3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi
Arah kebijakan Dinas Peternakan Kabupaten Jombang 2017 disusun berpedoman pada RPJMN tahun 2015-2019, RPJMD Provinsi Jawa Timur tahun 2014-2019 dan RPJMD Kabupaten Jombang Tahun 2014-2019. Tujuannya agar dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, Dinas Peternakan dapat menjabarkan dan mensinkronisasikan kebijakan yang telah digariskan secara regional.
Kebijakan nacional yang diarahkan untuk lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berdasarkan keunggulan sumberdaya alamdan sumberdaya manusia berkualitas serta kemampuan IPTEK yang terus meningkat.
Arah kebijakan provinsi lebih ditekankan pada beberapa kebijakan utama antara lain :
a. Peningkatan produksi dan produktivitas perternakan untuk meningkatkan surplus bahan pangan guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan bahan baku industri pengolahan (agroindustri)
b. Peningkatan mutu produk peternakan yang aman dikonsumsi masyarakat yang memenuhi standar kesmavet, kesrawan dan kesehatan hewan c. Revitalisasi sarana dan prasarana peternakan dan kesehatan hewan d. Peningkatan kompetensi sumberdaya manusia peternakan dan kesehatan
hewan
e. Perluasan dan pengembangan produk peternakan meliputi penambahan komoditas prioritas dari semula 12 menjadi 15, side product, dan waste product
f. Penetapan kawasan sentra peternakan berdasarkan potensinya g. Peningkatan kualitas pengolahan hasil peternakan
h. Optimalisasi dan pemberdayaan kelembagaan peternak untuk meningkatkan akses terhadap faktor produksi, teknologi, informasi, pemasaran maupun akses permodalan
3.2 Perubahan Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah
Dinas Peternakan Kabupaten Jombang untuk masa tahun 2017 menetapkan tujuan yaitu meningkatkan kontribusi sektor pertanian dan perikanan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka harus memperhatikan :
1) Meningkatnya pemanfaatan sumberdaya local untuk peningkatan produksi 2) Meningkatnya kelestarian sumberdaya peternakan
3) Mewujudkan kawasan peternakan yang strategis cepat tumbuh berbasis agribis
4) Meningkatnya penyelenggaraan pelayanan kesehatan ternak 5) Meningkatkan penyelenggaraan kesehatan masyarakat veteriner 6) Peningkatan kualitas sumber daya manusia peternakan
7) Menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan investasi di bidang Agribisnis
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut ditetapkan sasaran yang ingin diwujudkan dalam tahun 2017 adalah:
1) Peningkatan produksi peternakan dengan indikator tersebut ditetapkan sasaran jumlah capaian produksi hasil daging, telur dan susu
2) Peningkatan kesejahteraan petani sub sektor peternakan dengan indikator sasaran Nilai Tukar Petani (NTP) sub sektor Peternakan
3) Peningkatan kualitas produk peternakan dengan indikator sasaran berupa prosentase daging ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) yang beredar di masyarakat
3.3 Perubahan Program dan Kegiatan a. Program
Program pembangunan peternakan tahun 2017 pada dasarnya melanjutkan program tahun sebelumnya untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan serta untuk menghasilkan produk-produk unggulan yang berdaya saing tinggi guna memenuhi kebutuhan pangan dan gizi serta penyediaan bahan baku industri melalui peningkatan usaha secara terpadu, dinamis dan berbasis agroekosistem untuk mewujudkan agribisnis yang tangguh. Karena dalam perkembangannya di pertengahan tahun anggaran berjalan terdapat
perubahan di salah satu kegiatan dalam suatu program yang sudah ditetapkan sebelumnya. Selain itu adanya perubahan dana/pagu indikatif juga turut mempengaruhi perubahan kegiatan.
Program dimaksudkan sebagai kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan SKPD guna mencapai sasaran tertentu. Dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan tersebut di atas, dengan memperhatikan isue-isue strategis antara lain : (a) Lemahnya daya saing produk lokal dalam menghadapi perdagangan bebas; (b) Kurangnya dukungan infrastruktur dalam memperkuat produktivitas ekonomi daerah; (c) Kurang efektifnya pelaksanaan penanggulangan kemiskinan; (d) Menurunnya kualitas dan daya dukung lingkungan hidup; dan (e) Menurunnya kemampuan pembiayaan pembangunan daerah, serta Rancangan Prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2017 antara lain : (a) Memperkuat produktivitas ekonomi daerah yang berbasis agribisnis; (b) Peningkatan efektifitas penanggulangan kemiskinan; dan (c) Menumbuhkan kawasan strategis dan daya dukung lingkungan hidup, maka Dinas Peternakan Kabupaten Jombang menetapkan program - program tahun 2017 sebagai berikut :
1. Program Peningkatan Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Administrasi Perkantoran diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana kantor (barang dan jasa yang habis pakai) guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.
