• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

B. Analisis Data

3. Uji Analisi Probit

Analisis data dilanjutkan dengan analisis probit untuk mengetahui LC50 dan LT50 ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.), serta LT50

a. Lethal concentration 50 (LC50) ekstrak akar ceguk (Quisqualis

indica L.)

LC50 adalah konsentrasi yang diperlukan untuk dapat membunuh 50% cacing dalam waktu tertentu. LC50 untuk mengetahui keefektivan dosis ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.).

Data yang sudah diperoleh dari tabel 4.3 kemudian dianalisis dengan metode analisis probit untuk mengetahui LC50 Ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.). Hasil analisis dapat dilihat pada tabel

4.4.

Tabel 4.4. Lethal Concentration Ekstrak Akar Ceguk (Quisqualis

indica L.) No Presentase mortalitas (%) LCx (%) Batas bawah(%) Batas atas (%) 1 10 56,740 49,054 61,262 2 20 60,922 54,558 64,951 3 30 64,128 58,723 67,960 4 40 67,000 62,310 67,960 5 50 69,800 65,575 74,071 6 60 72,718 68,671 77,775 7 70 75,975 71,775 82,364 8 80 79,972 75,211 88,521 9 90 85,866 79,828 98,345

LC50 dari tabel 4.4. dapat dilihat ekstrak akar ceguk (Quisqualis

indica L.) adalah pada konsentrasi 69,800%, dengan batas bawah

65,575% dan batas atas 74,071%. Selanjutnya, dari konsentrasi yang mendekati batas atas, yaitu 70% dilakukan analisis probit untuk

commit to user

b. Lethal Time 50 (LT50)

LT50 adalah waktu yang dibutuhkan untuk menimbulkan kematian 50% cacing pada konsentrasi tertentu. Pada penelitian ini, LT50 digunakan untuk membandingkan efektivitas pirantel pamoat dan ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.). Tabel 4.5. menyajikan data

LT50 ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) yang dihitung menggunakan analisis probit.

Tabel 4.5. Lethal Time Ekstrak Akar Ceguk (Quisqualis indica L.)

D a r i

LT50 pada tabel 4.5. ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) adalah 3,904 jam, dengan batas bawah 3,018 jam dan batas atas 8,563 jam. Tabel 4.6. Lethal Time Pirantel Pamoat

No Presentase mortalitas (%) LTx (jam) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 20 30 40 50 60 70 80 90 0,470 0,539 0,595 0,647 0,700 0,757 0,824 0,909 1,042 No Presentase mortalitas (%)

LTx (jam) Batas bawah (jam) Batas atas (jam) 1 10 1,601 0,511 2,161 2 20 2,174 1,166 2,795 3 30 2,711 1,908 3,728 4 40 3,274 2,528 5,480 5 50 3,904 3,018 8,563 6 60 4,657 3,476 13,867 7 70 5,623 3,977 23,613 8 80 7,011 4,609 44,461

LT50 pirantel pamoat adalah 0,700 jam. Selanjutnya, untuk mengetahui efektivitas dari ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.),

LT50 ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) dibandingkan dengan LT50 pirantel pamoat.

commit to user BAB V PEMBAHASAN

Penelitian pendahuluan sebagai kontrol negatif menggunakan larutan NaCL 0,9% untuk mengetahui lama hidup cacing Ascaris suum, Goeze di luar

tubuh babi sebagai hospes utamanya. Hasil uji pendahuluan pada tabel 4.1 diketahui rata-rata lama kematian cacing pada larutan NaCl 0,9% adalah 96 jam. Hasil ini digunakan sebagai waktu maksimal pengujian larutan ekstrak sedangkan untuk kontrol positifnya menggunakan pirantel pamoat dengan konsentrasi 5mg/ml. Pengujian larutan ekstrak pada penelitian pendahuluan dilakukan dalam beberapa konsentrasi ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) untuk mengetahui

apakah akar ceguk (Quisqualis indica L.) memiliki efek antihelmintik.

Konsentrasi yang digunakan adalah 40%, 50% dan 60%. Hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) mempunyai efek

antihelmintik. Konsentrasi yang memiliki waktu terendah dan mendekati waktu pirantel pamoat adalah konsentrasi 60%. Konsentrasi ini digunakan sebagai konsentrasi awal pengujian pada uji penelitian akhir.

Uji tahap penelitian akhir, Ascaris suum, Goeze direndam pada serial

konsentrasi ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) yang diperoleh pada uji

tahap penelitian awal. Uji tahap penelitian akhir dilakukan pada konsentrasi 50%, 60%, 70%, 80% dan 90%. Konsentrasi 100 % tidak digunakan karena pada konsentrasi tersebut bentuk ekstrak terlalu padat. Bentuk ekstrak seperti demikian menyebabkan kematian cacing bukan akibat perlakuan sehingga dapat terjadi bias.

Hasil penelitian akhir pada tabel 4.2 disimpulkan bahwa efek antihelmintik ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) yang paling besar adalah pada

konsentrasi 90%.

Analisis data dilakukan dengan regresi linier karena data terdistribusi normal dan linear. Hasil dari uji regresi linier menunjukkan bahwa variasi nilai konsentrasi mempengaruhi waktu kematian cacing. Prediksi waktu kematian cacing oleh ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) dapat dihitung dengan

menggunakan persamaan regresi sebagai berikut : Y = 83,783 – 1,053 X

Keterangan :

Y = Lama kematian cacing X = Konsentrasi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar ceguk (Quisqualis

indica L.) memiliki efek antihelmintik. Pada gambar 4.1. terlihat pada konsentrasi

ektrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) yang berbeda menunjukkan daya

antihelmintik yang berbeda pula, semakin tinggi konsentrasi, maka kematian cacing semakin cepat.

Hasil uji tahap penelitian akhir ini digunakan untuk mengetahui LC50

ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.). Hasil analisis probit diperoleh hasil

commit to user

Analisis probit dilakukan juga untuk membandingkan daya antihelmintik ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) 70%, yaitu konsentrasi yang paling

mendekati LC50, dengan pirantel pamoat 5mg/ml sebagai drug of choice infeksi

Ascaris suum, Goeze. Hasil analisis probit didapatkan bahwa LT50 ekstrak akar

ceguk (Quisqualis indica L.) pada konsentrasi 70% adalah 3,904 jam. Ini berarti

dalam waktu 3,904 jam, jumlah Ascaris suum, Goeze yang mati mencapai 50%.

Hasil analisis probit LT50 pirantel pamoat 5mg/ml adalah 0,7 jam. Hal tersebut menunjukkan bahwa efektifitas ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) sebagai

antihelmintik lebih rendah daripada efektifitas pirantel pamoat yang merupakan obat untuk infeksi Ascaris suum, Goeze, karena dalam waktu yang sama pirantel

pamoat akan membunuh lebih banyak cacing dibandingkan ekstrak akar ceguk

(Quisqualis indica L.).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar ceguk (Quisqualis

indica L.) memiliki efek antihelmintik. Hal ini sesuai dengan teori sebelumnya

yang menyebutkan bahwa ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) memiliki

efek antihelmintik. Akar ceguk (Quisqualis indica L.) mengandung gugus fungsi

pada senyawa flavonoid, dapat berperan sebagai penangkap radikal bebas hidroksi (OH) sehingga tidak mengoksidasi lemak, protein dan DNA dalam sel (Salamah et al, 2008; Harbone, 1987). Akar ceguk (Quisqualis indica L.) juga mengandung

saponin. Saponin merupakan suatu jenis glikosida yang mempunyai rasa pahit. Cara kerjanya adalah dengan menurunkan tegangan permukaan pada dinding membran sitoplasma. Walaupun bersifat toksik, zat ini tidak berbahaya bagi manusia. Hal ini dikarenakan berat jenis molekulnya yang tinggi sehingga tidak

diabsorbsi oleh tubuh (Nio, 1989). Saponin dapat berpotensi sebagai antihelmintik karena bekerja dengan cara menghambat enzim asetilkolinesterase, sehingga cacing akan mengalami paralisis otot dan berujung pada kematian (Kuntari, 2008).

Efek antihelmintik ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) lebih rendah

daripada pirantel pamoat, bukan berarti ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.)

tidak efektif digunakan sebagai obat cacing. Pada tabel 4.3. dan gambar 4.2. diketahui perbandingan daya antihelmintik ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica

L.) berbagai konsentrasi dengan pirantel pamoat sebagai kontrol positif. Pada

konsentrasi 90% ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) memiliki daya

antihelmintik 57,14% dibandingkan pirantel pamoat. Ekstrak akar ceguk

(Quisqualis indica L.) memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi obat

antihelmintik khususnya pada askariasis karena efek samping yang terdapat dalam pirantel pamoat seperti gangguan pencernaan, demam, sakit kepala mungkin tidak ditemukan pada penggunaan ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) sebagai

antihelmintik. Selain itu penggunaan pirantel pamoat pada wanita hamil dan anak usia di bawah 2 tahun tidak dianjurkan dan masih dalam kontroversi. Beberapa kekurangan pirantel pamoat yang tidak ada dalam ekstrak akar ceguk (Quisqualis

indica L.) tersebut, menjadi alasan kuat penelitian ini untuk dapat dikembangkan

commit to user BAB VI PENUTUP

A. Simpulan

Simpulan dari penelitian ini adalah:

1. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek antihelmintik ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) pada Ascaris suum, Goeze secara In Vitro.

2. Waktu yang dibutuhkan untuk menimbulkan kematian 50% cacing pada konsentrasi tertentu ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.) lebih rendah

dibandingkan dengan pirantel pamoat.

3. Waktu kematian cacing dengan ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.)

lebih cepat daripada dengan infusa B. Saran

1. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi bahan aktif antihelmintik dalam ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica L.)

2. Perlu dilakukan penelitian pengaruh ekstrak akar ceguk (Quisqualis indica

L.) terhadap waktu kematian cacing Ascaris suum, Goeze secara In Vivo

Dokumen terkait