• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.6 Kualitas Data

3.6.3 Uji Asumsi Klasik

3.6.2.1 Tes Ulang

Tes ini dilakukan dengan cara menguji kuesioner kepada kelompok tertentu.

3.6.2.2 Tes Pararel

Tes ini dilakukan dengan cara memberikan kuesioner terhadap kelompok tertentu, kemudian kelompok tersebut juga dites dengan menggunakan instrument yang isi pertanyaannya ekuivalen.

3.6.2.3 Tes Belah Dua

Tes ini dilakukan dengan cara membagi skor-skor secara random dalam bentuk genap ganjil dari semua jawaban responden38.

3.6.3 Uji Asumsi Klasik

38

Jonathan Sarwono, Analisis Data Penelitian Menggunakan

78

Uji asumsi klasik pada penelitian ini meliputi uji normalitas, multikolonieritas, heteroskedastisitas dan uji regresi. Adapun penjelasan tentang uji asumsi klasik yang digunakan adalah sebagai berikut:

3.6.3.1 Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan uji asumsi dasar yang dilakukan oleh peneliti sebagai prasyarat melakukan uji statistika parametric. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data dapat menggunakan uji Kolmogorov

Smirnov atau distribusi Chi-Kuadrat (X2)39.

3.6.3.2 Multikolonieritas

Tujuan digunakan uji multikolonieritas adalah untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi

39

Ricki Yuliardi, et al., Statistika Penelitian, Yogyakarta: Innosain, 2017, hlm 113

79

antar variabel bebas (independen)40. Model regresi yang baik harus tidak ditemukan korelasi di antara variabel independen. Variabel

independen yang ditemukan korelasi diantara

variabel indenpenden yang lain, maka variabel tersebut tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Multikolonieritas dapat diukur dengan nilai

tolerance dan variance inflation factor (VIF).

Ukuran-ukuran tersebut menunjukkan setiap variabel independen menjadi variabel dependen (terikat) dan diregres terhadap variabel

independen lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Dengan kata lain, nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi karena VIF

40

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan

80

= 1/tolerance). Nilai cutoff yang sering dipakai untuk menunjukkan terdapat multikolonieritas adalah nilai tolerance ≤ 0,10 atau nilai VIF ≥10.

3.6.3.3 Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain41. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.

3.6.4 Uji Regresi

Penelitian ini termasuk dalam regresi berganda. Hal ini dikarenakan dalam penelitian ini terdapat satu variabel dependen (minat menabung di bank syariah) dan tiga variabel

81

independen (sosialisasi, pengetahuan dan persepsi).

Rumus umum dari regresi linier berganda ini adalah42:

Y = a + b1 + b2+ ... + k

Atau jika dihubungkan dengan penelitian ini maka rumus dari regresi linier berganda pada penelitian adalah:

Y= a0 + b1 + b2+b3+ e

Di mana :

Y = minat menabung di bank syariah

a0 = Intersep b1 = koefisien regresi = sosialisasi b2 = koefisien regresi

42 Ibid, h. 253

82

= pengetahuan b3= koefisien regresi = persepsi e = faktor penganggu 3.7 Penguji Hipotesis

Untuk menganalisis hasil regresi maka dilakukan uji koefisien determinasi, uji pengaruh simulan (F test), dan uji parsial (t test). Adapun penjelasan ketiga jenis uji untuk menganalisis hasil regresi adalah sebagai berikut43.:

3.7.1 Uji koefisien determinasi

Koefisien determinasi digunakan untuk menguji goodness-fit dari model regresi.

83

3.7.2 Uji pengaruh simultan (F tes)

Uji pengaruh silmultan digunakan untuk mengetahui apakah variabel

independen secara bersama-sama atau simultan

mempengaruhi variabel dependen.

3.7.3 Uji Parsial (T tes)

Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.

