“Pembangunan Pro Rakyat”
3.1.3. TUJUAN DAN SASARAN
III - 3 Dalam pengelolaannya negara menjamin kemerdekaan memeluk agama sedangkan pemerintah berkewajiban melindungi penduduk dalam melaksanakan ajaran agama dan ibadah. Pemerintah harus memberikan bimbingan dan pelayanan agar setiap penduduk dalam melaksanakan ajaran agamanya dapat berlangsung dengan rukun, lancar, dan tertib, baik intern maupun maupun antar umat beragama.
3.1.3. TUJUAN DAN SASARAN
Untuk mewujudkan visi dan menjalankan misi pembangunan daerah Trenggalek 2010-2015 tersebut dilakukan melalui lima strategi pokok pembangunan, yaitu:
1. Pelayanan prima;
2. Perluasan lapangan kerja;
3. Peningkatan kemampuan usaha kecil dan menengah;
4. Peningkatan dan pemerataan pembangunan;
5. Pemberdayaan perempuan (peran gender).
Pembangunan Trenggalek saat ini sedang mengalami tantangan serius berupa masalah pelayanan prima dan reformasi birokrasi, peningkatan kesejahteraan, kualitas pendidikan dan kesehatan, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang belum berkualitas, belum optimalnya otonomi desa, peran serta masyarakat dan gender, rendahnya kemandirian daerah dalam pembiayaan pembangunan serta pengelolaan sumber daya alam (SDA).
Rencana kebijakan pembangunan Trenggalek dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan, yang artinya meletakkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek pembangunan. Ini merupakan penajaman arah baru pembangunan daerah seiring agenda reformasi pembangunan nasional, yakni pembangunan yang demokratis, aspiratif dan partisipatif. Mengingat potensi dan kemampuan masyarakat yang berbeda-beda, maka arah dan kebijakan pembangunan dirumuskan dengan strategi pemberdayaan dan keberpihakan kepada masyarakat miskin untuk menuju masyarakat Trenggalek yang sejahtera dan berakhlak.
Sudah saatnya Trenggalek mengembangkan proses demokratisasi partisipatoris sebagai gerakan sosial baru, mengembangkan politik aktivisme masyarakat dan organisasi-organisasi non pemerintah, khususnya pada arah politik lokal dalam ruang otonomi, di mana berbagai macam golongan masyarakat di akar rumput, para pelaku pasar, dan birokasi pemerintah daerah, terlibat dalam gerakan yang memperkuat satu sama lain untuk memproduksi semua hal yang baik bagi semua orang. Demokrasi partisipatoris adalah sejalan dengan Pembangunan Pro Rakyat dan menjadi relevan sebagai kebijakaan Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek.
Pembangunan Pro Rakyat merupakan suatu konsep pembangunan yang berpihak pada rakyat, pro kemiskinan, dengan memberi penekanan prioritas pada program perbaikan pelayanan publik, pendidikan yang murah dan bermutu untuk semua demi peningkatan kualitas sumber daya manusia; pembangunan kesehatan yang murah dan memadai demi meningkatkan produktivitas sumber daya manusia; dan perluasan lapangan kerja, terutama di sektor pertanian.
Untuk mewujudkan 3 misi yang telah diuraikan di depan, maka ditetapkan tujuan dan sasaran pembangunan daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 2010 – 2015 sebagaimana Tabel 3.1. sebagai berikut :
BAPPEDA
Tabel 3.1. Keterkaitan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
Visi : Perubahan Menuju Terwujudnya Masyarakat Trenggalek Yang Sejahtera dan Berakhlak
Misi Tujuan Sasaran Urusan yang
membidangi
1.1.1 Makin meningkatnya taraf kesehatan
1.2.1 Meningkatnya kualitas pendidikan baik formal dan non formal, negeri maupun swasta agar
1.3.1 Meningkatnya jumlah angkatan kerja, terutama penduduk miskin, laki-laki maupun perempuan, yang terserap ke dalam lapangan kerja, dan
PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERUBAHAN RKPD KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2013
BAB III. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH
1.4.1 Meningkatnya kualitas hidup dan
1.5.1 Meningkatnya Kualitas dan Jangkauan dan hukum bagi anak telantar, termasuk anak jalanan, anak cacat dan anak nakal
2.1 Revitalisasi pertanian dan pengembangan daya saing dan nilai tambah produk daya saing dan nilai tambah produk peternakan
BAPPEDA
produktifitas, produksi, daya saing dan nilai tambah produk
2.2.1 Meningkatnya kualitas koperasi dan UMKM
2.4.1 Meningkatnya kualitas pelayanan perijinan dan investasi di daerah
Urusan
2.5.1 Meningkatnya penataan kawasan daerah sesuai RUTRW
Urusan Penataan Ruang
BAPPEDA
PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERUBAHAN RKPD KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2013
BAB III. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH
2.6.1 Meningkatnya kualitas SDA dan lingkungan
2.6.3 Meningkatnya kinerja pengelolaan
kompetensi dan
3.2.1 Terpeliharanya seni dan kebudayaan daerah
3.3.1 Meningkatnya kualitas dan partisipasi pemuda
3.4.1 Meningkatnya suasana yang aman dan tertib dalam kehidupan
PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERUBAHAN RKPD KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2013
BAB III. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH
III - 9 3.2. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
Perumusan prioritas dan program pembangunan daerah bertujuan untuk menggambarkan keterkaitan antara bidang urusan pemerintahan daerah dengan rumusan indikator kinerja sasaran yang menjadi acuan penyusunan program pembangunan jangka menengah daerah berdasarkan strategi dan arah kebijakan yang ditetapkan. Melalui kebijakan umum diperoleh cerita strategi melalui program-program yang saling terkait dan rasional dalam mendukung pencapaian indikator dan target sasaran yang ditetapkan.
Keberhasilan capaian satu program mendukung atau memicu keberhasilan program lainnya.
Tema RKPD yang ditetapkan untuk tahun 2013 adalah :
“Peningkatan Pembangunan Daerah Melalui pemantapan Industri Kreatif, Kemitraan dan penataan Lingkungan Yang Didukung Oleh Penguatan Sosial Kemasyarakatan
dan Tata Pemerintahan”
Berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pembangunan, dan permasalahan pembangunan yang telah diuraikan sebelumnya, maka disusun 16 prioritas pembangunan daerah Trenggalek tahun 2013, sebagai berikut :
1. Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur
2. Revitalisasi Pertanian dan Pengembangan Agrobisnis/ Agroindustri 3. Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) 4. Peningkatan Efektivitas Penanggulangan Kemiskinan
5. Perluasan Lapangan Kerja
6. Peningkatan Aksesibilitas Pelayanan Pendidikan Murah dan Bermutu 7. Peningkatan Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Murah dan Memadai
8. Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Peningkatan Pelayanan Publik 9. Peningkatan Investasi di Bidang Pertambangan dan Pariwisata
10. Pemeliharaan Lingkungan Hidup
11. Peningkatan Keamanan dan Ketertiban, Supremasi Hukum dan Hak Azasi Manusia 12. Peningkatan Kesejahteraan Sosial Rakyat
13. Peningkatan Kualitas Kesalehan Sosial demi Terjaganya Harmoni Sosial
14. Peningkatan Kualitas Kehidupan dan Peran Perempuan di Semua Bidang dan Terjaminnya Kesetaraan Gender
15. Peningkatan Peran Pemuda dan Pengembangan Olahraga 16. Penguatan Pemerintahan Desa
Enam belas prioritas pembangunan daerah Trenggalek tahun 2013 tersebut selanjutnya dijabarkan ke dalam prioritas dan arah kebijakan umum yang hendak dicapai dalam kurun waktu satu tahun mendatang sebagai berikut:
1.
Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur, dengan kebijakan yang diarahkan untuk : (a) meningkatkan dan mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak, terutama jalan-jalan, infrastruktur pertanian dan pedesaan, serta infrastruktur ekonomi strategis seperti pasar-pasar tradisional; (b) mempercepat realisasi pembangunan waduk khususnya di Kecamatan Tugu, (c) mempercepat pelaksanaan pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JLS) dan (d) meningkatkan infrastruktur perdesaan untuk mengurangi disparitas wilayah.2.
