BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.2. Hasil Penelitian
4.2.3 Uji Asumsi Klasik
0.60, maka data tersebut dikatakan reliabel. Pengujian reliabilitas yang dihasilkan melalui program SPSS 16.0, untuk lebih jelasnya disajikan pada tabel berikut :
Tabel 4.5 Hasil Uji Reliabilitas
No Variabel Alpha Keterangan
1 Pengalaman
Kerja (X1) 0,926 Reliabel 2 Prestasi Kerja
(X2) 0,952 Reliabel
7 Upah (Y) 0,927 Reliabel
Sumber : Data primer diolah
Berdasarkan perhitungan reliabilitas Cronbach-Alpha diperoleh hasil X1 sebesar 0,926 yang lebih besar dibandingkan nilai standar 0,6 sehingga seluruh item pernyataan X1 dinyatakan reliabel, hasil X2 sebesar 0,952 yang lebih besar dibandingkan nilai standar 0,6 sehingga seluruh item pertanyaan X2 juga dinyatakan reliabel, dan hasil Y sebesar 0,927 yang lebih besar dibandingkan nilai standar 0,6 dengan hasil uji reliabilitas pada tabel 4.16 diatas sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh item pertanyaan Y juga dinyatakan reliabel.
terjadi korelasi maka dinamakan problem multikolinearitas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara peubah bebas. Untuk mendeteksi adanya multikolinearitas dapat dilihat dari nilai VIF (Variance Inflaction Factor), (Singgih Santoso, 2002:112).
Pedoman suatu model yang bebas multikolinearitas yaitu mempunyai nilai VIF ≤ 4 atau 5.
Hasil analisis diperoleh nilai VIF untuk masing-masing variabel bebas seperti dalam tabel berikut :
Tabel 4.6
Hasil Uji non-multikolinieritas
Variabel bebas VIF Keterangan
Pengalaman Kerja (X1) 6.618 Non-Multikolinieritas Prestasi Kerja (X2) 6.618 Non-Multikolinieritas
Sumber : Data primer diolah
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa variabel pengalaman dan prestasi kerja bebas dari multikolinieritas karena memiliki nilai VIF masing- masing 6,618, , sehingga dapat dinyatakan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini tidak terdapat problem multikolinieritas.
b. Uji non-autokorelasi
Uji non-autokorelasi adalah untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier berganda ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t 1 (sebelumnya). Jika
terjadi korelasi, maka terjadi auto korelasi. Model regresi yang baik adalah jika bebas dari autokorelasi (Ghozali, 2005:95). Menurut Singgih (2000:219), untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi, melalui metode Durbin-Watson yang dapat dilakukan melalui program SPSS, dimana secara umum dapat diambil patokan sbb:
4. Jika angka D-W dibawah -2, berarti autokorelasi positif 5. Jika angka D-W diatas +2, berarti autokorelasi negatif.
6. Jika angka D-W diantara -2 sampai +2, berarti tidak ada autokorelasi.
Tabel 4.7
Hasil Uji non-autokorelasi
S u m b e r
Sumber : Data primer diolah
Dari tabel diatas diperoleh nilai Durbin Watson sebesar 1,786. Hal ini menunjukkan bahwa nilai Durbin Watson berada diantara -2 sampai dengan +2, sehingga dapat dinyatakan tidak terjadi autokorelasi (non-autokorelasi).
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .979a .958 .955 .57651 1.786
a. Predictors: (Constant), x2, x1 b. Dependent Variable: y
c. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Hanke & Reitsch (1998: 259) heteroskedastisitas muncul apabila kesalahan atau residual dari model yang diamati tidak memiliki varians yang konstan dari satu observasi ke observasi lainnya. Artinya setiap observasi memiliki reliabilitas yang berbeda akibat perubahan yang melatar belakangi tidak terangkum dalam spesifikasi model. (kuncoro, 2004: 96)
Heteroskedastisitas diuji dengan menggunakan uji koefisien korelasi Rank Spearman yaitu mengkorelasikan antara residual hasil regresi dengan semua variabel bebas. Bila signifikansi hasil korelasi lebih kecil dari 0.05 (5%) maka persamaan regresi tersebut mengandung heteroskedastisitas dan sebaliknya berarti non heteroskedastisitas atau homoskedastisitas.
Tabel 4.8
Hasil Uji Heterokedastisitas.
No Variabel Signifikan Keterangan
1.
2.
Pengalaman Kerja Prestasi Kerja
0,006 0,028
Heterokedastisitas Heterokedastisitas
Sumber: Data primer yang diolah.
