BaB 8 Hadis kEsEHatan dan kEsELaMatan
C. tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Menghindari beberapa hal atau kondisi yang tidak kita inginkan dan mencapai tujuan yang ingin dicapai berbentuk ha-sil kerja yang optimal.Tujuan utama K3 adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja terhadap para pekerja agar tidak mengalami cedera. Di dalamnya terdapat 3 tujuan utama dalam penerapan K3 berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 di antaranya: a. Melindungi dan menanggung kesehatan dan keselamatan
setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja.
b. Menanggung setiap sumber produksi dapat dipakai dengan cara aman dan efektif.
c. Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas nasional. Mengenai maksud yang telah disimpulkan dari UU tersebut, yakni sebagai berikut:
1. Menghindari dan mengurangi kecelakaan.
2. Agar setiap pegawai memperoleh jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik.
3. Agar ada jaminan atas pemeliharaan penambahan kesehat-an gizi pegawai.
4. Agar setiap pegawai merasa aman dan terpoteksi dalam be-kerja.
5. Untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya baik buruh, petani, nelayan, pegawai, maupun pekerja bebas. 6 Dan untuk mencegah dan memberantas penyakit dan
kece-lakaan-kecelakaan akibat kerja.
D. lARANGAN BERlEBIHAN DAlAM
BEKERjA
Sikap ghuluw (melampaui batas atau berlebih-lebihan) da-lam agama adalah sikap yang tercela dan dilarang oleh syariat.
BaB 8 • HaDIS KESEHaTaN aKHLaK, MORaL, DaN ETIKa
129
Sikap ini tidak akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya, juga tidak akan membuahkan hasil yang baik dalam segala urus-an, terlebih lagi dalam urusan agama dan dalam bekerja.
ِنْيِّدلايِفَّوُلُغْلاَوْمُكاَّيِإ
“Berhati-hatilah kalian dari sifat berlebih-lebihan di dalam agama.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasai, dan lainnya dari sahabat Abdullah
bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma)
Sering kali urusan dunia menjadikan sibuk manusia. Banyak aktivitas yang dilakukan hingga bekerja seharian menjadikan manusia sering mengeluh dan merasa lelah. Kadang kala mereka merasa iri dengan mereka yang selalu taat beribadah di dalam masjid. Mereka merasa sulit untuk berlama-lama di rumah Allah tersebut, bahkan untuk sekadar melakukan shalat pun sering ti-dak sempat. Padahal sangat rugi apabila terlalu bekerja secara berlebih-lebihan. Di antaranya:
a. Dapat mengakibatkan berbagai penyakit.
b. Sering melalaikan shalat hanya karena sibuk bekerja. c. Menimbulkan berbagai kerentangan di dalam keluarga
se-hingga terabaikan.
d. Dan mengakibatkan fungsi tubuh semakin lemah.
E. HADIS TENTANG KESEHATAN DAN
KESElAMATAN KERjA
ِنِمْؤُمـْلا َنِمِ هللا ىـَلِإا ُّبَحَأاَوٌرْيـَخ ُّيِوـَقْلا ُنِمْؤُمـْلَا :َمَّلَسَوِ هْيَلَع ُهللا ىَّل َص ِهللا ُلْوُسَرَلا
َصَأاْنِإاَو،ْزـَجْعـَتاَلَوِهللا ِبْنِعَتْساَو َكـُعـَفـْنـَي اَمىـَلـَعْ صِرـْحِا،ٌرـْيـَخٍّ لـُك ْيـِفَو،ِفْيِع َّضلا
َّنِإاَف،َلَعَفَءاَشاَمَوِ هللاُرَدـَق : ْلُقْ نِكـَلَو،اَذـَكَواَذَكَ ناَ كُتْلَعَفْيّـِنَأاْوَل : ْلُقَتاَلـَفٌء ْيـَشَ كَبا
ِناَطْي َّشل اَلَمَع ُحـَتـْفـَتْوَل
Rasulullah saw. bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih di-cintai Allah Swt. daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang
bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandai-nya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) per-buatan syaitan.
Hadis ini shahîh. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2664). Disha-hihkan oleh Syaikh al-Bani rahimahullah dalam Hidâyatur Ruwât
ila Takhrîji Ahâdîtsil Mashâbîh wal Misykât (no. 5228).
