BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI 91
4.4. Tujuan, Sasaran dan Strategi Pengembangan Perilaku
Tabel 4.7 Analisis SWOT Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
NO ELEMEN BOBOT PENGARUH TINGKAT
PERKALIAN BOBOT DAN TINGKAT
PENGARUH
KET INTERNAL FACTOR ANALYSIS SUMMARY (IFAS)
KEKUATAN (STRENGTHS) 1 Penyuluhan Sanitasi & PHBS, Pembagian Pamflet & Liflet terkait Stop BABS dan CTPS oleh tenaga sanitasi dan Promkes Dinkes dan
Puskesmas. Serta memanfaatkan peran UKS di setiap sekolah.
10% 3 0.3
2 Penyuluhan di sekolah-sekolah dan masyarakat bawah sudah dilakukan 10% 2 0.2
3 Adanya beberapa perusahan swasta yang berlokasi di Kota Manado sehubungan dengan manado sebagai kota perdagangan 10% 1 0.1
4 Melakukan Penyuluhan, Pembagian Pamflet dan Liflet 10% 3 0.3
5 Pendanaan didapat dari APBD Kota Manado 30% 3 0.9
6 Dinas Kesehatan di dukung oleh 15 Puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan. 20% 4 0.8
7 Monitoring dan evaluasi hanya terbatas di dalam lingkup Dinas Kesehatan 10% 3 0.3
TOTAL 100% 2.9
KELEMAHAN (WEAKNESSES)
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 111
NO ELEMEN BOBOT PENGARUH TINGKAT PERKALIAN BOBOT DAN TINGKAT
PENGARUH
KET
2
Masih kurangnya monitoring dan evaluasi setelah kegiatan penyuluhan tersebut. Di tingkat sekolah dan Masyarakat advokasinya belum
berjalan optimal
5% 2 0.1
3 Masih kurangnya perhatian dari sektor swasta akan masalah sanitasi di kota Manado 5% 2 0.1
4 Kurangnya tenaga santasi dan promosi di Puskesmas serta kurang di berdayakannya tenaga tersebut sesuai tupoksinya 5% 2 0.1
5
Pendanaan dari APBD Pemkot Manado untuk sektor Kesehatan
sebesar: 6,02%, sedangkan alokasi untuk program PHBS dan Promosi
Higiene Sanitasi sangat kurang hanya sebesar 0,59% 40% 4 1.6
6 Belum adanya peraturan daerah tentang masalah CTPS dan Stop BABS. 15% 4 0.6
7 Kurangnya pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi tentang masalah CTPS dan Stop BABS 20% 4 0.8
TOTAL 100% 3.5
SELISIH KEKUATAN DAN KELEMAHAN -0.6 (X)
NO ELEMEN BOBOT PENGARUH TINGKAT PERKALIAN BOBOT DAN TINGKAT
PENGARUH
KETERANGAN EXTERNAL FACTOR ANALYSIS SUMMARY (IFAS)
PELUANG (OPPORTUNITY) 1
Ada peluang untuk memafaatkan Media baik elektronik Tv Lokal
(Pasific TV, TVRI Manado) dan Radio Lokal (Delta FM, Memora, KD FM, RRI Manado, Smart FM) dan Surat Kabar Lokal (Tribun Manado,
Manado Post, Komentar). Peluang untuk Memanfaatkan Peran Serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta ibu PKK
20% 2 0.4
2 Dapat memanfaakan peran serta Toko agama dan ibu - ibu PKK di masyarakat dan peran serta organisasi intra (OSIS) dan ekstra sekolah (PMI & Pencinta Alam)
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 112
NO ELEMEN BOBOT PENGARUH TINGKAT PERKALIAN BOBOT DAN TINGKAT
PENGARUH
KET
3 Bantuan dari CSR untuk beberapa sekolah di kota Manado, (contoh : unilever, developer) 10% 2 0.2
4 Melakukan kerjasama lintas sektor dan lintas program 10% 2 0.2
5 Dapat menambah jumlah alokasi dana PAD untuk program sanitasi dan mencari mitra dari pihak swasta 10% 2 0.2
6 Dapat melibatkan atau memanfaatkan peran serta Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Manado dalam mensosialisasikan permasalahan program sanitasi di masyarakat
30% 3 0.9
7
Dapat melakukan Monitoring dan Evaluasi dengan melibatkan lintas prorgam dan lintas sektor bahkan pihak sekolah masyarakat dan
swasta 10% 3 0.3
TOTAL 100% 2.4
ANCAMAN (THREADS)
