• Tidak ada hasil yang ditemukan

UANG MUKA PENJUALAN DAN PENDAPATAN

Dalam dokumen Agung Podomoro Land (Halaman 88-92)

Obligasi I Agung Podomoro Land Seri A dan Ser

23. UANG MUKA PENJUALAN DAN PENDAPATAN

DITERIMA DIMUKA 23. ADVANCES FROM CUSTOMERS AND UNEARNEDREVENUES

2015 2014

Rp’000 Rp’000

Uang muka Advances from customers

Penjualan 3.851.605.374 4.235.442.504 Sales

Titipan pelanggan 390.343.358 270.112.726 Customer deposits

Pendapatan diterima dimuka Unearned revenues

Penjualan 2.151.425.607 1.204.470.265 Sales

Sewa 604.238.961 581.041.984 Rent

Jumlah 6.997.613.300 6.291.067.479 Total

Bagian yang direalisasi dalam

satu tahun (3.920.457.962) (3.248.215.002) Realized within one year

Bagian yang direalisasi lebih Net of realized within

dari satu tahun 3.077.155.338 3.042.852.477 one year

Perincian uang muka penjualan berdasarkan persentase dari harga jual adalah sebagai berikut:

Details of advances from customers based on percentage of selling price are as follows:

2015 2014 Rp’000 Rp’000 < 20% 240.929.643 1.858.386.661 < 20% 20% - 49,99% 2.062.564.945 840.418.620 20% - 49,99% 50% - 99,99% 1.289.104.906 1.282.910.412 50% - 99,99% 100% 259.005.880 253.726.811 100% Jumlah 3.851.605.374 4.235.442.504 Total 31 Desember/December 31,

Uang muka penjualan merupakan uang muka penjualan unit apartemen, perkantoran, perumahan, rumah kantor dan rumah toko yang belum memenuhi kriteria pengakuan pendapatan.

Advances from customers represent sale of apartments, offices, houses, home offices and shop houses which have not met the criteria for revenue recognition.

Uang muka titipan pelanggan merupakan penerimaan dari calon pembeli yang masih dapat dibatalkan sewaktu-waktu.

Customer deposits represent advances received from potential buyers that are cancellable at any time.

Pendapatan diterima dimuka dari penjualan

merupakan selisih lebih antara uang yang diterima

dengan pengakuan pendapatan berdasarkan

persentase penyelesaian proyek.

Unearned revenues – sales represent excess cash received over the revenue recognized based on the project’s percentage of completion.

Pendapatan diterima dimuka dari sewa merupakan uang muka sewa yang diterima dari penyewa.

Unearned revenues – rent represent advance rent received from the tenants.

24. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA 24. POST-EMPLOYMENT BENEFITS OBLIGATION

Grup menghitung dan membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan

Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003.

Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut adalah 1.985 dan 1.484 karyawan masing-masing pada tahun 2015 dan 2014.

The Group calculates post-employment benefits for its qualified employees based on Labor Law No. 13/2003. The number of employees entitled to such benefits is 1,985 and 1,484 in 2015 and 2014, respectively.

Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Grup terhadap risiko aktuarial seperti: risiko tingkat bunga, risiko harapan hidup dan risiko gaji.

The defined benefit pension plan typically expose the Group to actuarial risks such as: interest rate risk, longevity risk and salary risk.

Risiko Tingkat Bunga Interest rate risk

Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.

A decrease in the bond interest rate will increase the plan liability.

Risiko Harapan Hidup Longevity risk

Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program akan meningkatkan liabilitas program.

The present value of the defined benefit plan liability is calculated by reference to the best estimate of the mortality of plan participants both during and after their employment. An increase in the life expectancy of the plan participants will increase the plan’s liability.

Risiko Gaji Salary risk Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan

mengacu pada gaji masa depan peserta program. Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.

The present value of the defined benefit plan liability is calculated by reference to the future salaries of plan participants. As such, an increase in the salary of the plan participants will increase the plan’s liability.

Beban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:

Amounts recognized in statements of profit or loss and other comprehensive income in respect of the defined benefit plan are as follows:

2015 2014 *) Rp ’ 000 Rp ’ 000

Biaya jasa: Service cost:

Biaya jasa kini 43.817.359 29.076.185 Current service cost Beban bunga neto 9.407.555 7.933.840 Net interest expense

Komponen dari biaya imbalan pasti yang Components of defined benefit costs recognised diakui dalam laba rugi 53.224.914 37.010.025 in profit or loss

Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti - neto Remeasurement on the net defined benefit liability: Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul Actuarial gains and losses arising from changes

dari perubahan asumsi keuangan (6.543.968) 1.373.866 in financial assumptions Keuntungan dan kerugian aktuarial yang tmbul Actuarial gains and losses arising from

dari penyesuaian atas pengalaman 4.061.003 (101.143) experience adjustments

Penambahan penghasilan komprehensif lain Additional other comprehensive income karena akuisisi entitas anak - 185.869 due to acquisition of subsidiary Komponen beban imbalan pasti yang diakui Components of defined benefit costs recognised

dalam penghasilan komprehensif lain. (2.482.965) 1.458.592 in other comprehensive income

Jumlah 50.741.949 38.468.617 Total

Biaya tahun berjalan, Rp 53.224.914 ribu dan

Rp 37.010.025 ribu masing-masing termasuk dalam beban umum dan administrasi tahun 2015 dan 2014 (Catatan 34).

