• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Pembelajaran

Dalam dokumen Lampiran 01 Surat Keterangan (Halaman 55-60)

Melalui pendekatan santifik dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri, peserta didik dapat mendeskripsikan: pengertian kebijakan moneter, tujuan kebijakan moneter dan instrument kebijakan moneter.Sehingga peserta didik dapat memecahkan permasalahan mengenai kebijakan moneter dan mengatasi masalah melalui kegiatan diskusi kelompok.

D. Materi Pembelajaran

A. Kebijakan Moneter

1. Pengertian Kebijaka Moneter

Tindakan- tindakan yang dilakukan pemerintah untuk menambahkan atau mengurangi jumlah uang yang beredar disebut kebujakan moneter. Dalam praktiknya, kebijakan moneter dilakukan oleh bank sentral sebagai lembaga kepercayaan pemerintah. Oleh karea itu , kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah melalui bank sentral untuk menanmbah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam rangka mengendalikan perekonomian. Di Indonesia, kedudukan bank sentral dipegang oleh Bank Indonesia (BI).

2. Tujuan Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter yang dilakukan pemerintah bertujuan sebagai berikut.

a. Menjaga Stabilitas Ekonomi

Perekonomian yang stabil adalah suatu kondisi perekonomia yang menjamin pertumbuhan ekonomi secara mantap dan bekelanjutan. Dengan kata lain, arus perpustakaan ang berjalan secara seimbang dan terkendali.

Stabilitas ekonomi akan terganggu jika jumlah yang beredar di masyakarat melebihi jumlah barang dan jasa yang tersedia sehingga menyebabkan terjadinya inflasi (harga barang dan jasa naik tinggi). Stabilitas ekonomi juga akan terganggu jika jumlah uang yang beredar kurang dari jumlah barang dan jasa sehingga menyebabkan terjadinya deflasi (kelesuan ekonomi). Oleh karena itu, kebijakan moneter sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi yang selalu mengupayakan jumlah uang yang bersedar seimbang dengn jumlah barang dan jasa yang tesedia.

b. Menjaga Stabilitas Harga

Tinggi rendahnya harga sangat memengaruhi jalannya perekonomian. Harga-harga yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan turunnya permintaan. Turunnya permintaan dapat pula menurunya produktivitas dunia usaha. Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas harga, permintaan dapat menggunakan kebijakan moneter. Caranya, jika harga terlalu tinggi, pemerintah harus mengurangi jumlah uang yang beredar. Jika harga terlalu rendah, pemerintah harus menambahkan jumlah uang yang beredar.

c. Meningkatkan Kesempatan Kerja

Dengan mengatur jumlah uang yang beredar, perekonomian akan stabil. Jika perekonomian stabil, para pengusaha atau investor akan menambahkan investasi baru. Investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga kesempatan kerja dapat ditingkatkan.

d. Memperbaiki Posisi Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran Kebijakan moneter dapat dipakai untuk memperbaiki posisi neraca perdagangan sehingga negara tidak terlalu banyak mengalami deficit, diusahakan posisinya menjadi seimbang, bahkan surplus. Salah satunya dengan melakukan devaluasi (menurunkan nilai mata uang negara sendiri terhadap mata uang asing). Dengan devaluasi, harga barang-barang dalam negeri

menjadi lebih murah, bila dibeli dengan mata uang asing. Akibatnya akan meningkatkan jumlah ekspor. jika ekspor terus meningkat, posisi neraca perdagangan sekaligus neraca pembayaran dapat diperbaiki, paling tidak deficit dapat dikurangi, diusahakan seimbang, atau bahkan surplus.

3. Instrumen Kebijakan Moneter

Berikut instrument kebijakan moneter yang bisa dilakukan Bank Indonesia sebagai bank sentral.

a Kebijakan Operasi Pasar Terbuka (Open Market Policy)\

Kebijakan operasi pasar terbuka adalah kebijakan bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga. Jika bank sentral menjadi surat berharga SBI (Sertifikat Bank Indonesia), berarti bank sentral ingin mengurangi jumlah uang dari masyarakat. Dengan menjual SBI, berarti bank sentral akan menerima uang dari masyarakat. Dengan demikian, julah uang yang beredar akan berkurang. Bank sentral menjual SBI apabila perekonomian menunjukan gejala-gejala inflasi (kelebihan uang sehingga harga-harga terus naik).

