• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan

Dalam dokumen Laporan Tahunan TBLA 2012 (Halaman 185-191)

Laporan Auditor Independen

(BII) Perusahaan mendapat fasilitas kredit non

44. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan

44. Financial Risk Management Objectives

Policies Aktivitas Grup terpengaruh berbagai risiko

keuangan: risiko pasar (termasuk risiko mata uang, risiko suku bunga dan risiko harga), risiko kredit dan risiko likuiditas. Program manajemen risiko Grup secara keseluruhan difokuskan pada pasar keuangan yang tidak dapat diprediksi dan Grup berusaha untuk meminimalkan dampak yang berpotensi merugikan kinerja keuangan Grup.

The Group activities are exposed to a variety of financial risks: market risk (including currency risk, fair value interest rate risk and price risk), credit risk and liquidity risk. The Group’s overall risk management programme focuses on the unpredictability of financial markets and seeks to minimize potential adverse effects on the Group’s financial performance.

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk DAN ENTITAS ANAK

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir

31 Desember 2012 dan 2011

(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2012 and 2011 (Figures are Presented in millions of Rupiah, unless Otherwise Stated) Manajemen risiko merupakan tanggung jawab

Direksi. Direksi bertugas menentukan prinsip dasar kebijakan manajemen risiko Grup secara keseluruhan serta kebijakan pada area tertentu seperti risiko mata uang asing, risiko suku bunga, risiko kredit dan penggunaan instrumen keuangan derivatif.

Risk management is the responsibility of the Board of Directors (BOD). The BOD has the responsibility to determine the basic principles of the Group’s risk management as well as principles covering specific areas, such as foreign exchange risk, interest rate risk, credit risk and the use of derivative financial instruments.

Risiko Pasar Market Risk

a. Risiko Mata Uang Asing a. Foreign Exchange Risk

Grup terpengaruh risiko nilai tukar mata uang asing yang timbul dari berbagai eksposur mata uang, terutama terhadap Dolar Amerika Serikat. Risiko nilai tukar mata uang asing timbul dari transaksi komersial di masa depan serta aset dan liabilitas yang diakui.

The Group is exposed to foreign exchange risk arising from various currency exposures, primarily with respect to the U.S. Dollar. foreign exchange risk arises from future commercial transactions and recognized assets and liabilities.

Manajemen telah menetapkan kebijakan yang mengharuskan entitas-entitas dalam Grup mengelola risiko nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang fungsionalnya. Risiko nilai tukar mata uang asing timbul ketika transaksi komersial masa depan atas aset dan liabilitas yang diakui didenominasikan dalam mata uang yang bukan mata uang fungsional. Risiko diukur dengan menggunakan proyeksi arus kas.

Management has set up a policy to require Group companies to manage their foreign exchange risk against their functional currency. Foreign exchange risk arises when future commercial transactions or recognized assets or liabilities are denominated in a currency that is not the entity’s functional currency. The risk is measured using cash flow forecasts.

Pada tanggal 31 Desember 2012, jika mata uang melemah/menguat sebesar 1% terhadap Dolar Amerika Serikat dengan variabel lain konstan, laba setelah pajak untuk tahun berjalan akan lebih rendah/tinggi sebesar Rp 10.911, terutama diakibatkan keuntungan/ (kerugian) dari penjabaran aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi serta keuntungan/(kerugian) penjabaran pinjaman dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.

As of December 31, 2012, if the currency had weakened/strengthened by 1%, against the U.S. Dollar with all other variables held constant, post-tax profit for the years would have been Rp 10,911 lower/higher, mainly as a result of foreign exchange gains (losses) on translation of US Dollar-denominated financial assets at fair value through profit or lossand foreign exchange gains (losses) on translation of U.S. Dollar-denominated borrowings.

Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Grup mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:

As of December 31, 2012 and 2011, the Group have monetary assets and liabilities in foreign currencies as follows:

Mata uang Mata uang

asal/ asal/

Original Ekuivalen Rp/ Original Ekuivalen Rp/

Currency Equivalent in Currency Equivalent in

(dalam ribuan/ (dalam ribuan/

in thousand) in thousand)

Aset Assets

Kas dan setara kas US$ 16.324 157.789 36.424 330.297 Cash and cash equivalents

EUR 1 12 28 332

Piutang usaha US$ 9.906 95.798 3.846 34.876 Trade accounts receivable

Aset lancar - Lain-lain - setoran Other current assets - guarantee

jaminan US$ 1.838 17.778 875 7.934 deposits

Jumlah aset 271.377 373.439 Total assets

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk DAN ENTITAS ANAK

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir

31 Desember 2012 dan 2011

(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2012 and 2011 (Figures are Presented in millions of Rupiah, unless Otherwise Stated)