84

BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Tentang Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang

Adapun gambaran umum tentang Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang yang meliputi sejarah, profil dan visi misi Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang adalah sebagai berikut:

4.1.1 Sejarah Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang Berdirinya Pondok Pesantren Darul Falah Besongo bermula dari fenomena mahasiswa perguruan tinggi Islam yang menyimpang dari etika Islam. Hal ini sangat memprihatinkan karena status mereka adalah mahasiswa dari perguruan tinggi Islam, tapi tidak mencerminkan pada kode etik Islam. Hal ini mengantarkan pada semangat untuk memperbaiki citra moralitas mahasiswa Islam, dengan menyelenggarakan model pendidikan pesantren di tengah masyarakat khususnya di tengah-tengah mahasiswa. Di samping itu, pesantren ini sebagai wadah untuk meningkatkan sisi spiritualitas dan intelektualitas santri.

85

Pesantren Darul Falah Besongo didirikan pada tahun 2008 olehRomo KH. Ahmad Basyir Jekulo Kudus (pengasuh Ponpes Darul Falah Jekulo Kudus). Ponpes Darul Falah Besongo diasuh oleh putra menantu beliau, yaitu Prof. Dr. KH. Imam Taufiq, M.Ag, suami dari Ibu Dra. Hj. Arikhah, M.Ag, yang merupakan putri beliau yang bertempat tinggal di perumahan bank niaga komplek B-13 sekaligus sebagai Wakil Rektor 2 bidang administrasi dan keuangan sekaligus dosen Fakultas Ushuluddin UIN Walisongo Semarang.

Secara historis, besongo merupakan tempat bersejarah bagi pengembangan agama dan ilmu pengetahuan. Sebelum menjadi pesantren Darul Falah Besongo, pada tahun 1997-2000, tempat ini pernah menjadi pusat kegiatan Mahasiswa Islam dengan nama Raisyan Fikr, dimana menjadi tempat kajian dan diskusi mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang. Setelah itu, pada tahun 2001-2005 menjadi pesantren “Bismillah” di bawah asuhan Habiburrahman Sirazy, beliau adalah pengarang Novel Islam, diantaranya Novel Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih dan lain-lain.

Perkembangan selanjutnya Prof. Dr. KH. Imam Taufiq, M.Ag bekerja sama dengan Dr. Muhyar Fanani, M.Ag untuk

86

menghidupkan pesantren sehingga jumlah santri menjadi bertambah dan tempat asrama santripun ditambah dan bertempat di Blok C-9. Bertambahnya santri yang mendaftar untuk belajar di pesantren ini pada tahun 2012 membuat pengasuh berinisiatif untuk menambah gedung pondok. Dengan kondisi wilayah pesantren yang terletak di perumahan, tidak memungkinkan untuk melebarkan gedung pondok, sehingga penambahan gedung terletak di lokasi berbeda pada perumahan yang sama yakni di Blok A-7, Blok B-5 yang merupakan amanah dari salah seorang relasi pengasuh yaitu Direktur di Cimb-Niaga Jakarta.

Perkembangan selanjutnya, di awal bulan Oktober tahun 2013 Pesantren Besongo mendapatkan amanah mengelola Pendidikan Kader Ulama (PKU) dari Direktorat Jendral Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama RI. Design pendidikan ini merupakan integrasi model pesantren salaf dengan pendidikan ilmiah ala perguruan tinggi. Pesantren

Besongo dipilih dikarenakan memiliki model pendidikan dan kekhasan dalam pengelolaan pesantren. Model pendidikan ditandai denga semaraknya kegiatan yang berbasis kajian kitab kuning bahasa dan keterampilan.

87

Sampai dengan tahun sekarang, Pondok Pesantren Darul Falah telah mempunyai 6 asrama, 2 asrama putra dan 4 asrama putri yang bertempat di blok A7, B5, B6, B9, B17 dan C9. Dengan ragam pendidikan dan kajian di Pesantren ini menjadikan Besongo salah satu pesantren terkemuda yang mengatarkan santri-nya menjadi insan-insan yang cakap, berbudi bekerti luhur serta memiliki wawasan dan pengetahuan agama yang mumpuni. Diharapkankan nantinya akan menghasilkan santri dan alumni yang bermanfaat untuk bangsa agama dan masyarakat dengan perpegagang teguh pada nilai-nilai Islam yang damai, santun dan egaliter44.