Revitalisasi Pertanian dan Pengembangan Agrobisnis/ Agroindustri, dengan kebijakan yang diarahkan untuk: (a) meningkatkan pemberdayaan petani, nelayan dan lembaga-lembaga pendukungnya; (b) meningkatkan produktivitas, daya saing, dan nilai tambah produk pertanian dan perikanan; (c) meningkatkan pengembangan agrobisnis untuk memberdayakan perekonomian rakyat; (e) mewujudkan kawasan strategis antara lain segitiga emas Durenan sebagai pusat pengembangan wilayah, (f) meningkatkan ketahanan pangan; dan (g) mendukung program agropolitan dan minapolitan;BAPPEDA
3.
Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan kebijakan yang diarahkan untuk: (a) mengembangkan UMKM agar memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing; (b) mengembangkan usaha skala mikro dan kecil untuk meningkatkan pendapatan kelompok masyarakat berpendapatan rendah; (c) memperkuat kelembagaan koperasi dan UMKM dengan menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan dan manajemen bisnis yang sehat; (d) meningkatkan peran serta perempuan dalam pengembangan koperasi dan UMKM (kesetaraan gender); (e) memperbaiki iklim usaha yang sehat; (f) menyederhanakan prosedur perijinan; (g) memperluas dan mempermudah akses kepada sumber permodalan; (h) memperluas jejaring pasar bagi koperasi dan UMKM dan (i) mendorong perkembangan koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berbasis rakyat/komunitas.4.
Peningkatan Efektivitas Penanggulangan Kemiskinan , dengan kebijakan yang diarahkan untuk : (a) pemberdayaan masyarakat miskin produktif , (b) pemberian bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat miskin absolut meliputi pangan, kesehatan, pendidikan, perumahan, air bersih, rasa aman; serta (c) peningkatan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik;5.
Perluasan Lapangan Kerja dengan kebijakan yang diarahkan untuk: (a) meningkatkan peran lembaga penempatankerja dan penciptaan kegiatan produktif, (b) meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja melalui perbaikan syarat-syarat kerja, (c) meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui perbaikan sistem pelatihan tenaga kerja; (d) mensosialisasikan pentingnya penerapan norma keselatan dan kesehatan kerja; (e) meningkatkan kerjasama antar daerah tujuan transmigrasi dan pemberangkatan calon transmigran yang sudah dilatih;6.
Peningkatan Aksesibilitas Pelayanan Pendidikan Murah dan Bermutu , dengan kebijakan yang diarahkan untuk: (a) menuntaskan program wajib belajar 12 tahun dengan memberikan bantuan khusus dan pembebasan biaya bagi keluarga miskin, yang dibarengi upaya penarikan kembali siswa putus sekolah dan yang tidak melanjutkan ke dalam sistem pendidikan, (b) menuntaskan program penyetaraan pendidikan madrasah diniyah salafiyah dengan pendidikan umum melalui penambahan kurikulum pendidikan umum serta meningkatkan pemberdayaan para guru madrasah diniyah salafiah, (c) mengembangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tingkat Kecamatan, (d) mengupayakan keberlanjutan program pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) disertai sosialisasi, pembinaan dan pengendalian, (e) peningkatan ketrampilan bagi masyarakat melalui penyelenggaraan pendidikan non-formal dan informal, (f) meningkatkan perbaikan mutu pendidikan sekolah dasar/sederajat, SMP/sederajat dan SMA-SMK/sederajat melalui peningkatan ketersediaan pendidik dan sarana prasarana pendidikan yang berkualitas serta merata, (g) mengupayakan peningkatan kompetensi guru, (h) meningkatkan partisipasi orang tua siswa dan masyarakat sebagai stakeholders sekolah dalam mewujudkan manajemen berbasis sekolah, dan (i) mendorong lembaga penyelenggara pendidikan membuat standar pelayanan minimal.
7.
