1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional
Keberhasilan dalam pencapaian prioritas pembangunan secara nasional sangat tergantung dengan sinergitas kebijakan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah dan antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah dan pemerintah provinsi.
Sinkronisasi kebijakan diwujudkan dalam bentuk program dan kegiatan sesuai kewenangan masing-masing yang diorientasikan melalui pencapaian strategi pembangunan yang pro-growth, pro-job, pro-poor, dan pro-environment serta pengembangan program-program percepatan pengurangan kemiskinan melalui :
1. Klaster 1 (pertama) Program Bantuan Sosial Berbasis Keluarga 2. Klaster 2 (kedua) Program Pemberdayaan Masyarakat
3. Klaster 3 (ketiga) Program Pemberdayaan Usaha Kecil dan Mikro 4. Klaster 4 (keempat) Program Pro Rakyat.
Empat prioritas pembangunan Kota Bogor yaitu Transportasi, Kemiskinan, Kebersihan dan Pedagang Kaki Lima sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional dan provinsi.
Untuk melaksanakan kegiatan tersebut dibutuhkan suatu pendanaan. Disinilah tugas Badan Pendapatan Daerah Sebagai Koordinator Pajak Daerah dan Koordinator Retribusi Daerah yang merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah Kota Bogor.
Dibutuhkan kerja keras Badan Pendapatan Daerah sebagai pendongkrak Pendapatan Asli Daerah untuk mewujudkan 4 (empat) prioritas Kota Bogor.
1. Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah
Rencana Kerja Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor mencakup Tujuan, Sasaran, Program, Kegiatan dan Sub Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2022 dengan mengacu kepada Rencana Strategis (Renstra) Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor Tahun 2019-2024. Sedangkan program disajikan sebagai strategi relevan dengan sasaran yang telah ditetapkan.
Selanjutnya kegiatan disajikan dengan mengacu pada program yang relevan, sehingga kegiatan yang dirumuskan merupakan rincian yang sistematis dari program yang akan dilaksanakan.
Dalam komponen kegiatan ditetapkan kelompok indikator kinerja kegiatan, yang meliputi Masukan (Inputs), Keluaran (Outputs), Hasil (Outcomes), Manfaat (Benefits) dan Dampak (Impact).
Tujuan adalah suatu hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun yang menggambarkan arah strategis dan meletakkan kerangka prioritas pencapaian misi. Tujuan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki, faktor lingkungan yang mempengaruhi berdasarkan analisis lingkungan serta faktor-faktor penentu keberhasilan Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor.
Sebagai penjabaran tujuan, dirumuskan sasaran yang akan dicapai dalam waktu tahunan. Pada kondisi ideal penetapan sasaran akan sangat baik apabila sasaran ditetapkan secara spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, jangka waktu pencapaiannya jelas. Berorientasi pada Hasil (Outcome) nyata, serta mengandung prinsip efektif dan efisien dari isu strategis.
Berdasarkan tujuan dan sasaran yang ditetapkan kemudian dirumuskan cara mencapai tujuan dan sasaran (strategis) berupa serangkaian kebijakan dan program.
Kebijakan merupakan serangkaian keputusan yang diambil Pemerintah dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Sedangkan penetapan program diperlukan untuk memberikan fokus pada penyusunan kegiatan dan pengalokasian sumber daya. Dari uraian tersebut di atas, maka hubungan antara Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Cara Mencapainya (Kebijakan dan Program) yang akan dilaksanakan Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor.
Tujuan merupakan penjabaran dari misi organisasi untuk pencapaian target yang telah ditetapkan dan merupakan ukuran kinerja sebagai faktor kunci keberhasilan organisasi. Dengan adanya tujuan, maka arah organisasi akan lebih jelas dalam rangka mempertahankan eksistensi di masa yang akan datang. Tujuan adalah suatu hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu tahun sampai dengan lima tahun yang menggambarkan arah strategis dan meletakkan kerangka prioritas pencapaian misi.
Tujuan jangka menengah yang ingin diwujudkan oleh Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor adalah dari pada misi kedua dan ketiga Pemerintah Kota Bogor yaitu Misi ke 2 Mewujudkan Kota Yang Cerdas dan Misi ke 3 Mewujudkan Kota Yang Sejahtera.
Tujuan dan sasaran yang dijalankan akan memberikan arahan bagi pelaksanaan setiap urusan pemerintahan daerah, baik urusan wajib maupun urusan pilihan dalam mendukung pelaksanaan misi dimaksud.
Sebagai penjabaran tujuan dirumuskan sasaran yang akan dicapai dalam waktu tahunan. Penetapan sasaran akan sangat baik, apabila sasaran ditetapkan secara spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, jangka waktu pencapaiannya jelas,berorientasi pada hasil (outcome) nyata, serta mengandung prinsip efektif dan efisien.
Pernyataan tujuan akan diterjemahkan kedalam sasaran-sasaran yang ingin dicapai. Dalam menentukan tujuan tidaklah mutlak harus terukur, kuantitatif, namun setidaknya dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai apa yang akan dicapai di masa mendatang.
Karakteristik rumusan tujuan yang mendasar adalah harus realistis dan dapat dicapai. Hal-hal yang diperhatikan dalam perumusan tujuan pembangunan antara lain : 1. Diturunkan secara lebih operasional dari misi Kota yang telah ditetapkan dan dapat
dicapai melalui beberapa tujuan;
2. Disusun dengan memperhatikan isu-isu strategis daerah; dan 3. Disusun dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.
Dari uraian tersebut di atas, maka Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor menetapkan sasaran dalam rangka mencapai tujuan adalah sebagai berikut :
1. Misi Kedua : Mewujudkan Kota Bogor yang Cerdas, dan tertuang di dalam tujuan pertama Badan Pendapatan Daerah yaitu Meningkatnya Kualitas Pelayanan Prima Yang Efektif, Efisien dan Akuntabel Dalam Pelayanan Pajak Daerah dengan indikator kinerja tujuan :
1. Kenaikan Nilai IKM;
2. Jumlah Inovasi Pengelolaan Pajak Daerah.
Sasarannya antara lain :
1. Meningkatnya Kepuasan Wajib Pajak Dalam Pelayanan Pajak Daerah dengan indikator sasaran Prosentase Tindak Lanjut Pengaduan Wajib Pajak Terhadap Pelayanan Pajak;
2. Meningkatnya Kualitas Pelayanan Pajak Daerah Kepada Wajib Pajak Melalui Pengelolaan Pelayanan Publik Berbasis Teknologi (Smart City) dengan indikator sasaran Jumlah Inovasi Pengelolaan Pajak Daerah.
2. Misi Ketiga, Mewujudkan Kota Bogor yang Sejahtera dan tertuang di dalam tujuan kedua Badan Pendapatan Daerah yaitu Meningkatnya Penerimaan Pendapatan Daerah, dengan indikator kinerja tujuan Penerimaan Pendapatan Asli Daerah.
Sasarannya adalah Meningkatnya Penerimaan Pendapatan Daerah dengan indikator kinerja sasaran :
1. Prosentase Kenaikan Nilai Pajak Daerah;
2. Prosentase Kenaikan Nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
2. Program dan Kegiatan
Program adalah salah satu cara untuk mencapai tujuan dan sasaran serta merupakan rencana aksi terpadu yang meliputi penetapan kebijakan, Program operasional, dan Kegiatan/aktivitas. Untuk mewujudkan Visi dan Misi yang telah ditetapkan serta dalam rangka pencapaian target kinerja sesuai dengan indikator kinerja Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bogor dalam RPJMD 2019-2024.
Dalam upaya mencapai tujuan, rencana program merupakan aplikasi arah kebijakan. Adapun rencana program Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor antara lain : 1. Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
2. Pengelolaan Pendapatan Daerah.
Kegiatan merupakan tindakan nyata dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan sesuai dengan kebijakan dan program yang telah ditetapkan dengan menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai sasaran dan tujuan. Kegiatan merupakan titik awal menuju perwujudan misi dan visi. Kriteria Kegiatan adalah Spesifik, Terukur, Agresif, Berorientasi kepada hasil dan memiliki jangka waktu tertentu.
Adapun kegiatan yang sudah direncanakan untuk mendukung keberhasilan program yang telah ditetapkan antara lain :
1. Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, dengan Kegiatan :
1. Kegiatan Perencanaan, Penganggaran dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah, dengan Sub Kegiatan :
1. Penyusunan Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah;
2. Koordinasi dan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD;
3. Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah.
2. Kegiatan Administrasi Keuangan Perangkat Daerah, dengan Sub Kegiatan : 1. Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN;
2. Koordinasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun SKPD.
3. Kegiatan Administrasi Umum Perangkat Daerah, dengan Sub Kegiatan : 1. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor;
2. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor;
3. Penyediaan Peralatan Rumah Tangga;
4. Penyediaan Bahan Logistik Kantor;
5. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan;
6. Fasilitasi Kunjungan Tamu;
7. Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Konsultasi SKPD.
4. Kegiatan Pengadaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintah Daerah, dengan Sub Kegiatan :
1. Pengadaan Peralatan dan Mesin Lainnya;
5. Kegiatan Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah, dengan Sub Kegiatan :
1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat;
2. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik;
3. Penyediaan Jasa Pelayanan Umum Kantor.
6. Kegiatan Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah, dengan Sub Kegiatan :
1. Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, Pajak dan Perizinan Kendaraan Dinas Operasional atau Lapangan;
2. Pemeliharaan Mebel;
3. Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya;
4. Pemeliharaan/ Rehabilitasi Gedung Kantor dan Bangunan Lainnya;
5. Pemeliharaan/ Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Gedung Kantor atau Bangunan Lainnya.
7. Program Pengelolaan Pendapatan Daerah, dengan Kegiatan :
1. Kegiatan Pengelolaan Pendapatan Daerah, dengan Sub Kegiatan :
1. Analisa dan Pengembangan Pajak Daerah, serta Penyusunan Kebijakan Pajak Daerah;
2. Penyuluhan dan Penyebarluasan Kebijakan Pajak Daerah;
3. Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengelolaan Pajak Daerah;
4. Pendataan dan Pendaftaran Objek Pajak Daerah;
5. Pengolahan, Pemeliharaan dan Pelaporan Basis Data Pajak Daerah;
6. Penilaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB);
7. Penetapan Wajib Pajak Daerah;
8. Pelayanan dan Konsultasi Pajak Daerah;
9. Penelitian dan Verifikasi Data Pelaporan Pajak Daerah;
10. Penagihan Pajak Daerah;
11. Pengendalian, Pemeriksaan dan Pengawasan Pajak Daerah.
BAB IV