• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI : RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN BAB VII : KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

BAB VIII : PENUTUP

17 BAB II

GAMBARAN PELAYANAN INSPEKTORAT DAERAH

Inspektorat Daerah Kabupaten Sidoarjo dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Sidoarjo dan Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 18 Tahun 2020 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Inspektorat Daerah Kabupaten Sidoarjo.

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Inspektorat Daerah

Inspektorat Daerah merupakan unsur pengawas penyelenggaraan Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Inspektur, yang dalam tugasnya bertanggung jawab terhadap Bupati melalui Sekretaris Daerah. Sebagai unsur pengawas Inspektorat Daerah mempunyai tugas membantu Bupati membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan oleh Perangkat Daerah serta penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut Inspektorat Daerah menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan kebijakan teknis pengawasan dan fasilitasi pengawasan;

b. Pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, review, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya;

c. Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan dari Bupati dan/atau Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat;

d. Penyusunan laporan hasil pengawasan;

e. Pelaksanaan koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi;

f. Pengawasan pelaksanaan program reformasi birokrasi;

g. Pelaksanaan administrasi Inspektorat Daerah;

h. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

Susunan Organisasi Inspektorat Daerah terdiri dari : 1) Unsur Pimpinan : Inspektur

2) Unsur Staf : Sekretariat, terdiri dari : a) Sub Bagian Perencanaan

b) Sub Bagian Administrasi dan Umum

18 c) Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan

3) Unsur Pelaksana : Inspektur Pembantu, terdiri dari : a) Inspektur Pembantu I

b) Inspektur Pembantu II c) Inspektur Pembantu III d) Inspektur Pembantu IV

e) Kelompok Jabatan Fungsional

Gambar 2.1

Bagan Struktur Organisasi, Tugas dan Fungsi

 Inspektur mempunyai tugas memimpin, melakukan koordinasi dan pengawasan dalam penyelenggaraan kegiatan Inspektorat Daerah

 Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kegiatan, pengelolaan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, surat menyurat dan perlengkapan serta evaluasi dan pelaporan hasil pengawasan.

Dalam pelaksanaan tugas tersebut diatas, sekretariat mempunyai fungsi:

a. Penyusunan rencana kegiatan;

b. Pengelolaan administrasi umum, perlengkapan dan perpustakaan;

c. Pengelolaan administrasi kepegawaian;

d. Pengelolaan administrasi keuangan;

e. Pelayanan administrasi;

f. Evaluasi dan Pelaporan hasil pengawasan;

19

 Inspektur Pembantu I

Inspektur Pembantu I mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Akuntabilitas Pemerintahan Kecamatan dan Desa/Kelurahan :

a. Kecamatan Sidoarjo dan Desa/Kelurahan di wilayah Kecamatan Sidoarjo;

b. Kecamatan Buduran dan Desa di wilayah Kecamatan Buduran;

c. Kecamatan Candi dan Desa di wilayah Kecamatan Candi;

d. Kecamatan Tanggulangin dan Desa di wilayah Kecamatan Tanggulangin;

e. Kecamatan Porong dan Desa/Kelurahan di wilayah Kecamatan Porong;

f. Kecamatan Jabon dan Desa di wilayah Kecamatan Jabon;

g. Kecamatan Krembung dan Desa di wilayah Kecamatan Krembung;

h. Kecamatan Prambon dan Desa di wilayah Kecamatan Prambon;

i. Kecamatan Tulangan dan Desa di wilayah Kecamatan Tulangan;

j. Kecamatan Gedangan dan Desa di wilayah Kecamatan Gedangan;

k. Kecamatan Sedati dan Desa di wilayah Kecamatan Sedati;

l. Kecamatan Waru dan Kecamatan Sukodono dan Desa di wilayah Kecamatan Waru;

m. Kecamatan Sukodono dan Desa di wilayah Kecamatan Sukodono;

n. Kecamatan Taman dan Desa/Kelurahan di wilayah Kecamatan Taman o. Kecamatan Krian dan Desa/Kelurahan di wilayah Kecamatan Krian;