Mata uang Mata uang

asal/ asal/

Original Ekuivalen Rp/ Original Ekuivalen Rp/

Currency Equivalent in Currency Equivalent in

(dalam ribuan/ (dalam ribuan/

in thousand) in thousand)

Liabilitas Liabilities

Utang usaha US$ 854 8.255 - - Trade accounts payable

MYR 1.770 5.593 1.786 5.095

Utang bank jangka pendek US$ 33.606 324.964 55.004 498.779 Short-term bank loans

Bagian liabilitas jangka panjang Current portion of long-term

yang akan jatuh tempo dalam liabilties

waktu satu tahun

Utang bank jangka panjang US$ 7.000 67.686 6.688 60.646 Long-term bank loans

Uang muka diterima US$ 47.583 460.128 17.898 162.295 Advances received

Utang lain-lain US$ - - 150 1.360 Other payables

Liabilitas jangka panjang - Long-term liabilities - net of

setelah dikurangi bagian current maturities

yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun

Utang bank jangka panjang US$ 31.424 303.873 38.424 348.428 Long-term bank loans

Uang muka diterima US$ 32.000 309.440 62.617 567.815 Advances received

Jumlah Liabilitas 1.471.684 1.644.418 Total Liabilities

Jumlah Liabilitas - Bersih 1.200.307 1.270.979 Net Liabilities

2012 2011

Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, kurs nilai tukar yang digunakan Grup diungkapkan pada Catatan 2.e atas laporan keuangan konsolidasian.

As of December 31, 2012 and 2011 the conversion rates used by the Group are disclosed stated on Notes 2.e to the consolidated financial statements.

b. Risiko Harga b. Price Risk

Risiko harga adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari suatu instrument keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Eksposur Grup terkait risiko harga pasar terutama berasal dari harga komoditas pada tingkat yang minimum. Grup melakukan kontrak pembelian dan penjualan produk kelapa sawit dengan harga yang telah ditentukan dan membayar uang muka. Manajemen berkeyakinan tidak terdapat eksposur risiko harga yang signifikan.

Price risk is the risk that the value of the financial instrument will fluctuate as a result of changes in market prices. The Group’s exposure to price risk relates to its palm oil based product commodities. The Group monitors the market closely to ensure that the risk exposure to the volatility of the commodities is kept at minimum level. The Group entered into sale and purchase of palm oil products at a fixed price and paid advances. The management believes that price risk exposure is not significant.

c. Risiko Suku Bunga d. Interest Rate Risk

Risiko suku bunga Grup timbul dari pinjaman jangka panjang. Pinjaman yang diterima dengan suku bunga mengambang mengakibatkan timbulnya risiko suku bunga arus kas terhadap Grup.

The Group’s interest rate risk arises from long-term borrowings. Borrowings issued at floating rates expose the Group to cash flow interest rate risk.

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk DAN ENTITAS ANAK

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir

31 Desember 2012 dan 2011

(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2012 and 2011 (Figures are Presented in millions of Rupiah, unless Otherwise Stated)

Pada akhir periode pelaporan, saldo pinjaman dengan suku bunga mengambang adalah sebesar Rp 1.099.204 yang terdiri atas pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang.

As of the end of the reporting period, the Group’s floating rate borrowings amounted to Rp 1,099,204 consists of short term bank loan and long-term bank loans.

Pinjaman dengan suku bunga tetap yang dimiliki Grup dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Untuk itu, pinjaman tersebut tidak termasuk dalam risiko suku bunga sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 60.

The Group’s fixed rate borrowings are carried at amortized cost. They are therefore not subject to interest rate risk as defined in PSAK No. 60.

Pada tanggal 31 Desember 2012, jika suku bunga atas pinjaman yang didenominasikan dalam Rupiah lebih tinggi/rendah 1% dan variabel lain dianggap tetap, laba setelah pajak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012 akan lebih rendah/tinggi sebesar Rp 8.244, terutama sebagai akibat tingginya/rendahnya beban bunga dari pinjaman dengan suku bunga mengambang.

As of December 31, 2012, if interest rates on Rupiah-denominated borrowings had been 1% higher/lower with all other variables held constant, post-tax profit for the year ended December 31, 2012 would have been Rp 8,244 lower/higher, mainly as a result of higher/lower interest expense on floating rate borrowings.