Tabel dari hasil uji heteroskedastisitas di atas diketahui nilai signifikan dari variabel independen yang terdiri dari variabel pengalaman kerja (X1), sebesar 0,006 lebih kecildari 0,05. Variabel prestasi kerja (X2) sebesar 0,028. Seluruh variabel bebas tersebut memiliki nilai signifikan lebih kecil dari 5%. Dengan demikian dapat
diasumsikan bahwa seluruh variabel bebas mengandung heterokedastisitas.
d. Uji Normalitas
Merupakan pengujian dalam sebuah model regresi, variabel dependent, variabel independent atau keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. (Santoso, 2001: 212)
Metode yang digunakan untuk menguji normalitas adalah dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov ≥ 0,05, maka terdistribusi normal dan sebalinya terdistribusi tidak normal.
Gambar 4.9 Hasil Uji Normalitas
Sumber : Data primer diolah
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 25
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation .55196789
Most Extreme Differences Absolute .201
Positive .201
Negative -.106
Kolmogorov-Smirnov Z 1.003
Asymp. Sig. (2-tailed) .267
a. Test distribution is Normal.
Hasil uji normalitas dengan menggunakan perhitungan Kolmogorof-Smirnov Z test sudah menunjukkan distribusi yang normal dengan nilai 2-tailed 0,267 pada variabel pengalaman kerja (X1), variabel prestasi kerja (X2), memiliki nilai signifikan 0,267 lebih besar dari 0.05.
e. Uji Linieritas
Digunakan untuk mengetahui model yang dibuktikan merupakan model linear apa tidak. Dilakukan dengan menggunakan curve estimate, yaitu gambaran hubungan linear antara variabel X dengan variabel Y. Jika nilai signifikansi f ≤ 0,05, maka variabel X tersebut memiliki hubungan linear dengan Y.
Tabel 4.10 Hasil Uji Linieritas
Variabel
Model Summary Parameter
Estimates
Equation R
Square F Sign Constant b1 Pengalaman
Kerja Linier .915 247,903 0,00 6,283 1,169
Prestasi kerja
Linier .926 286,870 0,00 -1,486 0,951
d.f 23
Sumber : Data primer diolah
Dari hasil uji linieritas f sig, variabel pengalaman kerja (X1), variabel prestasi kerja (X2), bernilai signifikan 0,00 lebih kecil dari 0.05, maka dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan terhadap Variabel X1, X2 dengan Variabel Y.
4.3 Analisis Data dan Interpretasi 4.3.1 Analisis Data
Analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian, karena dalam analisis data tersebut dapat memberikan arti dan makna yang berguna untuk menguji hipotesis. Berikut ini akan disajikan hasil komputasi, pengujian hipotesis dan interpretasi hasi pengujian menggunakan SPSS 16.
1. Analisis Regresi Linier Berganda.
Dalam pengolahan data dengan menggunakan regresi linear, dilakukan beberapa tahapan untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, melalui hubungan variabel pengalaman kerja (X1), variabel prestasi kerja (X.2), terhadap tingkat upah karyawan (Y). Hasil regresi dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Rekapitulasi hasil pengolahan data
R : .979a
R Square : .958
Adjusted R Square : 955 F Hitung : 252.806
F Tabel : 3,39
Sig F : 0,000a
T Tabel : 2,060
α : 0.05
Tabel 4.11
Hasil Regresi Linier Berganda
Variabel Koefisien
regresi (beta) t hitung Sign Keterangan
X1 0,567 4.143 0,000
Signifikan
X2 0,529 4.774 0,000
Signifikan
Konstanta 1,617 1,528 0,141 Tidak Signifikan
Sumber: Data primer yang diolah.
Keterangan: Jumlah data (observasi) = 25
Variabel terikat pada model regresi ini adalah Tingkat Upah (Y), sedangkan variabel bebasnya adalah variabel pengalam kerja (X1), variabel prestasi kerja (X2),
Model regresi berdasarkan hasil analisis di atas adalah sebagai berikut : Y = 1,627 + 0,567 X1 + 0,529 X2 + e
Tampak pada persamaan tersebut menunjukkan semua angka yang signifikan, yaitu pada Variabel pengalaman kerja (X1), dan variabel prestasi kerja (X2). Adapun interpretasi dari persamaan tersebut di atas adalah sebagai berikut:
a. b0 = 1,617
Adalah nilai konstanta yang memberikan arti bahwa tingkat upah akan konstan sebesar 1,617 jika tidak dipengaruhi variabel pengalaman dan prestasi kerja. Jadi tingkat upah sebelum atau tanpa adanya variabel lama kerja, pelatihan kerja, kuantitas, kualitas, kedisiplinan, dan sikap kerja akan menurun sebesar 1,617.
