PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH
4.1. TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN
a. Arah Kebijakan Pembangunan Nasional Tahun 2015
Kebijakan Pembangunan Nasional Tahun 2015 tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dengan tema “Melanjutkan Reformasi bagi Percepatan Pembangunan Ekonomi yang Berkeadilan”.
Dalam tema tersebut terkandung tiga unsur, yaitu:
1) Reformasi yang sedang berjalan perlu terus dilanjutkan di segala bidang yaitu bidang polhukhankam, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat
2) Percepatan pembangunan ekonomi secara menyeluruh diberbagai bidang dengan menekankan pada pencapaian daya saing kompetitif perekonomian;
3) Pembangunan yang inklusif dan peningkatan rasa keadilan
Dengan merujuk pada RPJPN Tahun 2005-2025, memperhatikan hal-hal penting tersebut, prioritas dan arah pembangunan nasional difokuskan pada sembilan bidang pembangunan yaitu: 1) Sosial Budaya dan Kehidupan Beragama; 2) Ekonomi; 3) Sarana dan Prasrana; 4) Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup; 5) Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; 6) Politik;
7) Ketahanan dan Keamanan; 8) Hukum dan Aparatur dan ; 9) Pembangunan Wilayah dan Tata Ruang.
Kebijakan dan prioritas tersebut diarahkan untuk pencapaian target dan sasaran pembangunan nasional tahun 2015, yaitu:
− Pertumbuhan ekonomi mencapai : 5,5% – 6,3%
− Tingkat Inflasi mencapai : 4,5%
− Tingkat kemiskinan mencapai : 9% - 10%
− Tingkat pengangguran terbuka sebesar : 5,7 – 5,9%.
b. Arah Kebijakan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015
Mendasarkan pada isu strategis, serta kebijakan upaya pencapaian target pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam RPJMD, serta memperhatikan arah kebijakan pembangunan nasional tahun 2015, maka pembangunan daerah Jawa Tengah pada Tahun 2015 ditujukan untuk
“Meningkatkan Infrastruktur dan Kualitas Pelayanan Dasar Menuju Kemandirian Wilayah dan Kesejahteraan Masyarakat”.
103 Sedangkan arah kebijakan yang telah ditetapkan untuk mendorong pencapaian target dan sasaran pembangunan tahun 2015, meliputi :
1. Peningkatan sinergitas dan harmonisasi program pengurangan kemiskinan dan pengangguran berdimensi kewilayahan;
2. Peningkatan infrastruktur yang makin berkualitas guna mendukung pengembangan wilayah;
3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan dasar yang makin luas;
4. Peningkatan perekonomian daerah berbasis potensi unngulan daerah dengan dukungan rekayasa teknologi dan berorientasi pada ekonomi kerakyatan;
5. Peningkatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan tetap menjaga kelestarian fungsinya;
6. Peningkatan tata kelola pemerintahan, demokratis dan kondusivitas wilayah.
Dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan daerah tahun 2015 dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan tersebut, maka penjabaran prioritas dan fokus pembangunan Jawa Tengah tahun 2015, yaitu sebagai berikut :
a. Peningkatan sinergitas dan harmonisasi program pengurangan kemiskinan dan pengangguran berdimensi kewilayahan, dengan fokus : 1) Perluasan interveansi program/kegiatan sektoral pada kecamatan
prioritas dengan tingkat kemiskinan tinggi dengan pola quick win;
2) Perluasan intervensi penanggulangan kemiskinan dengan pola buttom up di semua desa/keluarhan kategori miskin tinggi, sedang dan rendah;
3) Peningkatan kesejahteraan pekerja, fasilitasi pembangunan perumahan layak huni dan murah bagi pekerja serta penyediaan jaminan sosial;
4) Peningkatan kompetensi calon tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar kerja;
5) Peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan/ketrampilan tematik di BLK sesuai kebutuhan pasar kerja;
6) Peningkatan kualitas dan kuantitas instruktur BLK;
7) Peningkatan prasarana, sarana, dan kurikulum pelatihan di BLK;
8) Optimalisasi bursa lapangan kerja melalui media dan lembaga;
104 9) Peningkatan informasi sistem on line pencari kerja dan pasar kerja;
10) Optimalisasi penyaluran tenaga kerja melalui BPSDM dan PIKM sesuai kebutuhan dunia usaha;
11) Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan calon transmigran sesuai lokasi penempatan;
12) Mendorong masuknya investor ke Jawa Tengah pada bidang usaha yang banyak ciptakan lapangan kerja;