Selanjutnya, Rasul juga menjelaskan bahwa
هيلع هللا ىَّل َص ِهللا َلْوُسَر َّنَأا ُهْنَع ُهللا َيِضَر يِرْدُخْلا ِناَنِس ِنْب ُدْعس ٍدْيِعَس يِبَأا ْنَع
َراَرِض َالَو َرَر َض َال :َلاَق َمَّلسو
أاَّطَوُمْلا يِف كِلاَم ُهاَوَرَو ،ًادَن ْسُم اَمُهُرْيَغَو يِنْطُقُراَّدلاَو هَجاَم ُنْبا ُهاَوَر ٌنَسَح ٌثْيِدَح[
ٍدْيِعَس اَبَأا َطَقْسَأاَف َمَّلَسَو ِهْيَلَع ُهللا ىَّل َص ِّيِبَّنلا ِنَع ِهْيِبَأا ْنَع ىَيْحَي ِنْب ورْمَع ْنَع ًالَسْرُم
]ًاضْعَب اَه ُضْعَب يِّوَقُي ٌقُرُط ُهَلَو
Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Sinan Al Khudri r.a., sesungguhnya Rasulul-lah saw. bersabda: “Tidak boleh melakukan perbuatan (mudharat) yang
mencelakakan diri sendiri dan orang lain“(Hadis hasan diriwayatkan
oleh Ibnu Majah dan Daruqutni serta selainnya dengan sanad yang bersambung, juga diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Muwattho’ secara mursal dari Amr bin Yahya dari bapaknya dari Rasulullah saw., dia tidak menyebutkan Abu Sa’id. Akan tetapi dia memiliki jalan-jalan yang menguatkan sebagiannya atas sebagian yang lain).
Dari dua Hadis di atas dapat dipahami bahwa ajaran Islam sangat menekankan sisi keselamatan seseorang dalam bekerja. Dimulai dari konsep bahwa Allah mencintai seorang mukmin yang kuat dibandingkan seorang mukmin yang lemah. Pada poin ini menegaskan bahwa seorang pekerja harus kuat dan mampu mewanti-wanti hal-hal yang tidak baik menimpa dirinya. Bah-kan lebih jauh dari itu, bahwa kemudhratan dan yang memud-hratkan itu harus dihilangkan dalam makna tidak boleh terjadi
BaB 8 • HaDIS KESEHaTaN aKHLaK, MORaL, DaN ETIKa
131
dan dilakukan. Konsep ini tentunya adalah antisipasi untuk tidak terjadinya hal-hal yang tidak baik dalam bekerja dan kehidupan.
F. PENYAKIT AKIBAT BEKERjA
Definisi Penyakit Akibat Bekerja
Penyakit akibat bekerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Dengan demikian penyakit akibat bekerja dapat merupa-kan penyakit yang artifisial. WHO membedamerupa-kan empat kategori penyakit akibat bekerja:
a. Penyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan.
b. Penyakit yang salah satu penyebabnya adalah pekerjaan. c. Penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebab
di antara factor penyebab lainnya.
d. Penyakit di mana pekerjaan memperberat suatu kondisi yang sudah ada sebelumnya.
G. SEBAB SEBAB PENYAKIT AKIBAT
BEKERjA
1. Faktor Fisik
Apa saja faktor-faktor fisik yang bisa menyebabkan PAK: su-ara (bising), radiasi, getsu-aran, temperatur suhu (panas/dingin), tekanan udara yang sangat tinggi, vibrasi, dan pencahayaan ru-ang kerja.
Suara bising bisa saja mengakibatkan ketulian, atau tempe-ratur suhu yang bisa saja mengakibatkan heat stroke.
2. Faktor Kimiawi
Hati-hati dengan bahan kimiawi yang digunakan dalam
ses kerja maupun yang terdapat dalam lingkungan kerja.
3. Faktor Biologi
Faktor biologi seperti virus, bakteri, atau jamur. Biasa diha-silkan dari interaksi kamu dengan rekan kerja sendiri.
4. Faktor Fisiologis
Biasanya disebabkan oleh cara kerja, posisi kerja, alat kerja, atau penataan tempat kerja yang salah.
5. Faktor Psikologis
Menjadi seorang karyawan akan dipertemukan dengan ruti-nitas kerja dan interaksi dengan rekan kerja untuk saling men-dukung satu sama lain. Hubungan kerja, komunikasi, tipe kepe-mimpinan, perilaku kerja yang salah dapat mengakibatkan stres kerja.