Program Administrasi Perkantoran dilaksanakan melalui kegiatan : a. Penyediaan Pelayanan Administrasi Perkantoran.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana kantor (barang dan jasa inventaris kantor) yang menunjang kelancaran tugas aparatur.
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dilaksanankan melalui kegiatan:
a. Pembangunan Gedung Kantor/Bangunan Pendukungnya b. Pengadaan Sarana dan Prasarana Gedung Kantor
c. Pemeliharaan Rutin / Berkala/ Sedang/ Berat Gedung Kantor/ bangunan pendukungnya
d. Pemeliharaan Rutin/ Berkala/ Sedang/ Berat Sarana dan Prasarana Gedung Kantor.
e. Pemeliharaan Rutin / Berkala/ Sedang/ Berat Kendaraan Dinas / Operasional
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
Program Peningkatan Disiplin Aparatur diarahkan untuk meningkatkan tingkat disiplin aparatur dalam menjalankan tugas. Program Peningkatan Disiplin Aparatur dilaksanakan melalui kegiatan a. Pengadaan Pakaian Khusus Hari-hari Tertentu
4. Program Perencanaan Stategis dan Pelaporan Capaian Kinerja serta Keuangan SKPD
Program Perencanaan Stategis dan Pelaporan Capaian Kinerja serta Keuangan SKPD diarahkan untuk meningkatkan kosistensi perencanaan dan penganggaran program SKPD sebesar 95 %. Program Peningkatan Perencanaan Stategis dan Pelaporan Capaian Kinerja serta Keuangan SKPD dilaksanakan melalui kegiatan :
1. Penyusunan Rencana Strategis SKPD 2. Penyusunan Rencana Kerja SKPD
3. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja SKPD. 4. Penyusunan Laporan Keuangan SKPD
5. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak
Program ini diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan hewan peliharaan melalui upaya pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit hewan serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet).
Dimaksudkan untuk :
Meningkatkan keamanan dan kesehatan produk-produk peternakan yang dikonsumsi, dengan mengembangkan produk yang ASUH (aman, sehat, utuh dan halal);
Mencegah terjadinya penularan penyakit zoonosis dari hewan kepada manusia
Menurunkan tingkat kematian (mortalitas) dan derajat kejadian penyakit (morbiditas)
Meningkatkan kesehatan lingkungan budidaya. Dengan kegiatan pokok adalah :
a. Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak
b. Pengawasan Perdagangan Produk Asal Hewan 6. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan
Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ternak melalui penerapan panca usaha ternak yaitu penggunaan bibit unggul, penanganan dan penerapan teknologi reproduksi, pengembangan kualitas, kuantitas dan kontinuitas pakan, penanganan kesehatan hewan dan pengelolaan / tatalaksanan budidaya. Dimaksudkan untuk mendorong percepatan peningkatan populasi ternak dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak.
Dengan kegiatan pokok adalah :
a. Pembibitan dan Perawatan Ternak
b. Pendistribusian Bibit Ternak kepada Masyarakat
c. Penyuluhan Pengelolaan Bibit Ternak yang didistribusikan kepada masyarakat
d. Pengembangan Budidaya Ternak Kambing/Domba
7. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan
Program ini diarahkan untuk pembangunan sarana dan prasarana bagi penanganan produk hasil peternakan dan pemasaran produk peternakan guna meningkatkan kualitas hasil peternakan dan tercapainya Jumlah kemitraan usaha antara kelompok ternak (plasma) dengan pelaku usaha (inti) .
Dengan kegiatan pokok :
a. Promosi atas hasil produksi peternakan unggulan daerah
b. Pengolahan informasi permintaan pasar atas hasil produksi peternakan masyarakat.
8. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan
Program ini diarahkan untuk meningkatkan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendapatkan hasil produksi yang optimal.