13) Peningkatan fasilitasi pendampingan BOS pendidikan dasra dan pemberian bantuan siswa miskin pada jenjang pendidikan menengah;
14) Peningkatan kewirausahaan baru dan ketrampilan/kecakapan hidup pemuda;
15) Peningkatan kerjasama SMK dengan dunia usaha dan dunia industri dan menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan;
16) Pembentukan warung sosial dan penyusunan kesepakatan (MoU) dengan pemangku kepentingan sekitar;
17) Perlindungan, rehabilitasi, pemberdayaan dan pemberian jaminan sosial bagi PMKS;
18) Peningkatan kemandirian dan penanganan kerentangan pangan di masyarakat;
b. Peningkatan infrastruktur yang makin berkualitas guna mendukung pengembangan wilayah, dengan fokus :
1) Peningkatan struktur dan pelebaran pada jalan dengan MST < 8 ton dan pada jalan dengan lebar < 6 m;
2) Peningkatan kondisi jalan dan jembatan, dengan mengupayakan peningkatan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan jalan;
3) Peningkatn penanganan di utamakan pada jalan dan jembatan pendukung pembangunan sosial ekonomi dan budaya pada koridor jalur ekonomi tinggi, sentra produksi, kawasan wisata, kawasan terpencil, perbatasan, rawan dan rehabilitasi rekotruksi bencana serta pada jalur penghubung koridor Pantai Utara dengan koridor Pantai Selatan (Pemalang-Purbalingga-Kebumen; Wiradesa-Kali-Bening-Banjarnegara; Weleri-Temanggung; Purworejo-Wonosobo- Kebumen; Pati-Grobogan-Surakarta);
4) Peningkatan ketersediaan peralatan penanganan jalan dan SDM teknis kebinamargaan;
105 5) Fasilitasi peningkatan dan penyelesain pembangunan jalan dan jembatan Nasional dan Kabupaten/Kota (diantaranya Jalan tol trans Jawa pada ruas Solo, Solo-Kertosono, Semarang-Batang, Batang-Pekalongan, Pekalongan-Pemalang, Pemalang-Pejagan, underpass Jatingaleh Kota Semarang dan flyover Palur Sukoharjo seta JJLS);
6) Peningkatan pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Kewenangan Provinsi, dengan mengutamakan pada Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan serta sinergitas penanganannya bersama kewenangan pemerintah dan Kabupaten/Kota;
7) Pemabangunan dan revitalisasi waduk, embung dan tampungan air lainnya untuk ketersediaan air baku;
8) Peningkatan kerjasama pembangunan waduk dan irigasi (Waduk Logung Kudus, Waduk Pidekso Wonogiri, Waduk Gondang Karanganyar, Waduk Metenggeng Cilacap, Waduk Kuningan Brebes, DI Progopistan Temanggung dan DI Cikawung Cilacap) dan penangan wilayah sungai kewenangan Nasional dan Kabupaten/Kota;
9) Peningkatan penanganan sarana dan prasarana pengendalian banjir utamanya di wilayah sungai Bodri Kuto dan Pemali Comal serta konservasi sungai untuk menjaga dukung dan daya tampungnya;
10) Fasilitasi percepatan penanganan banjir/rob di wilayah pantura dan Kota Semarang secara komprehensif serta rehabilitasi rekonstruksi bencana banjir bersama Pemerintah dan Kabupaten/Kota;
11) Peningkatan cakupan layanan air minum dan sanitasi;
12) Peningkatan pembangunan rumah layak huni dan perbaikan lingkungan kumuh bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah;
13) Peningkatan keselamatan lalu lintas (kualitas perijinan, pengendaliandan kapasitas masyarakat, sarana prasarana keselamatan, perlintasan Kereta Api) secar komprehensif dan terpadu dengan Pemerintah dan Pemerintah Kabupaten/Kota;
14) Fasilitasi pengembangan BRT Kota Semarang/Kedungsapur dan Solo/Subosukowonosraten (koridor, bus dan shelter) dan persiapan penerapan BRT di Purwokerto;
106 15) Fasilitasi dukungan pembangunan intermoda darat di Terminal
mangkan Semarang;
16) Pelaksanaan rintisan transportasi perdesaan;
17) Pengadaan kapal ASDP, peningkatan prasarana sarana dan penyiapan operasional kapal ASDP;
18) Fasilitasi dan dukungan penyelesain jalur KA Tuntang-Ambarawa dan reaktivasi rel KA di Semarang-Demak-Kudus-Pati-Rembang;
Ambarawa-Secang-Magelang; Jalur rel KA Pelabuhan Tanjung Emas; Jalur Underpass/layang;
19) Fasilitasi dan dukungan pembangunan Bandara Dewandaru, Wirasaba, Ahmad Yani (percepatan penyelesaian pembangunan dan operasionalisasi) dan Adisumarmo (aksebilitas); Pelabuhan Tanjung Emas dengan Terminal Kendal dan Pelabuhan Karimunjawa-Jepara;
20) Peningkatan dan operasionalisasi sistem informasi pembangunan infrastruktur jalan, PSDA dan perhubungan.