Peningkatan Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Murah dan Memadai , dengan kegiatan yang diarahkan untuk : (a) mengembangkan dan menuntaskan ”gratis berobat” bagi keluarga miskin di Puskesmas dan rumah sakit umum, dengan mewujudkan jaminan kesehatan masyarakat miskin dan penyederhanaan prosedur administrasi pelayanan, (b) mengembangkan pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas dan jaringannya, (c) meningkatkan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan serta penyebarannya, (d) menuntaskan revitalisasi Puskesmas dengan menyediakan layanan rawat inap dan mengupayakan penyediaan tenaga dokter, (e) perombakan sistem keuangan dan kapasitas Puskesmas berdasarkan kinerja, (f) menuntaskan revitalisasi upaya kesehatan bersumber masyarakat, Posyandu, dan meningkatkan kemandiriannya untuk memantau kesehatan ibu hamil, dan balita, terutama untuk mencegah munculnya kembali wabah polio, busung lapar, dan kurang gizi, (g) memberdayakan kelembagaan masyarakat untuk peningkatan partisipasi da-lam pengembangan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil, (h)BAPPEDA
PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERUBAHAN RKPD KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2013
BAB III. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH
III - 11 meningkatkan upaya penanggulangan masalah kesehatan masyarakat, seperti malaria, rendahnya status gizi, busung lapar, demam berdarah, chikungunya dan akses pelayanan kesehatan reproduksi, dan (i) pemenuhan kebutuhan masyarakat atas layanan sanitasi lingkungan yang layak dan sehat serta air bersih.
8.
Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Peningkatan Pelayanan Publik, dengan kebijakan yang diarahkan untuk : (a) mempercepat perwujudan perubahan pola berpikir dan orientasi birokrasi dari dilayani menjadi melayani masyarakat; (b) mempercepat perwujudan birokrasi yang efisien, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, dan profesional untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme; (c) meningkatkan efektivitas dan efisiensi ketatalaksanaan dan prosedur pada semua tingkat dan lini pemerintahan; menata struktur organisasi pemerintahan secara bertahap dan berlanjut untuk mencapai efektivitas dan efisiensi birokrasi, (d) meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui pengembangan pendidikan dan pelatihan teknis, fungsional dan struktural; (e) meningkatkan kualitas pelayanan publik; dan (f) mendorong partisipasi masyarakat untuk turut merumuskan program dan kebijakan layanan publik;9.
Peningkatan Investasi di Bidang Pertambangan dan Pariwisata , dengan kebijakan yang diarahkan untuk : (a) meningkatkan investasi di daerah melalui promosi dan kemudahan perijinan serta perbaikan infrastruktur ekonomi; (b) meningkatkan pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat; (c) meningkatkan pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan dan ketenagalistrikan; (d) mengembangkan jenis dan kualitas produk-produk wisata khususnya wisata alam dan agrowisata dengan meningkatkan efektifitas kelembagaan promosi wisata;10.
Pemeliharaan Lingkungan Hidup, dengan kebijakan yang diarahkan untuk : (a) meningkatkan rehabilitasi dan rekonstruksi lingkungan hidup, khususnya kawasan hutan, dengan memilih tanaman pohon bermasa tumbuh relatif panjang, (b) meningkatkan pembangunan waduk dan embung-embung untuk penampungan air hujan di wilayah rawan banjir, sekaligus berfungsi untuk kegiatan perikanan, irigasi, pariwisata, dan sumber air bersih, (c) meningkatkan upaya konservasi sumber daya air untuk mewujudkan keberlanjutan kapasitas pasok sumber daya air, (d) mengembangkan kerja sama dengan instansi terkait dalam pemanfaatan hutan, (e) meningkatkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam, serta lingkungan hidup yang berkelanjutan, (f) meningkatkan upaya konservasi pesisir dan laut, serta merehabilitasi ekosistem yang rusak, dan menggiatkan kemitraan untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dan swasta dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut, dan (g) memberdayakan kelembagaan masyarakat melalui kebijakan yang diarahkan pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan tata ruang;11.
