BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN
A. Kesimpulan
Sumber: data primer yang diolah pada, 2021
Tabel V.10 menunjukkan setiap variable memiliki nilai reliabilitas yang dinyatakan reliabel, karena nilai Cronbach Alpha pada setiap variabel lebih dari 0,6.
D. Teknik Analisis Data
1. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis Regresi Linier Berganda digunakan dalam penelitian ini karena variabel independent dalam penelitian ini lebih dari dua.
Tujuannya untuk mengetahui variabel independent terhadap variabel dependen. Dalam hal ini, peneliti menggunakan program pengolahan data SPSS 25.0 dengan hasil berikut ini:
Tabel V.11
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Unstandardi
Harga Sumber: data primer yang diolah pada, 2021
Berdasarkan tabel V.11 persamaan regresi yang didapatkan sebagai berikut:
Y = 9,832 + 0,419X1 + 0,383X2 – 0,034X3
Dapat diketahui bahwa nilai konstanta adalah 9,832 sedangkan nilai dari koefisien regresi variabel Kualitas Layanan 0,419, Variabel Harga 0,383, dan variabel Promosi – 0,035 menyatakan jika promosi naik 1 tingkatan akan mengurangi kepuasan konsumen sebesar 0,035.
E. Uji Asumsi Klasik a. Test distribution
is Normal b. Calculated from
data
Correction d. This is a lower
bound of the true significance
Sumber: data primer, yang diolah pada, 2021
Berdasarkan tabel V.12 terlihat bahwa nilai signifikansi 0,200 >
0,05. Maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa nilai residual berdistribusi normal, sehingga peneliti dapat melakukan analisis lebih lanjut pada penelitian ini.
2. Uji Multikolinieritas
Tabel V.13
Sumber: data primer, yang diolah pada, 2021
Berdasarkan table V.13 untuk hasil uji multikolonieritas, diketahui nilai VIF pada variabel Kualitas Layanan 1,248 , Harga 1,313 , dan Promosi 1,063. Dapat disimpulkan model tidak terjadi atau terbebas dari Uji Multikolinearitas karena VIF <10,00 dan nilai Tolerance
>0,10.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan dalam menguji apakah pada model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Bila diketahui varians residual dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap, maka dikatakan homoskedastisitas, dan jika berbeda maka terjadi heteroskedastisitas.
Pada penelitian ini, pengujian untuk melihat adanya gejala heteroskedastisitas dilakukan dengan uji Glejser. Dasar pengambilan keputusan pada uji Glejser adalah jika nilai Sig. ≥ 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas, sebaliknya jika nilai Sig. ≤ 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas. Berikut adalah hasil uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini :
Tabel V.14 a. Dependent Variable: RES2
Sumber: data primer, yang diolah pada, 2021
Dari hasil pengujian di atas, terlihat bahwa nilai signifikan Kualitas Layanan sebesar 0,614 > 0,05 nilai signifikan Harga sebesar 0,324 >
0,05 dan nilai signifikan Promosi sebesar 0,215 > 0,05, Maka dengan demikian disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas.
4. Uji Linearitas
Uji linearitas digunakan untuk melihat apakah model yang digunakan mempunyai hubungan linear atau tidak. Uji linearitas digunakan untuk menjelaskan apakah sifat linear antara dua variabel yang diidentifikasikan secara teori telah sesuai atau sebaliknya dengan hasil observasi yang ada. Uji linearitas menggunakan asumsi jika pada output signifikansi F pada ANOVA > 0,05 maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara variabel independen dengan dependen, namun sebaliknya jika pada output signifikansi F pada ANOVA ≤ 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang linear antara variabel independen dengan variabel dependen. Berikut adalah hsil uji linearitas pada penelitian ini :
a. Kualitas Layanan (X1)
Tabel V.15
Hasil Pengujian Linearitas Kualitas Layanan ANOVA Table
Sumber: data primer, diolah pada, 2021
Berdasarkan hasil pengujian di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi 0,438 > 0,05. Maka disimpulkan bahwa ada hubungan yang linear secara signifikan antara variabel Kualitas Layanan (X1) dengan Kepuasan Konsumen (Y).
