• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saya berdiri di mimbar pengukuhan Guru Besar karena ada topangan, tangga-tangga, uluran tangan, dan bantuan para pihak. Mustakil menggapai takdir Allah tanpa wasilah doa, usaha, perjuangan dan tetesan keringat dan air mata.

Modal-modal itu semua adalah karunia Allah dan bantuan para pihak. Pada momen yang baik ini, izinkan saya menyampaikan rasa syukur kepada Allah atas petunjuk dan karunia-Nya, seraya memohon maaf dan terima kasih kepada:

Kedua orang tua saya, Almarhum Haji Ahmad Mu’alim dan Ibunda tersayang Hj. Alfiyah. Beliau berdua telah menanam benih-benih kebaikan, menyirami dengan air kesabaran, menyinari dengan cahaya harapan, memupuk dengan energi ketulusan, mendekap dengan pelukan kasih sayang, doa-doa dipanjatkan dalam lirih dan gemuruh, untuk mengetuk istana keagungan Allah. Ketika negara api mulai menyerang, beliau-lah pertahanan terakhirku. Engkaulah wali kutubku. Tumpuan dalam mengetuk langit-langit anugerah-Nya. Maafkan anak kecilmu ini yang tetap masih saja kecil dan kecil, lemah dan lemah.

Kepada orang tua mertua saya, bapak H. Zaenal Abdin Ahmad dan Ibunda Hj. Zulaihah, yang telah mempercayakan tanpa syarat anak gadis satu-satunya, yang keindahannya mempercantik cakrawala ornamen rumah tangga. Papah dan mamah, ucapan terima kasihku ke hadiratmu tidak sebanding dengan pengorbanan

mempercayakan pelitamu. Papah dan mamah mohon tidak menyesali memiliki menantu sepertiku.

Kepada isteriku terkasih yang tidak pernah surut gelombang kasihnya, Siti Mumun Muniroh, S.Ps., M.A. Dan anak-anakku, Naura Averroesa, Daniesh Zavier Ahmad, dan Azfar Biljabbar Ahmad. Engkau sang pelita siang dan rembulan malam, ceriamu membumbung tiada pernah terbendung. Engkau inspirasi, dan energi daya spirit hidupku. Hadirmu dalam hidupku adalah kitab suci kehidupan. Engkau pendidik hidup sejati. Kurikulum kesabaran, keindahan, keajaiban, kerinduan, kecintaan, kecemburuan, kejengkelan, kedamaian, keikhlasan, kepasrahan, kemanusian, dan sederet materi pembelajaran kehidupan engkau suguhkan dalam bangku sekolah keluarga kita. Maafkan suamimu dan ayahandamu, jika hak-hakmu untuk mendapatkan lawan main sirna begitu saja.

Izinkan pada kesempatan ini ayahhandamu berbisik dengan lirih: “tanpa matematika ayahmu bisa hidup wk wk wk,”

jangan berkecil hati (masih ada bundamu), maka “Gapai langit ketaqwaan yang tinggi, bumikan pohon kedamaian, dan selalu nyalakan api harapan.”

Kepada Saudara-saudara kandungku. Kita berlima, aku adalah satu-satunya lelaki. Kenangan, memori, suka duka dan romantisme masa kecil tak akan pernah sirna di sanubari. Persaudaraan sejati kita semoga tak pernah pecah dihantam gelombang. Kemakmuran, kesuksesan, kemujuran dan keridloan Allah senantiasa menyelimuti ruang-ruang kehidupan kita. Mbak Mukhoyaroh, S.Ag. & Mas Prayitno,

Mbak Laela Arofah & Mas Mahfudhon, Adek Siti Munawaroh dan Dek Haris, dan dek Istiaroh dan dek Fathurrahman semoga kita menjadi kekuatan tangguh untuk membuka lorong-lorong keberkahan dan kemanfaatan bagi orang tua, masyarakat, agama dan bangsa.

Kepada guru, dosen dan kiaiku. Lek Dul Mufid, Lek Sarwani, Lek Akmad, Lek Munawar, Pak Mukrobi, Wak Mukamad, Pak Guru Kosiman, pak guru Ashadi, pak Guru Muhtarom, pak dhe Kaji Abdul Ghoni, Pak Asyiq, Pak Abu Khoer, KH. Ahmad Mutohar Mranggen, KH. Hanif Muslih, KH. Agus Maghfur Murod, KH. Ishaq Ahmad, KH. Ridwan, KH. Rofii, KH. Abdul Latif, Prof. KH. Abdul Hadi Ahmad Mutohar, KH. Muhibbin, KH. Qodirun Nur, K. Sudarwan, KH. Zaenussholihin, K. Hafidz Al-Ma’zy, Drs. H. Dahlan Idhamy, Drs. H. Muslih Maruzi, Drs. Hj. Siti Amanah, Prof Dr. Nur Ahmad, MA, Drs. Endang Rumaningsih, Dr.

Rohmadi, Dr. Nur Khoerin, Dr. Sahidin, Dr. Nur Syamsudin, Dr. Agus Nurhadi, Prof. Dr. Gunaryo, MSc., Prof. Ahmad Rofiq, MA., KH. Abu Hafsin, Ph.D, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., Dr. Imam Yahya, MA., Drs. H. Kuzari, MA. Dr.

Abdul Muhaya, M.A., Prof. Azumardi Azra, Prof. Dr.

Ahmad Minhaji, prof. Dr. Faisal Ismal, Prof. Dr. M. Amin Abdullah, MA., Prof. Dr. Khoeruddin Nasution, Prof. Dr.

Nasrudin Harahap, Prof. Dr. Iskandar Zurkarnain, Prof. Dr.

Musa Asy’ari, Fatimah Husaen, Ph.D, Dr. Hery Susanto., Prof. Dr. Kaelan, SH., Prof. Dr. Dudung Abdurrahman, MA., Dr. H. Choerul Anwar, MA., Dr. Mohammad Damami, MA. Dr. Octoberrinsyah, Prof. Dr. Jaka Siswanta,

Prof. Dr. Siswanto Masruri, Prof. Dr. Machasin, MA. Prof.

Dr. Agus Moh. Najib, M. Ag, Prof. Nurhaidi Hasan, Ph.D., Bu Dewi Candraningrum, Ph.D dan seterusnya. Bimbingan, doa dan ilmu yang telah bapak/ibu para guru, dosen dan kiai berikan semoga menjadi obor penerang dalam meniti jalan-jalan kemasyarakatan dan intelektual. Semoga menjadi amal jariyah, yang pahalanya meluncur deras tak berkesudahan.

Kepada Ketua STAIN/Rektor IAIN Pekalongan, bapak Drs.

H. Rozikin, M.Ag, bapak Drs. Sudaryo El-Kamali, M.A., Dr.

Ade Dedi Rohayana, M.Ag., beserta jajaran kepemimpinan pada masa periode beliau masing-masing, kami ucapkan terima kasih atas arahan, bimbingan dan doa-doa terbaiknya. Kepada bapak Drs. H. Asmuni Hayat, Drs. H.

Muslih Husein, Drs. H. Amuniddin, Dr. Imam Suraji, M.Ag., Drs. H. Subur Riyanto, Drs. H. Fahrullah, M. Hum, Dra. Hj.

Musfirotun Yusuf, dan Drs. Hj. Fatikah, M.Ag. Beliau-beliau telah membentuk kinerja dan karir kepegawaian dan kedosenan selama di STAIN dan IAIN Pekalongan;

Kepada bapak Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., Wakil Rektor 2, Drs. Moh. Muslih, M.Pd., Ph.D., dan Wakil Rektor 3, Dr. H. Muhlisin, M.Ag., Pak Kabiro lama Dr. Saefuddin Zuhri, M.A., dan Kabiro baru, Ferimeldi, Ph.D kami ucapkan terima kasih. Partner kerja yang baik dan bertanggung jawab. Terkhusus kepada mas Rektor, Zaenal. Ingatanku masih jernih ketika pertengahan tahun 1999, engkau persilahkan tempat kos Ponolawen njenengan sebagai tempat tidur ketika Ujian

Masuk CPNS. Termasuk berkas-berkas lamaran CPNSku dengan penuh riang engkau bawa dari Semarang ke Pekalongan. Fase ini adalah salah satu potongan penting dalam lembaran kertas karir akademik saya. Doaku semoga mas rektor dan keluarga diberi kesehatan, kebahagian dan rizki yang melimpah ruah. Di waktu yang tepat, insyaAllah SK Guru Besar mas rektor turun dengan sempurna.

Kepada para Dekan dan Wakil Dekan, Direktur dan Wakil Direktur, Ketua dan Sekretaris Lembaga, Kepala UPB, Kepala Perpustakaan, Kepala UTIPD, Mudir Ma’had, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Kabag dan kasubbag, teman Kepegawaian dan Keuangan, dan seluruh dosen, segenap pegawai serta staff di lingkungan IAIN Pekalongan, tempat saya mengabdi. Kehadiran dan kontribusi bapak ibu menjadi penting dalam mendukung karir akademik, baik langsung maupun tidak langsung. Khususnya Pak Dekan Fasya, pak Jalal (teman nyetaff di Syariah pada masa itu) dan jajaran pimpinan serta staf Fasya, terima kasih atas kesempatan bekerja, mengajar, berdiskusi dan peluang mendampingi teman-teman mahasiswa sebagai bagian dari menjalankan tugas sebagai dosen. Mohon maaf barangkali selama ini kiprah saya tidak sesuai harapan.

Teman, saudara, dan sahabatku seperjuangan kelas B angkatan 2011/2012 program Doktor Studi Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: Asep Daud Kosasih (UMP), Nurul Mubin (Unsiq), Mahfudz Junaidi (Unsiq), Ida Novianti (UIN Saizu Purwokerto), Khusnul Khotimah ((UIN Saizu

Purwokerto), dan Ahsin Wijaya (Unsiq). Mesti singkat, kebersamaan dan perjuangan sekolah ini membentuk gugusan rancang bangun keluarga baru. Sakit karena tusukan duri tajam tugas kuliah, membuat anggota tubuhku, tubuhmu, dan tubuh kita demam bersama. Satu kamar wisma PU, ditempati ber-5, betapa noraknya kalian he he.

Kepada Mitra kerja di P3M dan LP2M, tempat mengasah pisau riset, ngabdi, dan berpublikasi ria. Kang Sofa (almarhum), pak Amin, bu Fatikhah, ma Agus Fahrina, pak Zuhri, pak Hamdi, mas Heriyanto, Abdul Hamid, Nanang Hasan Susanto, Ningsih Fadlilah, Muttaqin, Moh. Irsyad, Umi Mahmudah, Andi Eswoyo, Moh Najmul Afad, Muasomah, Abdul Mukhlis, Alyan Fatwa, M. Ridho, Lukman Haqiqi, M. Saefurrahman, Misbahul Huda, Ahmad Khotim Muzakka, Fitri Kurniawati, Arif Kurniawan, Drajat Setiawan, Moh Izza, Edi Zubaidi, Edi Khumaidy, dan pendukung program riset dan pengabdian: seperti mas Rofiq, mas Salist, Dek Sinta, Dek Happy, dan Mas Ade Gunawan. Masa-masa academic rafting adalah masa yang indah. Juga sabahat-sahabat pengelola Jurnal IAIN Pekalongan. Hadirmu bagai tetesan air di”hareudang”nya gurun sahara akademik. Masih banyak yang belum saya catat di kertas yang terbatas ini, jangan khawatir, engkau mendapatkan posisi lebih spesial, saya lukis kalian di dalam kedalaman hatiku.

Guru-guruku dalam penelitian, pemberdayaan dan publikasi ilmiah. Beliau diantaranya: Prof Anas Saidi, Mas Enceng Shobirin, Prof Masdar Hilmy, Prof Al-Makin, Prof Asfa

Widianto, Dr. Arif Maftuhin, Dr. Moh. Nur Ichwan, Prof Euis, Mas Saptoni, Teh Dian Sa’adillah Maylawati, Mas Busro penjaga mutu HTS/Theological Studies Journal, dan tentu saja Aljamiah Academic Writing School, dengan komandan Prof Al-Makin, Mbak Shinta Dekan Febi yang membersamaiku sejak 2018 sekolah menulis di Aljamiah Journal Yogyakarta. Kang Muhammad Mustaqin QIJIS (tangan dinginya meningkatkan kualitas artikel), serta inspirasi dari Prof Irwan Abdullah selama masa pandemi yang penuh berkah. Prof Irwan membuka ruang pengetahuan dan tradisi menulis secara terbuka. Terima kasih atas ilmu dan inspirasinya. Guru riset kritisku pah Mahmudi, pak Roem Topatimasang, Yai Helmi Ali, Mas Rahadi, Mas Marzuki Wahid, Mas Sumino, Mas Burhan, Mas Saeful. Beliau semua mengajarkan ”produksi ilmu pengetahuan untuk perubahan sosial. Ilmu harus berpihak kepada yang miskin dan marjinal, kaum tertindas.” Tidak lupa cucuran terima kasih kepada kolega dalam tugas-tugas kerisetan dan pengabdian seperti Pak Khoeroni, Bu Zidal, bu Andre, Pak Muhammad Zein, Kang Anis Masykur, Kang Suwendi, Kang Mahrus, Pak Basyir, Mas Basid, Mas Zaenul Abas, mas prof Adang Kuswaya, Mas Roy Purwanto, Mas Encung, Mas Ihsan, Mas Ibnu Rusyd, Mas Hasan Bisri, Mas Ismail dan seterusnya. Pimpinan dan Koleka bidang akademik dan kelembagaan. Pak Syafi’i, Mas Adib Abdussomad, juga ”panitia” Guru Besar bidang Ilmu Agama, mas Ruhman Bashori (Diktis). Aku berkesimpulan,

”semua jalan bisa dilalui untuk menjadi wali dan riset merupakan salah satu jalur kewalian.”

Guru, sahabat, dan kolega dalam mendukung persiapan akademis dan teknis pengajuan Guru Besar. Prof. Mahmud, Prof Asfa Widianto, Prof. Moh. Andun Naser, M.A. (Peer Reviewer); Konsultan: Prof Abdul Mujib, Prof Masnun Thohir, Prof Samsun Ni’am, Prof Syamsul Anwar, Prof Sutikno, Pak Iwan Dikti, Mas Hikmat, Mbak Nurul Diktis, Mas Saeful Anam, Mas Arif Prabowo, mas Rifki, mbak Kingking, mbak Alfa, mbak Khusna, mbak Junaeti (Kapus yang selalu saya repotkan repositori lagi dan lagi), Ibu Katua Senat yang lama (bu Qomariah) dan sekretaris (pak Ubaid), senat baru (Pak Zaeni, bu Esti, dan seterusnya).

Untuk Mas Heriyanto, mbak Umi, mas Afad, dan mbak Shinta Nurani, mbak Happy, belakangan Ning Dewi Anggraeni, dan tentu saja isteriku tersayang. Bantuan-bantuanmu mengalir deras, tak terbatas. Kita berproses bersama, belajar bersama. Mbak Umi, dosen muda berenergi dahsyat, tak mengelah lelah, kenalnya hanya kopi dan kopi. Kontribusi kalian tiada tara. Mas Heri, Mas Firdous dan Mas Faza, kreativitasmu dalam mendesain, mencipta lagu dan membuat video profil membuktikan engkau dapat menempuh jalur guru besar melalui jalan

’hidupmu’ sendiri.

Terima kasih untuk Sahabat dan Senior saya Syech Kholis, pak Aziz, pak Surur, Prof Ade, pak Muhlisin, mas Zaenas, pak Muslih. Sahabat perintis dan pengelola Pesantren The Syajaroh Institute, pak Mubarok, mas Arif Chasanul Muna,

mas Hamid, Kang Sofa (almarhum), mbak Shinta Dewi Rismawati, mas Zakka, mas Ade, mas Rofiq, mas Heri, mas Salist dan maha guru syech Muslin. Juga buat Sahabat PMII dan para aktivis Lakpesdam PCNU Kota Pekalongan, terutama periode ketika saya diamanahi menjadi ketua, mas Wawan, mas Izul, mas Rofik, mas Hamid dan juga mas Abdul Adhim, sang Ketua sekarang. Ada juga komunitas GusDurian, habib Dullah dan sekutu-sekutunya, semoga Mas Riil dan sahabat lainnya semoga berkomitmen melanjutkan nafas intelektual kiai guru bangsa kita.

Ingin rasanya menyebut satu persatu para pihak yang berkontribusi dalam perjalanan karir akademik saya. Apa daya kertas-kertas ini bahan dasarnya adalah pohon. Demi menjaga bumi dan lingkungan kita dilarang menebang pohon membabi-buta. Nama-nama kalian kusirat pada kertas hatiku yang lebih ramah lingkungan. Doa siang dan malamku teruntuk semua penghuni semesta raya.

Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq

Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pekalongan, 12 Maret 2022 Maghfur Ahmad

Dokumen terkait