B. Hasil Analisis Data 1.Uji Instrumen
2. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, antara variabel dependen dan variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak. Adapun rangkuman hasil uji normalitas adalah sebagai berikut:
Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas
Kolmogorov-Smirnov
Variabel Asymp.sig (2-tailed)
Finansial (X1) 0.146
Psikologi (X2) 0.128
Sosial (X3) 0.152
Pengalaman Kerja (X4) 0.163
Kinerja Pegawai (Y) 0.120
Sumber: Data diolah
Hasil pengujian normalitas data dengam metode kolmogorov
smirnov menunjukkan bahwa besar nilai nilai Asymp. Sig. (2-tailed)
masing-masing variabel lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini data berdistribusi normal
b. Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas dilakukan untuk menguji apakah dalam analisis regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Metode enter digunakan untuk menguji adanya multikolinieritas, yaitu dengan melihat pada Tolerance Value atau Variance Inflation Factor
(VIF). Adapun rangkuman hasil uji multikollinearitas adalah sebagai
Tabel 4.10
Hasil Uji Multikollinearitas
Collinearity Statistik
Variabel Tolerance VIF
Finansial (X1) 0,442 2,262
Psikologi (X2) 0,209 4,777
Sosial (X3) 0,369 2,710
Pengalaman Kerja (X4) 0,219 4,560
Sumber: Data diolah
Hasil pengujian multikolinearitas, diketahui bahwa
masing-masing variabel mempunyai nilai VIF (Variance Inflation Factor)
lebih kecil dari 10 dan nilai Tolerance diatas 0,1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada model regresi dalam penelitian ini tidak ada masalah multikolinearitas.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pengamatan ke pengamatan yang lain. Adapun rangkuman hasil uji heteroskedastisitas adalah sebagai berikut:
Tabel 4.11
Hasil Uji Heteroskedasitistas
Coefficients
Variabel thitung Sig.
Finansial (X1) -0,219 0,827
Psikologi (X2) 1,721 0,090
Sosial (X3) 0,683 0,497
Pengalaman Kerja (X4) -1,893 0,063
Sumber: Data diolah
Berdasarkan hasil uji Heteroskedtisitas metode gletsjer diketahui nilai signifikansi (probabilitas) masiang-masing variabel tidak
signifikan atau lebih besar dibandingkan dengan derajat signifikansi α
= 5% (α = 0,05), dengan demikian tidak terjadi heteroskedastisitas.
3. Uji Hipotesis
a. Regresi Linier Berganda
Analisa ini digunakan dan dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Tabel 4.12
Ringkasan Hasil Analisis Regresi Berganda
Variabel Koefisien thitung Sig
Konstanta 0,196 0,211 0,833 Finansial (X1) 0,354 3,833 0,000 Psikologi (X2) 0,120 0,864 0,391 Sosial (X3) 0,250 2,387 0,020 Pengalaman Kerja (X4) 0,266 2,011 0,048 R2 = 754 F = 0,000
Sumber : data diolah
Dari hasil pengolahan dengan program SPSS 10.0 for windows
dapat disusun persamaan sebagai berikut:
Kin = β0 + β1 Finan + β2 Psiko + β3 Sos +β4 Pengker +ei
Kin = 0,196 + 0,354 Finan + 0,120 Psiko + 0,250 Sos + 0,266 Pengker Dari persamaan regresi linier berganda di atas dapat diartikan sebagai berikut:
1) Konstanta 0,196 menunjukkan bahwa jika pimpinan supermarket
psikologis, sosial dan pengalaman kerja karyawan maka kinerja karyawan mempunyai nilai sebesar 0,196 satuan.
2) Koefisien regresi finansial bernilai 0,354 artinya apabila
peningkatan finansial sebesar 1 satuan akan menyebabkan terjadinya peningkatan kinerja karyawan sebesar 0,354 satuan dengan asumsi variabel yang lain tetap.
3) Koefisien regresi psikologis bernilai 0,120 artinya apabila terdapat perubahan dan perbaikan psikologis sebesar sebesar 1 satuan akan menyebabkan terjadinya peningkatan kinerja karyawan sebesar 0,120 satuan dengan asumsi variabel yang lain tetap.
