• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III: METODE PENELITIAN

F. Analisis Data

2. Uji Asumsi Klasik

Untuk mendeteksi normalitas dapat melihat grafik normal P-P Plot of regression standard wizard residual. Deteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dan grafik (santoso, 2008). Dasar pengambilan keputusan antara lain: jika data menyebar disekitar garis diagonal atau mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas, serta jika data menyebar jauh dari garis diagonal maka regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas merupakan bentuk pengujian asumsi dalam analisis regresi berganda. Asumsi multikolinearitas menyatakan bahwa variabel independen harus terbebas dari gejala korelasi antar variabel independen. Uji Multikoliniearitas dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 22.0 yang dapat dilihat dari nilai Varians Inflation Factor (VIF).

3. Uji Koefisien Determinsi ( )

Koefisien determinasi (R2), pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model menerangkan variabel-variabel independen. Nial R2 yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen sangat terbatas, sebaliknya nilai R2 yang mendekati satu berarti

variabel-variabel independen memberikan hamper semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2011). Nilai koefisien determinasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai adjusted R2 karena variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini lebih dari dua variabel. Selain itu nilai adjust R2 dianggap lebih baik dari nilai R2, , karena nilai adjusted R2 dapat naik turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model regresi (Ghozali, 2011).

4. Uji hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini digunakan dengan penelitian analisis regresi linier berganda, yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel independen terhadap variabel independent.

a. Uji signifikansi Parameter Individual ( Uji Statistik t )

Uji t dilakukan dengan menggunakan signifikan level 0,05 (a=5%) Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:

1) Jika nilai signifikan > 0,05 maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan) hal ini berarti bahwa secara parsial variabel independen tersebut tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel independen.

2) Jika nilai signifikan < 0,05 maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan). Hal ini berarti secara parsial variabel independen tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

b. Uji Signifikansi Simultan ( Uji Statistik F )

Uji F digunakan untuk mengetahui mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen. Rumusan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tingkat signifikansi yang digunakan pada uji F ini digunakan α= 5% yang artinya kemungkinan kesalahan hanya boleh lebih kecil atau sama dengan 5%.

Jika signifikansi lebih besar dari 0,05 maka Hipotesis di tolak. Dan sebaliknya jika signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Hipotesis di terima.

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perhotelan

Hotel merupakan suatu jenis perusahaan jasa akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunannya yang menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.

Pada umumnya kamar yang disewakan tersebut dihuni oleh beberapa orang atau secara bersama-sama. Pada masa bangkitnya industry perhotelan secara alamiah hotel membagi dalam jenis menurut pengguna jasanya dan lokasi dimana hotel itu berada. Pada mulanya hotel ini sering juga disebut dengan lodge yang hanya menyediakan tempat beristirahat bagi mereka yang melakukan perjalanan, karena sudah malam atau terpaksa tidak dapat melakukan perjalanannya.

Perkembangan perhotelan khususnya dipekanbaru saat ini semakin berkembang pesat. Banyaknya wisatawan yang datang perlu sebuah tempat tinggal untuk sementara, dalam hal ini hotel merupakan solusi untuk wisatawan tersebut.Sehingga dengan adanya fakta tersebut para pengusaha mulai dari pemodal asing hingga local berlomba-lomba untuk membangun hotel khususnya bintang 4 dengan fasilitas yang sesuai dan low budget.

B. Kriteria Hotel Bintang 4

Hotel bintang 4 merupakan hotel yang cukup berkelas dengan karyawan dan staff yang lebih profesional dalam melayani tamu yang datang.Mereka juga dibekali informasi mengenai pariwisata disekitar hotel.

Berikut kriteria hotel bintang 4:

1. Jumlah Kamar Standar, Minimum 50 Kamar 2. Memiliki 3 Kamar Suite

3. Kamar Mandi Didalam

4. Luas Kamar Standar, Minimum 24 M2 5. Memiliki Luas Kamar Suite, Minimum 48m2 6. Tata Udara Dengan AC/Ventilasi

7. Pintu Harus Memilik Keamanan

8. Memiliki Lobby Dengan Luas Minimum 100m2 9. Memiliki Bar

10. Memiliki Saranaa Rekreasi Dan Olahraga

11. Kamar Mandi Dilengkapi Dengan Instalasi Air Panas/Dingin 12. Memiliki Toilet Umum

Adapun hotel bintang 4 yang terdaftar pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru adalah sebagai berikut:

No Nama Hotel Alamat

1. Pangeran Jl Jend. Sudirman No.373

2. The Premiere Jl Jend. Sudirman No.398

3. Novotel Jl Riau No.59

4. Mutiara Merdeka Jl Yos Sudarso No.12A 5. Swiss Bellin Jl Soekarno Hatta No. 69 6. Grand Central Jl Jend. Sudirman No.1

7. Grand Zuri Jl Teuku Umar No.7

8. Grand Elite Jl Riau (Komp. RBC)

9. Mercure Jl. Riau Rt. 02 Rw. 02

10. Philippe Internasional Jl. Ahmad Yani No. 81

11. Tangram Jl. Riau No. 147

12. Ratu Mayang Garden Jl. Jend Sudirman No.11 Sumber: Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru 2018.

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengumpulan Data

Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner pada responden dengan mendatangi langsung lokasi pengambilan sampel yaitu karyawan dari 12 Hotel Bintang 4 yang ada di Pekanbaru. Proses pendistribusian hingga pengumpulan data dilakukan kurang lebih tiga minggu.

Kuesioner dibagikan kepada masing-masing hotel terdiri dari 4 karyawan yang berpartisipasi dalam penggunaan sistem informasi akuntansi. Total keseluruhan kuisoner yang dibagikan adalah 48 kuisioner. Total kuisioner yang dikembalikan adalah 46 kuisioner. Untuk lebih jelasnya lagi dapat dilihat pada Tabel dibawah ini :

Tabel V.1 Distribusi Kuisioner

Keterangan Jumlah Persentase %

Total Kuisioner yang disebar 48 100

Total kuisioner yang dikembalikan 46 95,8

Total kuisioner yang tidak dikembalikan 2 4,2

Kuisioner yang tidak dapat dianalisis 0 0

Total kuisioner yang dianalisis 46 95,5

Sumber: Data primer, 2019

Berdasarkan Tabel diatas, kuisioner yang dikembalikan dan dapat dianalisis sebanyak 46 kuisioner. Sedangkan sisanya sebanyak 2 kuisioner tidak kembali dikarenakan kebijakan hotel. Hotel yang tidak mengembalikan kuisioner yaitu kuisioner dari Hotel Novotel dan Hotel Pangeran.

B. Karakteristik Responden

Karakteristik responden yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi hasil pengumpulan data, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan jabatan. Karakteristik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel V. 2

Karakteristik Responden

Keterangan Frekuensi Persentase

Jenis Kelamin

Sumber : Data Olahan, 2019

Berdasarkan tabel V.2 diatas diketahui bahwa dari 46 responden penelitian, 27 orang atau 58,7% adalah berjenis kelamin laki-laki dan sisanya 19 orang atau 41,3% adalah berjenis kelamin perempuan. Untuk kategori pendidikan, Tabel di atas menggambarkan bahwa dari 46 responden penelitian dari karyawan hotel bintang 4 yang ada dipekanbaru adalah pendidikan SMA Sederajat sebanyak 6 orang atau 13%, dan sebanyak 13 orang atau 28,3% adalah D3. Sebanyak 27 orang atau 58,7% berpendidikan S1. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar

responden penelitian ini adalah berpendidikan tamat S1 yaitu mencapai lebih dari 50%. Melihat struktur bagian kerja karyawan atau staf yang berkerja Hotel bintang 4 di Pekanbaru, dapat diketahui bahwa karyawan yang bekerja dibagian SDM dan umum berjumlah 11 orang atau 23,9%, keuangan 17 orang atau 37%, Bagian Pelayanan 9 orang atau 19,6%, dan Bagian pemasaran 9 orang atau 19,6%.

C. Statistik Deskriptive

Statistik deskriptive bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu Sistem Informasi Akuntansi, Motivasi, Kinerja Individu. Berdasarkan hasil kuisioner, tabel V.3 memperlihatkan hasil descriptive statistics sebagai berikut :

Tabel V.3

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

KINERJA INDIVIDU 46 18,00 30,00 25,0870 3,43075

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 46 42,00 60,00 51,0870 4,65630

