4.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD
Bab V. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
5.1. Tujuan, Sasaran ,Strategi, dan Kebijakan SKPD
Bab VI. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN
6.1. Rencana program dan Kegiatan Serta Pendanaan SKPD
Bab VII . KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN
7.1. Indikator Kinerja Perangkat Daerah yang mengacu pada tujuan dan Sasaran RPJMD
Bab VIII. Penutup Lampiran
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN
DINAS KOPERASI DAN PEMBINAAN PENGUSAHA KECIL, MENENGAH
KOTA BENGKULU
2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
Sesuai Peraturan Walikota Bengkulu Bandung Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Bengkulu, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu yang bertanggung jawab dalam hal pembinaan dan pengembangan terhadap Koperasi, dan UKM di Kota Bengkulu, mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan teknis dan melaksanakan kegiatan teknis operasional di bidang Koperasi dan UKM, yang meliputi pelayanan dan pengembangan usaha koperasi, pembinaan kelembagaan koperasi, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, serta melaksanakan ketatausahaan Dinas.
Dengan Rincian Tugas Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kota Bengkulu, maka tugas pokok dan fungsi unsur-unsur Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah adalah sebagai berikut:
1) Kepala Dinas
Mempunyai mempunyai tugas membantu Walikota melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan di Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.serta memimpin, merumuskan, mengatur, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan teknis pelaksanaan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang koperasi dan usaha kecil dan
menengah. Fungsi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah adalah :
a. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya.
b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya.
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya.
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2) Sekretariat
Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris yang mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pengelolaan pelayanan kesekretariatan yang meliputi pengkoordinasian, penyusunan program, pengelolaan umum dan kepegawaian serta pengolahan keuangan. Dalam melaksanakan tugas pokok, sekretaris mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. penyusunan rencana, program dan kegiatan Sekretariat. b. pemahaman peraturan perundang-undangan yang berkaitan
dengan bidang tugasnya.
c. penyusunan bahan rumusan kebijakan pelayanan administrasi dinas, umum, kerumahtanggaan, administrasi kepegawaian, dan administrasi keuangan.
d. pempublikasian pelaksanaan tugas dinas.
e. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. f. pelaksanaan koordinasi dengan intern unit dan
dinas/instansi terkait.
g. penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas. dan
h. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Sekretariat Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu terdiri atas :
a. Sub Bagian Penyusunan Program dan Keuangan b. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
3) Bidang Koperasi
Bidang Koperasi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang bertugas melaksanakan urusan koperasi dalam lingkungan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Bidang Koperasi menyelenggarakan fungsi :
a. penyusunan rencana, program dan kegiatan bidang Koperasi.
b. pemahaman peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan bidang tugasnya.
c. penyusunan bahan perumusan kebijakan pembinaan kelembagaan, bina usaha dan permodalan koperasi, serta jaringan usaha koperasi.
d. penyusunan bahan rumusan sasaran pelaksanaan tugas pengkoordinasian, pembinaan dan pengawasan kebijakan di bidang koperasi dengan bidang lain di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
e. peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia terhadap pengurus, pengawas dan anggota Koperasi.
f. peningkatan peran serta masyarakat dalam mengembangkan permodalan, pemasaran dan jaringan usaha koperasi.
g. pelaksanaan kegiatan penilaian klasifikasi koperasi berprestasi dan penilaian kesehatan koperasi.
i. pelaksanakan koordinasi dengan dinas instansi teknis dan melaksanakan konsultasi dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.
j. pelaksanaan koordinasi dengan intern unit dan dinas/instansi terkait.
k. penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas. dan
1. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bidang Koperasi terdiri atas :
a. Seksi Kelembagaan Koperasi b. Seksi Permodalan Koperasi c. Seksi Jaringan Usaha Koperasi
5) Bidang Pengawasan
Bidang Pengawasan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang bertugas melaksanakan pengawasan perkoperasian di Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Dalam melaksanakan tugas Bidang Pengawasan menyelenggarakan fungsi :
a. penyusunan rencana, program dan kegiatan Bidang Pengawasan.