Dengan kegiatan pokok :
a. Pengadaan Sarana dan Prasarana teknologi Peternakan Tepat Guna.
9. Program Pengembangan Kawasan Agropolitan Cluster Peternakan Program ini diarahkan untuk Peningkatan fungsi dan peran kawasan agropolitan sebagai sentra produksi, pemasaran dan kunjungan agrowisata .
Dengan kegiatan pokok :
a. Pembinaan dan Pemberdayaan Kelembagaan Cluster Peternakan
10. Program Pembinaan Lingkungan Sosial Bidang Peternakan
Program ini diarahkan untuk peningkatan kemampuan dan ketrampilan masyarakat di lingkungan industry hasil tembakau dan /atau daerah penghasil bahan baku industri tembakau .
Dengan kegiatan pokok :
a. Pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja/usaha bidang peternakan bagi masyarakat.
11. Program Pemberdayaan Penyuluh Peternakan Lapangan
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya Penyuluh Peternakan Lapangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang penyuluhan dan pelatihan teknis peternakan. Dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi dan peranan masyarakat dalam pembangunan peternakan serta meningkatkan kualitas sumberdaya manusia peternak.
Dengan kegiatan pokok :
a. Penyuluh dan Pendampingan Kelembagaan Peternakan b. Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Peternakan. c. Penyuluh, Pembinaan dan Kemitraan Usaha Bagi Peternak
d. Fasilitas Pemantauan dan Pengendalian Perizinan Usaha Peternakan
12. Program Pemantauan dan Pengendalian Pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH)
Program ini diarahkan untuk pemeriksaan, pemantauan dan pengendalian hewan yang akan dipotong dan meningkatnya kualitas daging hewan yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) sehingga daging yang beredar di masyarakat sesuai dengan standar ASUH (Aman, Sehat,Utuh, dan Halal) sehingga aman dikonsumsi masyarakat
Dengan kegiatan pokok :
a. Pemeriksaaan, pemantauan dan pengendalian pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH).
13. Program Penyusunan Data, Informasi, Monitoring dan Evaluasi Peternakan
Program ini diarahkan untuk penyusunan data populasi ternak sehingga dapat tersusun laporan statistik peternakan tiap tribulan dan laporan tahunan
Dengan kegiatan pokok :
a. Penyusunan Data Informasi Peternakan
b. Kegiatan
Rencana Kegiatan Belanja Langsung Dinas Peternakan Kabupaten Jombang Tahun 2017 yang didanai dari APBD Kabupaten Jombang, adalah sebagai berikut :
APBD Kabupaten
Untuk kegiatan pembangunan Peternakan Tahun 2017 dianggarkan dari sumber dana APBD Kabupaten Jombang untuk kegiatan
Belanja Langsung sebesar Rp. 6.253.124.900 ( Enam Milyar Dua Ratus Lima Puluh Tiga Juta Seratus Dua Puluh Empat Ribu Sembilan Ratus Rupiah) dan dilaksanakan melalui kegiatan sebagai berikut:
1) Penyediaan Pelayanan Administrasi Perkantoran
Kegiatan Penyediaan Pelayanan Administrasi Perkantoran dipergunakan untuk membayar honorarium Pegawai non PNS yang ada di lingkungan Dinas Peternakan selama 12 bulan. Kegiatan ini untuk mencapai sasaran prosentase pelayanan administrasi perkantoran sesuai standart 100%.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 902.212.600,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah sarana pelayanan administrasi perkantoran selama 12 bulan. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah prosentase pelayanan administrasi perkantoran sesuai standart 100%.
2) Pembangunan Gedung Kantor/Bangunan Pendukungnya
Kegiatan Pembangunan Gedung Kantor Sarana dan Prasarana Gedung Kantor dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan, peralatan gedung kantor.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 334.745.100,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah pembangunan pagar Rumah Potong Hewan (RPH) Ngoro sebanyak 1 paket. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah prosentase sarana dan prasarana aparatur dalam kondisi baik sesuai kebutuhan 100%.
3) Pengadaan Sarana dan Prasarana Gedung Kantor
Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Gedung Kantor dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan, peralatan gedung kantor.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 104.600.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah pengadaan sarana dan prasarana gedung kanto sebanyak 10 unit. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan
adalah prosentase sarana dan prasarana aparatur dalam kondisi baik sesuai kebutuhan 100%.