MOTIVASI 46 14,00 25,00 21,1522 2,55576

Valid N (listwise) 46

Sumber : Data output SPSS, 2019

Pada tabel V.3 descriptive statistics diatas, menunjukan bahwa nilai rata-rata jawaban responden yang mempengaruhi kinerja individu adalah sebesar 25,0807 dengan standar deviasi 3,43075. Untuk variabel SIA , nilai rata-rata yang mempengaruhi kinerja individu (Y) dari 46 responden adalah sebesar 51,0870 dengan standar deviasi 4,65630. Selanjutnya untuk variabel motivasi , nilai rata-rata yang mempengaruhi kinerja individual dari 46 responden adalah sebesar 21,1522 dengan standar deviasi 2,55576

D. Uji Kualitas Data 1. Uji Validitas

Validitas merupakan suatu ukuran yang digunakan untuk menunjukkan tingkat ketepatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas ini menggunakan metode pearson correlation dengan menghitung korelasi masing-masing skor item dengan skor total. Skor total item adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Berikut adalah tabel Hasil uji kualitas data :

Tabel V.3

Kesimpulan Hasil Uji Kualitas Data

Variabel Pearson correlation Kesimpulan

SIA (X1) 0,481**-0,788** Valid

Motivasi (X2) 0,762**-0,886** Valid

Kinerja Individual (Y) 0,753**-0,882** Valid Sumber : Data olahan, 2019

Berdasarkan tabel V.3, hasil uji validitas untuk variabel sistem informasi akuntansi dan motivasi dinyatakan valid, karena nilai rhitung ≥ r tabel (0,3).

Dengan demikian item- item pertanyaan dalam variabel sistem informasi akuntansi dan motivasi layak digunakan sebagai instrumen penelitian.

2. Uji Relibilitas

Tabel V.4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Jumlah Item Croanbach

Alpha Kesimpulan

Kinerja Individual (Y) 6 0,900 Reliabel

SIA (X1) 12 0,882 Reliabel

Motivasi (X2) 5 0,873 Reliabel

Sumber : Data olahan, 2019

Dari tabel diatas menunjukan bahwa semua variabel-variabel seperti Pengaruh sistem informasi akuntansi (X1), Pengaruh Motivasi (X2), dan Kinerja Individu (Y),) adalah reliabel karena mempunyai nilai cronbach alpha > 0.60 sehingga dapat digunakan untuk mengolah data selanjutnya.

E. Uji Asumsi Klasik

Normal Parametersa,b Mean ,0000000

Std. Deviation ,33349351 Most Extreme Differences Absolute ,107

Positive ,107

Negative -,075

Test Statistic ,107

Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Sumber : Data output SPSS, 2019

Tabel V.5 diatas merupakan tabel yang digunakan untuk melihat apakah data yang terdistribusi normal dapat dilihat dengan meggunakan uji non parametrik satu sampel kolmogrov-Smirnov Test, dan Normal Probability plot.

Berdasarkan hasil uji normalitas diatas, Asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,200 yang lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti data dalam penelitian ini berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas merupakan bentuk pengujian asumsi dalam analisis regresi berganda. Asumsi multikolinearitas menyatakan bahwa variabel independen harus terbebas dari gejala korelasi antar variabel independen. Uji

Multikoliniearitas dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 22.0 yang dapat dilihat dari nilai Varians Inflation Factor (VIF). Hasil uji Multikuliniearitas data pada persamaan regresi 1 dapat dilihat pada tabel V.

sebagai berikut :

Tabel V.6

Hasil Uji Multikolinearitas

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) -1,192 ,603

SIA ,721 ,142 ,489 ,851 1,174

MTVSI ,544 ,108 ,486 ,851 1,174

a. Dependent Variable: KNERJ

Sumber : Data output SPSS, 2019

Berdasarkan hasil uji multikolinearitas diatas, diketahui bahwa tidak ada satupun variabel yang mempunyai nilai Tolerance ≤ 0,1 maupun nilai VIF ≥ 10.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi antar variabel bebas.

3. Uji Heteroskedastisitas

Hasil pengujian heteroskedastisitas data dilihat dari hasil spss versi 22.0 yaitu pada gambar Scatterplot sebagai berikut:

Gambar V.1

Sumber : Data output SPSS, 2019

Berdasarkan gambar tersebut dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y dan tidak terlihat adanya pola yang jelas. Maka dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.