b. pemahaman peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan bidang tugasnya.
c. penyusunan bahan perumusan kebijakan pemeriksaan kelembagaan, pemeriksaan usaha dan penilaian kesehatan simpan pinjam serta kepatuhan penerapan sanksi.
d. pemberian fasilitasi dan mengawasi organisasi dan kelembagaan koperasi sesuai peraturan yang berlaku.
e. pelaksanaan pemeriksaan usaha, manajemen dan keuangan koperasi sesuai peraturan yang berlaku.
f. pemberian penyuluhan/sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan koperasi dan usaha kecil sesuai ketentuan yang berlaku.
g. pemberian rekomendasi izin usaha simpan pinjam untuk koperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
h. pelaksanaan penilaian kesehatan simpan pinjam sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
i. pemeriksaan kepatuhan pelaksanaan peraturan perkoperasian.
j. penelitian dan pengkajian penerapan peraturan perkoperasian yang berlaku terhadap koperasi.
k. penyebarluasan informasi tentang perkoperasian.
l. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas. m. pelaksanaan koordinasi dengan intern unit dan
dinas/instansi terkait.
n. penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada atasan. dan
o. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bidang Pengawasan terdiri dari : a. Seksi Pemerikasaan Kelembagaan.
b. Seksi Pemeriksaan Usaha dan Penilaian Kesehatan Simpan Pinjam. dan
c. Seksi Kepatuhan dan Penerapan Sanksi.
6) Bidang Usaha Kecil Dan Menengah
Bidang Usaha Kecil Dan Menengah dipimpin oleh seorang Kepala Bidang dan bertugas melaksanakan pemberdayaan dan pengembangan Usaha Kecil di bidang Koperasi, Usaha Kecil dan
Menengah. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Usaha Kecil menyelenggarakan fungsi :
a. penyusunan rencana, program dan kegiatan Bidang Usaha Kecil.
b. pemahaman peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan bidang tugasnya.
c. penyusunan bahan perumusan kebijakan di bidang usaha kecil.
d. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan Usaha permodalan dan kelembagaan usaha kecil.
e. pelaksanaan pengembangan wirausaha baru di Kota Bengkulu.
f. pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sebagian laba Badan Usaha Milik Negara bagi usaha kecil.
g. pelaksanaan pengembangan sentral produksi ciri khas daerah melalui pengembangan produk andalan daerah.
h. pengupayaan jaringan usaha kecil untuk melaksanakan pemasaran hasil produk usaha kecil baik langsung maupun melalui media masa.
i. pengupayaan peningkatan tampilan hasil produk dan perizinan bagi usaha kecil.
j. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas. k. pelaksanakan koordinasi dengan dinas instansi teknis dan
melaksanakan konsultasi dengan Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.
l. penyiapan bahan koordinasi dan konsultasi dengan Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dalam rangka Program pembedayaan dan pembinaan Usaha Kecil. m. pelaksanaan koordinasi dengan intern unit dan
dinas/instansi terkait.
n. penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada atasan. dan
o. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bidang Usaha Kecil terdiri dari :
a. Seksi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kecil. b. Seksi Permodalan Usaha Kecil. dan
c. Seksi Produksi dan Pemasaran Usaha Kecil.
7) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Dana Bergulir Samisake
(1). UPT Pengelola Dana Bergulir Samisake merupakan unsur pelaksana tugas teknis operasional dan/ atau kegiatan teknis penunjang Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Wilayah Kota Bengkulu
(2). Kepala UPT Pengelola Dana Bergulir mempunyai tugas : a. Merencanakan, mengkoordinir, melaksanakan serta
mengevaluasi kegiatan agar dapat dicapai tujuan/sasaran berdasarkan kebijakan yang ditetapkan Kepala DinasKoperasi dan Usaha Mikro.
b. Memberikan bimbingan teknis pengelolaan permodalan,peningkatan kemampuan akses terhadap sumber-sumber permodalan bagi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah.