4) Pemeliharaan Rutin / Berkala /Sedang/ Berat Gedung Kantor/ Bangunan Pendukungnya
Kegiatan Pemeliharaan Rutin / Berkala Berat Gedung Kantor/ Bangunan Pendukungnya dipergunakan untuk pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan gedung kantor.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 47.000.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah pemeliharaan fisik dan pengecatan gedung kantor sebanyak 8 unit. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah prosentase sarana dan prasarana aparatur dalam kondisi baik sesuai kebutuhan 100%.
5) Pemeliharaan Rutin / Berkala /Sedang/ Berat Sarana dan Prasarana Gedung Kantor
Kegiatan Pemeliharaan Rutin / Berkala/ Sedang/ Berat Sarana dan Prasarana Gedung Kantor dipergunakan untuk dipergunakan untuk pemeliharaan/service dan penggantian suku sarana gedung kantor.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 29.750.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah pemeliharaan / service dan penggantian suku sarana gedung kantor sebanyak 30 kali. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah prosentase sarana dan prasarana aparatur dalam kondisi baik sesuai kebutuhan 100%.
6) Pemeliharaan Rutin / Berkala/ Sedang / Berat Kendaraan Dinas / Kendaraan Operasional
Pemeliharaan Rutin / Berkala Kendaraan Dinas /kendaraan Operasional dimaksudkan untuk pemeliharaan/service dan penggantian suku cadang kendaraan dinas. Kegiatan ini untuk mencapai sasaran meningkatnya fungsi pelayanan masyarakat.
Masukan ( input ) berupa tersedianya dana dari APBD tetap sebesar Rp. 30.300.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya jumlah pemeliharaan / service dan penggantian suku cadang kendaraan sebanyak 20 unit. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah prosentase sarana dan prasarana aparatur dalam kondisi baik sesuai kebutuhan 100%.
7) Pengadaan Pakaian Khusus Hari-hari Tertentu
Kegiatan Pengadaan Pakaian Khusus Hari-hari Tertentu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pakaian olah raga bagi pegawai. Kegiatan ini untuk mencapai sasaran meningkatnya fungsi pelayanan masyarakat.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD tetap sebesar Rp. 51.980.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah pengadaan pakaian olah raga dan batik tradisional sebanyak 124 stel. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah prosentase peningkatan disiplin aparatur 100%.
8) Penyusunan Rencana Strategis SKPD
Kegiatan Penyusunan Rencana Strategis SKPD dimaksudkan untuk mewujudkan tersusunnya review dokumen rencana setrategis SKPD.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 5.500.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah penyusunan dokumen rencana strategis SKPD sebanyak 1 dokumen. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah prosentase dokumen perencanaan strategis dan pelaporan yang sesuai aturan 100%.
9) Penyusunan Rencana Kerja SKPD
Kegiatan Penyusunan Rencana Kerja SKPD dimaksudkan untuk mewujudkan tersusunnya dokumen rencana kerja SKPD.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 5.000.000,00 maka didapatkan keluaran (output)
utamanya berupa tersusunnya dokumen rencana kerja SKPD sebanyak 3 dokumen (rancangan renja, renja dan renja perubahan). Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah prosentase dokumen perencanaan strategis dan pelaporan yang sesuai aturan 100%.
10) Penyusunan Laporan Capaian Kinerja SKPD
Kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja SKPD dimaksudkan untuk mewujudkan tersusunnya dokumen Laporan Capaian Kinerja.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 5.000.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa tersusunnya dokumen Laporan Kinerja sebanyak 5 dokumen (triwulan 1, triwulan 2, triwulan 3, triwulan 4 dan LKIP). Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah prosentase dokumen perencanaan strategis dan pelaporan yang sesuai aturan 100%.
11) Penyusunan Laporan Keuangan SKPD
Kegiatan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD
Tersusunnya dokumen laporan keuangan semester dan prognosis SKPD ; Tersusunnya dokumen laporan realisasi anggaran SKPD.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 5.000.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa tersusunnya dokumen data laporan realisasi anggaran sebanyak 5 dokumen (triwulan 1, triwulan 2, triwulan 3, triwulan 4, dan tahunan). Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan prosentase dokumen perencanaan strategis dan pelaporan yang sesuai aturan 100%.
12) Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak
Kegiatan Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas
kesehatan hewan agar kejadian penyakit dan kematian ternak dapat ditekan. Kegiatan ini untuk mewujudkan sasaran meningkatnya Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Ternak dan Ikan.