Sebaliknya, apaila bank sentral memebli surat-surat berharga dari masyarakat yang berbentuk saham, obligasi, atau surat-surat berharga lainya, berarti bank sentral ingin menambahkan uang yang beredar. Dengan membeli surat-surat berharga, bank sentral harus membayar sejulah uang kepada masyarakat.

b. Kebijakan Diskonto (Disconto Policy)

Kebijakan diskonto adalah kebijakan bank sentral untuk menambahkan atau mengurangi jumlah uang beredar dengan cara menaikkan atau menurunkan suku bunga bank. Jika bank sentral menaikkan suku bunga bank, berarti bank sentral ingin mengurangi jumlah uang yang bersedar. Dengan menaikan suku bunga, diharapkan masyarakat akan menyimpan (menabung)

uangnya di bank lebih banyak dari biasanya. Dengan demikian, jumlah uang yang beredar akan berkurang. Bank sentral akan menaikkan suku bunga jika perekonomian menunjukan gejala inflasi.

Sebaliknya, jika bank sentral menurunkan suku bunga bank, berarti bank sentral ingin menambah jumlah uang yang beredar. Dengan menurunkan suku bunga, diharapkan masyarakat akan mengambil (mengurangi) tabungannya di bank. Dengan demikian, jumlah uang yang beredar di masyarakat akan bertambah. Bank sentral akan menurunkan suku bunga jika perekonomian menunjukan gejala-gejala deflasi.

c. Kebijakan Cadagan Kas (Cash Ration Policy) / Giro Wajib Minimum

Kebijakan cadangan kas adalah kebijakan bank sentral untuk menambahkan atau, mengurangi jumlah uang beredar dengan cara menaikan atau menurunkan cadangan kas minimum yang dimiliki bank-bank umum. Cadangan kas minimum adalah jumlah cadangan kas yang tidak boleh dipinjamkan bank umum. Cadangan kas minimum adalah jumlah cadangan kas yang tidak boeh dipinjamkan bank umum kepada masyarakat. Bank Indonesia (BI) menyatakan besarnya giro wajib minimum (GWM) primer sebesar 6,5%. Ketentuan GWM primer dituangkan dalam peraturan Bank Indonesia Nomor 15/15/PBI/2013 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konversional.

Jika bank sentral menaikkan cadangan kas minimum, berarti bank sentral ingin mengurangi jumlah uang beredar. Dengan menaikkan cadangan kas minimu, bank umum harus menahan lebih banyak uang di bank. Dengan demikian, jumlah uang yang beredar dapat dikurangi. Bank sentral menaikkan cadangan kas minimum jika perekonomian menunjukkan gejala-gejala inflasi. Sebaliknya, jika bank sentral menurunkan cadangan

kas minimum berarti bank sentral ingin menambah jumlah uang beredar. Dengan menurunkan kas cadangan minimum, bank umum dapat meminjamkan uang lebih banyak kepada masyarakat. Dengan demikian, akan menambahkan jumlah uang yang beredar. Bank sentral menurunkan cadangan kas minimum jika perekonomian menunjukkan gejala-gejala deflasi.

d Politik Pagu Kredit (Plafon Credit Policy)

Politik pagu kredit artinya kebijakan untuk memperketat atau mempermudah dalam pemberian pinjaman kepada masyarakat. Untuk mengatur kegiatan ekonomi agar lebih tumbuh dengan baik, pemerintah (Bank Indonesia) dapat melakukan pengawasan pinjaman secara selektif dengan tujuan memastikan bahwa bank umum memberikan pinjaman-pinjaman dan melakukan investasi-investasi sesuai dengan yang diinginkan pemerintah.

e. Persuasi Moral (Moral Suasion)

Kebijakan ini dilakukan oleh Bank Indonesia dengan meminta atau mengimbau bank-bank untuk selalu mempertimbangkan kondisi makroekonomi ataupun kondisi mikroekonomi masing-masing bank dalam menyusun rencana ekspansi kredit yang realistis. Kebijakan persuasi moral (moral suasion) ini pada dasarnya dimaksudkan untuk mendorong perbankan agar senantiasa memberikan kebebasan kepada perbankan untuk tumbuh dan berkembang berdasarkan meakisme pasar.

E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran

a. Pendekatan : Saintifik b Model : Inkuiri

F. Langkah-Langkah Pembelajaran

Dalam dokumen Lampiran 01 Surat Keterangan (Halaman 55-60)

Dokumen terkait