4.1.2 Profil Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang Pondok Pesantren Darul Falah Besongo adalah salah satu cabang dari Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus yang didirikan oleh K.H Ahmad Basyir, seorang tokoh ulama terkenal yang ada di Kudus. Berbeda dengan Pondok Pesantren Darul Falah yang ada di Kudus, Pondok Pesantren Darul Falah

44

www.besongo.or.id diakses pada tanggal 8 Mei 2019 pukul 22.00

88

Besongo ini, merupakan pondok pesantren untuk para mahasiswa, atau lebih dikenal dengan sebutan mahasantri, dimana mayoritas santrinya adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo dari berbagai daerah, fakultas dan angkatan, mulai dari angkatan 2015 sampai angkatan 2018. Adapun penjelasan lebih jelas ada di tabel berikut:

89

Tabel 4.1

Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin, Angkatan dan Fakultas

Sumber : Data Primer yang diolah, 2019

Dari tabel 4.1 dapat diketahui bahwa Pondok Pesantren ini mempunyai santri sebanyak 260 orang, diantaranya 64 santri dan 196 santriwati yang terdiri dari angkatan 2015 yang berjumlah 51 santri, angkatan 2016 berjumlah 52 santri, angkatan 2017

berjumlah 66 santri dan angkatan 2018 berjumlah 91 santri. Adapun santri yang ada di fakultas FITK sebanyak 81 santri, FST

90

sebanyak 39 santri, FUHUM sebanyak 44 santri, FSH sebanyak 28 santri, FEBI sebanyak 21 santri, FDK sebanyak 24 santri, FPK sebanyak 15 santri dan FISIP sebanyak 8 santri.

Pondok Pesantren Darul Falah merupakan salah satu pondok pesantren yang berbasis life skill, dibuktikan dengan banyaknya kegiatan di berbagai bidang, diantaranya adalah sebagai berikut: a. Bidang Keagamaan, meliputi kajian kitab tauhid, fiqih,

tasawuf, hadits, tafsir, akhlak dan tahfidz al Qur‟an. b. Bidang Keilmiahan, meliputi halaqah, khitobah,

pelatihan, bahtsul masail, English intensive class,

tarqiyah al lughoh al arabiyah, aktivasi website,

jurnalistik dan stadium general.

c. Kecakapan Hidup, meliputi keterampilan sulam, rajut, flannel, baki lamaran, menjahit, memasak, teknologi kimia rumah tangga, holtikultura, kecantikan dan sablon. d. Khidmat atau kegiatan sosial, meliputi kegiatan membantu pelaksanaan posyandu, membantu pelaksanaan PSN, membantu operasional madin, bakti lingkungan, ikut serta dalam majelis dzikir, membantu kebutuhan masyarakat dan membantu mengentaskan buta aksara al Qur‟an.

91

e. Kecakapan lainnya, meliputi khitobah, tilawah, seni rebana, pelatihan mc, mendatangkan narasumber dari berbagai kota dan negara, resolusi konflik dan kepemimpinan.

4.1.3 Visi dan Misi Pondok Pesantren Darul Falah Besongo a. Visi

Berakhlak Mulia dengan Kompetensi Keagamaan dan Kecakapan Hidup yang Andal

b. Misi

 Melaksanakan pembelajaran agama Islam dengan mengutamakan pengalaman untuk mewujudkan lulusan yang memiliki keteguhan spiritualitas dan keluhuran akhlak.

 Melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif melalui diskusi, debat ilmiah dan pemecahan kasus.

92

 Mengembangkan kegiatan pelatihan ketrampilan untuk mewujudkan lulusan yang memiliki kecakapan hidup agar mampu menghadapi tantangan zaman45.

4.2 Karasteristik Responden

Karasteristik responden dalam penelitian ini diantaranya berdasarkan jenis kelamin, fakultas dan tahun angkatan di Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang. Adapun penjelasan tentang hal tersebut adalah sebagai berikut:

4.2.1 Karasteristik Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin

45

www.besongo.or.id diakses pada tanggal 20 Maret 2019 pukul 21:46

93

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Laki – L 17 23.6 23.6 23.6

Perempua 55 76.4 76.4 100.0

Total 72 100.0 100.0

Sumber : Data Primer, diolah, 2019

Berdasarkan keterangan tabel di atas dapat diketahui bahwa santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang yang diambil sebagai responden sebanyak 72 responden , 23,6% atau 17 responden adalah laki-laki dan 76,4% atau sebanyak 55 responden adalah seorang perempuan.

