3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional
Dari 8 ( delapan ) agenda pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Solok Tahun 2011-2015, untuk Tahun 2015 ada 1 ( satu ) agenda pembangunan yang akan dilaksanakan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Solok, yaitu :
Agenda 3 (tiga) : Pembangunan perekonomian masyarakat secara terpadu berbasis teknologi dan pelestarian lingkungan
Terbitnya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), telah merubah pola perencanaan yang ada dari shopping list ke working plan. Dimana Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) menyusun perencanaan berdasarkan pagu indikatif dan perencanaan yang disusun merupakan hasil dari proses perencanaan yang telah memadukan proses politik, proses teknokratik, proses partisipatif dan dari aspirasi masyarakat yang dilaksanakan melalui Musrenbang.
3.2. Tujuan dan Sasaran Renja SKPD
Dalam rangka mencapai Visi dan Misi Dinas Kehutanan dan Perkebunan maka Renja tersebut dijabarkan kedalam bentuk Tujuan dan Sasaran yang lebih operasional, sehingga dapat lebih terarah dan terukur.
Rencana Kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.Solok 23
Tujuan Sasaran
1. Terwujudnya pengelolaan hutan berdasarkan perencanaan yang akurat
2. Terwujudnya memulihkan dan mempertahankan fungsi hutan dan perkebunan sebagai sistem penyangga kehidupan
3. Terwujudnya manfaat hutan secara lestari
4. Terwujudnya Peningkatan
kapasitas kelembagaan
masyarakat untuk mengoptimalkan pengusahaan dan pemanfaatan kawasan usaha Kehutanan dan Perkebunan
5. Terwujudnya Peningkatkan Produktifitas komoditi unggulan daerah
6. Terwujudnya persediaan bibit unggul yang berkualitas
1. Meningkatnya pemanfaatan lahan marginal, lahan terlantar dan lahan kritis 20%
2. Memperlancar pengangkutan hasil pertanian dari sentra produksi ke Jalan Kabupaten
3. Tercegahnya kerusakan hutan perlindungan dan pengamanan hutan.
4. Meningkatnya Pengetahuan dan keterampilan petani
5. Meningkatnya produksi dan prodktifitas mutu hasil kehutanan dan perkebunan rakyat
6. Terpenuhinya ketersediaan bibit unggul bersertifikat
3.3. Program dan Kegiatan Tahun 2015
Implementasi dari kebijakan, harus dituangkan kedalam bentuk program dan keigatan pembangunan yang direncanakan akan dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan pada Tahun 2015, program - program tersebut adalah sebagai berikut :
1. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
2. Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian / Perkebunan 3. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian / Perkebunan
Rencana Kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.Solok 24 4. Program Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan
5. Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan 6. Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan
7. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan 8. Program Pemantapan Kawasan Hutan
Penjabaran dari program – program yang berupa kegiatan pembangunan yang direncanakan akan dilaksanakan pada Tahun 2015 adalah sebagai berikut :
1. Optimalisasi Lahan Perkebunan
2. Pembuatan Jalan Produksi Perkebunan
3. Pegembangan Bibit Unggl Pertanian / Perkebunan 4. Pembuatan Kebun Entres Karet
5. Penyuluhan Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan 6. Pembinaan Kelembagaan Petani Tembakau
7. Penyuluhan Penerapan Teknologi Pertanian / Perkebunan Tepat Guna 8. Peningkatan Produksi, Produktifitas dan Mutu Produk Perkebunan, Produk
Pertanian
9. Rehabilitasi Tanaman Cengkeh
10. Pengawasan Pengelolaan Hutan Lindung dan Hutan Produksi 11. Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan
12. Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan
13. Penyluhan Kesadaran Masyarakat Mengenai Dampak Perusakan Hutan 14. Perlindungan dan Pengamanan Hutan
15. Penanaman Pohon pada Kawasan Hutan Industri dan Hutan Wisata
16. Pembuatan Tanaman Reboisasi, Persemaian Reboisasi, Hutan Rakyat, KBN, UP-UPSA
17. Pemeliharaan Batas Kawasan Hutan
Adapun rencana program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tahun 2015 dapat dilihat pada tabel 3.1 terlampir.
Rencana Kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.Solok 25
BAB IV PENUTUP
Rencana Kerja ( Renja ) Dinas Kehutanan dan Perkebunan merupakan pedoman bagi Dinas Kehutanan dan Perkebunan dalam pelaksanaan Program dan kegiatan Tahun 2015, sehingga tujuan yang akan dicapai dapat lebih terarah dan terukur.
Dengan telah ditetapkannya Rencana Kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Solok 2015 seperti yang dikemukakan pada Bab sebelumnya diharapkan akan lebih meningkatkan Kinerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan.
Kami menyadari bahwa pelaksanaan Rencana Kerja ini memerlukan kerja sama dari semua pihak yang ada pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Solok. Dengan adanya kerja sama yang baik dari semua pihak yang ada pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan akan dapat mewujudkan Visi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Solok yaitu “ Terwujudnya Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Htan, Lahan dan Kebun Secara Profesional, Lestari dan Bertanggungjawab Menuju Masyarakat Sejahtera “ sehingga pada akhirnya diharapkan akan memberikan kontribusi pada pelaksanaan / Perencanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD).