p. Kecamatan Wonoayu dan Desa di wilayah Kecamatan Wonoayu;

q. Kecamatan Balongbendo dan Desa di wilayah Kecamatan Balongbendo;

r. Kecamatan Tarik dan Desa di wilayah Kecamatan Tarik

Untuk melaksanakan tugas, Inspektur Pembantu I mempunyai fungsi:

a. Mengumpulkan bahan penyusunan rencana pengawasan

b. Memberikan petunjuk, mengawasi dan membimbing dalam melaksanakan tugas pengawasan

c. Melakukan pengawasan terhadap perencanaan dan pengelolaan keuangan kecamatan dan desa/kelurahan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya

d. Memberikan jasa konsultasi pengelolaan keuangan kecamatan dan desa/kelurahan

20 e. Melakukan Pemantauan tindaklanjut hasil pemeriksaan BPK dan

Inspektorat Daerah

f. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Insfrastruktur pembangunan dan aset kecamatan dan desa/kelurahan

g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Inspektur.

 Inspektur Pembantu II

Inspektur Pembantu II mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah :

a. Sekretariat Daerah b. Sekretariat DPRD c. Inspektorat d. Dinas Daerah e. Badan Daerah f. BUMD g. Kecamatan

Untuk melaksanakan tugas, Inspektur Pembantu II mempunyai fungsi:

a. Mengumpulkan bahan penyusunan rencana pengawasan

b. Memberikan petunjuk, mengawasi dan membimbing dalam melaksanakan tugas pengawasan

c. Melakukan pengawasan terhadap akuntabilitas kinerja pemerintah daerah dan PD

d. Melakukan pengawasan terhadap kinerja PD melalui audit kinerja e. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan SPIP

f. Melakukan pengawasan terhadap laporan kinerja pemda g. Melakukan pengawasan pelaksanaan zona integritas h. Melakukan pengawasan pelaksanaan reformasi birokrasi i. Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Inspektur;

 Inspektur Pembantu III

Inspektur Pembantu III mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Akuntansi dan Aset Daerah :

a. Sekretariat Daerah b. Sekretariat DPRD c. Inspektorat

21 d. Dinas Daerah

e. Badan Daerah f. BUMD.

Untuk melaksanakan tugas, Inspektur Pembantu III menyelenggarakan fungsi:

a. Mengumpulkan bahan penyusunan rencana pengawasan

b. Memberikan petunjuk, mengawasi dan membimbing dalam melaksanakan tugas pengawasan

c. Melakukan pengawasan terhadap dokumen perencanaan dan anggaran d. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pengadaan barang/jasa

pemerintah

e. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan insfrastruktur f. Melakukan pengawasan atas pengelolaan barang milik daerah

g. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan serapan anggaran dan laporan keuangan pemerintah daerah

h. Melakukan stock opname dan audit operasional/audit ketaatan

i. Melakukan pemantauan tindaklanjut hasil pemeriksaan BPK dan Inspektorat Daerah

j. Melakukan konsulting atas pengelolaan keuangan dan pengelolaan aset daerah

k. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Inspektur.

 Inspektur Pembantu IV

Inspektur Pembantu IV mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Investigasi, Pengaduan dan Pencegahan Korupsi : a. Sekretariat Daerah

b. Sekretariat DPRD c. Inspektorat d. Dinas Daerah e. Badan Daerah f. BUMD

g. Kecamatan dan desa/kelurahan.

22 Dalam melaksanakan tugas, Inspektur Pembantu IV menyelenggarakan fungsi:

a. Mengumpulkan bahan penyusunan rencana pengawasan

b. Memberikan petunjuk, mengawasi dan membimbing dalam melaksanakan tugas pengawasan

c. Melakukan pengawasan terhadap pelaporan gratifikasi d. Pelaksanaan koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi

e. Melakukan penanganan kasus/audit investigatif/audit PKKN/audit PKN f. Melakukan evaluasi terhadap pelaporan RAD PPK/MCP dan LHKASN g. Melakukan pengawasan atas terjadinya benturan kepentingan

h. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Whistle Blowing System i. Melakukan pengawasan dalam rangka implementasi perjanjian kerja

sama APIP-APH (koordinasi, tukar-menukar informasi serta kegiatan lainnya)

j. Melakukan pengawasan saber pungli

k. Penyalahgunaan wewenang/korupsi menjadi kinerja investigasi l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Inspektur.

 Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi sesuai dengan keahlian dan kebutuhan organisasi. Dalam melaksanakan tugasnya dikoordinir oleh Inspektur Pembantu atau tenaga fungsional senior yang ditunjuk Inspektur. Kedudukan Jabatan Fungsional Auditor berada dibawah Inspektur Pembantu.

2.2. Sumber Daya Inspektorat Daerah a. Sumber Daya Manusia

Pegawai Negeri Sipil merupakan unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan dengan kata lain Pegawai Negeri Sipil mempunyai peran yang cukup dominan dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan. Oleh sebab itu pegawai negeri sipil dituntut untuk mampu memanfaatkan dana, daya, sarana dan prasarana yang telah ditetapkan dengan hasil yang yang optimal.

23 Jumlah pegawai di Inspektorat Daerah Kabupaten Sidoarjo sebanyak 68 orang dengan klasifikasi sebagai berikut :

Tabel 2.1

Proporsi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian Tahun 2021

No. Jenis Kepegawaian Jumlah Ket.

1.

Proporsi Pegawai berdasarkan Kepangkatan dan Jabatan Tahun 2021

No Kepangkatan Eselon

Jumlah

Sumber data: Inspektorat Daerah per Agustus 2021 Tabel 2.3

Proporsi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2021

No. Pendidikan Formal Jumlah

1.

24 Tabel 2.4

Proporsi Pegawai Berdasarkan Rincian Jabatan Tahun 2021

No. Jabatan Jumlah

Analis Sistem Informasi dan Jaringan Pengadministrasi umum

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa Inspektorat Daerah Kabupaten Sidoarjo memiliki jumlah pegawai yang cukup memadai dalam rangka mendukung kinerja PD, namun jumlah pegawai auditor masih tetap perlu ditingkatkan guna mendukung terlaksananya pengawasan yang lebih optimal.

25 b. Sumber Daya Sarana Prasarana

Untuk mempermudah pelaksanaan tugas sehari-hari dan menyelesaikan tugas dengan baik dan benar, maka diperlukan sarana dan prasarana pendukung guna kelancaran pelaksanaan kegiatan di masing-masing unit organisasi. Hal ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas, sehingga tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya dapat terselesaikan dengan tepat, cepat dan akurat.

Adapun sarana dan prasarana yang ada di Inspektorat Daerah Kabupaten Sidoarjo per 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut :

Tabel 2.5

Aset Inspektorat Daerah Per 31 Desember 2020

KODE NAMA BARANG JML NILAI S/D 31 DES 2020

SUSUT S/D 31 DES 2020

NILAI BUKU S/D

31 DES 2020 STATUS

1.3 ASET TETAP 676 18.413.785.595,26 4.576.824.808,81 13.836.960.786,46

1.3.1 TANAH 1 5.472.578.958,00 0 5.472.578.958,00

1.3.1.01 Tanah 1 5.472.578.958,00 0 5.472.578.958,00 Baik

1.3.2 PERALATAN DAN MESIN 573 5.110.362.502,00 3.435.677.792,93 1.674.684.709,08

1.3.2.01 Alat Besar 3 10.468.587,00 2.093.717,40 8.374.869,60 Baik

1.3.2.02 Alat Angkutan 19 2.565.304.500,00 1.669.108.250,00 896.196.250,00

Secara umum baik, kondisi rusak berat hanya pada 2 unit kendaraan R2

1.3.2.03 Alat Bengkel Dan Alat Ukur 34 216.716.650,00 96.284.650,00 120.432.000,00 Baik

1.3.2.04 Alat Pertanian 0 0 0 0

-1.3.2.05Alat Kantor Dan Rumah

Tangga 363 796.356.925,00 593.069.305,80 203.287.619,20

Secara umum baik, kondisi rusak berat hanya pada 1 almari, 2 pigora, 1 penghancur kertas, 1 kursi rapat, 2 unit AC, 2 kipas angin, 1 televisi, 1 sound system, 3 UPS, 2 lambang garuda, 1 gambar presiden/wapres, 7 gorden

1.3.2.06Alat Studio, Komunikasi Dan

Pemancar 33 114.909.264,00 93.934.984,00 20.974.280,00

Secara umum baik, kondisi rusak berat hanya pada 1 unit PABX

1.3.2.07Alat Kedokteran Dan

Kesehatan 3 87.840.000,00 17.568.000,00 70.272.000,00 Baik

1.3.2.08 Alat Laboratorium 2 211.457.833,00 52.507.229,13 158.950.603,88 Baik

1.3.2.09 Alat Persenjataan 1 5.890.000,00 5.890.000,00 0 Baik

1.3.2.10 Komputer 115 1.101.418.743,00 905.221.656,60 196.197.086,40

Secara umum baik, kondisi rusak berat hanya pada 1 unit Printer Laser Jet

1.3.2.11 Alat Eksplorasi 0 0 0 0

-1.3.2.12 Alat Pengeboran 0 0 0 0

-1.3.2.13Alat Produksi, Pengolahan

Dan Pemurnian 0 0 0 0

-1.3.2.14 Alat Bantu Eksplorasi 0 0 0 0

-1.3.2.15 Alat Keselamatan Kerja 0 0 0 0

-1.3.2.16 Alat Peraga 0 0 0 0

-1.3.2.17 Peralatan Proses/produksi 0 0 0 0

-1.3.2.18 Rambu – Rambu 0 0 0 0

-1.3.2.19 Peralatan Olah Raga 0 0 0 0

-26

KODE NAMA BARANG JML NILAI S/D 31 DES 2020

BANGUNAN 6 7.789.127.035,26 1.131.951.759,88 6.657.175.275,38 1.3.3.01 Bangunan Gedung 6 7.789.127.035,26 1.131.951.759,88 6.657.175.275,38 Baik

1.3.3.02 Monumen 0 0 0 0

-1.3.3.03 Bangunan Menara 0 0 0 0

-1.3.3.04 Tugu Titik Kontrol/pasti 0 0 0 0

-1.3.4 JALAN, JARINGAN DAN

IRIGASI 2 27.795.100,00 9.195.256,00 18.599.844,00

1.3.4.01 Jalan Dan Jembatan 0 0 0 0

-1.3.4.02 Bangunan Air 0 0 0 0

-1.3.4.03 Instalasi 0 0 0 0

-1.3.4.04 Jaringan 2 27.795.100,00 9.195.256,00 18.599.844,00 Baik

1.3.5 ASET TETAP LAINNYA 94 13.922.000,00 0 13.922.000,00

1.3.5.01 Bahan Perpustakaan 94 13.922.000,00 0 13.922.000,00 Baik

1.3.5.02

-1.3.5.06 Barang Koleksi Non Budaya 0 0 0 0

-1.3.5.07 Aset Tetap Dalam Renovasi 0 0 0 0

-1.3.6 KONSTRUKSI DALAM

PENGERJAAN 0 0 0 0

-1.3.6.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan 0 0 0 0

-1.5 ASET LAINNYA 44 883.067.972,00 633.899.088,00 249.168.884,00 1.5.2 KEMITRAAN DENGAN

PIHAK KETIGA 0 0 0 0

-1.5.2.01 Kemitraan Dengan Pihak

Ketiga 0 0 0 0

-1.5.3 ASET TIDAK BERWUJUD 1 71.978.750,00 71.978.750,00 0

-1.5.3.01 Aset Tidak Berwujud 1 71.978.750,00 71.978.750,00 0

Aplikasi e - audit (sudah tidak dapat dimanfaatkan, terdapat pembaruan aplikasi) 1.5.4 ASET LAIN-LAIN 43 811.089.222,00 561.920.338,00 249.168.884,00

1.5.4.01 Aset Lain-lain 43 811.089.222,00 561.920.338,00 249.168.884,00 Baik

Sumber data : Neraca Aset Inspektorat Daerah Kabupaten Sidoarjo per 31 Desember 2020

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa Inspektorat Daerah Kabupaten Sidoarjo memiliki sarana dan prasaran yang cukup memadai dalam rangka mendukung kinerja aparatur, namun masih tetap perlu regenerasi dan upaya pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana tersebut.