Peningkatan Keamanan dan Ketertiban, Supremasi Hukum dan Hak Azasi Manusia dengan kebijakan yang diarahkan untuk : (a) mengembangkan budaya masyarakat yang tertib dan patuh terhadap peraturan, (b) meningkatkan rasa aman dan nyaman dalam kehidupan bermasyarakat dan dari ancaman bencana alam, (c) meningkatkan kerukunan hidup antar umat beragama melalui fasilitasi kegiatan keagamaan; (d) meningkatkan kerjasama penegakan supremasi hukum dengan instansi vertikal yang membidangi penegakan hukum dan HAM; (e) meningkatkan kapasitas masyarakat dalam kewaspadaan terhadap bencana;12.
Peningkatan Kesejahteraan Sosial Rakyat dengan kebijakan yang diarahkan untuk : (a) membina partisipasi sosial masyarakat, (b) meningkatkan taraf hidup masyarakat menjadi berkualitas dan merata, (c) menanggulangi korban bencana alam dan konflik sosial, dan (d) meningkatkan kualitas hidup bagi PMKS dengan peningkatan pelayanan dan bantuan dasar kesejahteraan sosial melalui peningkatan PSKS (Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial);13.
Peningkatan Kualitas Kesalehan Sosial demi Terjaganya Harmoni Sosial, dengan kebijakan yang diarahkan untuk : (a) memantapkan fungsi dan peran agama sebagai landasan moral dan etika dalam pembangunan, membina akhlak mulia, budi pekerti, memupuk etos kerja, menghargai kemajemukan sosial budaya, dan menjadi kekuatan pendorong mencapai Trenggalek sejahtera dan berakhlak; (b) meningkatkanBAPPEDA
kehidupan masyarakat sehari-hari; (c) mendorong terciptanya kehidupan intra dan antar-umat beragama yang saling menghormati untuk mewujudkan suasana yang aman dan damai; (d) menyelesaikan dan mencegah konflik baik intra maupun antar-umat beragama; dan (e) meningkatkan kualitas pelayanan kehidupan beragama bagi seluruh lapisan masyarakat agar dapat memperoleh hak-hak dasar dalam memeluk agamanya masing-masing dan beribadat sesuai agama dan kepercayaannya.
14.
Peningkatan Kualitas Kehidupan dan Peran Perempuan di Semua Bidang dan Terja-minnya Kesetaraan Gender, dengan kebijakan diarahkan untuk: (a) mengurangi kesenjangan gender, (b) memperluas pengembangan kebijakan responsif terhadap kesetaraan gender, (c) meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, penguatan lembaga dan organisasi perempuan, (d) mendorong pengembangan kearifan lokal dan pemanfaatannya bagi pemberdayaan masyarakat yang tidak bias gender, (e) meningkatkan kualitas hidup perempuan lewat aksi afirmasi, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebijakan sosial, dan ekonomi, dan (f) meningkatkan perlindungan bagi perempuan dan anak dari kondisi kerja yang buruk akibat perdagangan manusia, dan juga kekerasan dalam rumah tangga.15.
Peningkatan Peran Pemuda dan Pengembangan Olahraga, dengan kebijakan yang diarahkan untuk : (a) meningkatkan peran serta pemuda dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, budaya dan agama; (b) meningkatkan akses dan partisipasi pemuda terhadap kesehatan dan kebugaran jasmani dalam upaya pembentukan karakter bangsa; (c) meningkatkan upaya pembibitan dan pengembangan prestasi olahraga secara sistematik, berjenjang, dan berkelanjutan.16.
Penguatan Pemerintahan Desa , dengan kebijakan yang diarahkan untuk : (a) meningkatkan dana perimbangan keuangan yang memadai untuk desa sejalan dengan permasalahan dan kebutuhan desa, (b) menggalakkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dengan penyediaan dana stimulan, (c) mengupayakan kebijakan mengenai penghasilan tetap dan tunjangan lainnya bagi kepala desa dan perangkat desa minimal setara dengan upah minimum kabupaten (UMK).BAPPEDA
PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERUBAHAN RKPD KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2013
BAB III. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH
III - 13 Tabel 3.2
Prioritas Pembangunan Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 2013