• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas-Tugas Perkembangan Manusia

Dalam dokumen PPD 09 PPD 09 | Berbagi itu Indah (Halaman 28-35)

Pada bagian ini akan dikemukakan delapan tugas-tugas perkembangan yang dihadapi remaja. Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan definisi remaja, perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja, secara biologis dan psikologis. Pada bagian ini akan dikemukakan delapan tugas perkembangan utama yang harus dialami oleh remaja. Dengan memahami tugas-tugas perkembangan berikut ini

diharapkan orangtua dan guru-guru dapat memberikan dukungan dan kesempatan yang tepat agar remaja mampu melaksanakan tugas-tugas tersebut dengan baik.

Apakah tugas-tugas perkembangan yang dihadapi remaja?

Tugas perkembangan utama yang dihadapi remaja adalah dimilikinya identitas secara stabil dan menjadi orang dewasa yang lengkap dan produktif. Sebagian besar waktu remaja akan dipergunakan untuk mengembangkan diri dalam menghadapi perubahan-perubahan pengalaman dan peran-peran hidup mereka dari masa kanak-kanak. Remaja mencari peran hidup mereka dalam masyarakat melalui aktif belajar dari kehidupan nyata yang mengarahkan mereka untuk menemukan jati dirinya sendiri.

Perubahan-perubahan yang dialami anak pada masa pubertas membawa kesadaran baru terhadap diri sendiri dan reaksi-reaksi orang lain terhadap dirinya. Sebagai contoh, kadang-kadang orangtua menerima remaja sebagai orang dewasa, sebab mereka secara fisik tampak seperti fisik orang dewasa. Sebaliknya, sebenarnya mereka belum dewasa. Remaja membutuhkan tempat (kamar) untuk mengeksplorasi dirinya sendiri dan dunia mereka sendiri. Jadi sebagai orang dewasa, kita perlu menyadari kebutuhan-kebutuhan remaja dan memberikan kesempatan-kesempatan yang diperlukan untuk tumbuh berperan sebagai orang dewasa.

Tugas-tugas perkembangan merupakan ukuran atau pertanda sebagai perkembangan yang normal dari remaja dalam mengarungi hidupnya. Ada delapan tugas perkembangan utama yang dihadapi remaja, yaitu:

1. Memperoleh hubungan baru dan lebih matang dengan orang lain, baik dengan remaja laki-laki maupun perempuan, pada kelompok seusia.

2. Mencapai peran sosial sebagai laki-laki atau perempuan. 3. Menerima keadaan fisiknya sebagaimana adanya.

5. Mempersiapkan diri untuk hidup dalam ikatan perkawinan dan berumah tangga.

6. Mempersiapkan diri dalam bidang karier.

7. Memperoleh seperangkat nilai-nilai dan suatu sistem etika sebagai pemandu perilaku -- mengembangkan suatu ideologi penuntun perilaku pribadi. 8. Berkeinginan dan berusaha mencapai perilaku yang dapat

dipertanggung-jawabkan secara sosial.

Setiap tugas perkembangan tersebut secara berturut-turut dijelaskan sebagai berikut.

1. Memperoleh hubungan baru dan lebih matang dengan orang lain, baik dengan remaja laki-laki maupun perempuan, pada kelompok seusia

Remaja belajar melalui usaha-usaha untuk beriteraksi dengan orang lain dengan cara-cara yang lebih dewasa. Kematangan fisik memainkan peranan penting dalam beriteraksi dengan teman-teman dari kelompok sebaya. Remaja yang tingkat kematangannya lebih rendah dari ukuran usia sebayanya akan mengalami penolakan dari kelompok sebayanya. Keadaan ini akan diikuti dengan perilaku remaja tersebut untuk mencari kelompok lain yang tingkat perkembangannya serupa dengan dirinya. Remaja putri yang lebih cepat matang akan masuk ke dalam kelompok sebaya yang memiliki kematangan fisik serupa dengan perkembangan dirinya, sehingga memungkinkan remaja putri ini lebih cepat aktivitas seksualnya.

Pemantauan oleh orang tua akan sangat berguna dalam menunjang arah perkembangan remaja. Namun, perlu disadari bahwa orang tua memiliki keterbatasan dalam pemantauan ini, sebab banyak waktu remaja dihabiskan dalam aktivitas di luar jangkauan orang tua.

2. Mencapai peran sosial sebagai laki-laki atau perempuan

Anak remaja mengembangkan definisi mereka sendiri tentang apa yang dimaksud pria atau wanita. Bagaimanapun, kebanyakan anak remaja menepati peran atas dasar jenis kelamin sejalan dengan pandangan budaya bahwa kaum pria itu berperilaku tegas dan kuat, sedangkan wanita bersifat pasif dan lemah. Duapuluh tahun terakhir ini, peran-peran ini sudah menjadi lebih mencair. Artinya, tidak selalu peran-peran tegas harus diambil laki-laki, sedangkan peran-peran lemah harus diambil perempuan. Sebagai orang dewasa, kita harus menyediakan kesempatan bagi anak remaja untuk menguji dan mengembangkan peranan sosial yang feminin atau maskulin mereka. Sebagai contoh, kita harus mendorong remaja pria untuk menyatakan perasaan mereka dan mendorong wanita untuk menyatakan diri mereka lebih dari terbuka dan tegas yang mereka tak memilikinya di masa lalu.

3. Menerima keadaan fisiknya sebagaimana adanya

Permulaan dari pubertas dan tingkat perubahan fisik untuk anak remaja amat bervariasi. Remaja-remaja tertentu yang dengan mudah menghadapi perubahan itu sebagian mencerminkan bagaimana pertumbuhan fisik mereka memenuhi pertumbuhan fisik yang sempurna sebagaimana yang diidam-idamkan para remaja laki-laki atau wanita-wanita. Sebaliknya, remaja yang tidak memenuhi standar pertumbuhan fisik yang ideal akan banyak memerlukan dukungan ekstra dari orang dewasa untuk meningkatkan perasaan nyaman dan self-worth mengenai bentuk badan mereka.

4. Mencapai kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya

Anak-anak memperoleh kekuatan dari cara-cara mereka menginternalisasikan nilai-nilai dan sikap-sikap orangtua mereka. Cara-cara ini lambat laun mulai memudar sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi remaja. Remaja, bagaimanapun, harus menggambarkan kembali sumber

kekuatan mereka dari kekuatan pribadi dan bergerak ke arah kepercayaan pada diri sendiri. Perubahan ini akan lebih mudah jika anak remaja dan orang tua dapat mencapai mufakat sampai batas level tertentu dari kemerdekaan atau kebebasan yang meningkat dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, orang tua dan anak remaja perlu menetapkan waktu jam malam dimana anak boleh ke luar rumah. Waktu itu harus ditingkatkan ketika anak remaja kita menjelang masa dewasa.

5. Mempersiapkan diri untuk hidup dalam ikatan perkawinan dan berumah tangga

Kematangan di bidang seksual merupakan basis dari tugas pengembangan remaja. Pencapaian tugas-tugas pengembangan ini sulit sebab anak remaja seringkali bingung antara perasaan seksual dengan keakraban yang asli. Tentu saja, tugas pengembangan ini pada umumnya tidak dicapai sampai masa remaja akhir atau awal kedewasaan.

Dalam kaitan ini, tugas pendidikan bukannya mempersiapkan remaja melaju ke jenjang perkawinan. Hal yang lebih pokok adalah bagaimana remaja memiliki sikap yang tepat menghadapi kebingungan mereka atas perasaan-perasaan seksual dan hubungan-hubungan interpersonal yang akrab dengan lawan jenisnya. Problema perilaku seksual akhir-akhir ini menjadi salah satu bagian keprihatinan sebagian besar orang tua dan pendidik pada umumnya.

6. Mempersiapkan diri dalam bidang karier

Di dalam masyarakat kita, anak remaja dipandang telah menjangkau status orang dewasa ketika ia bisa mendukung dirinya sendiri dalam hal keuangan. Tugas ini telah menjadi lebih sulit dibanding di masa lalu sebab permintaan pasar pekerjaan menuntut pendidikan dan ketrampilan yang tinggi. Saat ini, tugas pengembangan mempersiapkan diri di bidang karier secara umum tidak dicapai

sampai masa remaja akhir atau awal kedewasaan, setelah individu menyelesaikan pendidikannya, dan memperoleh beberapa tingkat awal pengalaman bekerja.

7. Memperoleh seperangkat nilai-nilai dan suatu sistem etika sebagai pemandu perilaku -- mengembangkan suatu ideologi pribadi.

Anak remaja sudah dapat berpikir secara abstrak dan situasi yang mungkin bakal terjadi. Dengan perubahan di dalam berpikir ini, anak remaja bisa mengembangkan seperangkat keyakinan dan nilai-nilainya sendiri.