4.2.2 Karakteristik Berdasarkan Fakultas Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Fakultas Fakultas

94

Valid FDK 6 8.3 8.3 8.3 FEBI 8 11.1 11.1 19.4 FISIP 2 2.8 2.8 22.2 FITK 24 33.3 33.3 55.6 FPK 4 5.6 5.6 61.1 FSH 8 11.1 11.1 72.2 FST 9 12.5 12.5 84.7 FUHUM 11 15.3 15.3 100.0 Total 72 100.0 100.0

Sumber : Data Primer, diolah tahun 2019

Berdasarkan keterangan tabel di atas dapat diketahui bahwa santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang yang diambil sebagai responden sebanyak 72 responden , mayoritas adalah mahasiswa di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dengan prosentase 33,3% atau sebanyak 24 santri, 8,3% atau 6 responden di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), 11,1% atau 8 responden di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), 2,8% atau 2 responden di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), 5,6% atau 4 responden di Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK), 11,1% atau 8

95

responden di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), 12,5% atau 9 responden di Faklutas Sains dan Teknologi (FST), sedangkan sisanya 15,3% atau 11 responden ada di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM).

4.2.3 Karasteristik Berdasarkan Tahun Angkatan Perkuliahan Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Tahun Angkatan Angkatan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid 2015 26 36.1 36.1 36.1

2016 16 22.2 22.2 58.3

2017 12 16.7 16.7 75.0

2018 18 25.0 25.0 100.0

96

Sumber : Data Primer yang diolah, 2019

Berdasarkan keterangan tabel di atas dapat diketahui bahwa santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang yang diambil sebagai responden sebanyak 72 responden , mayoritas adalah mahasiwa angkatan 2015 dengan prosentase 36,1% atau 26 responden. Sedangkan 22,2% atau sebanyak 16 responden adalah mahasiswa angkatan 2016, 16,7% atau 12 responden mahasiswa angkatan 2017 dan sisanya, 25% atau 18 responden adalah angkatan 2018.

4.3 Statistik Deskriptif

Data yang ditabulasi adalah sesuai jawaban responden atas pernyataan yang ada dalam kuesioner. Dalam pengolahan data, pernyataan-pernyataan tersebut diberi skor yang menunjukkan tingkat setujunya responden dalam memilih jawaban dengan diberi skor dari 1-5. Pernyataan-pernyataan tersebut berhubungan antara sosialisasi, pengetahuan dan persepsi terhadap minat menabung di bank syariah. Data hasil tabulasi diolah menggunakan SPSS 23 yang menghasilkan deskripsi statistic sebagai berikut:

97

4.3.1 Variabel Sosialisasi

Tabel 4.5

Distribusi Frekuensi Variabel Sosialisasi Sosialisasi (X1)

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid 8 1 1.4 1.4 1.4 9 2 2.8 2.8 4.2 10 1 1.4 1.4 5.6 11 5 6.9 6.9 12.5 12 5 6.9 6.9 19.4 13 13 18.1 18.1 37.5 14 9 12.5 12.5 50.0 15 10 13.9 13.9 63.9 16 16 22.2 22.2 86.1 17 6 8.3 8.3 94.4 18 1 1.4 1.4 95.8 19 1 1.4 1.4 97.2 20 2 2.8 2.8 100.0 Total 72 100.0 100.0

98

Gambar 4.1

Histogram Distribusi Frekuensi Variabel Sosialisasi

99

Data hasil angket sosialisasi tentang perbankan syariah tersebut, peneliti membatasi deskripsi datanya dengan empat kriteria sebagai berikut:

100

Tabel 4.6

Deskripsi Sosialisasi Santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang

No Kriteria Interval Frekuensi Prosentase % 1. Rendah 8 – 11 9 12,5% 2 Sedang 12 – 15 37 51,4% 3 Tinggi 16 – 19 26 36,1%

Total 72 100%

Sumber : Data primer yang diolah, 2019

Data dari tabel di atas dapatlah dikatakan bahwa dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 9 atau 12,5% responden mendapatkan sosialisasi tentang perbankan syariah dengan kriteria rendah. Sedangkan 37atau 51,4% responden mendapatkan sosialisasi tentang perbankan syariah dengan kriteria sedang dan sisanya yaitu 26 atau 36,1% responden mendapatkan sosialisasi tentang perbankan syariah dengan kriteria tinggi.

101

4.3.2 Variabel Pengetahuan Tabel 4.7

Distribusi Frekuensi Variabel Pengetahuan Pengetahuan (X2)

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid 9 1 1.4 1.4 1.4 10 2 2.8 2.8 4.2 11 7 9.7 9.7 13.9 12 11 15.3 15.3 29.2 13 10 13.9 13.9 43.1 14 10 13.9 13.9 56.9 15 9 12.5 12.5 69.4 16 12 16.7 16.7 86.1 17 5 6.9 6.9 93.1 18 2 2.8 2.8 95.8 19 2 2.8 2.8 98.6 20 1 1.4 1.4 100.0 Total 72 100.0 100.0

102

Sumber : Data primer yang diolah, 2019

Gambar 4.2

Histogram Distribusi Frekuensi Variabel Sosialisasi

Sumber : Data primer yang diolah, 2019

Data hasil angket pengetahuan tentang

perbankan syariah tersebut, peneliti membatasi deskripsi datanya dengan empat kriteria sebagai berikut:

103

Tabel 4.8

Deskripsi Pengetahuan Santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang

No Kriteria Interval Frekuensi Prosentase %

1 Rendah 9 – 12 21 29,2%

2 Sedang 13 – 16 41 56,9%

3 Tinggi 17 – 20 10 13,9%

Total 72 100%

Sumber : Data Primer yang diolah, 2019

Data dari tabel di atas dapatlah dikatakan bahwa dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 21 atau 29,2% responden memiliki pengetahuan tentang

perbankan syariah dengan kriteria rendah. Sedangkan 41 atau 56,9% responden memiliki pengetahuan tentang perbankan syariah dengan kriteria sedang dan sisanya

104

yaitu 10 atau 13,9% responden memiliki pengetahuan tentang perbankan syariah dengan kriteria tinggi.

4.3.3 Variabel Persepsi

Tabel 4.9

Distribusi Frekuensi Variabel Persepsi Persepsi (X3)

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid 14 1 1.4 1.4 1.4 16 1 1.4 1.4 2.8 17 8 11.1 11.1 13.9 18 10 13.9 13.9 27.8 19 12 16.7 16.7 44.4 20 14 19.4 19.4 63.9 21 7 9.7 9.7 73.6

105

22 7 9.7 9.7 83.3 23 3 4.2 4.2 87.5 24 2 2.8 2.8 90.3 25 2 2.8 2.8 93.1 26 2 2.8 2.8 95.8 28 1 1.4 1.4 97.2 29 2 2.8 2.8 100.0 Total 72 100.0 100.0

Sumber : Data Primer yang diolah, 2019

Gambar 4.3

106

Sumber : Data primer yang diolah, 2019

Data hasil angket persepsi tentang perbankan syariah tersebut, peneliti membatasi deskripsi datanya dengan empat kriteria sebagai berikut:

Tabel 4.10

107

No Kriteria Interval Frekuensi Prosentase %

1 Rendah 14 – 18 20 27,8%

2 Sedang 19 – 23 43 59,7%

3 Tinggi 24 – 28 9 12,5%

Total 72 100%

Sumber : Data Primer yang diolah, 2019

Data dari tabel di atas dapatlah dikatakan bahwa dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 20 atau 27,8% responden memiliki persepsi tentang bank syariah dengan kriteria rendah. Sedangkan 43 atau 59,7% responden memiliki persepsi tentang bank syariah dengan kriteria sedang dan sisanya yaitu 9 atau 12,5% responden memiliki persepsi tentang bank syariah dengan kriteria tinggi.

4.3.4 Variabel Minat

Tabel 4.11

108

Minat (Y)

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid 3 1 1.4 1.4 1.4 6 1 1.4 1.4 2.8 8 5 6.9 6.9 9.7 9 10 13.9 13.9 23.6 10 18 25.0 25.0 48.6 11 16 22.2 22.2 70.8 12 15 20.8 20.8 91.7 13 3 4.2 4.2 95.8 14 1 1.4 1.4 97.2 15 2 2.8 2.8 100.0 Total 72 100.0 100.0

Sumber : Data primer yang diolah, 2019

Gambar 4.4

109

Sumber : Data primer yang diolah, 2019

Data hasil angket minat menabung di bank syariah tersebut, peneliti membatasi deskripsi datanya dengan empat kriteria sebagai berikut:

110

Tabel 4.12

Deskripsi Minat Santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang

No Kriteria Interval Frekuensi Prosentase %

1 Rendah 3 – 6 2 2,8%

2 Sedang 7 – 10 33 45,8%

3 Tinggi 11– 15 37 51,4%

Total 72 100%

Sumber : Data Primer yang diolah, 2019

Data dari tabel di atas dapatlah dikatakan bahwa dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 2 atau 2,8% responden memiliki minat menabung di bank syariah dengan kriteria rendah. Sedangkan 33 atau 45,8% responden memiliki minat menabung di bank syariah dengan kriteria sedang dan sisanya yaitu 37 atau 51,4% responden memiliki minat menabung di bank syariah dengan kriteria tinggi.

111

4.4 Pengujian Kualitas Data

Pengujian kualitas data dalam penelitian ini meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji multikolonieritas, uji heteroskedastisitas, uji koefisien determinasi, uji pengaruh simulan (F

test) dan uji parsial (t test). Adapun analisis dan interpretasi data

tersebut adalah sebagai berikut:

4.4.1 Uji Validitas

Pada kasus ini, besarnya df dapat dihitung 72-2 atau df = 69 dengan alpha 0.05 (=5%). Apabila r hitung untuk r tiap butir dapat dilihat pada kolom Corrected Item Total

Correlation lebih besar dari r tabel dan nilai r positif,

maka butir atau pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid.

Tabel 4.13

112

No Kode Variabel R Hitung R Tabel Ket 1. Sosialisasi (X1) S1 0,268 > 0,2335 VALID S2 0,410 S3 0,478 S4 0,472 2. Pengetahuan (X2) T1 0,557 T2 0,730 T3 0,334 T4 0,704 3. Persepsi (X3) P1 0,604 P2 0,455 P3 0,505 P4 0,488 P5 0,714 P6 0,617 4. Minat Menabung di Bank Syariah (Y) M1 0,302 M2 0,640 M3 0,618

113

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa r hitung keseluruhan indikator yang diuji bernilai positif dan lebih besar dari nilai r tabel. Dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa keseluruhan indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan valid.

4.4.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Adapun hasil uji realibitas pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.14

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian No Kode Variabel Cronbach‟s Alpha Nilai Kritik Ket 1. Sosialisasi (X1) 0,512

0,50 Reliabel 2. Pengetahuan (X2) 0,668

114

3. Persepsi (X3) 0,747 4. Minat Menabung di Bank Syaria h (Y) 0,625

Sumber : Data Primer yang diolah, 2019

Berdasarkan tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan reliable baik dalam variabel X maupun variabel Y memiliki koefisien Alpha lebih besar daripada 0,50. Dengan demikian maka kuesioner pada penelitian ini dapat dikatakan reliabel atau handal.

4.4.3 Uji Asumsi Klasik

Pada penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolonieritas, heteroskedastisitas, dan uji regresi. Adapun hasil dari uji asumsi klasik tersebut adalah sebagai berikut:

115

4.4.3.1 Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak.

116

Tabel 4. 15 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 72

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 1.50718549

Most Extreme Differences Absolute .092

Positive .050

Negative -.092

Test Statistic .092

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

Sumber : Data Primer yang diolah, 2019

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,200 > 0,05. Maka sesuai dengan pengambilan keputusan dalam uji normalitas kolmogorov smirnov diatas,

117

Dengan demikian, asumsi atau persyaratan normalitas dalam model regresi sudah terpenuhi.