2.3 Kinerja Pelayanan Inspektorat Daerah

Tugas pokok Inspektorat Daerah adalah membantu Bupati dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa.

27 Kinerja Pelayanan yang dilakukan Inspektorat Daerah berdasarkan Permendagri Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Perencanaan, Pembinaan, dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun 2021 antara lain:

1. Pemeriksaan kinerja

Dengan sasaran pemeriksaan kinerja terhadap program/kegiatan yang tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah dan/atau rencana kerja pemerintah daerah tahun 2021 dengan sasaran program/kegiatan yang memiliki resiko tinggi

2. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu, meliputi:

a) Pemeriksaan investigasi;

Fokus sasaran penanganan pengaduan masyarakat yang berindikasi penyalahgunaan wewenang dan tindak pidana korupsi

b) Penghitungan kerugian keuangan negara/daerah

Fokus sasaran kasus kerugian negara yang dilimpahkan oleh aparat penegak hukum untuk dilakukan perhitungan kerugian keuangan negara/

daerah

c) Audit Ketaatan;

Fokus pada belanja Perangkat Daerah (PD) d) Memproses penyelesaian TP/TGR;

Fokus pada laporan yang diterima e) Audit dengan tujuan tertentu.

Disesuaikan dengan kebutuhan 3. Pengawasan yang bersifat mandatori

a) Reviu rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan rencana strategis perangkat daerah (Renstra PD);

Sasaran menjaga konsistensi rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) dengan RPJMD serta meyakinkan penyusunan RPJMD dan Renstra PD telah sesuai dengan kaidah perencanaan

b) Reviu dokumen perencanaan pembangunan dan anggaran daerah tahunan (RKPD, Renja PD, KUA, PPAS, dan RKA PD termasuk perubahannya);

Sasaran menjaga konsistensi RPJMD dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, menjaga konsistensi dokumen perencanaan daerah dengan dokumen penganggaran daerah serta meyakinkan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan dan anggaran daerah tahunan telah sesuai dengan kaidah perencanaan

28 c) Reviu laporan keuangan pemerintah daerah;

Sasaran memberikan keyakinan secara terbatas bahwa tidak ada modifikasi material yang dilakukan dan laporan keuangan telah disajikan berdasarakan sistem pengendalian intern yang memadai dan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan

d) Reviu laporan kinerja;

Sasran memberikan keyakinan secara terbatas bahwa laporan kinerja telah menyajikan informasi kinerja yang andal, akurat dan berkualitas e) Reviu laporan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD):

Sasaran memberikan keyakinan mengenai akurasi, keandalan, dan keabsahan informasi kinerja dalam LPPD

f) Reviu dana alokasi khusus (DAK) Fisik:

sasaran meyakinkan pemerintah daerah dalam penyaluran DAK Fisik telah memenuhi persyaratan dokumen

g) Pemeriksaan atas penagihan penerimaan negara bukan pajak

sasaran meyakinkan pemerintahan daerah telah melaksanakan optimalisasi dalam penagihan penerimaan negara bukan pajak

h) Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Pemerintah

sasaran menilai kehandalan pelaksanaan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah di lingkungan pemerintah daerah

i) Monitoring penyerapan anggaran/pemeriksaan kas;

sasaran memberikan keyakinan bahwa target penyerapan memberikan keyakinan bahwa target penyerapan anggaran dan pengelolaan kas daerah telah sesuai dengan perencanaan

j) Monitoring dan evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas internal pemerintah;

sasaran terhadap temuan pemeriksaan yang berlarut-larut penyelesaiannya.