Dengan masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 199.520.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah ternak yang dilayani melalui pelayanan keswan (kesehatan hewan) terpadu sebanyak 2.315 ekor. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan prosentase kejadian penyakit ternak sebesar 5% dan prosentase angka kematian ternak sebesar 6 %.
13) Pengawasan Perdagangan Produk Asal Hewan
Kegiatan Pengawasan Perdagangan Produk Asal Hewan dimaksudkan untuk melaksanakan pemeriksaan dan pengawasan peredaran produk asal hewan yang ASUH (Aman Sehat Utuh dan Halal) untuk mewujudkan ketersediaan pelayanan dan pengawasan kesehatan produk asal hewan.
Dengan masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 48.561.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah sampel yang mendapat pengawasan peredaran dan sertifikasi bahan asal hewan serta pengawasan produkl hewan mengandung residu yang beredar di masyarakat berupa daging 20 sampel, telur 20 sampel, dan susu 10 sampel. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan prosentase kejadian penyakit ternak sebesar 5% dan prosentase angka kematian ternak sebesar 6 %.
14) Pembibitan dan Perawatan Ternak
Kegiatan Pembibitan dan Perawatan ternak merupakan kegiatan untuk mendukung Pemberdayaan CDC Keras Diwek dengan kegiatan budidaya ayam buras untuk memproduksi bibit ayam buras, telur tetas dan telur konsumsi guna memenuhi kebutuhan telur ayam buras di Kabupaten Jombang. Melalui kegiatan ini diharapkan CDC dapat berfungsi sebagai sumber informasi teknologi ayam buras dan juga percontohan dan latihan kerja.
Kegiatan ini untuk mewujudkan sasaran meningkatnya kualitas, kuantitas dan kontinuitas produksi unggulan hasil ternak dan ikan untuk memenuhi permintaan pasar dan meningkatnya kesempatan kerja dan peluang usaha yang produkstif di pedesaan.
Dengan masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 269.650.000,00 maka didapatkan keluaran (output) berupa jumlah produksi di CDC Keras selama telur 58.541 butir dan DOC 4.100 butir. Sedang hasil (outcome) yang diharapkan adalah populasi ternak ruminansia 304.215 ekor dan populasi unggas 8.848.000 ekor.
15) Pendistribusian Bibit Ternak kepada Masyarakat
Kegiatan Pendistribusian Bibit Ternak kepada Masyarakat dimaksudkan untuk menumbuhkan lapangan usaha di pedesaan melalui pengembangan ternak kambing/domba dan itik. Kegiatan ini untuk mewujudkan sasaran meningkatnya kualitas, kuantitas dan kontinuitas produksi unggulan hasil ternak untuk memenuhi permintaan pasar dan meningkatnya kesempatan kerja dan peluang usaha yang produkstif di pedesaan
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 176.620.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah bibit ternak yang didistribusikan kepada masyarakat 72 ekor kambing/domba. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah populasi ternak ruminansia 304.215 ekor dan populasi unggas 8.848.000 ekor.
16) Penyuluhan pengelolaan bibit ternak yang didistribusikan kepada masyarakat
Kegiatan Penyuluhan Pengelolaan Bibit Ternak yang didistribusikan kepada Masyarakat dimaksudkan untuk menumbuhkan ekonomi produktif budidaya ternak di pedesaan melalui pengembangan ternak kambing/domba dan itik. Kegiatan ini untuk mewujudkan sasaran meningkatnya kualitas, kuantitas dan kontinuitas produksi unggulan hasil ternak untuk memenuhi permintaan pasar dan
meningkatnya kesempatan kerja dan peluang usaha yang produkstif di pedesaan.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 54.184.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya jumlah peserta penyuluh pengelolaan bibit ternak sebanyak 74 kelompok. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah populasi ternak ruminansia 304.215 ekor dan populasi unggas 8.848.000 ekor.
17) Pengembangan Budidaya Ternak Kambing/Domba (PID)
Kegiatan Pengembangan Budidaya Ternak Kambing/Domba Ds. Banjarsari Kec. Bandar Kedungmulyo dimaksudkan untuk menumbuhkan lapangan usaha di pedesaan melalui pengembangan ternak kambing/domba melalui bantuan sarana budidaya peternakan kambing/domba.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 1.320.000.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah ternak kambing/domba yang disalurkan sebanyak 693 ekor. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah populasi ternak ruminansia 304.215 ekor dan populasi unggas 8.848.000 ekor.