4.4.3.2 Multikolonieritas

Uji multikolonieritas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Adapun hasil uji multikolonieritas pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.16

Hasil Uji Multikolonieritas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) -3.670E-16 1.507 .000 1.000

Sosialisasi (X1) .000 .087 .000 .000 1.000 .837 1.195

Pengetahuan (X2) .000 .094 .000 .000 1.000 .669 1.494

118

a. Dependent Variable: Unstandardized Residual

Sumber : Data Primer yang diolah, 2019

Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa nilai

Tolerance variabel sosialisasi adalah 0,837, maka dapat

dikatakan tidak terjadi multikolonieritas yang serius karena nilai variabel sosialisasi dengan nilai Tolerance 0,837 > 0,10 dan nilai VIF 1,195 < 10, variabel pengetahuan dengan nilai Tolerance 0,669 > 0,10 dan nilai VIF 1,494 < 10 dan juga variabel persepsi dengan nilai Tolerance 0,648 > 0,10 dan nilai VIF 1,542 < 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolonieritas antar variabel independen dalam model regresi ini.

4.4.3.3 Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan

variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik

119

adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Adapun tabel heteroskodastisitas pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.17

Uji Heteroskidastisitas (Glejser) Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.775 .954 1.860 .067 Sosialisasi (X1) .079 .053 .191 1.493 .140 Pengetahuan (X2) -.068 .061 -.161 -1.114 .269 Persepsi (X3) -.041 .049 -.120 -.827 .411

a. Dependent Variable: Abs_RES

Sumber : Data Primer yang diolah, 2019

Berdasarkan tabel diatas, diketahui nilai signifikansi (Sig.) untuk variabel sosialisasi adalah 0, 140, sementara nilai signifikansi (Sig.) variabel pengetahuan adalah 0,269, sedangkan nilai signifikansi

120

(Sig.) variabel persepsi adalah 0,411. Karena nilai signifikansi ketiga variabel tersebut adalah > 0,05, maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi gejala heteroskidastisitas dalam model regresi ini.

4.5 Hasil Pengujian Hipotesis

Model statistik yang digunakan untuk mengetahui hasil hipotesis dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis uji regresi, uji koefisien determinasi, uji pengaruh simulan (f test) dan uji parsial ( t test).

4.5.1 Uji Regresi

Dalam penelitin ini, penulis menggunakan analisis regresi linier ganda yang terdapat lebih dari dua peubah (variabel) dimana satu variabel tak bebas diterangkan oleh lebih dari satu variabel bebas lainnya46. Dalam

46

Yusuf Wibisono, Metode Statistik, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2015 hlm 547

121

menentukan persamaan regresi yang terbentuk dalam penelitian ini, maka dapat diketahui dengan melihat hasil dari tabel berikut ini:

Tabel 4.18 Hasil Uji Regresi Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 3.138 1.486 2.112 .038

Sosialisasi (X1) -.041 .082 -.053 -.494 .623 .843 1.186

Pengetahuan (X2) .318 .095 .404 3.341 .001 .665 1.503

Persepsi (X3) .172 .077 .273 2.242 .028 .655 1.526

a. Dependent Variable: Minat (Y)

Sumber : Data Primer yang diolah, 2019

Berdasarkan tabel di atas maka persamaan regresi berganda pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

122

Y = 3,138 – 0,041 X1+ 0,318 X2 + 0,172 X3

Dari persamaan di atas maka dapat dijelaskan bahwa:

a. Nilai konstanta sebesar 3,138. Artinya jika variabel sosialisasi, pengetahuan dan persepsi tidak dimasukkan dalam penelitian ini maka minat menabung di bank syariah masih meningkat sebesar 3,138%. Hal ini dikarenakan terdapat variabel lain selain sosialisasi, pengetahuan dan persepsi.

b. Koefisien regresi pada variabel sosialisasi (X1) sebesar -0,041 adalah negatif. Artinya jika terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 1 % di Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang, maka minat menabung di bank syariah sebesar menurun 0,41%, dimana faktor-faktor lain dianggap konstan. c. Koefisien regresi pada variabel pengetahuan (X2)

sebesar 0,318 adalah positif. Artinya jika terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 1 % di Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang, maka

Dokumen terkait