• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.3 Deskriptif Variabel Penelitian

4.1.4.1 Uji Asumsi Klasik

Hasil output dari pengujian normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov adalah sebagai berikut.

Tabel 4.17 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 130

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 2.04997563

Most Extreme Differences Absolute .061

Positive .037

Negative -.061

Kolmogorov-Smirnov Z .691

Asymp. Sig. (2-tailed) .727

a. Test distribution is Normal.

Dari tabel diperoleh nilai sig = 0,727 = 72,7% > 5%, maka H0 diterima. Artinya variabel unstandarized berdistribusi normal.

Uji normalitas juga dapat dilihat pada grafik Normal P-Plot sebagai berikut :

Gambar 4.1 Grafik Normal P-Plot

Berdasarkan gambar di atas diketahui bahwa titik-titik pada gambar normal probability plot cenderung membentuk garis diagonal, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel terikat dan variabel bebas keduanya memiliki distribusi normal.

2. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik tidak terjadi korelasi antar variabel bebas. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi adalah dengan melihat nilai toleransi dan Variance Inflation Factor (VIF). Apabila nilai tolerance > 10% dan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan tidak ada multikolinieritas antar variabel

bebas dalam model regresi. Berikut hasil perhitungan menggunakan program SPSS 16: Tabel 4.18 Coefficientsa Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) .670 1.767 .379 .705

X1 .278 .036 .481 7.673 .000 .919 1.089

X2 .343 .049 .437 6.973 .000 .919 1.089

a. Dependent Variable: Y

Berdasarkan tabel diatas terlihat setiap variabel bebas mempunyai nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi ini.

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Heteroskedastisitas menunjukkan penyebaran variabel bebas. Penyebaran yang acak menunjukkan model regresi yang baik, dengan kata lain tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk menguji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan mengamati grafik scatterplot dengan pola titik-titik yang menyebar di atas dan di bawah sumbu Y. Berikut hasil pengolahan menggunakan program SPSS 16 :

Gambar 4.2 Grafik Scatterplot

Pada grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi ini.

Selain mengamati grafik scatterplot uji heterokedastisitas juga dapat dilakukan dengan uji Glejser. Uji glejser yaitu pengujian dengan meregresikan nilai absolut residual terhadap variabel independen. Output dari uji glejser adalah sebagai berikut:

Tabel 4.19 Uji Glejser Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 4.801 3.206 1.497 .137 X1 -.045 .049 -.099 -.928 .356 X2 .064 .062 .112 1.045 .298

a. Dependent Variable: Abs_res

Hasil tampilan output SPSS dengan jelas menunjukkan semua variabel independen mempunyai nilai sig 0,05. Jadi tidak ada variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen abs_res. Hal ini terlihat dari nilai sig pada tiap-tiap variabel independen seluruhnya diatas 0,05. Jadi dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya heterokedastisitas.

4.1.4.2 Analisis Regresi Linear Berganda

Berdasarkan analisis dengan program SPSS 16 for Windows diperoleh hasil regresi linier berganda seperti pada tabel berikut :

Tabel 4.20Regresi Linear Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .670 1.767 .379 .705 X1 .278 .036 .481 7.673 .000 X2 .343 .049 .437 6.973 .000 a. Dependent Variable: Y

Berdasarkan hasil analisis pada tabel di atas maka persamaan regresi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Y = 0,670 + 0,278X1 + 0,343X2

Persamaan regresi tersebut mempunyai makna sebagai berikut:

1. Nilai konstanta sebesar 0,670 berarti jika variabel kualitas pelayanan dan kepercayaan dianggap sama dengan nol, maka variabel kepuasan pasien sebesar 0,670.

2. Nilai koefisien regresi untuk variabel kualitas pelayanan (X1) adalah sebesar 0,278 artinya bahwa apabila terjadi peningkatan pada variabel kualitas pelayanan (X1), dengan asumsi kepercayaan (X2) konstan maka akan menyebabkan kenaikan kepuasan kepuasan sebesar 0,278.