4. Pengawasan prioritas nasional meliputi :

a) Tindak lanjut perjanjian kerjasama aparat pengawas intern pemerintah dan aparat penegak hukum dalam penanganan laporan/pengaduan masyarakat yang berindikasi korupsi;

29 sasaran meyakinkan penanganan pengaduan masyarakat yang berindikasi korupsi telah mengacu pada perjanjian kerja sama Kementerian Dalam Negeri, Kejaksaan, Kepolisian Negara Republik Indonesia

b) Operasionalisasi sapu bersih pungutan liar;

sasaran meyakinkan pelayanan publik di masing-masing pemerintah daerah telah bersih dari pungutan liar

c) Evaluasi perencanaan dan penganggaran yang berbasis gender (responsive gender);

sasaran meyakinkan perencanaan dan penganggaran daerah telah memperhatikan gender

d) Dana desa;

sasaran meyakinkan pemerintah desa telah mengelola dana desa mulai dari penyaluran, penggunaan dan pertanggungjawaban telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan

e) Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

sasaran meyakinkan sekolah telah mengelola dana BOS mulai dari penyaluran, penggunaan dan pertanggungjawaban telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

5. Pengawalan Reformasi Birokrasi, meliputi:

a) Penilaian mandiri pelaksanaan reformasi birokrasi;

sasaran meyakinkan data yang tertuang dalam dokumen akurat dan relevan dengan pelaksanaan reformasi birokrasi

b) Asistensi pembangunan reformasi birokrasi ;

sasaran pendampingan kepada perangkat daerah dalam membangun sub area penguatan pengawasan, meliputi:

1) Sistem pengendalian intern pemerintah;

2) Kapabilitas aparat pengawas intern pemerintah;

3) Verifikasi laporan harta kekayaan penyelenggara negara/laporan harta kekayaan aparatur sipil negara;

4) Penilaian internal zona integritas;

5) Penanganan benturan kepentingan;

6) Penanganan laporan pengaduan (whistle blower system);

7) Penanganan pengaduan masyarakat; dan 8) Evaluasi SAKIP

30 6. Penegakan Integritas meliputi:

a) Dukungan pelaksanaan survei penilaian integritas;

sasaran meyakinkan kesiapan pemerintah daerah dan tersedianya alokasi anggaran secara memadai

b) Monitoring dan evaluasi aksi pencegahan korupsi.

sasaran aksi pencegahan dan penindakan korupsi terintegrasi yang dikoordinasikan oleh KPK dan aksi pencegahan korupsi yang dikoordinasikan oleh Tim Stranas PK dan korsupga KPK

7. Peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah meliputi : a) Penerapan Manajemen Risiko;

b) Perencanaan Pengawasan Berbasis Risiko;

c) Audit Kinerja;

d) Audit Investigasi;

e) Pemeriksaan DAK Fisik;

f) Pendidikan berjenjang Jabatan Fungsional P2UPD dan Auditor; dan g) Pendidikan Sertifikasi di bidang pengawasan lainnya.

8. Pengawasan lainnya meliputi : a) Melaksanakan sosialisasi;

b) Melaksanakan asistensi;

c) Melaksanakan bimtek;

d) Melaksanakan pendampingan BPK;

e) Melaksanakan konsultansi;

f) Melaksanakan fasilitasi/pendampingan pengawasan yang dilakukan oleh BPK, BPKP, Aparat pengawas lainnya;

g) Perumusan kebijakan;

h) Pengawasan di bidang kepegawaian.