b. Harga (X2)
Tabel V.16
Hasil Pengujian Linearitas Harga ANOVA Table
Sumber: data primer, yang diolah pada, 2021
Berdasarkan hasil pengujian di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi 0,549 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear secara signifikan antara variabel Harga (X2) dengan Kepuasan Konsumen (Y)
c. Promosi (X3)
Tabel V.17
Hasil Pengujian Linearitas Promosi ANOVA Table
*
Sumber: data primer, yang diolah pada, 2021
Berdasarkan hasil pengujian di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi 0,076 > 0,05. Maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear secara signifikan antara variabel Promosi (X3) dengan Kepuasan Konsumen (Y).
A. Uji F
Uji F digunakan untuk menguji salah satu hipotesis di dalam penelitian yang menggunakan analisis regresi linier berganda. Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama (simultan) terdapat variabel terikat.
Tabel V.18
a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen
b. Predictors: (Constant), Promosi, Kualitas Layanan, Harga Sumber: data primer, yang diolah pada, 2021
Pada tabel diatas diketahui bahwa nilai F sebesar 11,579 dengan tingkat signifikansi yang dihasilkan sebesar 0,000. Berdasarkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas Layanan,
Harga, dan Promosi berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap Kepuasan Konsumen di Toko Errika Sembako.
B. Uji t
Pengambilan keputusan ini dilakukan berdasarkan perbandingan nilai signifikansi dari nilai t-hitung masing-masing koefisien regresi dengan tingkat signifikansi yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 5% (α = 0,05). Adapun hasil dari uji t sebagai berikut:
Tabel V.19 Sumber: data primer, yang diolah pada, 2021
Berdasarkan tabel V.19 tabel uji t digunakan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a) Nilai thitung pada variabel kualitas layanan sebesar 3,167 > ttabel
(1,98498) pada signifikansi sebesar 0,002 < 0,05, artinya HO ditolak dan H1 diterima. Maka dapat dinyatakan bahwa kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen.
b) Nilai thitung pada variabel harga sebesar 2,941 > ttabel (1,98498) pada signifikansi sebesar 0,004 < 0,05, artinya bahwa HO ditolak H1 diterima. Maka dapat dinyatakan bahwa harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen.
c) Nilai thitung pada variabel promosi sebesar -0,258 < ttabel (1,98498) pada signifikansi sebesar 0,797 > 0,05, artinya bahwa HO diterima dan H1 ditolak. Maka dapat dinyatakan bahwa promosi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen.
C. Koefisien Determinasi (R2)
Tabel V.20
a. Predictors: (Constant), Promosi, Kualitas Layanan, Harga
Sumber: data primer, diolah pada, 2021
Berdasarkan tabel V.20 diperoleh angka adjusted R square sebesar 0,243 atau (24,3%). Hal ini diartikan bahwa pengaruh secara bersama-sama variabel independent (Kualitas Layanan, Harga, dan Promosi) pada variasi perubahan variabel dependent (Kepuasan Konsumen) adalah sebesar 24,3% sedangkan sisanya 75,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.
F. Pembahasan
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Layanan, Harga, dan Promosi terhadap Kepuasan Konsumen di Toko Errika Sembako. Responden adalah konsumen yang datang dan belanja di Toko Errika. Terdapat jumlah responden berdominasi oleh wiraswasta, pns, pelajar, wirausaha dan mahasiswa yang terdiri dari 43 orang (43%) dari responden pria dan 57 orang (57%) dari responden wanita.