3. Nilai koefisien regresi untuk variabel kepercayaan (X2) adalah sebesar 0,343 artinya bahwa apabila terjadi peningkatan pada variabel kepercayaan (X2), dengan asumsi kualitas pelayanan (X1) konstan maka akan menyebabkan kenaikan kepuasan kepuasan sebesar 0,343.

4.1.4.3 Pengujian Hipotesis

1. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)

Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah secara individu (parsial) variabel independen mempengaruhi variabel dependen secara signifikan atau tidak. Hasil output dari SPSS adalah sebagai berikut.

Tabel 4.21 Uji Parsial (Uji t) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .670 1.767 .379 .705 X1 .278 .036 .481 7.673 .000 X2 .343 .049 .437 6.973 .000 a. Dependent Variable: Y

Dengan tingkat kepercayaan = 95% atau (α) = 0,05. Derajat kebebasan (df) = n-k-1 = 130-2-1 = 127, serta pengujian dua sisi diperoleh nilai t0,05= 2,017.

Hasil pengujian statistik dengan SPSS pada variabel X1 (kualitas pelayanan) diperoleh nilai thitung =7,673 dengan nilai sig =0,000< 0,05 jadi Ho ditolak dan H1 yang berbunyi ada pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap di RSUD Dr. Soewondo Kendal diterima. Pada variabel X2 (Kepercayaan) diperoleh nilai thitung =6,973 dengan nilai sig =0,005< 0,05 jadi Ho ditolak dan H2 ada pengaruh kepercayaan terhadap kepuasan pasien rawat inap di RSUD Dr. Soewondo Kendal diterima.

2. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen.

Tabel 4.22 Uji Simultan (Uji F)

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 641.467 2 320.734 75.138 .000a

Residual 542.110 127 4.269

Total 1183.577 129

a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Y

Pada tabel Anova diperoleh nilai F = 75,138 dengan nilai sig = 0,000 < 0,05 jadi Ho ditolak dan H3 ada pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan secara simultan terhadap kepuasan pasien rawat inap di RSUD Dr. Soewondo Kendal diterima. Maka dengan kata lain variabel-variabel independen kualitas pelayanan dan kepercayaan, mampu menjelaskan besarnya variabel dependen kepuasan pasien.

4.1.4.4 Koefisien Determinasi

1. Koefisien Determinasi Ganda (R2)

Besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel model summary berikut ini :

Tabel 4.23 Model Summary

Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .736a .542 .535 2.06605 a. Predictors: (Constant), X2, X1

Pada tabel di atas diperoleh nilai Adjusted R2 = 0,535 = 53,3% ini berarti variabel bebas kualitas pelayanan dan kepercayaan, secara

bersama-sama mempengaruhi variabel dependen kepuasan pasien sebesar 53,3% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.

2. Koefisien Determinasi Parsial (r2)

Selain melakukan uji t maka perlu juga mencari besarnya koefisien determinasi parsialnya untuk masing-masing variabel bebas. Uji determinasi parsial ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat.

Secara parsial kontribusi kualitas pelayanan dan kepercayaan terhadap kepuasan pasien dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.24 Koefisien Determinasi Parsial

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. Correlations B Std. Error Beta

Zero-order Partial Part

1 (Constan

t) .670 1.767 .379 .705

X1 .278 .036 .481 7.673 .000 .606 .563 .461

X2 .343 .049 .437 6.973 .000 .574 .526 .419

a. Dependent Variable: Y

Berdasarkan tabel di atas, diketahui besarnya r2 kualitas pelayanan adalah 32%, yang diperoleh dari koefisien korelasi parsial untuk variabel kualitas pelayanan dikuadratkan yaitu (0,563)2. Besarnya pengaruh kepercayaan adalah 28%, yang diperoleh dari koefisien korelasi parsial

untuk variabel kepercayaan dikuadratkan yaitu (0,526)2. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan memberikan pengaruh lebih besar terhadap kepuasan dibandingkan variabel kepercayaan.

Dokumen terkait