Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui strategi inkuiri pada mata pelajaran IPS di kelas V Mi Al Khairiyah Kaliawi.
2. Manfaat penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapakan dapat memberikan Informasi kepada tenaga pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penerapan pembelajaran aktif khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial adapun kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
a. Bagi Guru
Memberikan Informasi kepada tenaga pendidik dalam upaya memperbaiki mutu pendidikan melalui penerapan strategi pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
b. Bagi peserta didik
Bagi peserta didik dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri.
c. Bagi lembaga pendidikan
Bagi Lembaga Pendidikan penerapan strategi inkuiri ini sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil langkah-langkah kebijaksanaan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada proses pendidikan. Serta Sebagai upaya perbaikan dan peningkatan mutu belajar peserta didik sehingga menghasilkan output lulusan yang bermutu.
d. Bagi penulis
Bagi Penulis dapat menambah pengetahuan penulis dan dapat dijadikan sebuah dorongan untuk mengembangkan ilmu yang diperoleh dari instituisinya. Dan menjadi acuan agar menjadi lebih ketika telah menjadi guru.
1. Pengertian Strategi Inkuiri
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kozna secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.1
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan a plan of operation achieving something. Sedangkan metode adalah a way in achieving something. Jadi metode pembelajaran dapat di definisikan sebagai cara yang digunakan guru dalam menjalankan fungsinya dan merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran.2
Inquiry berasal dari bahasa inggris yaitu to inquire yang berarti ikut serta atau terlibat dalam mengajukan pertanyaan, mencari informasi dan melakukan penyelidikan. Model pembelajaran inkuiri bertujuan untuk memberikan cara bagi peserta didik untuk membangun kecakapan intelektual yang terkait dengan proses berfikir reflektif. Dalam inkuiri terdapat proses mental seperti merumuskan masalah,
1
Hamzah B Uno, Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif
dan Efektif, (Jakarta; Bumi Aksara, 2012), h. 1
2
merancang eksperimen, melaksanakan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis, dan membuat kesimpulan.3
Strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa yunani yang berarti saya menemukan.4
Tujuan utama pembelajaran melalui strategi inkuiri adalah menolong peserta didik untuk dapat mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berfikir dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin tahu mereka. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik. Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini peserta didik memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.5 Selanjutnya setelah menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pendidik harus memperhatikan langkah-langkah dalam menggunakan strategi inkuiri yaitu:
3
Muhammad Fathurruhman, Model-Model Pembelajaran Inovatif, (Jogjakarta: Ar Ruzz Media, 2015), h. 104
4
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media, 2011), h. 196
5
2. Langkah-Langkah Strategi Inkuiri
Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a. Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar peserta didik siap melaksanakan proses pembelajaran. Langkah orientasi merupakan langkah yang sangat penting. Keberhasilan model pembelajaran inkuiri sangat tergantung pada kemauan peserta didik untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi ini adalah seperti berikut:
1) Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik.
2) Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk mencapai tujuan.
3) Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan motivasi belajar peserta didik.
b. Merumuskan Masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa peserta didik kepada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang peserta didik untuk berfikir
memecahkan teka-teki dalam rumusan masalah yang ingin dikaji disebabkan masalah itu tentu ada jawabannya, dan peserta didik didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang penting dalam pembelajaran inkuiri melalui proses tersebut, peserta didik akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berfikir.
c. Mengajukan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) yang setiap anak adalah dengan mengajukan pertanyaan yang dapat mendorong peserta didik untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.
d. Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk mengakaji hipotesis yang diajukan. Dalam model pembelajaran inkuiri mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual.
e. Menguji Hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan peserta didik atas jawaban yang di berikannya. Disamping itu, menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berfikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, tetapi harus di dukung oleh data yang ditemukan dan dapat di pertanggung jawabkan.
f. Merumuskan Kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang di peroleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.6
3. Kelebihan dan Kekurangan Strategi Inkuiri
Sebagai suatu model pembelajaran, model pembelajaran inkuiri merupakan model pembelajaran yang terbaru di dunia pendidikan khususnya di Indonesia. Oleh karena itu model pembelajaran inkuiri memiliki beberapa keunggulan dan juga memiliki kelemahan. Seorang guru yang ingin menggunakan model pembelajaran inkuiri harus mengetahui dengan jelas keunggulan dan kelemahan model
6
Jumanta Handayana, Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2014), h. 34-35
pembelajaran ini. Roestyah menyatakan bahwa keunggulan dari strategi inkuiri adalah sebagai berikut:
a. Keunggulan dari strategi ini:
a) Dapat membentuk dan mengembangkan “self concept” pada diri peserta
didik, peserta dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik. b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses
belajar yang baru.
c) Mendorong peserta didik untuk berfikir dan berkerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap objektif, jujur dan terbuka.
d) Mendorong peserta didik untuk berfikir intuitif dan merumuskan hipotesis nya sendiri.
e) Memberikan kepuasan yang bersifat intrinsik. f) Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang. g) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. h) Memberikan kebebasan peserta didik untuk belajar sendiri.
i) Peserta didik dapat menghindari peserta didik cara-cara belajar yang tradisional.
j) Dapat memberikan waktu pada peserta didik secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.7
b. Adapun kelemahan strategi ini:
a) Pembelajaran dengan inkuiri memerlukan kecerdasan peserta didik yang tinggi. Bila peserta didik kurang cerdas hasil pembelajarannya kurang efektif.
b) Memerlukan perubahan kebiasaan cara belajar peserta didik yang menerima informasi dari guru apa adanya.
c) Guru dituntut mengubah kebiasaan mengajar yang umumnya sebagai pemberi informasi menjadi fasilitator, motivator, dan membimbing peserta didik dalam belajar.
d) Karena dilakukan secara berkelompok, kemungkinan ada anggota yang kurang aktif.
e) Pembelajaran inkuiri kurang cocok pada anak yang usianya terlalu muda. f) Cara belajar peserta didik dalam metode ini menuntut bimbingan guru
yang lebih baik.
g) Untuk kelas dengan jumlah peserta didiknya yang banyak, akan sangat merepotkan guru.
7
h) Membutuhkan waktu yang lama dan hasilnya kurang efektif jika pemebelajaran ini diterapkan pada situasi kelas yang kurang mendukung. i) Pembelajaran akan kurang efektif jika guru tidak mengusai kelas.8