8. Berkeinginan dan berusaha mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial

Keluarga merupakan tempat di mana anak-anak menggambarkan atau mendefinisikan diri mereka dan dunia mereka sendiri. Sementara itu, remaja mendefinisikan atau menggambarkan diri mereka dan dunia mereka dari peranan sosial yang baru mereka jalani. Status remaja di dalam masyarakat, di luar dari keluarga merupakan suatu keberhasilan yang penting bagi masa remaja akhir dan orang dewasa awal. Remaja dan orang dewasa awal sebagai anggota masyarakat yang lebih luas melalui keterlibatan mereka dalam ketenagakerjaan (dimana mereka memiliki kemerdekaan dalam bidang keuangan) dan kemerdekaan emosional dari orang tua.

RANGKUMAN

Sebagian besar remaja menghadapi tugas perkembangan sebagai suatu yang menantang, namun sebagian besar tidaklah tak dapat ditanggulangi. Galibnya, remaja sedang menguji kemerdekaan dirinya dari belenggu orangtuanya; namun mereka bukanlah, dan tidak ingin, secara total mandiri. Orangtua dan orang dewasa harus menyediakan suatu lingkungan yang mendukung untuk anak remaja yang sedang mencari dan menyelidiki identitas diri mereka. Orang tua dan orang dewasa

kebanyakan berpegang teguh dalam prinsip. Remaja memerlukan orang tua untuk memainkan peran aktif di antara orang tua-orang tua yang masih hidup dan memiliki kemauan juga yang mungkin berbeda dari remaja. Bagaimanapun, orang dewasa harus menyediakan anak remaja beberapa ruang untuk bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan mereka sendiri serta bertanggung jawab atas konsekuensi dari keputusan yang diambilnya. Ketika remaja membuat kesalahan atas keputusan yang diambil, mereka memerlukan dukungan dan bimbingan dari orang tua dan orang dewasa untuk membantu mereka untuk mengetahui dari pengalaman menghadapi sesuatu terkait dengan keputusan tersebut. Dengan mengetahui tugas perkembangan anak remaja, orang tua dan orang dewasa dapat membantu kekeliruan yang diperbuat oleh anak remaja menjadi peluang yang mampu meningkatkan penguasaan anak remaja atas ketrampilan hidup. Kadang-Kadang interaksi antar orangtua dan orang dewasa lain dengan anak remaja akan menjadi tantangan dan pertentangan yang tidak pasti, tetapi adalah penting bahwa orang tua dan orang dewasa tetap tabah dan memberi kepercayaan kepada anak remajanya serta yakin bahwa anaknya akan sanggup menyelesaikan segala urusan. Orang tua dan orang dewasa mempunyai sebuah peran yang penting untuk dilakukan dan diperkirakan mempunyai dampak positif bila secara tidak kentara mereka hidup di antara anak remajanya.

Kompleksitas perubahan yang dihadapi individu mulai terasa pada dekade kedua ketika manusia hidup. Tentu saja, masa remaja ditandai oleh banyak perubahan-- biologi, phisik, emosional dan intelektual. Informasi dari rangkaian perubahan-perubahah dalam berbagai bidang tersebut akan menjadi "petunjuk jalan (road map)" untuk mengantisipasi dari anak remaja. Penggunaan petunjuk jalan ini, orang tua dan orang dewasa lain dapat mendukung anak remaja atas perjalanan mereka ke arah mencapai tujuan mereka, yakni menjadi orang dewasa yang produktif dan berkompeten.

PENDALAMAN

Untuk memperoleh penguasaan yang mendalam mengenai kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan remaja, kerjakanlah tugas-tugas berikut ini dengan saksama.

1. Beberapa orang ahli menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan remaja. Menurut pandangan Anda sendiri bagaimana, benarkah bahwa remaja hidupnya hanya untuk “mengabdi” kepada kehidupan seksual?

2. Amatilah beberapa remaja, bedakan di antara remaja yang Anda amati bagaimana perkembangan identitas dirinya? Adakah di antara mereka ada yang identitas dirinya tidak sehat? Kalau ada, bagaimana karakteristik yang tampak? 3. Tekanan dari pemenuhan kebutuhan di masa remaja adalah aktualisasi diri.

Adakah di antara remaja yang menurut penilaian Anda belum waktunya aktualisasi diri, artinya mereka masih bergelut dengan kebutuhan dasar yang lebih rendah? Bagaimana kita menghantarkan remaja agar mampu beraktualisasi diri?

Dalam dokumen PPD 09 PPD 09 | Berbagi itu Indah (Halaman 28-35)

Dokumen terkait