1 Akan adanya respon atau tanggapan negatif dari kelompok tertentu 10% 2 0.2
2 Kurang di tanggapinya program tersebut oleh masyarakat dan lembaga pendidikan 10% 2 0.2
3 Tidak beroperasi secara maksimalnya bantuan tersebut 10% 4 0.4
4 Kurang mendapat perhatian dari pihak pemerintah maupun swasta dan masyarakat 10% 2 0.2
5
Masih kurangnya Pemahahan akan masalah sanitasi dari para pengambil kebijakan sehingga penetuan alokasi anggaran akan
program sanitasi sangat kecil 30% 3 0.9
6
Advokasi yang diberikan belum dapat berjalan maksimal karna belum adanya peraturan daerah yang mendukung permasalahan CTPS dan Stop Babs
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 113
NO ELEMEN BOBOT PENGARUH TINGKAT PERKALIAN BOBOT DAN TINGKAT
PENGARUH
KET
7 Tidak dapat berjalan dengan baik jika tidak terkoordinasi dengan baik dalam melakukan monitoring dan evaluasi lintas program dan lintas sektor
10% 4 0.4
TOTAL 100% 3.1
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 114
Tabel 4.8 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat
Tujuan Sasaran Indikator Strategi
Meningkatkan kesadaran masyarakat di Kota Manado tentang pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di terapkan dalam keluarga dan sekolah dasar Masyarakat di 47 Kelurahan (154.539 jiwa) beresiko tinggi dan
sangat tinggi di Kota Manado dan
siswa SD di Kota Manado pada tahun 2018 paham
akan kesadaran Cuci Tangan Pakai
Sabun (CTPS).
Pada tahun 2016, masyarakat di 47 kelurahan beresiko tinggi
dan sangat tinggi sejumlah 61.816 jiwa (40%) sudah sadar akan
pentingnya CTPS. Dan pada tahun 2019,
masyarakat di 47 kelurahan beresiko tinggi dan sangat tinggi dengan
jumlah 154.539 jiwa (100%) sadar akan CTPS
1. Lebih Memantapkan kegiatan penyuluhan, pembagian pamflet dan leaflet dengan melibatkan kerjasama lintas sektor dan lintas program
2. Mengedepankan peran Dinas Kesehatan dalam meningkatkan advokasi PHBS dan sanitasi yang di dukung oleh 15 Puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan sehingga dapat menjangkau hampir keseluruh wilayah Kota Manado
3. Meningkatkan pendanaan APBD Kota manado untuk program PHBS dan Sanitasi dan melakukan
kerjasama dengan sektor swasta sehingga dapat membantu pendanbaan dalam menyelesaikan masalah sanitasi di Kota Manado
4. Lebih meningkatkan lagi kegiatan Penyuluhan Sanitasi & PHBS, Pembagian pamflet dan leaflet terkait Stop BABS dan CTPS telah dilakukan oleh tenaga sanitasi dan Promkes Dinkes dan Puskesmas. Dan untuk kedepannya memanfaatkan Media baik elektronik seperti TV Lokal (Pacific TV, TVRI Manado) dan Radio Lokal (Delta FM, Memora, KD FM, RRI Manado, Smart FM) dan surat kabar lokal (Tribun Manado, Manado Post, Komentar).
5. Menjalin kerjasama atau melibatkan peran swasta dalam menyelesaikan masalah sanitasi
6. Memanfaakan peran serta Toko agama dan ibu - ibu PKK di masyarakat dan peran serta organisasi intra sekolah(OSIS) dan ekstra sekolah (PMI & Pencinta Alam)
7. Melakukan monitoring dan evaluasi di bidang sanitasi. Meningkatkan
kesadaran masyarakat di Kota
Manado untuk tidak Buang Air
Besar sembarangan (Stop BABS) Masyarakat di 47 Kelurahan (154.539 jiwa) beresiko tinggi dan
sangat tinggi di Kota Manado dan
siswa SD di Kota Manado pada tahun 2018 paham
akan kesadaran untuk tidak buang
air besar sembarangan (Stop
BABS)
Pada tahun 2016, masyarakat di 47 kelurahan beresiko tinggi
dan sangat tinggi sejumlah 61.816 jiwa (40%) sudah Stop BABS.