31 Tabel 2.6

Pencapaian Kinerja Pelayanan Inspektorat Daerah

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

1

Persentase Perangkat Daerah uang nilai SAKIP minimal B

55,31% 63,82% 100,00% 100,00% 100,00% 91,48% 100,00% 100,00% 100,00% 165,40% 156,69% 100,00% 100,00%

2

Persentase Perangkat daerah bebas temuan administrasi yang berakibat kerugian keuangan negara

6,38% 2,12% 2,04% 0,00% 0,00% 8,51% 0,00% 2,04% 0,00% 133,39% 0,00% 100,00% 0,00%

3

Tingkat Maturitas SPIP Kabupaten Sidoarjo minimal terdefinisi

Terdefinisi n/a terdefinisi terdefinisi terdefinisi terdefinisi terdefinisi terdefinisi terdefinisi terdefinisi 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

4

Persentase Desa bebas temuan administrasi yang berakibat kerugian keuangan negara

1,24% 0,31% 0,62% 0,00% 0,00% 3,76% 1,24% 0,00% 0,00% 303,23% 400,00% 0,00% 0,00%

5

Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti

98,50% 99,00% 94,24% 96,00% 98,00% 98,66% 94,24% 99,88% 104,17% 100,16% 95,19% 105,98% 108,51%

6

Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah yang ditindaklanjuti

99,50% 99,65% 72,18% 75,00% 78,00% 71,09% 72,18% 89,82% 75,00% 71,45% 72,43% 124,44% 100,00%

7 Persentase Pengaduan/kasus

yang ditindaklanjuti 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 91,89% 100,00% 100,00% 100,00% 91,89% 100,00%

Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-NO

Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Perangkat

Daerah

Target IKK Target Renstra Perangkat Daerah Tahun

ke-32 Tabel 2.7

Anggaran Dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Inspektorat Daerah

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

Belanja Pegawai 7.215.416.381,94 7.417.706.423,00 11.114.109.438,00 13.352.266.982,00 12.729.383.106,00 6.095.775.006,00 6.854.442.064,00 10.737.508.711,00 12.364.032.133,00 84,48% 92,41% 96,61% 92,60% 24,26% 29,98%

Belanja Barang dan Jasa 5.394.283.525,00 2.352.035.925,00 2.907.677.012,00 3.173.063.600,00 4.267.345.987,00 4.406.164.104,00 1.732.204.061,00 2.202.325.251,00 2.223.910.261,00 81,68% 73,65% 75,74% 70,09% -7,88% -7,17%

Belanja Modal 167.040.000,00 415.165.500,00 215.513.500,00 2.036.875.150,00 489.241.319,00 133.361.510,00 379.115.580,00 127.659.094,00 1.563.629.357,00 79,84% 91,32% 59,23% 76,77% 315,19% 514,90%

Uraian

Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke- Rasio antara Realisasi dan Anggaran

Tahun

ke-Rata-rata Pertumbuhan

33 2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Inspektorat Daerah

Adapun tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Inspektorat Daerah Kabupaten Sidoarjo adalah sebagai berikut :

A. Tantangan

a. Bertambahnya peran Inspektorat untuk melaksanakan penjaminan atas tata kelola pemerintahan yang baik.

b. Keterbatasan tenaga yang mempunyai kompetensi di bidang Teknologi Informasi sangat mempengaruhi kecepatan transformasi informasi dari Inspektorat ke luar.

c. Perubahan/perkembangan regulasi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang cukup cepat sehingga menuntut aparatur pemeriksa selalu update atas perubahan tersebut.

d. Jumlah pengaduan masyarakat yang masuk ke Inspektorat cukup tinggi.

B. Peluang

1. Komitmen dari Pimpinan Daerah untuk mendukung program penyelenggaraan pengawasan.

2. Sarana prasarana yang mendukung.

3. Komunikasi yang baik dengan Instansi terkait peningkatan kompetensi SDM Inspektorat Daerah.

34 BAB III

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS INSPEKTORAT DAERAH

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Inspektorat

Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah menyebutkan bahwa pengawasan terhadap urusan Pemerintahan di daerah dilaksanakan oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah sesuai dengan fungsi dan kewenangannya, yang terdiri atas Inspektorat Jenderal Departemen, Unit Pengawasan Lembaga Pemerintah Non Departemen, Inspektorat/Badan Pengawasan Propinsi, dan Inspektorat/Badan Pengawasan Kabupaten/Kota.