c. Peningkata kualitas sumber daya manusia dan pelayanan dasar yang makin luas, dengan fokus :
1) Percepatan implementasi pendidikan menengah universal untuk peningkatan APK pendidikan menengah;
2) Perluasan fasilitasi anak usia dan berkebutuhan khusus yang belum tertangani serta anak putus sekolah melalui lembaga non formal;
3) Peningkatan penuntasan buta aksara usia non produktif;
4) Optimalisasi penyelenggaraan program kesetaraan dan peningkatan minat masyarakat untuk mengikuti program kesetaraan;
5) Optimalisasi prasarana sarana pendidikan formal dan informal;
6) Peningkatan kualitas pendidikan dan tenaga kependidikan;
7) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak;
8) Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular maupun tidak menular serta Surveilance epidemiologi, penanganan KLB dan bencana;
9) Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan serta prasarana sarana layanan dasar dan rujukan;
10) Peningkatan pelaksanaan PUG dan PUHA;
107 11) Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta penanganan kekerasan berbasis gender dan anak, serta trafficking;
12) Perluasan peningkatan peserta KB Mandiri (khususnya KB pria) dan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang;
13) Perluasan program KB dalam kurikulum pendidikan sejak dini dan pengembangan media KIE KB di Desa/Kelurahan;
14) Penguatan kapasitas potensi sumber kesejahteraan sosial;
15) Peningkatan dan optimalisasi implementasi SIDa;
16) Peningkatan peran dan fungsi seni, budaya dan budi pekerti, serta pelestarian cagara budaya;
17) Peningkatan kualitas dan kapasistas kepemudaan dengan pengembangan kelembagaan pemuda serta optimalisasi penyelenggaraan pusat pendidikan dan latihan pelajar dalam rangka peningkatan pembinaan dan kualitas keolahragaan;
18) Pengembangan budaya baca masyarakat dengan optimalisasi pendayagunaan perputakaan keliling, perpustakaan desa dan daerah, serta penyediaan mobil pintar.
d. Peningkatan perekonomian daerah berbasis potensi unggulan daerah dengan dukungan rekayasa teknologi dan berorientasi pada ekonomi kerakyatan, dengan fokus :
1) Peningkatan ekonomi kreatif berbasis produk unggulan daerah di dukung rekayasa teknologi;
2) Peningkatan kapasitas kelembagaan dan kemitraamn serta penciptaan kondusivitas iklim usaha untuk mendukung daya saing Koperasi dan UMKM;
3) Pembenahan obyek wisata dan infrastruktur destinasi wisata untuk meningkatkan daya tarik wisata;
4) Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan di dukung pemanfaatan teknologi ramah lingkungan;
5) Peningkatan penerapan jaminan mutu dan keamanan pangan produk pertanian;
6) Peningkatan ketersediaan, distribusi, keterjangkauan, kualitas, keamanan pangan, didukung penguatan kelembagaan;
7) Pengembangan diversifikasi dan pola konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal;
108 8) Membangun jaringan antar petani dan pengolah/industri;
9) Implementasi kartu petani dan BBM nelayan;
10) Peningkatan peran kelembagaan pengelolaan sumber daya air dan irigasi partisipatif;
11) Dukungan peningkatan kondisi dan pengembangan irigasi dan waduk/embung kewengan kabupaten/kota melalui bantuan keuangan;
12) Pengembangan energi baru terbarukan dan konservasi energi, dengan pengembangan dan pembangunan PLTS, PLTMH, dan pengawasan pengendalian PLTPB;
13) Peningkatan rasio eletrifikasi melalui jaringan listrik perdesaan;
14) Peningkatan budaya hemat energi.
e. Peningkatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan tetap menjaga kelestarian fungsinya, dengan fokus :
1) Penguatan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup dalam rangka meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan;
2) Peningkatan kesesuaian pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang;
3) Pengendalian alih fungsi hutan dan lahan produktif menjadi lahan budidaya lainnya untuk mendukung perwujudan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan menjamin kelestarian lingkungan hidup;
4) Pengembangan pemanfaatan keanekaragaman hayati dalam rangka menjaga keberlanjutan fungsi sumberdaya alam dan lingkungan hidup;
5) Peningkatan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan dengan penguatan kelembagaan masyarakat, dan penegakkan hukum;
6) Peningkatan pengeloaan RTH dalam rangka menjaga kualitas dan kuantitasnya;
7) Peningkatan rehabilitasi lahan kritis dan penanganan kerusakan wilayah pesisir, dengan melibatkan peran aktif masyarakat;
8) Peningkatan fungsi kelembagaan dan sistem dalam rangka pengurangan risiko bencana.
f. Peningkatan tata kelola pemerintahan, demokratisasi dan kondusivitas wilayah, dengan fokus :
109 1) Penyusunan kebijakan afirmatif dan peningkatan kapasitas perempuan dalam rangka meningkatakan partisipasi perempuan pada lembaga-lembaga pengambilan keputusan;
2) Peningkatan demokratisasi dan pendidikan politik masyarakat, penegakan hukum dan penghormatan HAM;
3) Promosi jabatan struktural secara terbuka kepada semua PNS yang memenuhi syarat;
4) Pengembangan kapasitas, kedisiplinan, dan kinerja aparatur.
Tujuan, arah kebijakan, prioritas dan fokus pembanguan daerah Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 merupakan upaya guna mencapai target sasaran pembangunan daerah tahun 2015 yaitu :
a. Pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 - 6,5%;
b. Laju inflasi sebesar 5 ± 1%;
c. PDRB per kapita sebesar Rp. 7,44 juta;
d. Indeks Gini sebesar 0,347 dan Indeks Williamsoon sebesar 0,7007;
e. Persentase penduduk miskin sebesar 9,05 – 8,75%;
f. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,93 – 4,62%;
g. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,68;
h. Indeks Pembangunan Gender (IPG) sebesar 68,22 dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) sebesar 70,49.
Berdasarkan prioritas dan fokus pembangunan Tahun 2015, maka upaya pencapaiaannya kemudian dijabarkan secara lebih sistematis melalui perumusan Program Prioritas Daerah Tahun 2015 yang bersifat strategis, berdampak luas pada pencapaian sasaran, dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta lintas sektor dan lintas wilayah yang dapat dilihat pada Tabel 4.2.
c. Pokok-Pokok Pikiran DPRD
Beberapa pokok pikiran DPRD Kabupaten Demak yang perlu diperhatikan dalam penyusunan KUA-PPAS Tahun 2015, sebagaimana telah dipaparkan Ketua DPRD Kabupaten Demak pada Musrenbang Kabupaten Demak tanggal 12 Maret 2014 dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Demak Tahun 2015 adalah sebagai berikut:
1. Bahwa Rencana Pembangunan Tahunan Daerah, yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun.
110 2. Penyusunan RKPD tahun 2015 disamping merupakan hasil masukan dari hasil Musrenbangdes dan musrenbangcam tentunya harus berpedoman pada Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang RPJMD Kabupaten Demak Tahun 2011 – 2016
3. Mewujudkan adanya persamaan persepsi antara legislatif dan eksekutif dalam proses penyusunan Rencana-rencana Pembangunan baik dalam
“RPJMD; Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD); KUA-PPAS dan RAPBD serta kebijakan Pemerintah Daerah lainnya, agar terwujud kemitraan antara Pemerintah Daerah dan DPRD yang sehat dan dinamis”.
4. Menyusun strategi Pemerintah Daerah untuk membangun kemitraan antar daerah, atau kemitraan antara daerah dengan pihak swasta dalam penyediaan pelayanan publik.
5. Pemerintah daerah agar mampu menghasilkan kebijakan daerah yang kondusif untuk investasi, sehingga membuat kenyamanan bagi investor.