Dan pada tahun 2019, masyarakat di 47 kelurahan beresiko tinggi dan sangat tinggi dengan
jumlah 154.539 jiwa (100%) sudah stop BABS.
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 115
BAB V
PROGRAM DAN KEGIATAN
Pengaturan dan mekanisme pelaksanaan program sanitasi ini disesuaikan dengan tugas dan wewenang pelaksana. Untuk kegiatan dengan biaya APBN dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat melalui Satuan Kerja yang terkait di daerah yang berkedudukan di kota Propinsi. Sedangkan kegiatan dengan biaya APBD dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kota yang dalam pelaksanaannya perlu sinergi dan koordinasi antar pemangku kepentingan lainnya yang terkait.
Implementasi dari kegiatan sanitasi yang diusulkan sepenuhnya akan dilakukan oleh SKPD teknis terkait sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Bappeda akan memberikan peran koordinasi. Tim Pokja Sanitasi akan lebih berfungsi kepada kegiatan monitoring dan evaluasi umum terhadap capaian pembangunan sanitasi. Selain itu, Tim Pokja Sanitasi juga memiliki peran dalam pemutakhiran dokumen-dokumen sanitasi yang dimiliki, yaitu Buku Putih, SSK dan MPS. Adapun pengelola program sanitasi di Kota Manado yaitu :
1. Adanya lembaga teknis berupa Badan Lingkungan Hidup untuk penanganan lingkungan.
2. Adanya lembaga teknis berupa Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk penanganan persampahan termasuk pengelolaan IPLT.
3. Adanya lembaga teknis berupa Dinas Pekerjaan Umum untuk penanganan drainase.
4. Adanya lembaga teknis berupa Dinas Kesehatan untuk penanganan Pola Hidup Bersih dan Sehat.
5. Adanya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang berperan sebagai ujung tombak implementasi program sanitasi di masyarakat.
Adanya Kelompok Kerja Sanitasi di tingkat Kota, Kecamatan dan Kelurahan untuk mengkoordinasikan upaya pengarusutamaan pembangunan sanitasi.
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 116
5.1. Ringkasan Program dan Kegiatan Sanitasi
Pada grafik 5.1 di bawah ini dapat lihat indikasi kebutuhan biaya pengembangan sanitasi untuk 5 (lima) tahun ke depan, besaran biaya sanitasi ini diperoleh dari program pengembangan sektor sanitasi yang telah disusun oleh Kota Manado dalam RPIJM. Kebutuhan biaya ini menitikberatkan pada jenis program yang merupakan investasi sanitasi di Kota Manado. Grafik di bawah juga memperlihatkan adanya peningkatan pembiayaan sektor sanitasi pada tahun 2015.
Ada 3 hal yang berkaitan dengan rencana pendanaan Kota Manado dan kota-kota lain yang sedang menyusun dokumen MP pada umumnya, dalam mendanai program dan kegiatan sanitasinya, yaitu availability sumber pendanaan, staging (pentahapan) program dan packaging (pemaketan) program, yang perlu dipertimbangkan sebagai dasar dari strategi pendanaan bagi pelaksanaan MP. Strategi pendanaan dimaksudkan agar target MP dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Detail besaran biaya pengembangan sanitasi dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini:
Gambar 5.1 Grafik Ringkasan Indikasi Kebutuhan Biaya Pengembangan Sanitasi Untuk 5 Tahun
0 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 70.000 2015 2016 2017 2018 2019 Pembiayaan D al am Juta ( R p ) (Tahun)