b. b1 = 0,567
Nilai koefisien regresi (b1) sebesar 0,567 dengan tanda positif, dapat dikatakan bahwa dengan peningkatan Variabel pengalaman kerja, maka secara langsung akan berpengaruh positif terhadap tingkat upah karyawan.
c. b2 = 0,529
Nilai koefisien regresi (b2) sebesar 0,529 dengan tanda positif, dapat dikatakan bahwa dengan peningkatan Variabel pelatihan kerja, maka secara langsung akan berpengaruh positif terhadap tingkat upah karyawan.
2. Hasil Uji F
Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah semua Variabel Pengalaman kerja dan Prestasi Kerja mempunyai pengaruh secara bersama-sama (simultan) secara signifikan terhadap Variabel terikat yaitu Tingkat Upah Karyawan (Y).
Yang dipaparkan pada tabel 4.14 dibawah ini:
Tabel 4.12 Hasil Uji F.
No Hipotesis F hitung Sig. F F tabel
Terdapat pengaruh yang sinifikan oleh Variabel bebas {Pengalaman kerja (X1) dan Prestasi Kerja (X2))}
terhadap Variabel terikat yaitu Tingkat Upah Karyawan (Y) secara serentak.
252.806 0,000a 3,39
Sumber : data primer diolah
Berdasarkan tabel 4.1, dari hasil uji F di atas dapat kita ketahui bahwa Ho ditolak dengan nilai F hitung sebesar (252.806) > F tabel sebesar (3,39). Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secar simultan dari Variabel pengalaman kerja (X1), variabel prestasi kerja (X2), terhadap Variabel tingkat upah karyawan (Y).
Sesuai dengan apa yang telah dijelaskan dalam islam yang menganjurkan memberikan upah sesuai dengan dengan apa yang dikerjakan dalam artian dapat memenuhi target pekerjaan yang diberikan oleh perusahan dengan system kelayakan dan keadilan.
Dijelaskan Dalam Al Qur’an pada surat An nisa’ ayat 58 :
Artinya : "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat." (QS An-Nisa [4]: 58).
3. Hasil Uji t
Untuk mengetahui Variabel bebas yang meliputi pengalaman kerja (X1), variabel prestasi kerja (X2), berpengaruh secara parsial terhadap Variabel terikat yaitu tingkat upah karyawan (Y) adalah dapat kita lihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.13 Hasil Uji t
No Hipotesis T hitung Sig. t T tabel
1. Variabel X1 (Pengalaman Kerja) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap penerimaan upah karyawan
4.143 0,000
2,060 2. Variabel X2 (Prestasi Kerja)
berpengaruh signifikan secara parsial terhadap penerimaan upah karyawan
4.774 0,000
Sumber : Data primer diolah
Catatan : Pengambilan keputusan ini didasarkan pada ketentuan (p) 0,05 maka Ho ditolak, dan jika probabilitas (p) > 0,05 maka Ho diterima.
1. Variabel Pengalaman Kerja (X1)
Vaeriabel Pengalaman Kerja memiliki nilai signifikan sebesar 0,000 >
0,05. Dengan demikian pengujian menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa secara parsial variabel Pengalaman kerja berpengaruh secara signifikan terhadap variabel upah (Y).
2. Variabel Prestasi Kerja (X2)
Vaeriabel Prestasi Kerja memiliki nilai signifikan sebesar 0,000 > 0,05.
Dengan demikian pengujian menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa secara parsial variabel Pengalaman kerja berpengaruh secara signifikan terhadap variabel upah (Y).
Dan di dalam islam pengalaman dan prestasi kerja juga dapat memberi pengaruh terhadap pemberian upah sesui yang dijelaskan dalam Al Qur’an:
Artinya : “Berkatalah dia (Syu’aib), Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah suatu kebaikan) darimu.” (QS al-Qashash: 27).