c. Melaksanakan dan mengelola dana bergulir bagi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu mempunyai peran aktif dalam pertumbuhan ekonomi di Kota Bengkulu melalui gerakan dan pemberdayaan koperasi dan UKM. Sehubungan dengan hal tersebut, Struktur Organisasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu sebagai berikut :
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu terdiri dari : 1. Kepala Dinas. 2. Sekretariat. 3. Bidang Koperasi. 4. Bidang Pengawasan. 5. Bidang Usaha Kecil
6. Unit Pelaksana Teknis Dinas. dan 7. Kelompok Jabatan Fungsional.
2.2. Sumber Daya Yang Dimiliki Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu
Sumber daya yang dimiliki Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu antara lain meliputi :
2.2.1 Sumber Daya Aparatur pada Dinas Koperasi Dan UKM Kota Bengkulu
Tersedianya sumber daya Aparatur sebanyak 32 orang terdiri dari Pejabat Struktural 21 orang (65,6%) dan Tenaga Administrasi/Staf 11 orang (34,4%), apabila ditinjau dari segi pendidikan, terdiri atas :
Tabel 2. 1 : PNS pada Dinas Koperasi Dan UKM Kota Bengkulu berdasarkan No Tingkat Pendidikan Jumlah Keterangan 1 2 3 4 5 6 S. 2 S. 1 / D. IV S. 0 / D. III SLTA SLTP SD 6 23 - 3 - - Jumlah 32
Tabel 2.2 : Jumlah PNS pada Dinas Koperasi Dan UKM Kota Bengkulu berdasarkan Pangkat dan Golongan
No Pangkat/Golongan Jumlah Keterangan 1 2 3 4 II III IV Staf 1 4 16 11 Jumlah 32
2.2.3. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang dimiliki terdiri atas tanah untuk kantor, tanah untuk rumah dinas, gedung kantor, rumah dinas, kendaraan roda empat dan roda dua serta inventaris/alat kantor lainnya dengan rincian sebagai berikut :
No. Jenis Inventaris Jumlah Satuan
1 2 3 4 1. 2. 3. 4. Tanah Untuk Kantor Tanah untuk rumah dinas dan tempat tinggal Bangunan kantor Tanah untuk 1.518 406 306 230.4 M2 M2 M2 M2
5.
6. 7.
rumah dinas dan tempat tinggal Kendaraan Roda Empat Kendaraan Roda Dua Inventaris dan alat kantor 4 84 221 Unit Unit Unit
2.3. Kinerja Pelayanan Pada Dinas Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu
merupakan salah satu instansi teknis Pemerintah Kota Bengkulu yang melaksanakan dan menyelenggarakan sebagai urusan rumah tangga daerah di bidang, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu dan tugas-tugas pokok lain sesuaidengan tugas pokok dan fungsinya sehingga sampai saat ini pelayanan terhadap Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu telah dilakukan dengan baik dan benar, baik oleh petugas pemberi layanan maupun yang menerima layanan dengan memperhatikan sungguh-sunguh kepentingan pihak yang berkepentingan serta mengacu pada norma dan peraturan yang ada sehingga pelayanan yang diberikan berkualitas. Pencapaian Kinerja Pelayanan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu. Pelaksanaaan kegiatan pelayanan dalam Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu menuai hasil diantaranya perkembangan Koperasi di Kota bengkulu semakin meningkat hal ini suatu tantangan yang berat bagi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu dalam melakukan pembinaan agar organisasi koperasi berkualitas dan usaha koperasi berkembang sehingga peran
koperasi terhadap pertumbuhan perekonomian Nasional khususnya di Kota Bengkulu semakin meningkat.Dengan semakin meningkatnya wirausaha baru maupun usaha mikro, kecil dan menengah di Kota Bengkulu maka pembinaan sertapendampingan baik dalam hal Managemen usaha, ketrampilan, permodalan maupun pemasaran masih perlu terus digalakkan agar wujud kemandirian Masyarakat berupa sikap yang memiliki semangat entrepreneurship bisa terusdikembangkan sehingga semakin dapat meningkatkan kualitas produksinya untuk bersaing di pasar lokal maupun nasional.
Hal ini dapat dilihat pada tabel T-C.23 ( Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah) sebagai berikut :
Target Target Target
SPM IKK Indikator
Lainnya
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Tabel. T- C. 23
Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas koperasi dan UKM
Kota Bengkulu
No Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD
Target Renstra SKPD Tahun ke ( Rp )
1 2
Hal ini dapat dilihat pada tabel T-C.24 ( Anggaran Dan realisasi pendanaan ) sebagai berikut :
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu sesuai dengan UU merupakan Dinas yang secara khusus mendapatkan amanah dalam melakukan pemberdayaan Koperasi dan UKM. Oleh karena itu peran dan posisinya dalam pemberdayaan Koperasi dan UKM, tidak sajapenting tetapi juga
strategis, khususnya dalam rangka mempercepatkesejahteraan rakyat yakni mengurangi kemiskinan dan menekanpengangguran. Potensi besar dan kondisi obyektif keberadaan Koperasi dan UKM tersebut, diperkirakan dalam lima tahun ke depan akan mengalami perkembangan ke arah pertumbuhan. Oleh sebab itu,berbagai upaya pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah, diharapkan akan dapat mempercepat proses kemajuan dan menghantarkan pada kondisi yang lebih baik bagi Koperasi dan UKM di Kota Bengkulu. Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tersebut dapat dijelaskan beberapa tantangan dan peluang dalam pengembangan pelayanan pada Dinas Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu
1. Tantangan
a. Dengan adanya AEC (Asian Economic Community) menjadi tantangan bagi Dinas Koperasi dan UKM untuk meningkatkan daya saing koperasi dan UKM baik dari sisi kelembagaan maupun dari sisi produk yang dihasilkan. b. Peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Koperasi
dalam perekonomian daerah masih kecil.
c. Jumlah pengangguran dan masyarakat miskin masih cukup besar.
d. Produk yang dihasilkan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil danMenengah masih kurang.
e. Kurangnya pemahaman peinsip-prinsip perkoperasian sehingga SDM pengelola Koperasi masih kurang memadai. f. Kurangnya sumber daya aparatur pelayanan dan sumber
pembiayaan terbatas terhadap Koperasi dan UKM
g. Modal kerja Koperasi dan UKM yang dimiliki terbatas serta kurang kondisinya iklim usaha berkaitan dengan penguatan kelembagaan bagi UKM
h. Kebanyakan Koperasi dan UKM masih menggunakan tekhnologi tradisional / sederhana
i. Koordinasi dan sinergi terhadap Program / kegiatan dengan SKPD terkait
i. Belum terbentuknya Badan layan umum untuk bantuan perkuatan pinjaman modal bergulir
j. Sangat diperlukannya bentuk jaringan kerja sama antar Koperasi/Kabupaten/Propinsi, terutama untuk akses pasar.
2. Peluang
a. Globalisasi perekonomian dunia dan terbukanya pasar bebas untuk ASEAN yaitu AEC (Asian Economic Community) akan membuka peluang bisnis bagi pelaku Usaha
b. Adanya peluang kebijakan otonomi daerah yang memberi peluang untuk mengapresiasi kebutuhan masyarakat dan merencanakan pembangunan sesuai dengan kebutuhan daerah. c. Adanya Arah kebijakan pembangunan daerah dalam memacu
pertumbuhan sektor andalan pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, industri, perdagangan dan jasa-jasa; serta mendorong pertumbuhan sektor potensi seperti pariwisata, pertambangan dan jasa konstruksi/bangunan dengan mengarusutamakan peran usaha mikro, kecil dan menengah dan koperasi dan pengentasan kemiskinan
d. Adanya dukungan stekholder dalam peningkatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah.
e. Sumberdaya Alam Kota Bengkulu terkandung kekayaan yang tersedianya keragaman bahan baku bagi produk inovatif Koperasi dan UKM.
Apabila tantangan dapat dicarikan solusi dan jalan pemecahan masalah yang saling menguntungkan dari berbagai pihak, akan sangatdimungkinkan pelaksanaan kegiatan dalam urusan koperasi dan usahamikro, kecil dan menengah dapat dijalankan dengan optimal. Harapan kedepan untuk mencapai pelayanan secara optimal ada beberapa faktorfaktorkunci yang merupakan asumsi bagi keberhasilan tercapainya tujuan organisasi yaitu :
1. Adanya dasar hukum yang mengatur pelaksanaan kegiatan terkait urusan Koperasi dan UKM.
2. Tersedianya sumberdaya manusia yang berkualitas dan profesional.
3. Tersedianya sarana dan prasrana penunjang kerja yang memadai untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
4. Terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan instansi terkait dan mitra kerja sehingga memperlancar pelaksanaan dan evaluasi kinerja.
5. Adanya kepercayaan dari Pemerintah Pusat, Provinsi, dan intansi terkait terhadap pelaksanaan kegiatan urusan Koperasi dan UKM sehingga mempermudah konsultasi untuk peningkatan dan pengembangan Koperasi dan UKM.
6. Tersedianya plafon kredit yang besar dilembaga keuangan Bank dan Non Bank (Bantuan Pemerintah Kota Bengkulu ) 7. Tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi pada sektor UKM
telah menjamin stabilitas pasar, tenaga kerja, penekan pengangguran dan menjadi wahana bangkitnya wirausaha baru
8. Adanya peluang pengembangan berbagai bentuk kerjasama terutama untuk alih tekhnologi.
9. Jumlah Koperasi di Kota Bengkulu relative besar yang mempunyai potensi sangat besar untuk di berdayakan sebagai Pelaku Ekonomi
10. Meningkatnya keinginan Masyarakat untuk berkoperasi bergabung dengan Koperasi yang sudah ada maupun mendirikan koperasi baru.
BAB III
PERMASALAHAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH
3.1 . Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu.
Dinas Koperasi Dan UKM Kota Bengkulu mempunyai peran dan posisi strategis dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah menuju kesejahteraan masyarakat. Sebagai instansi Pemerintah yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan dan tugas pembantuan di bidang koperasi dan UKM, Dinas Koperasi UKM mengemban amanat penting untuk Menjadikan koperasi dan UKM di Kota Bengkulu mempunyai peran dan posisi strategis dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah menuju kesejahteraan masyarakat. Sebagai instansi Pemerintah yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan dan tugas pembantuan di bidang koperasi dan UKM,sebagai suatu lembaga yangmaju, mandiri dan mempunyai daya saing.
Dilihat dari segi kuantitas, Kota Bengkulu mempunyai sumber daya manusia yang cukup untuk bersama-sama melakukan pembangunan ekonomi. Jumlah pelaku koperasi dan UKM juga cukup banyak. Minat masyarakat untuk berwirausaha dan berkoperasi cukup tinggi didukung perilaku masyarakat yang ulet, pekerja keras, gotong royong dan tingkat hubungan sosial dan kebudayaan masyarakat yang masih kondusif.
Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan tugas dan Fungsi Pelayanan dan pembinaan di Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu yaitu, Jumlah koperasi dan UMKM yang besar dari segi kuantitas masih belum didukung oleh perkembangan yang memadai dari segikualitasnya sehingga kinerja KUMKM masih tertinggal. Ketertinggalan kinerja KUMKM tersebut disebabkan terutama oleh keterbatasan kemampuan KUMKM dalam bidang manajemen, penguasaan teknologi
danpemasaran, serta rendahnya kompetensi kewirausahaan UMKM. Tingkat kinerja yang demikian juga berkaitan dengan lemahnya kemampuan danposisi tawar untuk mengelola dan mengakses berbagai sumber dayaproduktif yang meliputi sumber-sumber permodalan, informasi, teknologi,pasar, dan faktor produksi.
Masih terbatasnya sumber daya financial juga merupakan masalah utama bagi usaha mikro. Usaha mikro yang bermodal kecil, umumnya tidak berbadan hukum dan masih menerapkan manajemen yang sanga tsederhana dan kurang memanfaatkan teknologi yang lebih memberikan nilai tambah produk. Dengan modal usaha yang terbatas, tingkatpendapatan rendah, aset jaminan dan administrasi belum cukup memenuhi persyaratan perbankan menyebabkan usaha mikro ini masih sulit untuk memperoleh akses dari lembaga keuangan perbankan.
Kondisi ini berpengaruh terhadap rendahnya produktivitas, daya saing, dan pangsa pasar produk koperasi dan UMKM di Kota bengkulu. Selain itu produk-produk yang belum memenuhistandar kualitas dan keamanan produk juga masih banyak beredar. Permasalah khusus yang dihadapi dalam pengembangan koperasi adalah masih belum meluasnya pemahaman tentang koperasi sebagai badan usaha yang memiliki struktur kelembagaan dan insentif yang unik dan khas dibandingkan dengan badan usaha lainnya, serta kurangmemasyarakatnya informasi tentang praktik berkoperasi yang paling benar.
Di samping itu, dalam upaya pengembangan koperasi masih menghadapi permasalahan ketiadaan lembaga penjamin simpanan anggota di koperasi.Hal ini merupakan ancaman tersendiri bagi eksistensi koperasi.Bersamaan dengan permasalahan tersebut, koperasi dan UMKM juga menghadapi tantangan terutama yang ditimbulkan oleh pesatnya perkembangan globalisasi ekonomi dan
liberalisasi perdagangan yangdiiringi dengan cepatnya tingkat kemajuan teknologi. Kualitas SDM pelakuusaha bidang koperasi dan UMKM juga masih terbatas. Kebanyakan pelaku usaha tersebut berpendidikan rendah dengan keahlian teknis, kompetensi,kewirausahaan dan manajemen yang seadanya sehingga pengelolaanusaha baik dari sisi manajemen, teknis produksi dan pemasaran pun masihlemah. Kemampuan sumber daya manusia dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang berwawasan lingkungan jugamasih lemah. Di sisi lain dukungan dana memang masih terbatas karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah untuk mendukung program dan kegiatan Dinas Koperasi UKM Kota Bengkulu.
Hal ini dapat dilihat pada tabel T-B.35 ( Pemetaan permasalahan untuk penentuan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah ) sebagai berikut :
No M asalah Pokok M asalah Akar M asalah
1 2 3 4
Rendahnya Kapasitas SDM Pengelola Koperasi Dan UKM
Kurangnya Pemantauan dan
Pengembangan kapasitas Manajerial Koperasi dan UKM
Belum optimalnya Kualitas Tenaga
pendamping pengembang Koperasi dan UKM
Sulitnya Akses Perbantuan Permodalan
Tabel T-B. 35
Pemetaan Permasalahan Untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah
1 Kurangnya Konstribusi Sektor Koperasi Dan
UKM terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Rendahnya Kapasitas Manajerial Koperasi Dan UKM
3.2 . Telaahan Visi , Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih.
Kebijakan Pembangunan Daerah Kota Bengkulu diharapkan mengacu pada realitas masalah, potensi dan daya dukung lingkungan yang bercirikan nilai-nilai sosial budaya, sehingga kebijakan pembangunan tersebut mampu membuka ruang bagi partisipasi publik untuk mewujudkan pembangunan daerah yang merata dan berkelanjutan.
Dalam rangka pencapaian Visi , Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis yang disusun dalam Renstra Dinas Koperasi Dan UKM Kota bengkulu ini telah berpedoman dan penjabaran dari pada Visi Dan Misi Walikota Bengkulu sebagai berikut :
VISI :
Kota Bengkulu yang bahagia dan religius, APBD untuk rakyat MISI :
1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance dan Clean Government).
2 Mewujudkan percepatan pembangunan infra struktur perkotaan.
3. Mewujudkan masyarakat cerdas, sehat dan berakhlak mulia. 4. Membangkitkan ekonomi kreatif dan iklim usaha yang kondusif.
Dari Visi dan Misi Walikota tersebut diatas disesuaikan dan sinkron dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Koperasi dan UKM kota Bengkulu, yaitu mengembangkan dan menjabarkan misi Walikota Bengkulu yang ke empat, yaitu Membangkitkan ekonomi yang kreatif dan iklim usaha yang kondusif.