4) Koefisien regresi sosial bernilai 0,250 artinya apabila terdapat perubahan dan perbaikan interaksi sosial sebesar sebesar 1 satuan akan menyebabkan terjadinya peningkatan kinerja karyawan sebesar 0,250 satuan dengan asumsi variabel yang lain tetap.
5) Koefisien regresi pengalaman kerja bernilai 0,266 artinya apabila terdapat perubahan dan peningkatan pengalaman kerja sebesar sebesar 1 satuan akan menyebabkan terjadinya peningkatan kinerja karyawan sebesar 0,266 satuan dengan asumsi variabel yang lain tetap.
b. Uji Ketepatan Parameter (Uji t)
Uji t adalah uji koefisien regresi secara parsial yang digunakan untuk menguji tingkat signifikan dari masing-masing koefisien regresi variabel independen (finansial, psikologi, sosial dan pengalaman
kerja) terhadap variabel dependen (kinerja pegawai). Uji signifikansi secara parsial ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1) Ho : βi = 0, (tidak ada pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen).
2)Ha : βi ≠ 0, (ada pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen).
Kriteria uji adalah jika nilai t hitung > t tabel, maka nilai β
yang diuji adalah bermakna atau signifikan, jika t hitung ≤ t tabel
maka nilai β yang diperoleh kurang bermakna, atau nilainya tidak
berbeda dari nol.
Berdasarkan hasil analisis dapat diterangkan bahwa:
1) Koefisien regresi untuk variabel finansial sebesar 0,354 dan t
hitung sebesar 3,833 dengan tingkat signifikansi sebesar p (0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa nilai t hitung mempunyai nilai positif > t tabel (α = 0,025, dk (n-k) = 65; ttab = 1,997), artinya terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara variabel finansial terhadap kinerja pegawai Lestari Baru di Gemolong.
2) Koefisien regresi untuk variabel psikologis sebesar 0,120 dan t
hitung sebesar 0,864 dengan tingkat signifikansi sebesar p (0,391). Hasil ini menunjukkan bahwa nilai t hitung mempunyai nilai positif < t tabel (α = 0,025, dk (n-k) = 65; ttab = 1,997), artinya
tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel psikologis terhadap kinerja pegawai Lestari Baru di Gemolong.
3) Koefisien regresi untuk variabel sosial sebesar 0,250 dan t hitung sebesar 2,387 dengan tingkat signifikansi sebesar p (0,020). Hasil ini menunjukkan bahwa nilai t hitung mempunyai nilai positif > t tabel (α = 0,025, dk (n-k) = 65; ttab = 1,997), artinya terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara variabel sosial terhadap kinerja pegawai Lestari Baru di Gemolong.
4) Koefisien regresi untuk variabel pengalaman kerja sebesar 0,266
dan t hitung sebesar 2,011 dengan tingkat signifikansi sebesar p (0,048). Hasil ini menunjukkan bahwa nilai t hitung mempunyai nilai positif > t tabel (α = 0,025, dk (n-k) = 65; ttab = 1,997), artinya terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara variabel pengalaman kerja terhadap kinerja pegawai Lestari Baru di Gemolong.
c. Uji Ketepatan Model 1) Uji F
Uji F bertujuan untuk mengetahui sejauh mana variabel yang dipilih sudah cukup tepat (besar peranannya) dan menunjukkan apakah semua variabel independen (finansial, psikologis, sosial, dan pengalaman kerja) mempunyai pengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel kinerja pegawai. Kriteria ujinya
adalah jika nilai Fhitung > Ftabel, maka semua variabel independen secara simultan dan signifikan mempengaruhi variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan nilai Fhitung sebesar 49,808 > 2,37 dengan nilai signifikan p (0,000), maka dapat dikatakan bahwa semua variabel independen (finansial, psikologis, sosial, dan pengalaman kerja) berpengaruh secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen (kinerja pegawai) Lestari Baru di Gemolong