6. Pemerintah mampu memberikan daya tarik bagi calon investor untuk mengembangkan usahanya di Kabupaten Demak, untuk itu program pelayanan perijinan lebih dipermudah namun tetap mempertimbangkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
7. Struktur ekonomi diperkuat dengan sektor industri sebagai sektor unggulan tanpa mengesampingkan sektor pertanian.
8. Untuk menopang sektor perekonomian perlu adanya peningkatan perhatian terhadap infrastuktur jalan.
9. Arah pembangunan dengan mewujudkan pelayanan pendidikan adalah dengan peningkatan perbaikan sarana prasarana pendidikan dengan membangun ruang kelas belajar, ruang perpustakaan dan laboratorium beserta isinya. Disamping itu dibarengi peningkatan mutu pendidikan melalui sekolah unggulan.
10. Dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan masyarakat, arah pembangunan pada Pengembangan sistem layanan kesehatan dengan indikator ; adanya kemudahan mendapatkan layanan kesehatan dan obat-obatan yang berkualitas. Disamping itu adanya layanan kesehatan oleh tenaga dokter dan paramedis yang profesional. Serta adanya prasarana kesehatan yang memadai dan representatif.
111 11. Untuk mendukung perekonomian daerah sekaligus menopang pendapatan daerah sangat diperlukan penataan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) .
d. Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Arah Kebijakan Pembangunan
Dengan memperhatikan arah kebijakan pembangunan Nasional dan Jawa Tengah Tahun 2015, pokok-pokok pikiran DPRD, serta menjaga keterkaitan dengan RPJMD Kabupaten Demak Tahun 2011-2016, maka tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan prioritas pembangunan daerah tahun 2015 sebagai berikut:
Tabel 49
Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah Tahun 2014
Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan
1.1 Meningkatkan kinerja SDM dan disiplin aparatur
Meningkatkan pembinaan kualitas SDM dan disipiln kerja aparatur 1.2 Meningkatkan
perencanaan, dan anggaran SKPD
Peningkatan
pembangunan dan anggaran SKPD
1.3 Meningkatkan penyelenggaraa dan otonomi daerah 1.4 Meningkatkan
Kapasitas yang Transparan dan Akuntabel
Kapasitas Sistem, SDM Aparatur dan Sarana Kearsipan Daerah
112
Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan
1.6 Meningkatkan Pelayanan Publik
Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil serta Pengendalian SDM Aparatur dan Sarana Pelayanan 1.8 Meningkatkan
Pencegahan
2.1 Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat
Meningkatnya akses dan mutu pelayanan pendidikan bagi masyarakat
Peningkatakan akses dan mutu pelayanan pendidikan
Meningkatkan daya dukung, pemerataan dan mutu pelayanan pendidikan dasar dan menengah
Meningkatkan daya
dukung pelayanan pendidikan usia dini, non formal dan informal serta minat baca masyarakat
Meningkatkan
kualitas SDM pendidik dan tenaga kependidikan serta kapasitas manajemen pelayanan
pendidikan 2.2 Meningkatkan
Derajat
keamanan, mutu dan penggunaan serta pengawasan obat dan makanan
Memperluas cakupan
dan kualitas
113
Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan
pelayanan kesehatan ibu, anak, dan lansia
Meningkatkan
manajemen dan SDM kesehatan
2.3 Meningkatkan kualitas 2.1 Meningkatkan
kualitas pendidikan masyarakat
Meningkatnya akses dan mutu pelayanan pendidikan bagi masyarakat
Peningkatakan akses dan mutu pelayanan pendidikan
Meningkatkan daya dukung, pemerataan dan mutu pelayanan pendidikan dasar dan menengah
Meningkatkan daya
dukung pelayanan pendidikan usia dini, non formal dan informal serta minat baca masyarakat
Meningkatkan
kualitas SDM pendidik dan tenaga kependidikan serta kapasitas manajemen pelayanan
pendidikan 2.2 Meningkatkan
Derajat
114
Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan
Kesehatan
keamanan, mutu dan penggunaan serta pengawasan obat dan makanan
pembinaan pola hidup sehat masyarakat ibu, anak, dan lansia
Meningkatkan
