 42,40%
2017 100.323 36.101 35,98%
2018 105.371 38.593 36,62%
Sumber: Tugas Akhir terdahulu yang diakses melalui https//repositori.usu.ac.id
Persentase WP efektif yaitu persentase dari wajib pajak yang terdaftar dan dinyatakan wajib untuk melaporkan SPTnya satu masa pajak. Persenatse tersebut dikelola langsung oleh penulis dengan membandingkan jumlah wajib pajak yang dinyatakan wajib melaporkan SPT dengan jumlah wajib pajak yang terdaftra di KPP Pratama Medan Petisah.
3.2.3 Jumlah Wajib Pajak yang Melaporkan SPT dengan cara Manual dan E-Filing tahun 2016-2018
Sejak dilakukannya reformasi perpajakan yang bertujuan untuk memudahkan wajib pajak dalam melaporkan SPTnya secara online dan realtime, terdapat perubahan jumlah pelaporan yang signifikan. Hal tersebut dapat disajikan pada tabel berikut ini:
Table 3.9 Perbandingan Pelaporan SPT dengan cara Manual dan E-Filing
Tahun Manual
Total E-filing
Total 1770 1770S 1770SS 1770 1770S 1770SS
2016 4.681 1.419 1.058 7.158 1.363 11.191 9.655 22.209 2017 2.212 658 433 3.303 2.375 11.909 9.155 23.439
2018 75 145 75 295 2.684 14.236 9.455 26.370
Sumber: Tugas Akhir terdahulu yang diakses melalui https//repositori.usu.ac.id
Pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa dengan diberlakukannya e-filing terdapat perubahan yang baik dari wajib pajak, perubahan yang tampak jelas digambarkan oleh wajib pajak yang mengenakan fomulir 1770S dan 1770SS.
Wajib pajak dengan fomulir 1770S dan 1770SS dapat dengan mudah melakukan pelaporan dimana saja dengan bantuan bukti potong yang telah diberikan oleh bendahara instansi tempat wajib pajak bekerja. Namun untuk wajib pajak yang menggunakan 1770 pada tahun 2016 mengalami penurunan yang cukup buruk yakni sebesar 29,11%. Hal tersebut terjadi karena pengguna fomulir 1770 harus menghitung dan melengkapi berkas pendukung pelaporan dengan e-filing dengan sendiri, untuk sistem yang baru saja diterapkan ini wajib pajak masih beradaptasi dan mencoba mengetahui dengan baik tentang bagaimana penggunaan sistem e-filing tersebut. Kemudian sosialisasi dari KPP mendukung wajib pajak 1770 untuk memahami sistem e-filing sehingga terdapat kenaikan pelaporan dengan e-filing senilai 74,42% pada tahun 2017 kemudian pada tahun 2018 sebesar 13,01%.
3.3 Data Hasil Penyebaran Kuesioner Online Relawan Pajak KPP Pratama Medan Petisah
3.3.1 Peran relawan pajak dalam penyuluhan penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi Secara E-filing
a. Mempermudah jangkauan wajib pajak yang ingin melapor b. Membantu karyawan di kantor pajak
c. Membantu pelaporan e-filing dengan memberikan edukasi perpajakan mengenai pelaporan e-filing di lingkungan kerelawanan, kampus, keluarga dan lingkungan sekitar lainnya d. Sebagai media penyambung dengan wajib pajak yang mayoritas
menganggap aura perpajakan yang negatif
e. Meningkatkan efektivitas dalam pelayanan kepada Wajib Pajak saat sejumlah wajib pajak berbondong-bondong datang ke KPP Pratama Medan Petisah
f. Sebagai pihak yang mengingatkan kembali untuk dapat melaporkan kewajibannya di tahun berikutnya
g. Memberikan pengertian mengenai arti penting pajak untuk kontribusi negara sehingga kewajiban yang diemabn oleh wajib pajak juga sama pentingnya
h. Sebagai pihak yang melakukan pendekatan melalui cara bicara, sikap maupun emosional yang tentunya berbeda dengan yang dilakukan pegawai pajak
i. Sebagai pihak yang dapat mewujudkan sistem self assessment yang saat ini diberlakukan melalui penggunaan e-filing
3.3.2 Kendala yang diterima Relawan Pajak saat hendak membantu Wajib Pajak menggunakan e-filing
a. Kendala dalam hal sistem pelaporan e-filing
1) Server down ketika banyak pihak yang menggunakan sistem untuk melaporkan kewajibannya
2) Koneksi jaringan komputer yang sering tidak stabil 3) Maintenance Website
4) Pengiriman kode verifikasi melalui email yang sering gagal dari sistem DJP itu sendiri
b. Kendala dari sisi wajib pajak itu
1) Sikap perilaku dan emosional wajib pajak yang ingin cepat tanpa ingin mengetahui setiap proses penggunaan e-filing
2) Wajib pajak yang kurang memahami teknologi
3) Kurangnya sikap partisipatif dari beberapa wajib pajak 4) Sikap dari wajib pajak yang tidak ingin mengantri
5) Wajib pajak yang kehilangan/ lupa email, password djponline dan e-fin yang telah digunakan untuk pelaporan pajak sebelumnya
6) Kurangnya pemahaman wajib pajak mengenai perpajakan yang menjadi alasannya untuk melaporkannya melalui e-filing
7) Wajib pajak yang tidak jujur mengenai jumlah hartanya karena merasa akan melakukan pembayaran pajak tambahan terkait jumlah harta yang dilampirkan
8) Tidak lengkapnya berkas yang mendukung wajib pajak untuk dapat melakukan pelaporan pajak
9) Adanya pertanyaan dari wajib pajak yang diluar pengetahuan relawan namun sulit untuk diarahkan kepada pegawai pajak untuk melakukan konsultasi
c. Kendala dari relawan pajak
Rendahnya pengetahuan mahasiswa/I relawan pajak dalam hal perpajakan, relawan pajak hanya memiliki pengetahuan seputar pelaporan SPT E-filing
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Peran Relawan Pajak dalam Proses Penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi secara E-filing di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah
Dalam hal peranan relawan pajak sebagai pihak dalam proses penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi, relawan pajak berperan sebagai pihak fasilitator.
Sebagai pihak fasilitator, peran tersebut dapat digambarkan melalui tugas dan fungsi relawan pajak sebagai petugas assistensi.
Sebagai pihak fasilitator, seorang relawan berperan sebagai orang yang mampu membantu, mendengarkan, memahami pola pemikiran mendukung serta memberikan fasilitas kepada WP untuk dapat melaporkan SPTnya secara e-filing.
Hal tersebut sesuai dengan himbauan yang diberikan oleh pihak KPP Pratama Medan Petisah bahwa relawan pajak hanya berperan sebagai pihak pengarah/
fasilitator yang berperan membantu WP untuk dapat melaporkan SPT Tahunannya secara e-filing sehingga dalam peran sebagai pihak fasilitator yakni berperan sebagai assitensi (pendampingan) pengisian SPT Tahunan.
fasilitator yang berperan membantu WP untuk dapat melaporkan SPT Tahunannya secara e-filing sehingga dalam peran sebagai pihak fasilitator yakni berperan sebagai assitensi (pendampingan) pengisian SPT Tahunan.