F. Teknik Analisis Data

Pada penelitian ini, Teknik Analisis Data yang digunakan yaitu Analisis regresi linear berganda. Digunakannya teknik analisis berganda dikarenakan adanya hubungan antara variabel dependen dengan lebih dari satu variabel independen. Hasil analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS versi 22.0 dapat dilihat pada tabel V sebagai berikut :

Tabel V.7 Tabel Coefficients

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -1,192 ,603 -1,976 ,055

SIA ,721 ,142 ,489 5,078 ,000

MTVSI ,544 ,108 ,486 5,047 ,000

a. Dependent Variable: KNERJ

Sumber : Data output SPSS, 2019

Berdasarkan tabel V.7 persamaan regresi yang dihasilkan adalah : Y = a+β 1 + β 2 + e ...

KNRJ = -1,192 +0,721 SIA+ 0,544 MTV +e

Penjelasan dari persamaan diatas adalah sebagai berikut :

a. Nilai konstanta (α) sebesar -1,192 artinya jika sistem informasi akuntansi, dan motivasi bernilai 0 (nol) maka kinerja karyawan bernilai -1,192.

b. Nilai koefisien regresi variabel sistem informasi akuntansi memiliki nilai positif, yaitu 0,721 artinya, bahwa setiap peningkatan Sistem Informasi Akuntansi sebesar 1 maka akan mengakibatkan peningkatan kinerja individual sebesar 0,721 dengan asumsi variabel lain bernilai konstan.

c. Nilai koefisien regresi variabel Motivasi bernilai positif, yaitu 0,544 menunjukan bahwa setiap peningkatan variabel Motivasi sebesar 1 maka akan mengakibatkan peningkatan kinerja individu sebesar 0,544 dengan asumsi variabel lain bernilai konstan.

G. Uji Hipotesis 1. Uji t

Uji t dilakukan untuk menguji apakah secara parsial variabel independen mempengaruhi variabel dependen, H0 diterima jika thitung ≤ t tabel dan H0 ditolak jika thitung ≥ t tabel atau Apabila signifikansi <0,05 maka hipotesis diterima dan apabila signifikansi >5% maka hipotesis ditolak. Hasil pengujian Uji t dapat dilihat pada Tabel V.8 dibawah ini.

Tabel V.8

Sumber : Data output SPSS 2019

Penjelasan dari Tabel diatas adalah sebagai berikut :

a. Hasil uji parsial (t) pada model regresi linear berganda diperoleh nilai t = 5,078 dengan signifikansi sebesar 0,000 < α=0,05, maka diterima, artinya secara parsial variabel sistem infomasi akuntansi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja individu.

b. Hasil uji parsial (t) pada model regresi linear berganda diperoleh nilai t = 5,047 dengan signifikansi sebesar 0,000 < α = 0,05, maka diterima, artinya secara parsial variabel Motivasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja individu.

H. Uji secara simultan (Uji F)

Hasil uji F terhadap variabel penelitian dengan menggunakan program SPSS versi 22.00 dapat dilihat pada tabel V.9 ANOVA sebagai berikut :

Tabel V.9 b. Predictors: (Constant), MTVSI, SIA

Sumber : Data output SPSS, 2019

Uji Simultan dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yaitu sistem informasi akuntansi dan Motivasi secara bersama-sama (simultan) dapat mempengaruhi variabel dependen yaitu kinerja individu. Hasil output SPSS yang dilihat pada tabel ANOVA atau uji F menghasilkan nilai F hitung sebesar 41,703 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena tingkat probabilitas signifikan 0,000 < α=0,05 maka 3 diterima.

Artinya sistem informasi akuntansi dan Motivasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja individu.

I. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi dapat dilihat dari hasil SPSS ver 22.0 yaitu pada Tabel Model Summary yaitu sebagai berikut :

Tabel V.10

a. Predictors: (Constant), MTVSI, SIA b. Dependent Variable: KNERJ

Sumber : Data Output SPSS, 2019

Koefisien determinasi atau R Square disimbolkan dengan R2 menunjukkan besarnya perubahan variasi pada variabel dependen karena berubahnya variasi pada variabel independen. Pada Tabel diatas diketahui = 0,644 dengan Adjusted = 0,644 menunjukkan persentase 64,4%. Artinya perubahan variasi pada minat penggunaan yang dipengaruhi oleh berubahnya variasi sistem informasi akuntansi, pemanfaatan sistem informasi akuntansi, dan Motivasi sebesar 64,4% sedangkan selebihnya dipengaruhi faktor lain sebesar 100-64,4 yaitu sebesar 35,6%. Salah satu faktor yang mempengaruhi Kinerja Individu yaitu Budaya organisasi.