1. Pengaruh Kualitas Layanan, Harga, Promosi terhadap Kepuasan konsumen.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel kualitas layanan (X1), harga (X2), dan promosi (X3) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen (Y) dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung > F tabel dengan nilai sebesar 11,579 > 2,70.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan, harga, dan promosi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil uji simultan dapat diperoleh hasil koefisien determinasi berganda (R2) sebesar 0,243, hal ini berarti 24,3% proses kepuasan konsumen dipengaruh oleh variabel kualitas layanan, harga, dan promosi. Sedangkan 75,7% disebabkan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hal ini selaras dengan penelitian Nurdin Urbayani (2018) bahwa kualitas layanan, harga, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen.
2. Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Konsumen.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kualitas layanan (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepuasan konsumen dengan nilai probabilitas 0,002 < 0,05. Hal ini dapat diartikan jika kualitas layanan semakin baik, maka kepuasan konsumen semakin meningkat. Sebaliknya apabila kualitas layanan yang diberikan semakin tidak baik maka kepuasan konsumen juga akan menurun. Dapat diketahui rata rata skor dari 5 indikator yang digunakan dalam penelitian untuk mengukur variabel kualitas pelayanan sebesar 3,95 hal ini menunjukan responden memiliki persepsi bahwa Toko Errika Sembako mampu memberikan layanan yang baik sesuai dengan harapan konsumen. Hal ini selaras dengan penelitian Urbayani (2018) menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil observasi, kualitas layanan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Pengaruh dari indikator tersebut dapat dilihat dari pihak karyawan Toko Errika yang cepat tanggap dalam membantu pelayanan pelanggan dalam mencari barang ketika belanja dan sikap yang sopan terhadap konsumen.
3. Pengaruh Harga terhadap Kepuasan Konsumen.
Hasil dari penelitian ini menunjukkkan bahwa variabel Harga (X2) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepuasan konsumen dengan nilai probabilitas 0,004 < 0,05. Hal ini dapat diartikan bahwa
harga yang terjangkau akan menimbulkan kepuasan konsumen semakin meningkat. Sebaliknya apabila harga yang ditawarkan justru tidak sesuai dengan harapan konsumen atau mahal maka kepuasan konsumen juga akan menurun. Dapat diketahui rata rata skor dari 4 indikator yang digunakan dalam penelitian untuk mengukur variabel harga sebesar 3,92 hal ini menunjukkan responden memiliki presepsi bahwa Toko Errika Sembako mampu memberikan harga yang baik sesuai dengan harapan konsumen. Selaras dengan penelitian Urbayani (2018) terdapat pengaruh positif dan signifikan harga terhadap kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil observasi harga berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Salah satu faktornya harga barang yang ditawarkan Toko Errika dapat terjangkau dan harga yang ditawarkan sesuai dengan manfaat yang konsumen dapatkan.
4. Pengaruh Promosi terhadap Kepuasan Konsumen.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel promosi (X3) tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepuasan konsumen dengan nilai probabilitas 0,797 > 0,05. Hasil penelitian ini tidak selaras dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Zahrah (2017) bahwa promosi berpengaruh terhadap kepuasan konsumen traveloka akan tetapi penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Istiqarah (2017) bahwa promosi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen produk rotiboy di Kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil observasi, maka dapat
disimpulkan bahwa kepuasan konsumen Toko Errika tidak dipengaruhi oleh promosi yang ditawarkan. Karena ini memang toko sembako, yang pembelinya adalah masyarakat sekitar, yang tidak memerlukan promosi, yang diutamakan adalah harga dan kualitas pelayanannya saat konsumen datang ke toko secara langsung untuk belanja.
84 BAB VI
KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil melakukan penelitian ini untuk mengetahui apakah Kualitas Layanan, Harga, dan Promosi berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen. Peneliti telah mendapatkan data dari responden dalam bentuk kuesioner dan mengolah data dengan menggunakan program SPSS versi 25.0 maka didapatkan hasil sebagai berikut :
1. Kualitas Layanan, Harga, dan Promosi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan konsumen.
2. Kualitas Layanan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan konsumen.
3. Harga secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan konsumen.
4. Promosi secara parsial tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen.