• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Hasil Analisis Data

1. Uji Asumsi Penelitian

a. Uji Normalitas

Uji normalitas yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara distribusi sebaran antara variabel bebas dengan variabel tergantung dalam penelitian ini bersifat normal atau tidak.

b. Uji Linearitas

Uji lenearitas yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan linear atau tidak antara variabel bebas dan variabel tergantung, yang tampak dengan ada tidaknya garis lurus dalam pengujian tersebut.

2. Uji Hipotesis

Uji hipotesis akan dilakukan dengan teknik analisis data dengan SPSS yaitu uji korelasi Product Moment dari Pearson. Perhitungan yang digunakan adalah menggunakan aplikasi SPSS versi 23.00 for windows. Hubungan antar variabel dinyatakan dalam koefisien korelasi. Koefisien korelasi positif terbesar = 1 dan koefisien korelasi negatif terbesar = -1. Sedangkan yang terkecil adalah 0. Jika hubungan antara dua variabel mempunyai koefisien korelasi = 1 atau -1, maka hubungan tersebut sempurna (Sugiyono, 2008). Hal ini dikarenakan peneliti ingin melihat bagaimana hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung dan sejauh mana kekuatan dari hubungan tersebut. Selain itu, apabila asumsi tidak terpenuhi yaitu apabila data tidak normal, maka uji hipotesis akan menggunakan pengujian korelasi Spearman’s Rho SPSS for Windows versi 23.00 (Hadi, 2004).

54

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. PELAKSANAAN PENELITIAN

Sebelum penelitian dilakukan, peneliti meminta surat perizinan penelitian pada Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma untuk melakukan penelitian di beberapa SMA yang bertempat di Tarakan, Kalimantan Utara. Surat perizinan tersebut diberikan terlebih dahulu kepada Dinas Pendidikan Kota Tarakan. Hal ini dilakukan karena peneliti harus meminta izin terlebih dahulu kepada Kepala Dinas sebelum benar-benar melakukan penelitian ke beberapa SMA di Tarakan. Selain itu, peneliti juga meminta surat perizinan dari Dinas Pendidikan Kota Tarakan. Setelah surat perizinan dibuat dan dapat diambil dari Kantor Dinas Pendidikan Kota Tarakan, peneliti segera memberikan surat izin kepada Kepala Sekolah tersebut dan menjelaskan secara singkat mengenai tujuan dari penelitian tersebut.

Dalam penelitian ini peneliti menyebarkan skala dengan cara membagikan dan memberikan instruksi pengerjaan pada skala secara langsung kepada siswa-siswa di setiap kelas. Penelitian ini melibatkan 330 subjek yang merupakan siswa-siswa kelas X dan XI dari beberapa SMA yang ada di Tarakan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini hanya kelas X dan XI karena siswa kelas XII telah lulus sekolah. Subjek dalam penelitian ini berasal dari dua SMA di Tarakan, yaitu SMA Negeri 1 Tarakan dan SMA Frater Don Bosco. Pengumpulan data penelitian ini

dilaksanakan pada tanggal 18-20 Mei 2016. Penelitian ini membutuhkan waktu tiga hari, dua hari di SMA 1 Negeri Tarakan dan satu hari di SMA Frater Don Bosco. Total skala yang diisi oleh subjek adalah 330 skala, namun terdapat 30 skala yang dianggap gugur oleh peneliti karena tidak memberikan jawaban secara penuh pada skala penelitian. Jadi, total skala yang dianggap memenuhi kriteria oleh peneliti adalah 300 skala penelitian.

B. DESKRIPSI SUBJEK PENELITIAN

Tabel 7

Deskripsi Subjek Penelitian

Karakteristik Jumlah Prosentase

Usia 15 tahun 56 18.7% 16 tahun 151 50.3% 17 tahun 82 27.3% 18 tahun 11 3.7% Jenis Kelamin Laki-laki 115 38.33% Perempuan 185 61.67%

C. DESKRIPSI DATA PENELITIAN

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan perbandingan antara mean teoritik dan mean empirik pada data yang telah diperoleh. Mean teoritik adalah skor rata-rata alat ukur penelitian yang diperoleh melalui perhitungan manual dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

MT = � × � + × �

Mean empiris adalah skor rata-rata data penelitian yang diperoleh dari deskripsi data di statistik yang dihitung menggunakan bantuan program SPSS 23.00 for windows, maka diperoleh hasil perhitungan data teoritik dan data empirik sebagai berikut:

Tabel 8

Data Teoritik dan Empirik

Variabel N SD Min. Teoritik Min. Empirik Max. Teoritik Max. Empirik Mean Teoritik Mean Empirik Impulsive Buying 300 4.038 12 19 60 51 30 28.65 Compliant 300 4.853 13 22 52 52 32.5 36.11 Aggressive 300 4.499 13 22 52 45 32.5 32.38 Detached 300 4.666 13 14 52 38 32.5 24.20

Tabel 9

One Sample T-Test Mean Teoritik dan Mean Empirik Skala Impulsive Buying

One-Sample Test Test Value = 37.5 T df Sig. (2-tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Impulsive Buying 122,897 299 ,000 28,653 28,19 29,11 Tabel 10

One Sample T-Test Mean Teoritik dan Mean Emapirik Skala Kecenderungan Kepribadian Neurotik

One-Sample Test Test Value = 32.5 T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Compliant 128,860 299 ,000 36,107 35,56 36,66 Aggressive 124,662 299 ,000 32,383 31,87 32,89 Detached 89,822 299 ,000 24,197 23,67 24,73

Pada tabel 10 dapat dilihat hasil uji t pada skala Impulsive Buying

menunjukkan nilai signifikan 0.000, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean teoritik dengan mean empirik pada

Impulsive Buying. Pada tabel 8 menunjukkan bahwa mean teoritik pada Impulsive Buying sebesar 30, sedangkan skor mean empirik pada Impulsive Buying sebesar 28.65 dengan SD sebesar 4.038. Skor tersebut menunjukkan bahwa skor mean teoritik pada Impulsive Buying lebih tinggi dibandingkan dengan skor mean empirik. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa subjek penelitian memiliki kecenderungan Impulsive Buying yang tergolong rendah.

Pada tabel 10 dapat dilihat juga hasil uji t pada kepribadian Compliant, Aggressive, dan Detached menunjukkan nilai signifikan 0.000 hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara mean teoritik dan mean empiris. Pada tabel 8 menunjukkan bahwa skor mean teoritik pada skala

Compliant sebesar 32.5, sedangkan mean empirik pada skala Compliant sebesar 36.11, skor tersebut menunjukkan bahwa subjek penelitian memiliki kecenderungan kepribadian Compliant yang cenderung tinggi. Selain itu, mean teoritik skala Aggressive memiliki sebesar 32.5, sedangkan mean empiriknya memiliki skor sebesar 32.38, dari skor tersebut menunjukkan bahwa subjek penelitian memiliki kecenderungan kepribadian Aggressive yang rendah. Selanjutnya, mean teoritik pada skala Detached memiliki skor sebesar 32.5, sementara pada mean empiriknya memiliki skor sebesar 24.20, adanya mean emipirik yang memiliki skor lebih rendah dari skor mean teoritik dapat disimpulkan bahwa subjek penelitian memiliki kecenderungan kepribadian

D. HASIL ANALISIS DATA 1. Uji Asumsi Penelitian

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov dalam program SPSS for windows versi 23.0. Hasil uji normalitas sebegai berikut :

Tabel 11

Uji Normalitas Skala Impulsive Buying dan Kecenderungan Kepribadian Neurotik

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic Df Sig.

Impulsive

Buying ,111 300 ,000 ,971 300 ,000

Compliant ,064 300 ,005 ,992 300 ,082

Aggressive ,082 300 ,000 ,983 300 ,001

Detached ,090 300 ,000 ,979 300 ,000

a. Lilliefors Significance Correction

Pada tabel 11 dalam kolom Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat bahwa

impulsive buying memiliki nilai signifikan (p) sebesar 0.000 (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa sebaran data pada impulsive buying tidak normal.

Gambar 2. Histogram Impulsive Buying

Pada kepribadian compliant memiliki nilai signifikan (p) sebesar 0.005 (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa sebaran data pada kepribadian

Gambar 3. Histogram Kepribadian Compliant

Pada kepribadian aggressive memiliki nilai signifikan (p) sebesar 0.000 (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa sebaran data pada kepribadian aggressive tidak normal.

Gambar 4. Histogram Kepribadian Aggressive

Pada kepribadian detached memiliki nilai signifikan (p) sebesar 0.000 (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa sebaran data pada kepribadian

Gambar 5. Histogram Kepribadian Detached

Dokumen terkait