18) Promosi Atas Hasil Produksi Peternakan Daerah
Kegiatan Promosi Atas Hasil Produksi Peternakan Daerah merupakan kegiatan berupa ekspose/pameran peternakan sebagai sarana promosi hasil produksi peternakan unggulan daerah.
Masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp 80.000.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah peternak yang difasilitasi dalam even promosi sebanyak 10 kelompok dan jumlah varian produksi hasil olahan yang dipamerkan dalam even promosi sebanyak 17 jenis. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah prosentase peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan 4%.
19) Pengolahan Informasi Permintaan Pasar atas Hasil Produksi Peternakan Masyarakat
Kegiatan Pengolahan Informasi Permintaan Pasar atas Hasil Produksi Peternakan Masyarakat dimaksudkan untuk pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data informasi harga pasar yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 20.653.200,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya jumlah dokumen yang berisi pengumpulan dan pengolahan data informasi harga pasar 5 dokumen. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah prosentase peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan 4%.
20) Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna
Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna. Kegiatan ini untuk mewujudkan sasaran menunjang pencapaian populasi ternak yang meningkat.
Dengan masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 137.247.800,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah pengadaan sarana prasarana teknologi peternakan tepat guna sebanyak 5 unit. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan adalah prosentase keberhasilan pelayanan IB (Inseminasi Buatan) 64,25%.
21) Pengembangan dan Penguatan Kelembagaan Peternakan
Kegiatan Pengembagan dan Penguatan Kelembagaan Peternakan merupakan kegiatan untuk memberdayakan dan membina kelompok ternak di wilayah agropolitan guna peningkatan produksi ternak dan populasi ternak.
Dengan masukan (input) berupa tersedianya dana APBD sebesar Rp. 20.000.000,00 maka didapatkan keluaran (output)
utamanya berupa jumlah kelompok yang mendapat pembinaan kelembagaan kelompok sebanyak 4 kelompok. Sedangkan hasil (output) yang diharapkan populasi dan produksi hasil ternak dan unggas di wilayah agropolitan berupa daging 2.586,22 ton, telur 154,61 ton dan susu 6.433,48 ton serta populasi ruminansia 52.407 ekor dan unggas 1.273.516 ekor.
22) Pembinaan Kemampuan dan Ketrampilan Kerja/Usaha Bidang Peternakan bagi Masyarakat
Kegiatan Pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja/usaha bidang perikanan bagi masyarakat merupakan kegiatan pembinaan ketrampilan bagi para RTM termasuk bantuan sarana produksinya.
Dengan masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 2.153.265.700,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya jumlah yang mendapatkan pembinaan ketrampilan kerja sebanyak 90 RTM dan 20 kelompok. Sedangkan hasil (outcome) yang diharapkan kontribusi ternak kambing/domba dari dana DBHCT terhadap populasi ternak kambing/domba 0,14%
.
23) Penyuluhan dan Pendampingan Kelembagaan Peternakan
Kegiatan Penyuluhan dan Pendampingan Kelembagaan Peternakan merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk pembinaan dan penyuluhan terhadap kelompok peternak.
Dengan masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 39.000.000,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya jumlah kelompok yang mendapat pembinaan dan penyuluhan peternakan 21 kelompok. Sedangkan hasil (outcome) utamanya prosentase kelompokl ternak pemula 58,80%, lanjut 28,40%, madya 10,67%, dan utama 1,98%.
24) Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Peternakan
Kegiatan Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Peternakan ini merupakan kegiatan pembinaan / pelatihan teknologi
tepat guna /demplot ke kelompok. Kegiatan ini untuk mewujudkan meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan petani ternak baik teknis maupun manajerial dan meningkatnya investasi usaha bidang peternakan dan perikanan.
Dengan masukan (input) berupa tersedianya dana dari APBD sebesar Rp. 92.029.500,00 maka didapatkan keluaran (output) utamanya berupa jumlah penyuluh yang diikutsertakan dalam pelatihan dan magang 20 peserta. Sedangkan hasil (outcome) utamanya prosentase kelompokl ternak pemula 58,80%, lanjut 28,40%, madya