4.3.1 Interpretasi Data
Berdasarkan dari hasil pengujian hipotesis diatas dapat di implikasikan bahwa Variabel bebas yang terdiri dari variabel Pengalaman akerja (X1), dan variabel Prestasi kerja (X2), berdasarkan tingkat validitas dan reliabilitas berpengaruh secara bersamaan terhadap Variabel Upah, terbukti dengan signifikansi dari masing-masing variabel dari hasil validitas yang kesemua variabel > 0,30, dan dari hasil reliabilitas yang hasil dari masing-masing variabel
> 0,60 sehingga dikatakan valid dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap upah karyawan, serta nilai F hitung 252.806 > F tabel 3,39 dengan nilai p sebesar 0,000 ≤ 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel-variabel tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap variabel terikat.
Secara parsial Variabel Pengalaman Kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap Variabel Tingkat Upah Karyawan. Dimana dapat diketahui variabel ini memiliki nilai t hitung (4.143) yang lebih besar dari nilai t tabel (2,060) serta mempunyai nilai koefisien regresi (Bi) sebesar (0,567) dan signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0.05.
Dan Secara parsial Variabel Prestasi Kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap Variabel Tingkat Upah Karyawan. Dimana dapat diketahui variabel ini memiliki nilai t hitung (4.774) yang lebih besar dari nilai t tabel (2,060) serta mempunyai nilai koefisien regresi (Bi) sebesar (0,529) dan signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0.05.
Berarti dengan demikian Secara parsial Dan Simultan variabel Pengalaman Kerja dan Prestasi Kerja yang mempunyai pengaruh paling signifikan terhadap tingkat upah karyawan.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari analisis regresi linier berganda penelitian tersebut diatas, terlihat bahwa:
1. Secara simultan variabel pengalaman dan prestasi kerja berpengaruh taerhadap tingkat penerimaan upah karyawan terbukti dari hasil uji F Hitung sebesar (252.806) > F tabel sebesar (3,39). jadi dapat disimpulkan bahwa Pengalaman Dan Prestasi Kerja berpengaruh signifikan Terhadap tingkat penerimaan upah pada CV. Dharma Utama (Jasa Boga Catering)
2. Sedangkan secara parsial variabel Pengalaman Kerja berpengaruh signifikan terhadap tingkat penerimaan upah katyawan pada CV. Dharma utama (Duta Catering) terbukti dari hasil data regresi dengan nilai signifikansi 0.000 yang lebih kecil dari 0,05, serta memiliki t hitung terbesar dari variabel lainnya yaitu 4.143>2,060.
3. Dan secara parsial variabel Prestasi Kerja juga berpengaruh signifikan terhadap tingkat penerimaan upah katyawan pada CV. Dharma utama (Duta Catering) terbukti dari hasil data regresi dengan nilai signifikansi 0.000 yang lebih kecil dari 0,05, serta memiliki t hitung terbesar dari variabel lainnya yaitu 4.774>2,060.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut:
1. Dengan diketahui bahwa Pengalaman dan Prestasi kerja memiliki pengaruh secara simultan terhadap tingkat penerimaan upah karyawan, terutama pada variabel kedisiplinan dan sikap kerja, maka perusahaan diharapkan bisa menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah acuan perusahaan dalam melakukan keputusan terkait masalah tingkat pemberian upah.
2. . Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, maka peneliti perlu memberikan saran bagi peneliti selanjutnya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam melakukan penelitian selanjutnya terlebih mengenai pengaruh pengalaman kerja dan prestasi kerja dengan lebih sempurna lagi. Karena dalam penelitian ini, peneliti masih merasa banyak kekurangan yang masih harus diperbaiki.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi 2006. Prosedur Penelitian. Cetakan ke tiga belas Jakarta:
Rineka Cipta.
Asri, Marwah. 1986. Pengelolaan Karyawan. Yogyakarta: Liberti.
Al-Qur’an In The Word
Evelyn Suleeman. 1995. Pendidikan Wanita di Indonesia,Kerajinan Wanita dalam Pembangunan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Suharyadi, 2007. Metodologi Penelitian. Bandung: Rosda Karya Indah Fani 2010. Web. Artikel Islam
http://www.artikel islam.com. 27maret 2010
Hadi, Sutrisno. 1986. Analisis Regresi. Penerbit Andi Offset Yogyakarta.
Sugiyono, 2008. Penelitian Bisnis. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Hadi, Sutrisno. 1986. Metodologi Research, Jilid III. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fakultas UGM.
Hasan, M. Iqbal. 2002. Pokok-pokok Materi Penelitian dan Aplikasinya. Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Handoko, T. Hani. 1987. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.
Yogyakarta: BPFE.
Latunussa, Izaak. 1988. Penelitian Pendidikan Suatu Pengantar. Jakarta:
Depdikbud Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Manullang, M. 1981. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta: BKLM.