Standar error of the estimate adalah ukuran kesalahan yang diperoleh

sebesar 0,34116 artinya kesalahan dalam memprediksi Kinerja Individual sebesar 0,34116 dimana semakin kecil standar error of estimate (SEE) ini maka akan membuat model regresi ini semakin tepat dalam memprediksi variabel dependen.

J. Pembahasan Hipotesis

1. : Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Individu pada Hotel bintang 4 di Pekanbaru

Berdasarkan tabel V.8 , hasil uji parsial (t) pada model regresi linear berganda berpengaruh dan bernilai positif. Maka, dapat disimpulkan bahwa variabel sistem infomasi akuntansi berpengaruh signifikan terhadap kinerja individu.

Sistem informasi akuntansi diamanfaatkan untuk membantu dalam proses perencanaan, pengkoordinasian dan pengendalian yang kompleks, serta aktivitas

yang saling berhubungan untuk memotivasi orang-orang pada semua tingkat didalam perusahaan (Ikhsan, 2013:3). Mulyadi (2011 ; 2) menyatakan bahwa pendekatan sistem memberikan banyak manfaat dalam memahami lingkungan kita, untuk mempertahankan eksistensi sistem informasi akuntansi dan untuk mencapai tujuan-tujuan khususnya, setiap organisasi memerlukan penyediaan informasi yang cukup yang memberikan manfaat bagi kinerja individual atau karyawan.

Hasil uji hipotesis ini sesuai dengan jawaban responden dalam pengisian kuisioner, bahwa orang yang menjadi responden dalam kuisioner tersebut dapat memahami dengan mudah sistem informasi akuntansi dalam perusahaannnya dan keamanan data dalam perusahaan dalam terjaga dari adanya bahaya konsleting yang dapat mengakibatkan kerusakan data dalam perangkat kerasnya atau komputer. Dengan data yang tersimpan maka dalam menyelesaikan menjadi lebih mudah dan tepat waktu. Sistem informasi akuntansi memperkecil resiko kesalahan dengan menjamin ketelitian dalam pengelolaan dan penyajian data sehingga mampu memberikan laporan keuangan yang dibutuhkan dengan sangat variatif.

Wewenang menggunakan sistem informasi akuntansi hanya diberikan kepada orang tertentu saja. Proses input, output dan pengeditan data dalam sistem informasi akuntansi dapat dilakukan dengan mudah dalam perusahaan.

Hasil dari penelitian ini mendukung hasil penelitian dari Indah (2018) ,Deni Novalia (2012) dan Ambara Dita (2016) bahwa sistem informasi akuntansi berpengaruh signifikan dan berpengaruh positif terhadap kinerja individual. Hal ini menunjukan bahwa semakin baik sistem informasi akuntansi yang diterapkan

dalam perusahaan, maka akan semakin meningkat kinerja individual dalam perusahaan tersebut.

2. : Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Individu pada Hotel bintang 4 di Pekanbaru

Dari hasil uji t atau tabel ANOVA menunjukan bahwa Motivasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Individual pada hotel bintang 4 di Pekanbaru. Maka dapat disimpulkan bahwa individu memerlukan dorongan atau motivasi untuk melakukan pekerjaannya baik faktor motivasi dari dalam maupun dari luar. Semakin tingginya motivasi akan meningkatkan produktivitas kinerja individu.

Untuk menunjang tercapainya tujuan kinerja perusahaan yang legal dan tidak melanggar hukum serta sesuai dengan moral dan etika, dibutuhkan sumber daya manusia yang memenuhi kriteria tertentu, diantaranya disiplin dan motivasi karyawan. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong semangat kerja dan terwujudnya motivasi untuk mencapai tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat (Khumaedi, 2016). Motivasi kerja merupakan proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang organisasi atau individu inginkan yang menimbulkan dorongan kerja. Pemberian motivasi kerja pada karyawan hotel bintang 4 di Pekanbaru mempengaruhi kinerja individu. Maka, perusahaan harus memperthatikan pemberian motivasi kerja tersebut, agar karyawan melakukan pekerjaannya secara maksimal.

Berdasarkan hasil jawaban dari kuisioner menunjukan bahwa individu membutuhkan beberapa motivasi yang dapat memberikan dukungan dalam

meningkatkan produktivitas kerja. Motivasi karyawan akan terbentuk apabila terdapat kesesuaian antara apa yang diharapkan dan apa yang diterima mampu mendorong karyawan mencapai kinerja yang optimal. Kondisi kepuasan dan ketidakpuasan kerja tersebut yang menjadi umpan balik yang akan mempengaruhi kinerja karyawan. Faktor-faktor yang mampu membentuk adanya motivasi kerja diantaranya sikap atasan, hubungan rekan kerja, sistem kompensasi, sistem karir, dan lingkungan kerja. Motivasi kerja yang baik akan berdampak pada kinerja karyawan, dimana ketika mereka merasa termotivasi, akan melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya (Nurcahyani & Adnyani, 2016).

Hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian Sandra Mutiara (2017 ) tentang pengaruh insentif dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dan memiliki kesimpulan bahwa motivasi berpengaruh signifikan dan berpengaruh positif terhadap kinerja individual. Hal ini menunjukan bahwa semakin meningkatnya motivasi, maka akan semakin meningkat juga kinerja individual dalam perusahaan tersebut.

3. : Pengaruh sistem informasi akuntansi dan Motivasi terhadap Kinerja Individu pada Hotel bintang 4 di Pekanbaru

Hasil pengujian Hipotesis secara simultan menunjukkan bahwa variabel sistem informasi akuntansi dan motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja individu pada hotel bintang 4 di Pekanbaru.

Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa hotel bintang 4 yang ada di Pekanbaru akan dapat menikmati keuntungan dengan menerapkan sistem informasi akuntansi dan melakukan peningkatan mengikuti perkembangan zaman.

Sistem informasi akuntansi yang diterapkan secara benar dan tepat akan

membantu dan mempermudah pekerjaan, sehingga menghasilkan kualitas laporan yang baik pula. Selain itu, kesesuaian antara tugas yang diberikan dengan kebutuhan dan kemampuan karyawan sangat diperlukan, karena kesesuaian tugas tersebut ditujukan agar karyawan yang menggunakan sistem informasi tidak mengalami kesulitan dan melakukan banyak kesalahan yang dapat berakibat terhadap laporan keuangan. Maka dari itu, motivasi sangat dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan. Motivasi yang berpengaruh dalam melakukan tanggung jawab terdapat pada faktor internal motivasi yaitu dari perusahaan itu sendiri, contohnya berupa insentif yang di berikan oleh perusahaan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Astri (2017) mengenai pengaruh sistem informasi akuntansi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan yang memiliki kesimpulan bahwa Sistem informasi akuntansi dan motivasi secara bersama-sama dapat mempengaruhi kinerja individual. Semakin baik sistem informasi akuntansi dan semakin meningkatnya motivasi maka akan meningkatkan pula produktivitas kerja individu.

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

Bedasarkan analisa data dan pengujian hipotesis, maka penulis mengambil kesimpulan mengenai pengaruh sistem informasi akuntansi dan motivasi terhadap kinerja individu pada hotel bintang 4 di Pekanbaru. Berdasarkan Analisa data dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Pengujian secara simultan menghasilkan kesimpulan bahwa variabel sistem informasi akuntansi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja individual pada hotel bintang 4 di Pekanbaru.

2. Pengujian secara Parsial, menghasilkan kesimpulan bahwa variabel sistem informasi akuntansi berpengaruh positif dan sognifikan terhadap kinerja individual pada hotel bintang 4 di Pekanbaru.

3. Pengujian secara Parsial, menghasilkan kesimpulan bahwa variabel motivasi berpengaruh positif dan sognifikan terhadap kinerja individual pada hotel bintang 4 di Pekanbaru.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka diajukan saran yang diharapkan akan bermanfaat bagi pihak perusahaan maupun penelitian selanjutnya, antara lain :

1. Penelitian ini hanya dilakukan untuk hotel bintang 4 yang merupakan hotel yang termasuk cukup bagus dalam memperhatikan sistem informasi , penelitian selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian pada objek hotel lain yang masih dalam skala menengah.

2. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya menambahkan faktor-faktor lain yang bisa meningkatkan kinerja individu, sehingga dapat memperluas pengetahuan mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja individu dan untuk memperkuat atau mendukung hasil penelitian serupa yang telah dilakukan sebelumnya. Contohnya, budaya organisasi dan insentif.

3.

Bagi perusahaan, sebaiknya senantiasa mengevaluasi dan membaharui sistem informasi akuntansi agar sistem yang digunakan selalu

3.

Bagi perusahaan, sebaiknya senantiasa mengevaluasi dan membaharui sistem informasi akuntansi agar sistem yang digunakan selalu