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 117
Tabel 5.1a Ringkasan Indikasi Kebutuhan Biaya Pengembangan Sanitasi Untuk 5 Tahun
Kota : Kota Manado Provinsi : Sulawesi Utara Tahun : 2015 s/d 2019 Sektor Pembiayaan Total Biaya Per Sektor (Rp Juta)
Sumber Pendanaan/Pembiayaan (Rp. Juta)
2015 2016 2017 2018 2019 APBN APBD Prop Kab/Kota APBD PDAM
Air Limbah 4,240 48,274 35,872 35,972 2,957 127,315 - 15,750 111,665 Drainase 2,500 5,800 2,200 28,216 26,708 65,424 50,151 2,032 11,436 Persampahan 400 8,336 705 - - 9,441 - 7,936 1505 PHBS 1,100 1,100 705 - - 2,905 - 1,100 1100 Total Anggaran 8,240 63,510 39,482 64,188 29,665 205,085 50,151 26,818 125,706
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 118
Tabel 5.1.b Ringkasan Indikasi Sumber Pendanaan dan/atau Pembiayaan Sanitasi Untuk 5 Tahun
Kab/Kota : Kota Manado
Provinsi : Sulawesi Utara
Tahun : 2015 s/d 2019
Sumber Pendanaan : APBN
N
o Sub Sektor
Indikasi sumber Pembiayaan (Rp. x1000) Jumlah (Rp.x100 0) Ket. 2015 2016 2017 2018 2019 1 Air Limbah - 700,000 - - - 700,000 2 Drainase - - 2,200 28,216 19,735 50,151 3 Persampahan - - - - - - 4 PHBS - - - - - - Total Anggaran (Rp. x1000) - 700,00 2,200 28,216 19,735 750,151
Tabel 5.1.c Ringkasan Indikasi Sumber Pendanaan dan/atau Pembiayaan Sanitasi Untuk 5 Tahun
Kab/Kota : Kota Manado
Provinsi : Sulawesi Utara
Tahun : 2015 s/d 2019
Sumber Pendanaan : APBD Provinsi Sulawesi Utara
No Sub Sektor Indikasi sumber Pembiayaan (Rp. X1000) (Rp.x1000) Ket. Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 1 Air Limbah 2,620 3,287 3,503 3,503 2,837 15,750 2 Drainase 1,000 - - - 1,032 2,032 3 Persampahan - 7,936 - - - 7,936 4 PHBS 550 550 - - - 1,100 Total Anggaran (Rp. X1000) 4,170 8,486 3,503 3,503 3,869 26,818
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 119
Tabel 5.1.d Ringkasan Indikasi Sumber Pendanaan dan/atau Pembiayaan Sanitasi Untuk 5 Tahun
Kab/Kota : Kota Manado
Provinsi : Sulawesi Utara
Tahun : 2015 s/d 2019
Sumber Pendanaan : APBD Kota Manado
No Sub Sektor Indikasi sumber Pembiayaan (Rp. X1000) (Rp.x1000) Jumlah Ket. 2015 2016 2017 2018 2019 1 Air Limbah 1,620 44,987 32,469 32,469 120 111,665 2 Drainase 1,500 5,800 - - 4,136 11,436 3 Persampahan 400 400 705 - - 1,505 4 PHBS 550 550 - - - 1,100 Total Anggaran (Rp. X1000) 4,070 51,737 33,174 32,469 4,256 125,706
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 120 Kota Manado memiliki prioritas pendanaan untuk sub sektor air limbah, disusul oleh drainase lingkungan, persampahan dan PHBS. Kota Manado pada tahun 2015 akan menggunakan dana penerusan yang bersumber dari APBN untuk sepenuhnya membiayai pembangunan infrastruktur air limbah khususnya IPLT dan IPAL Kawasan dengan total anggaran Rp 50.151.000.000,00.
Sedangkan untuk sub sektor persampahan, fasilitas dari pemerintah daerah akan digunakan untuk pengadaan motor sampah,
pengadaan Dump Truck, pengadaan Amrol Truck,
penyiapan/pembebasan lahan TPS, pembangunan Transfer Depo, pembangunan UDPK, supervisi kontruksi TPS, dan operasional dan Pemeriharaan TPS yang akan memakan biaya Rp 9.441.000.000,00 dengan sumber pendanaan terbagi dari APBD Provinsi sebesar Rp 7.936.000.000,00 dan APBD Kota sebesar Rp 1.505.000.000,00. Dana tersebut direncanakan sampai dengan tahun anggaran 2019.
Untuk sub sektor drainase secara umum Kota Manado memiliki ketergantungan yang tinggi dari Pemerintah Pusat, terutama belanja Kementerian PU, yaitu Ditjen Cipta Karya. Walaupun sebetulnya peluang pendanaan dari pusat masih dapat dieksplor dari Kementerian lainnya. Kebutuhan pendanaan total untuk sub sektor drainase selama periode tahun 2017 – 2019 dari Pemerintah Pusat diroyeksikan sebesar Rp.50.151.000.000,00 untuk drainase, dari APBD provinsi sebesar Rp 2.032.000.000,00 dan dari pemkot Manado sendiri sebesar Rp 1.505.000.000,00.
Seperti halnya beberapa kota terpilih yang mendapatkan fasilitas penerusan hibah atau pinjaman luar negeri, karena kemampuan Kota Manado dalam memenuhi kewajiban keuangan cukup tinggi, maka pengusulan fasilitas pinjaman untuk sub sektor persampahan diajukan kepada Pemerintah Pusat melalui mekanisme yang berjalan, yaitu Pembangunan IPLT dan IPAL Kawasan, serta juga khususnya dalam membiayai perluasan TPA dan pembangunan composing plant sebagai fasilitas pendukung.
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 121
5.2. Program dan Kegiatan Pengembangan Air Limbah Domestik
Dari total kebutuhan pembangunan untuk subsektor air limbah sebesar Rp. 127,315 milyar untuk 5 tahun ke depan, Pemkot Manado mengalokasikan 87,64% nya dari APBD murni, propinsi diharapkan mengalokasikan 15,75% dan dana dari APBN direncanakan untuk pembangunan IPLT dan IPAL Kawasan di 6 Kecamatan. Dengan makin banyaknya donor swasta/masyarakat yang tertarik untuk berpartisipasi dalam memberikan dukungan terhadap subsektor air limbah, maka sebagai contingency financial planning untuk pembangunan air limbah, maka kota hendaknya memiliki alternatif pendanaan dari fasilitas hibah, tidak saja pada tahun 2013 namun juga proyeksi untuk tahun – tahun kedepan.
Spesifik untuk Kota Manado, program terkait air limbah yang di atas kertas dapat dibiayai oleh donor swasta/masyarakat adalah; pembangunan fisik sarpras air limbah dengan spesifikasi jaringan air limbah (sewerage) skala setara kecamatan yang memiliki beneficiaries optimal di suatu daerah yang memiliki disparitas kemiskinan yang mencolok (central business district dengan perkampungan miskin sekitarnya), peningkatan kapasitas SDM dalam mengelola IPAL. Untuk
contingency dari provinsi, sesuai dengan karakteristiknya, selain
dukungan pendanaan untuk sarana prasarana air limbah yang dikelola masyarakat seperti sanimas, usulan juga hendaknya meliputi kegiatan non fisik dan bantuan teknis dari propinsi untuk sosialisasi ataupun studi IPAL untuk limbah industri, limbah ternak yang sifatnya mendukung kegiatan yang dibiayai baik oleh Pemerintah Kota sendiri maupun oleh Pemerintah Pusat. Bahkan peran Pemerintah Provinsi juga dapat dioptimalkan dalam pendanaan pembangunan fisik IPAL (industri, ternak dan RPH) baik untuk pembangunan unit baru, penyiapan studi (DED), maupun rehabilitasi. Begitu juga untuk pembangunan IPAL komunal, sanimas dan IPLT, harus disiapkan usulan kepada Pemerintah Provinsi d a n P e m e r i n t a h P u s a t bantuan keuangan maupun pendanaan melalui ABPD Propinsi Sulut dan APBN dapat diakses.
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 122
Tabel 5.2 Program dan Kegiatan Pengembangan Air Limbah Domestik
Program Kegiatan
A. Infrastruktur Air Limbah Sistem Setempat (On Site)
Pembangunan IPAL Komunal
1. Pelatihan bagi pengurus KSM, berupa pelatihan di bidang teknis, keuangan, dan manajerial.
2. Sosialisasi kepada masyarakat oleh pengurus KSM (SANIMAS)
Program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL-Mapalus)
1. Pembangunan “Septictank Biofil” di lingkungan untuk 10 KK setiap septictank
B. Infrastruktur Air Limbah Sistem Terpusat Skala Kota: IPAL Kawasan Megamas dan IPLT
Pembangunan IPAL Kawasan Boulevard
1. Pembangunan IPAL Kawasan di 6
Kecamatan di Kota Manado (Hasil Tools) 2. Sosialisasi Pembangunan Sistem
Pengelolaan Air Limbah terpusat skala Kota/Kawasan
3. Pelatihan Pengelolaan Sistem Pengolah Limbah Terpusat
4. Supervisi Pembangunan Sistem Perpipaan Primer
5. Pembangunan Sambungan Rumah (SR) 6. Pembebasan Lahan/Tanah
7. Supervisi Pembangunan Sistem Pengolah Air Limbah terpusat skala Kota/Kawasan
Pembangunan IPLT
1. Pembangunan infrastruktur IPLT 2. Pelatihan bagi pengelola IPLT 3. Pengadaan truk tinja
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 123
Tabel 5.3 Program dan Kegiatan Pengembangan Air Limbah Domestik Sumber Pendanaan APBN DAN APBD Provinsi Sulut N o Program / Kegiatan (Output/Sub Output/ Komponen) Detail Lokasi (Kec./Desa/ Kel./Kws) Estimasi Outcome
Kebutuhan Penanganan/Volume Yang Dibiayai APBN
dan APBD Provinsi Indikasi Sumber Pembiayaan (Juta Rupiah) Penanggung SKPD Jawab Penganggaran/ Pelaksanaan SKPD/ Badan Pengelola Pasca Konstruksi Jumlah Penduduk Terlayani Luas Wilayah
Terlayani Satuan Volume Volume Total APBN Provinsi Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019
A. Komponen Air Limbah Domestik 1 Kota Manado
a. Infrastruktur Air Limbah Sistem Setempat (On Site) 1) Pembangunan MCK Umum (20 KK) Pelatihan Bagi Pengurus KSM, Berupa Pelatihan di Bidang Teknis, Keuangan, dan Manajerial. Kota
Manado 34,333 1,790 Kegiatan 1 1 1 1 1 5 100 100 100 100 100 500 PU Provinsi PU Manado
Sosialisasi Kepada Masyarakat Oleh Pengurus KSM (Sanimas) Kota
Manado 34,333 1,790 Kegiatan 3 3 3 3 3 15 20 20 20 20 20 100 BLH Provinsi Manado BLH
2) Pembangunan IPLT 1 1 1 3 Kementerian PU Pelatihan Bagi
Pengelola IPLT Zona 1, 2,3 423170 7,595.90 Kegiatan 1 1 1 3 17 17 17 50 PU Provinsi PU Manado
Pengadaan Truk Tinja
Kota
Manado 423170 7,595.90 Unit 1 1 1 3 300 300 300 900 BLH Provinsi PU Manado
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 124 N o Program / Kegiatan (Output/Sub Output/ Komponen) Detail Lokasi (Kec./Desa/ Kel./Kws) Estimasi Outcome
Kebutuhan Penanganan/Volume Yang Dibiayai APBN
dan APBD Provinsi Indikasi Sumber Pembiayaan (Juta Rupiah) Penanggung SKPD Jawab Penganggaran/ Pelaksanaan SKPD/ Badan Pengelola Pasca Konstruksi Jumlah Penduduk Terlayani Luas Wilayah Terlayani Satuan Volume Total Volume APBN Provinsi Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019 b. Infrastruktur Air Limbah Sistem Terpusat Skala Kota: IPAL Megamas 1) Sosialisasi Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Terpusat Skala Kota/ Kawasan Kota
Manado 218070 3,951 Kegiatan 1 - 500 500 PU Provinsi PU Manado
2) Pelatihan Pengelolaan Sistem Pengolah Limbah Terpusat
Kota
Manado 218070 3,951 Kegiatan 1 1 100 100 PU Provinsi PU Manado
3) Supervisi Pembangunan Sistem Perpipaan Primer
Kota
Manado 218070 3,951 Kegiatan 1 1 1 3 667 667 667 2,000 BPK-BMD Provinsi PU Manado 4) Pembangunan