Martoyo, Susilo. 1987. Manajemen Sumber Daya Manusi.Yogyakarta: BPFE.
Moekijat. 1971. Manajemen Kepegawaian. Bandung: Alumni.
Moenir, A.S. 1983. Pendekatan Manusiawi dan Organisasi Terhadap Pembinaan dan Kepegawaian. Jakarta: Gunung Agung.
Musanef. 1989. Manajemen Kepegawaian di Indonesia. Jakarta: CV. Haji Masagung.
Poerwadarminta, W.J.S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Purwati, T. 2000. Statistik. Malang: Duta Media Press.
Ranupandojo, Heidjrahman. 1981. Manajemen Personalia. Yogyakarta: BPFE.
Sagir, Soekarsono. 1989. Membangun Manusia Karya. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soeroto. 1986. Strategi Pembangunan dan Perencanaan Tenaga Kerja.
Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Sudjana, M. 1987. Tuntutan Penyusunan Karya Ilmiah Skripsi-Tesis-Disertasi.
Bandung: Tarsito.
Suparmoko. 1982. Metodologi Penelitian Praktis. Yogyakarta: BPFE.
Tim Penyusun Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. 1996. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. IKIP Malang.
Winardi. 1986. Pengantar Metodologi Research. Bandung: Alumni.
Winarno, Surachman. 1989. Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung: Tarsito.
A.S. Moenir. 1983. Pendekatan Manusiawi dan Organisasi Terhadap Pembinaan dan Kepegawaian. Jakarta: Gunung Agung.
Asri, Marwan. 1986. Pengelolaan Karyawan. Yogyakarta: Liberti.
Evelyn Suleeman. 1995. Pendidikan Wanita di Indonesia,Kerajinan Wanita dalam Pembangunan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Heidjrahman, Ranupandojo. 1981. Manajemen Personalia. Yogyakarta: BPFE.
Izaak, Latunussa. 1988. Penelitian Pendidikan Suatu Pengantar. Jakarta:
Depdikbud Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
M. Manullang. 1981. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta: BKLM.
Umar, Husein. 2007. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Kuesioner
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
KUESIONER SKRIPSI
PENGARUH PENGALAMAN DAN PRESTASI KERJA TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN UPAH KARYAWAN PADA
CV. DHARMA UTAMA (DUTA CATERING) KOTA BATU
Kuisioner di bawah ini adalah salah satu metode pengumpulan data primer tentang “Pengaruh Pengalaman Dan Prestasi Kerja Terhadap Tingkat Penerimaan Upah Karyawan”, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengalaman dan prestasi kerja terhadap tingkat penerimaan upah karyawan dalam . Penelitian ini hanya diperuntukkan bagi keperluan penelitian yang merupakan tugas akhir mahasiswa Strata 1 (S1) Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Oleh karena itu jawaban saudara tidak akan dipublikasikan dan terjamin kerahasiaannya.
Saya sangat berharap saudara berkenan untuk menjawab seluruh pertanyaan yang ada dengan sejujur-jujurnya, atas kerjasama dan bantuannya saya sampaikan terima kasih.
Peneliti,
( M. Rifqi Fajar ) Mahasiswa Fakultas Ekonomi
UIN Maliki Malang
KUESIONER
Nama : ...(Boleh tidak di isi) Jenis kelamin : Laki-laki/Wanita
Usia : ...tahun Bagian unit kerja : ...
PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
1. Bacalah setiap pertanyaan dengan seksama.
2. Isilah semua nomor dengan memilih satu diantara 5 alternatif jawaban dengan memberikan tanda cawang ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan.
3. Alternativ jawaban adalah sebagai berikut : SS : Sangat Setuju
S : Setuju RR : Ragu-ragu TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
4. Apabila ada kekeliruan dalam memilih alternative jawaban berikan tanda sama dengan ( = ) pada jawaban yang telah dibuat tadi kemudian beri tanda silang pada jawaban yang baru.
5. Jawablah semua pertanyaan yang ada tanpa ada yang terlewati.
6. Kami menjamin kerahasiaan identitas dan jawaban yang anda berikan
Selamat mengerjakan dan sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas waktu yang telah diberikan.