Pada tanggal 31 Desember 2012, apabila suku bunga atas pinjaman berdenominasi Dolar Amerika Serikat meningkat/menurun sebesar 0,1% dan variabel lain tetap, laba setelah pajak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012 akan lebih rendah/tinggi sebesar Rp 1.086, sebagian besar akibat beban bunga yang lebih tinggi/rendah pada pinjaman dengan suku bunga mengambang.

As of December 31, 2012, if interest rates on U.S. Dollar-denominated borrowings at that date had been 0.1% higher/lower with all other variables held constant, post- tax profit for the year ended December 31, 2012 would have been Rp 1,086 lower/higher, mainly as a result of higher/lower interest expense on floating rate borrowings.

Risiko Kredit Credit Risk

Risiko kredit dikelola berdasarkan kelompok, kecuali risiko kredit sehubungan dengan saldo piutang. Setiap entitas bertanggung jawab mengelola dan menganalisa risiko kredit pelanggan baru sebelum persyaratan pembayaran dan distribusi ditawarkan. Risiko kredit timbul dari kas dan setara kas, investasi pada surat berharga utang dan deposito berjangka di bank, maupun risiko kredit yang timbul dari pelanggan grosir dan ritel, termasuk piutang yang belum dibayar dan transaksi yang mengikat.

Credit risk is managed on a group basis except for credit risk relating to accounts receivable balances. Each entity is responsible for managing and analysing the credit risk for each of their new clients before standard payment and delivery terms and conditions are offered. Credit risk arises from cash and cash equivalents, derivative financial instruments, investment in debt securities and deposits with banks and financial institutions, as well as credit exposures to wholesale and retail customers, including outstanding receivables and committed transactions.

Lihat Catatan 6 untuk informasi piutang yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai.

Refer to Note 6 for the information regarding not past due and unimpaired receivables.

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk DAN ENTITAS ANAK

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir

31 Desember 2012 dan 2011

(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2012 and 2011 (Figures are Presented in millions of Rupiah, unless Otherwise Stated) Berikut adalah eksposur maksimum terhadap

risiko kredit untuk komponen laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.

The table below shows the maximum exposure to credit risk for the component of the consolidated statements of financial position as of December 31, 2012 and 2011.

2012 2011

Jumlah Bruto/ Jumlah Neto/ Jumlah Bruto/ Jumlah Neto/

Gross Amounts Net Amounts Gross Amounts Net Amounts

Tersedia untuk dijual Available for sale

Investasi jangka pendek 11.060 11.060 10.590 10.590 Short-term investment

Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables

Kas dan setara kas 537.399 537.399 537.030 537.030 Cash and cash equivalents

Piutang usaha 386.834 386.834 233.188 233.188 Trade accounts receivable

Piutang lain-lain 7.651 7.651 8.094 8.094 Other accounts receivable - third parties

Aset lancar lain-lain 41.692 41.692 18.135 18.135 Other current assets

Piutang lain-lain tidak lancar - Other noncurrent asset -

pihak berelasi 956 956 2.961 2.961 related parties

Aset tidak lancar lain-lain 889 889 2.222 2.222 Other noncurrent asset

Jumlah 986.481 986.481 812.220 812.220 Total

Risiko Likuiditas Liquidity Risk

Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Grup tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya.

Liquidity risk is a risk arising when the cash flow position of the Group is not enough to cover the liabilities which become due.

Kebutuhan likuiditas Grup terutama timbul dari kebutuhan untuk membiayai investasi dan pengeluaran modal untuk ekspansi lahan dan penanaman baru kelapa sawit.

Liquidity needs of the Group primarily arise from the need to finance investment and capital expenditures for expansion and new planting of new oil palm.

Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.

In the management of liquidity risk, management monitors and maintains a level of cash and cash equivalents deemed adequate to finance the Group’s operations and to mitigate the effects of fluctuation in cash flows. Management also regularly evaluates the projected and actual cash flows and continuously assess conditions in the financial markets for opportunities to obtain optimal funding sources.