Koto Baru, Januari 2014
KEPALA DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN SOLOK
OSRI, S. Sos
NIP. 19610627 198403 1 004
Rencana Kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.Solok 26 MATRIKS 2.ANALISA SWOT
Kekuatan (S)
1. Jumlah SDM aparatur cukup tersedia.
2. Sumber daya lahan dan hutan luas.
3. Kelembagaan petani, koperasi dan pasar sangat mendukung 4. Komoditas yang ada merupakan komoditas unggulan nasional.
5. Biaya operasional dinas tersedia dari Pemda dan Pemerintah Pusat.
6. Bibit/benih dan penangkar tersedia dengan cukup.
7. Peraturan perundang-undangan.
Kelemahan (W)
1. SDM berkualitas sangat terbatas.
2. Belum tersedianya data lahan kritis, lahan perkebunan, dan potensi hasil kehutanan dan perkebunan secara akurat.
3. Kualitas produksi rata-rata masih redah.
4. Ganngguan usaha perkebunan/ OPT masih tinggi.
5. Modal perkebunan sangat kecil/ kurang modal.
6. Tanaman tua/ rusak sehingga produksi rendah.
7. Tata batas hutan belum selesai.
8. Pelaksanaan pembangunan kehutanan dan perkebunan belum didukung dengan perencanaan yang akurat.
9. Penerapan ilmu pengetahuan / IPTEK masih rendah.
10. Lemahnya penegakan hukum.
11. Peningkatan kualitas SDM dan Kaderisasi berjalan lambat.
12. Sarana dan prasarana pendukung terbatas
13. Koordinasi, integrasi dan singkronisasi dengan instansi terkait belum berjalan baik.
Peluang (O)
1. Potensi hasil hutan dan perkebunan cukup tinggi.
2. Kebutuhan/ permintaan hasil hutan dan perkebunan cukup tinggi.
3. Kemitraan yang kuat dari Pemda dalam pembangunan kehutanan dan perkebunan.
4. Meningkatnya mutu produk yang dikelola oleh petani / kelompok tani.
5. Meningkatnya jejaring kerja sama kemitraan pengusaha dan petani.
6. Terbukanya peluang investasi.
7. Tersedianya volume tenaga kerja yang cukup banyak.
8. Tersedia UPTD dan stakeholder.
9. Ketahanan social budaya dan toleransi umat beragama.
10. Adanya pengaruh globalisasi.
STRATEGI MEMAKAI KEKUATAN UNTUK MEMANFAATKAN PELUANG (SO)
1. Tingkatkan profesionalisme petugas dan pekebun.
2. Tingkatkan kuantitas/ kualitas benih sesuai permintaan pasar.
3. Pengembangan hutan tanaman sejenis.
4. Peningkatan koordinasi pengamanan hasil pembangunan kehutanan.
5. Mempertahankan keberadaan kawasan hutan.
6. Membangun dan memperkuat kawasan konservasi.
7. Perluasan (ekstensifikasi) komoditas unggulan.
STRATEGI MENANGGULANGI KELEMAHAN DENGA MEMANFAATKAN PELUANG (WO)
1. Peremajaan, rehabilitasi tanaman, intensifikasi tanaman tua dan rusak.
2. Tingkatkan mutu produk.
3. Pemberdayaan pekebun melalui intiplasma.
4. Pengembangan IPTEK.
5. Peningkatan pern serta masyarakat.
6. Pembangunan hutan rakyat.
7. Optimalisasi keberadaan kawasan hutan.
8. Peningkatan koordinasi, komunikasi dan konsultasi para pihak.
9. Peningkatan akses masyarakat terhadap kebijakan dan informasi kehutanan dan perkebunan.
10. Peningkatan profesionalisme SDM kehutanan.
Faktor
Faktor
Rencana Kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.Solok 27 Ancaman (T)
1. Keadaan iklim musim hujan dan panas.
2. Potensi hasil hutan dan perkebunan sangat rendah.
3. Adanya serangan hama tanaman.
4. Lahan kritis sangat luas.
5. Adanya perambahan dan pencarian hasil hutan.
6. Terjadinya kebakaran hutan.
7. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani.
8. Lemahnya penanganan pasca panen.
9. Tumpang tindih antara batas wilayah Nagari dan Kawasan hutan.
10. Kualitas Sumberdaya masyarakat masih rendah . 11. Jumlah penduduk miskin cukup besar.
STRATEGI MEMAKAI KEKUATAN UNTUK MENGATASI ANCAMAN (ST)
1. Pemanfaatan dan penataan potensi lahan yang ada.
2. Pengembangan kawasan Agribisnis dengan mempertahankan kaidah-kaidah lingkungan.
3. Tingkatkan usaha dan permodalan usaha pekebun kelompok tani.
4. Peningkatan kualitas daya dukung DAS melalui rehabilitasi dan pemulihan lahan kritis.
5. Peningkatan potensi kawasan hutan produksi melalui Hutan Tanaman baru.
6. Inventarisasi tingkat kebutuhan hasil hutan kayu dan bukan kayu.
7. Peningkatan kualitas SDM masyarakat melalui penyuluhan / DIKLAT.
8. Koordinasikan dengan instansi terkait dalam rangka pengamanan batas hutan.
9. Koordinasi pengamanan hasil hutan batas Kabupaten/ Kota.
10. Peningkatan ekonomi masyarakat Nagari sekitar Kawasan Hutan.
STRATEGI UNTUK MEMPERKECIL KELEMAHAN DAN MENGATASI ANCAMAN (WT)
1. Pertahankan luas dan produksi yang telah tercapai.
2. Penyuluhan dan bantuan moda pekebun.
3. Diversifikasi tanaman pengendalian OPT.
4. Koordinasi dan singkronisasi perencanaan pembangunan kehutanan dan perkebunan dengan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten.
5. Fasilitasi pembangunan industri kecil dalam penyediaan lapangan pekerjaan.
6. Mendorong pengembangan ekonomi masyarakat.