1. Pernyataan Yang Berkaitan Dengan Pengalman Kerja (X1) a. Lama Kerja (X1.1)
No Pernyataan SS S RR TS STS
1 Anda sudah lama bekerja di CV. Dharma Utama (jasa boga katering).
2 Anda sudah lama bekerja di unit ini.
b. Pelatihan Keja (X1.2)
No Pernyataan SS S RR TS STS
1 Anda sering mendapat pelatihan kerja di perusahaan ini.
2 Anda sering mendapat bimbingan kerja diperusahaan ini.
2. Pernyataan Yang Berkaitan Dengan Prestasi Kerja (X2) c. Kuantitas (X2.1)
No Pernyataan SS S RR TS STS
1 Hasil kinerja anda terkadang melebihi target yang diberikan perusahaan.
2 Target pekerjaan dari perusahaan dapat anda penuhi
d. Kualitas (X2.2)
No Pernyataan SS S RR TS STS
1 Anda selalu tepat dalam melakukan pekerjaan.
2 Anda terampil dalam bekerja.
3 Anda selalu teliti dalam melakukan pekerjaan.
e. Kedisiplinan (X2.3)
No Pernyataan SS S RR TS STS
1 Anda selalu hadir dalam bekeja kecuali dalam kondisi tertentu.
2 Anda selalu memiliki inisiatif dalam bekerja.
3 Anda selalu rajin dalam bekerja.
f. Sikap Kerja (X2.4)
No Pernyataan SS S RR TS STS
1 Anda bersikap baik terhadap pimpinan perusahaan.
2 Anda selalu bersikap baik terhadap teman kerja.
3. Pertanyaan yang berkaitan dengan Upah (Y) a. Upah
No Pernyataan SS S RR TS STS
1 Upah yang anda terima cukup besar.
2 Upah yang anda dapatkan sesuai dengan pekerjaan anda.
3 Anda mendapat insentif dalam waktu tertentu.
4 Anda sering mendapat bonus dari perusahaan.
2. Uji Validitas
a. Pengalaman kerja (X1)
Correlations
X11 X12 X1
X11 Pearson Correlation 1 .864** .967**
Sig. (2-tailed) .000 .000
N 25 25 25
X12 Pearson Correlation .864** 1 .964**
Sig. (2-tailed) .000 .000
N 25 25 25
X1 Pearson Correlation .967** .964** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000
N 25 25 25
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
b. Prestai Kerja (X2)
Correlations
X21 X22 X23 X24 X2
X21 Pearson Correlation 1 .932** 1.000** .714** .974**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 25 25 25 25 25
X22 Pearson Correlation .932** 1 .932** .771** .973**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 25 25 25 25 25
X23 Pearson Correlation 1.000** .932** 1 .714** .974**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 25 25 25 25 25
X24 Pearson Correlation .714** .771** .714** 1 .834**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 25 25 25 25 25
X2 Pearson Correlation .974** .973** .974** .834** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 25 25 25 25 25
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
c. Upah (Y)
3. Hasil Uji Reliabilitas a. Pengalaman Kerja (X1)
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.926 2
Correlations
Y11 Y12 Y13 Y14 Y
Y11 Pearson Correlation 1 .809** .790** .773** .929**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 25 25 25 25 25
Y12 Pearson Correlation .809** 1 .752** .812** .922**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 25 25 25 25 25
Y13 Pearson Correlation .790** .752** 1 .675** .882**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 25 25 25 25 25
Y14 Pearson Correlation .773** .812** .675** 1 .902**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 25 25 25 25 25
Y Pearson Correlation .929** .922** .882** .902** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 25 25 25 25 25
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
b. Prestasi Kerja (X2)
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.952 4
c. Upah (Y)
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.927 4
4. Uji Asumsi Klasik
a. Hasil Uji Non-Multikolinieritas
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 1.617 1.058 1.528 .141
X1 .567 .137 .464 4.143 .000 .151 6.618
X2 .529 .111 .535 4.774 .000 .151 6.618
a. Dependent Variable: Y
b. Hasil Uji Non-Heteroskedastisitas
Correlations
X1 X2 abs_res
Spearman's rho X1 Correlation Coefficient 1.000 .959** -.534**
Sig. (2-tailed) . .000 .006
N 25 25 25
X2 Correlation Coefficient .959** 1.000 -.439*
Sig. (2-tailed) .000 . .028
N 25 25 25 abs_res Correlation Coefficient -.534** -.439* 1.000
Sig. (2-tailed) .006 .028 .
N 25 25 25
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
c. Hasil Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .979a .958 .955 .57651 1.786
a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Y
5. Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 25
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation .55196789
Most Extreme Differences Absolute .201
Positive .201
Negative -.106
Kolmogorov-Smirnov Z 1.003
Asymp. Sig. (2-tailed) .267
a. Test distribution is Normal.