Sambungan Rumah (SR)
Kota
Manado 218070 3,951 SR 500 600 600 600 600 2900 2,000 2,400 2,400 2,400 2,400 11,600 BPK-BMD Provinsi PU Manado
Jumlah Air Limbah Domestik
Kota Manado 2,620 3,287 3,503 3,503 2,837 15,750 -
Jumlah Pembiayaan / Pendanaan
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 125
Tabel 5.4 Program dan Kegiatan Pengembangan Air Limbah Domestik Sumber Pendanaan APBD Kota Manado
Program / Kegiatan (Output/Sub Output/Komponen) Detail Lokasi (Kec./Desa/ Kel./Kws) Estimasi Outcome
Kebutuhan Penanganan/Volume Yang Dibiayai APBD
Kota Indikasi Sumber Pembiayaan (Juta Rupiah) Penanggung SKPD Jawab Penganggaran / Pelaksanaan SKPD/ Badan Pengelola Pasca Konstruksi Jumlah Penduduk Terlayani Luas Wilayah
Terlayani Satuan Volume Volume Total APBD Kota Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019
Komponen Air Limbah Domestik Kota Manado A. Infrastruktur Air Limbah Sistem
Setempat (On Site)
1) Pembangunan MCK Umum (20 KK) 1. Pelatihan Bagi Pengurus KSM,
Berupa Pelatihan di Bidang Teknis,
Keuangan, dan Manajerial. Zona 1 34,333 1,790 Kegiatan 1 1 1 1 1 5 100 100 100 100 100 500 PU Manado
PU Manado 2. Sosialisasi Kepada Masyarakat
Oleh Pengurus KSM (Sanimas) Zona 1 34,333 1,790 Kegiatan 3 3 3 3 3 15 20 20 20 20 20 100 BLH Manado Manado BLH
B. Infrastruktur Air Limbah Sistem Terpusat Skala Kota : IPAL Megamas
1. Sosialisasi Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Terpusat
Skala Kota/Kawasan Zona 2 218070 3,951 Kegiatan 1 - 500 500 PU Manado
PU Manado
2. Pembebasan Lahan/Tanah Zona 2 218070 3,951 Kegiatan 1 1 1,000 1,000 PU Manado Manado PU
3. Pelatihan Pengelolaan Sistem
Pengolah Limbah Terpusat Zona 2 218070 3,951 Kegiatan 1 1 100 100 PU Manado Manado PU
4. Pembangunan Sistem Pengolah Air
Limbah Terpusat Skala Kota/Kawasan Zona 2 218070 3,951 Unit 1 1 12,168 12,168 PU Manado
PU Manado
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 126 Program / Kegiatan (Output/Sub
Output/Komponen)
Detail Lokasi (Kec./Desa/
Kel./Kws)
Estimasi Outcome Kebutuhan Penanganan/Volume Yang Dibiayai APBD
Kota Indikasi Sumber Pembiayaan (Juta Rupiah) Penanggung SKPD Jawab Penganggaran / Pelaksanaan SKPD/ Badan Pengelola Pasca Konstruksi Jumlah Penduduk Terlayani Luas Wilayah
Terlayani Satuan Volume Total Volume
APBD Kota
Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019
5. Supervisi Pembangunan Sistem Pengolah Air Limbah Terpusat Skala
Kota/Kawasan Zona 2 218070 3,951 Kegiatan 1 1 250 250 PU Manado
PU Manado
6. Pembangunan Sistem Perpipaan Primer
(Sambungan Rumah + Sewer) Zona 2 218070 3,951 Unit 12 12 12 36 32,349 32,349 32,349 97,047 PU Manado Manado PU
Jumlah Air Limbah Domestik Kota Manado 1,620 44,987 32,469 32,469 120 111,665
Jumlah Pembiayaan / Pendanaan
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 127
5.3. Program dan Kegiatan Pengembangan Persampahan
Sub sektor persampahan merupakan sub sektor yang memiliki program cukup banyak sampai 5 tahun kedepan sekalipun dengan alokasi dana ketiga setelah drainase dan air limbah. Kegiatan yang banyak memerlukan dana adalah kegiatan pembangunan dan pengadaan seperti Penyiapan/pembebasan lahan TPS, pembangunan Transfer Depo, pembangunan UDPK, dan pengadaan armada angkutan sampah.
Alokasi dana total untuk sub sektor persampahan adalah sebesar 9,441 milyar, alokasi dana tertinggi justru bersumber dari dana APBD Provinsi sebesar 84,06% kemudian yang bersumber dari dana pemerintah kota sendiri yaitu hanya sebesar 15,94%, sedangkan dana APBN justru tidak akan digunakan.