Inspektorat Daerah Kabupaten Sidoarjo terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor : 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah dan Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor : 67 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja, Inspektorat Daerah.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, permasalahan yang teridentifikasi di lingkup Inspektorat Daerah Kabupaten Sidoarjo adalah sebagai berikut : a. Identifikasi risiko pada Perangkat Daerah kurang maksimal.

b. Adanya tindak lanjut hasil temuan BPK yang belum selesai.

c. Adanya tindak lanjut hasil temuan Inspektorat yang belum selesai.

d. Lambatnya Perangkat Daerah dalam merespon hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah.

e. Banyaknya pengaduan masyarakat yang masuk ke Inspektorat.

3.2 Telaah Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Berdasarkan visi Kabupaten Sidoarjo yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sidoarjo yaitu :

“Kabupaten Sidoarjo yang inovatif, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan’’

selanjutnya dijabarkan dalam misi Bupati/Wakil Bupati terpilih. Adapun Misi Bupati terpilih adalah sebagai berikut :

1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan tangkas melalui digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kemudahan berusaha;

35 2. Membangkitkan pertumbuhan ekonomi dengan fokus pada kemandirian lokal berbasis usaha mikro, koperasi, pertanian, perikanan, sektor jasa dan industri untuk membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan;

3. Membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter melalui peningkatan akses pelayanan bidang pendidikan, ksesehatan serta kebutuhan dasar lainnya

4. Mewujudkan masyarakat religius yang berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan serta mampu menjaga kerukunan sosial antar warga

5. Membangun infrastruktur ekonomi dan sosial yang modern dan berkeadilan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

36 Tabel 3.1

Faktor penghambat dan pendorong pelayanan Inspektorat Daerah terhadap pencapaian visi, misi, dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Visi Kabupaten Sidoarjo yang inovatif, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan No Misi dan Program KDH dan

Wakil KDH Terpilih

Permasalahan Pelayanan Inspektorat

Faktor

Penghambat Pendorong

(1) (2) (3) (4) (5)

1

Misi I : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan tangkas melalui digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kemudahan berusaha.

1. Keterbatasan jumlah dan

kompetensi personil Auditor

2. Keterbatasan personil yang kompeten dalam bidang Teknologi Informasi

3. Strategi

pengawasan dengan keterbatasan SDM

1. Keterbatasan formasi CPNS Auditor dan Formasi dari inpassing sehingga kompetensi Auditor belum sesuai dengan jenjang jabatannya.

2. Keterbatasan formasi CPNS bidang Teknologi Informasi.

3. Keterbatasan waktu untuk merumuskan strategi pengawasan yang tepat dengan keterbatasan jumlah dan kompetensi personil.

1. Komitmen dari Pimpinan Daerah untuk mendukung program penyelenggaraan pengawasan.

2. Sarana prasarana yang mendukung 3. Komunikasi yang baik dengan Instansi

terkait peningkatan kompetensi SDM Inspektorat Daerah.

37 3.3 Telaah Renstra Kementrian

Pada telaahan Renstra Kementerian akan dijelaskan mengenai tujuan dan sasaran yang ada pada Renstra Kementerian Dalam Negeri. Berdasarkan tujuan harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang akan dicapai di masa mendatang.

Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai dalam rumusan yang spesifik, terukur dalam kurun waktu tertentu secara berkesinambungan yaitu sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berikut ini adalah penjabaran berdasarkan tujuan dan sasarannya.

Tabel 3.2

Tujuan Strategis dan Sasaran Strategis Renstra Kementerian Dalam Negeri Tahun 2020-2024 No Tujuan Strategis Sasaran Strategis

(1) (2) (3)

1 Terwujudnya stabilitas politik dalam Negeri dan Kesatuan Bangsa

a. Meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia b. Meningkatkan implementasi nilai-nilai

Pancasila di Daerah

c. Meningkatnya kewaspadaan nasional d. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan

trantibumlinmas 2 Peningkatan kapsaitas dan

sinergi pembangunan pusat dan daerah, serta pelayanan

sinergi pembangunan pusat dan daerah, serta pelayanan

Dokumen terkait