Berikut adalah jadwal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan konsolidasi berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011:

The table below summarizes the maturity profile of financial assets and liabilities based on contractual undiscounted payments as of December 31, 2012 and 2011:

2012

Biaya

Transaksi/ Nilai <= 1 tahun/ 1-2 tahun/ 2-3 tahun/ 3-5 tahun/ > 5 tahun/ Jumlah/ Transaction Tercatat/

<= 1 year 1-2 years 2-3 years 3-5 years > 5 years Total Costs As Reported

Liabilitas/Liabilities

Utang bank jangka pendek/

Short term bank loans 448.491 - - - - 448.491 - 448.491

Utang usaha/

Trade accounts payable 250.066 - - - - 250.066 - 250.066

Beban akrual/Accrued expenses 71.099 - - - - 71.099 - 71.099 Liabilitas jangka pendek lain-lain/

Other current liabilities 15.957 - - - - 15.957 - 15.957

Utang kepada pihak berelasi/

Due to related parties 6.406 - - - - 6.406 - 6.406

Utang bank jangka panjang/

Long term bank loans 156.318 205.114 138.268 154.720 - 654.420 (5.884) 648.536 Pinjaman diterima/

Borrowings 5.496 2.603 120 - - 8.219 - 8.219

Liabilitas sewa pembiayaan/

Finance lease liabilities 6.641 2.573 588 - - 9.802 - 9.802

Utang lain-lain

Other payables 4.850 - - - - 4.850 - 4.850

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk DAN ENTITAS ANAK

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir

31 Desember 2012 dan 2011

(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2012 and 2011 (Figures are Presented in millions of Rupiah, unless Otherwise Stated)

2011

Biaya

Transaksi/ Nilai <= 1 tahun/ 1-2 tahun/ 2-3 tahun/ 3-5 tahun/ > 5 tahun/ Jumlah/ Transaction Tercatat/

<= 1 year 1-2 years 2-3 years 3-5 years > 5 years Total Costs As Reported

Liabilitas/Liabilities

Utang bank jangka pendek/

Short term bank loans 750.291 - - - - 750.291 - 750.291

Utang usaha/

Trade accounts payable 190.113 - - - - 190.113 - 190.113

Beban akrual/Accrued expenses 23.679 - - - - 23.679 - 23.679 Liabilitas jangka pendek lain-lain/

Other current liabilities 5.716 - - - - 5.716 - 5.716

Utang kepada pihak berelasi/

Due to related parties 2 - - - - 2 - 2

Utang bank jangka panjang/

Long term bank loans 117.468 146.069 148.083 69.143 145.090 625.853 (6.896) 618.957 Pinjaman diterima/

Borrowings 4.434 4.258 1.230 - - 9.922 - 9.922

Liabilitas sewa pembiayaan/

Finance lease liabilities 10.698 5.902 1.838 - - 18.438 - 18.438

Utang kepada pemegang saham/

Due to stockholders 8.689 - - - - 8.689 - 8.689

Utang lain-lain

Other payables 4.360 4.850 - - - 9.210 - 9.210

Jumlah/Total 1.115.450 161.079 151.151 69.143 145.090 1.641.913 (6.896) 1.635.017

45. Reklasifikasi Akun 45. Reclassification of Accounts

Beberapa akun dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2012, sebagai berikut:

Certain accounts in consolidated financial statements as of December 31, 2011 and January 1, 2011/December 31, 2010 have been reclassified to conform with consolidated financial statement presentation as of December 31, 2012. A summary of such accounts is as follows:

Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum

Reklasifikasi/ Reklasifikasi/ Reklasifikasi/ Reklasifikasi/

After Before After Before

Reclassification Reclassification Reclassification Reclassification

Aset tetap/property, plant and equipment 1.378.349 1.407.852 1.142.799 1.172.302

Aset tetap yang tidak digunakan - bersih/

Assets not used in operations - net - 1.122 - 4.057

Biaya tangguhan hak atas tanah - bersih/

Deferred charges on landrights - net - 4.185 - 4.181

Aset tidak lancar lain-lain - bersih/

Other noncurrent assets - net 40.348 5.538 43.981 6.240

December 31, 2011 January 1, 2011/December 31, 2010

31 Desember 2011/ 1 Januari 2011/31 Desember 2010/

Reklasifikasi diatas tidak mempengaruhi laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan laporan perubahan ekuitas konsolidasian Grup.

The above mention reclassifications did not affect the respective consolidated statement of comprehensive income and consolidated statements of changes in equity of the Group.

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk DAN ENTITAS ANAK

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir

31 Desember 2012 dan 2011

(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2012 and 2011 (Figures are Presented in millions of Rupiah, unless Otherwise Stated)

46. Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas

Dalam dokumen Laporan Tahunan TBLA 2012 (Halaman 185-191)