Of the expense for the year, Rp 53,224,914 thousand and Rp 37,010,025 thousand were included in general and administrative expenses in 2015 and 2014, respectively (Note 34).

Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:

Movements in the present value of the defined benefit obligation were as follows:

2015 2014 *)

Rp ’ 000 Rp ’ 000

Kewajiban imbalan pasti - awal 126.749.488 93.315.178 Opening defined benefits obligation Penambahan liabilitas imbalan pasca kerja Additional post-employment benefits

karena akuisisi entitas anak - 243.988 due to acquisition of subsidiary

Biaya jasa kini 43.817.359 29.076.185 Current service cost

Biaya bunga 9.407.555 7.933.840 Interest cost

Mutasi kewajiban keluar - (2.775.285) Mutation of outcoming liabilities Pengukuran kembali (keuntungan/kerugian): Remeasurement (gains)/losses:

Keuntungan dan kerugian aktuarial yang Actuarial gains and losses arising from timbul dari perubahan asumsi keuangan (6.543.968) 1.373.866 changes in financial assumptions Keuntungan dan kerugian aktuarial yang Actuarial gains and losses arising from

timbul dari penyesuaian atas pengalaman 4.061.003 (101.143) experience adjustments

Pembayaran manfaat (7.205.700) (2.317.141) Benefits paid

Kewajiban imbalan pasti - akhir 170.285.737 126.749.488 Closing defined benefits obligation 31 Desember/December, 31

Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh aktuaris independen PT RAS Actuarial Consulting untuk tahun 2015 dan PT Bumi Dharma Aktuaria untuk tahun 2014. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:

The cost of providing post-employment benefits is

calculated by independent actuaries PT RAS

Actuarial Consulting for the year 2015 and PT Bumi Dharma Aktuaria for the year 2014. The actuarial valuation was carried out using the following key assumptions:

2015 2014

Tingkat diskonto per tahun 9% - 9,1% 8% - 9% Discount rate per annum

Tingkat kenaikan gaji per tahun 5% - 10% 5% - 10 % Salary increment rate per annum

Tingkat pensiun normal 55 tahun/years 55 tahun/years Normal retirement rate

Tingkat kematian Indonesia Mortality Indonesia Mortality Mortality rate

Table 3 Table 3

31 Desember/December 31,

Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto,

kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas.

Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan

berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan.

Significant actuarial assumptions for the

determination of the defined obligation are discount rate, expected salary increase and mortality. The sensitivity analysis below have been determined based on reasonably possible changes of the respective assumptions occurring at the end of the reporting period, while holding all other assumptions constant.

• Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 100 basis poin, kewajiban imbalan pasti akan berkurang menjadi sebesar Rp 179.415.130 ribu (meningkat menjadi sebesar Rp 162.989.727 ribu).

• If the discount rate increases (decreases) by 100 basis point, post-employment benefits obligation will be decrease to Rp 179,415,130 thousand (increase to Rp 162,989,727 thousand).

• Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik

(turun) sebesar 1%, kewajiban imbalan pasti akan naik menjadi sebesar Rp 179.469.999 ribu (turun menjadi sebesar Rp 162.861.954 ribu).

• If the expected salary growth increases

(decreases) by 1%, the post-employment benefits obligation will be increase to Rp 179,469,999 thousand (decrease to Rp 162,861,954 thousand).

• Jika tingkat kematian meningkat (turun) dalam

satu tahun untuk pria dan wanita, kewajiban imbalan pasti akan meningkat menjadi sebesar Rp 170.895.645 ribu (turun menjadi sebesar Rp 170.499.774 ribu).

• If the mortality rate increases (decreases) by one

year for both men and women, the post-

employment benefits obligation will be increase to

Rp 170,895,645 thousand (decrease to

Rp 170,499,774 thousand). Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin

tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain

karena beberapa asumsi tersebut mungkin

berkorelasi.

The sensitivity analysis presented above may not be representative of the actual change in the post- employment benefit obligation as it is unlikely that the change in assumptions would occur in isolation of one another as some of the assumptions may be correlated.

Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung

dengan menggunakan metode projected unit credit

pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan.

Furthermore, in presenting the above sensitivity analysis, the present value of the post-employment benefit obligation has been calculated using the projected unit credit method at the end of the reporting period, which is the same as that applied in calculating the post-employment benefits obligation recognized in the consolidated statement of financial position.

Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas dari tahun sebelumnya.

There was no change in the methods and assumptions used in preparing the sensitivity analysis from prior years.

Dalam dokumen Agung Podomoro Land (Halaman 88-92)