Dana yang bersumber dari APBD Kota Manado sebagian besar digunakan untuk program Penyiapan/ Pembebasan lahan TPS, pembangunan transfer Depo, pembangunan UDPK, supervise konstruksi TPS, dan operasional dan pemeliharaan TPS dan pengadaan kendaraan, sedangkan APBD Provinsi direncanakan untuk pengadaan motor sampah, pengadaan dump truck, dan amrol truck. Detail program dan pendanaan untuk sub sektor persampahan dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini :
Tabel 5.5 Program dan Kegiatan Pengembangan Persampahan
Program Kegiatan
Pengelolaan Sampah Dari Sumbernya
1. Pengadaan motor sampah 2. Pengadaan Dump Truck 3. Pengadaan Amrol Truck
4. Penyiapan/pembebasan lahan TPS 5. Pembangunan Transfer Depo
6. Pembangunan UDPK 7. Supervisi kontruksi TPS
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 128
Tabel 5.6 Program dan Kegiatan Pengembangan Persampahan Sumber Pendanaan APBD Provinsi Sulut
No Program / Kegiatan (Output/Sub Output/Komponen)
Detail Lokasi (Kec./Desa/ Kel./Kws)
Estimasi Outcome Kebutuhan Penanganan/Volume Yang Dibiayai
APBD Provinsi Indikasi Sumber Pembiayaan (Juta Rupiah) Penanggung SKPD Jawab Penganggaran/ Pelaksanaan SKPD/ Badan Pengelola Pasca Konstruksi Jumlah Penduduk Terlayani Luas Wilayah
Terlayani Satuan Volume Volume Total APBD Provinsi Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019
B. Komponen Persampahan Domestik 1 Kota Manado
A. Pengelolaan Sampah Dari Sumbernya
1. Pengadaan Motor Sampah Manado, Kota 142980 3,106 Unit 1 1 6,324 6,324 BLH Provinsi
Dinas Kebersihan
& Pertamanan
2. Pengadaan Dump Truck Zona 1,2,4 236520 626 Unit 1 1 1,240 1,240 BLH Provinsi
Dinas Kebersihan
& Pertamanan
3. Pengadaan Amrol Truck Zona 3,4,5 253537 1,844 Unit 1 1 372 372 BLH Provinsi
Dinas Kebersihan
& Pertamanan
Jumlah Persampahan Domestik
Kota Manado 7,936 7,936
Jumlah Pembiayaan / Pendanaan Komponen
STRATEGI SANITASI KOTA (SSK) KOTA MANADO 2015-2019 129
Tabel 5.7 Program dan Kegiatan Pengembangan Persampahan Sumber Pendanaan APBD Kota Manado
No Program / Kegiatan (Output/Sub Output/Komponen)
Detail Lokasi (Kec./Desa/
Kel./Kws)
Estimasi Outcome Kebutuhan Penanganan/Volume Yang Dibiayai APBD
Provinsi Indikasi Sumber Pembiayaan (Juta Rupiah) Penanggung SKPD Jawab Penganggaran/ Pelaksanaan SKPD/ Badan Pengelola Pasca Konstruksi Jumlah Penduduk Terlayani Luas Wilayah
Terlayani Satuan Volume Volume Total APBD Provinsi Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019 B. Komponen Persampahan Domestik 1 Kota Manado A. Pengelolaan Sampah Dari Sumbernya 1. Penyiapan/ Pembebasan Lahan TPS Zona 1,2,3,4,5 423170 7,595.90 Kegiatan 1 400 400 800 Dinas Kebersihan & Pertamanan Kota Manado Dinas Kebersihan & Pertamanan Kota Manado 2. Pembangunan
Transfer Depo 1,2,3,4,5 Zona 423170 7,595.90 Unit 1 1 124 124
Dinas Kebersihan & Pertamanan Kota Manado Dinas Kebersihan & Pertamanan Kota Manado
3. Pembangunan UDPK 1,2,3,4,5 Zona 423170 7,595.90 Unit 1 1 372 372
Dinas Kebersihan & Pertamanan Kota Manado Dinas Kebersihan & Pertamanan Kota Manado 4. Supervisi Konstruksi TPS 1,2,3,4,5 Zona 423170 7,595.90 Kegiatan 1 1 15 15