manajemen dan SDM kesehatan
2.3 Meningkatkan kualitas 2.1 Meningkatkan
kualitas pendidikan masyarakat
Meningkatnya akses dan mutu pelayanan pendidikan bagi masyarakat
Peningkatakan akses dan mutu pelayanan pendidikan
Meningkatkan daya dukung, pemerataan dan mutu pelayanan pendidikan dasar dan menengah
Meningkatkan daya
dukung pelayanan pendidikan usia dini, non formal dan informal serta minat baca masyarakat
Meningkatkan
kualitas SDM
115
Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan
pendidik dan tenaga kependidikan serta kapasitas manajemen pelayanan
pendidikan 2.2 Meningkatkan
Derajat
keamanan, mutu dan penggunaan serta pengawasan obat dan makanan
3.1 Meningkatkan peranan koperasi, UKM dan lembaga ekonomi UKM dan lembaga ekonomi perdesaan terhadap sumberdaya produktif
3.2 Memperkuat peran sektor hutan sesuai daya dukung lingkungan industri kecil dan menengah
Peningkatan kemitraan usaha antara pelaku IKM dan industri besar
Meningkatkan pembinaan dan fasilitasi pengelolaan usaha IKM
3.4 Meningkatkan peran sektor
116
Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan
perekonomian daerah
Penataan dan
pembinaan usaha pedagang kaki lima dan asongan
Meningkatkan pembinaan dan fasilitasi usaha pelaku pedagang kaki lima dan asongan
Meningkatnya lapangan kerja serta kualitas dan
5.1 Meningkatkan kualitas
6.1 Meningkatnya pengarustamaa perempuan dan anak
Percepatan
pengarusutamaan gender dan anak dalam pembangunan
Meningkatkan akses dan peran serta perempuan dalam pembangunan serta perlindungan anak
menurunnya % jml pekerja di bawah umur
117
Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan
bahagia dan
7.1 Terwujudnya generasi muda yang mandiri, cakap, dan berjiwa
entrepreneurship
Meningkatkan
pembinaan dan peran organisasi
kuantitas sarana dan prasarana olah raga dan kepemudaan
Peningkatan budaya dan prestasi olahraga
Meningkatkan pembinaan,
pemasyarakatan dan kapasitas sarana dan prasarana olahraga
Meningkatnya
pencapaian prestasi olah raga
7.2 Berkembangny a dan pelestarian seni dan budaya tradisional
Penguatan jati diri dan karakter daerah yang berbasis pada nilai budaya dan kearifan lokal
Meningkatkan
apresiasi masyarakat terhadap kekayaan dan nilai-nilai budaya lokal
Meningkatnya kualitas dan
kuantitas bangunan bersejarah dan cagar budaya
8.1 Meningkatnya kualitas dan Dukung dan Kualitas infrastruktur
Meningkatnya ketersediaan perumahan yang layak huni bagi
Peningkatan
118
Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan
masyarakat serta fasilitasnya
Meningkatkan
cakupan dan kualitas pelayanan air minum Meningkatkan kualitas sarana dan fasilitas perhubungan
Meningkatkan ketersediaan dan kualitas sarana dan fasilitas perhubungan dukung dan kualitas pelayanan sarana dan prasarana pos dan telekomunikasi
Meningkatkan penyediaan dan kualitas sarana pos dan jaringan
telekomunikasi Meningkatnya daya
dukung dan kualitas infrastruktur dukung dan kualitas jaringan drainase
Meningkatkan daya dukung dan kualitas jaringan drainase Kualitas dan Daya Dukung Lingkungan
kapasitas sarana dan prasarana dan pemulihan SDA LH
Meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi SDA LH dan sarana pengelolaan lingkungan hidup Meningkatkan
penataan dan kulitas pemeliharaan ruang terbuka hijau Meningkatnya
sumber daya energi
Peningkatan daya dukung dan kualitas pelayanan jaringan 9.1 terwujudnya
kawasan
119
Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan
selaras, serasi, dan bersinergi dengan
kawasan-kawasan lain 9.2 Meningkatkan
penataan ruang rencana tata ruang dan pembangunan prasarana dan sarana penunjang pengembangan kawasan strategis dan cepat tumbuh
Meningkatkan
ketersediaan rencana tata ruang,
mengendalikan pemanfaatan ruang serta Menyusun dan mensosialisasikan rencana
pengembangan kawasan strategis dan cepat tumbuh 10. Meningkatnya peran
dan fungsi partai politik dalam Pemilu Meningkatnya penyelesaian kasus hukum