BAB III METODE PENELITIAN
F. Uji Coba Instrumen Penelitian
Uji validitas instrumen dilakukan untuk menunjukan keabsahan dari instrumen yang akan dipakai pada penelitian. Menurut Arikunto
(2006: 168) “Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instrumen”. Pengertian validitas tersebut menunjukan ketepatan dan kesesuaian alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel. Alat ukur dapat dikatakan valid jika benar-benar sesuai dan menjawab secara cermat tentang variabel yang akan diukur. Validitas juga menunjukkan sejauh mana ketepatan pernyataan dengan apa yang dinyatakan sesuai dengan koefisien validitas.
Penghitungan uji validitas ini menggunakan bantuan Statistical Package for the Social Science (SPSS) dan Microsoft Office Excel. Setelah diperoleh, kemudian dibandingkan dengan tingkat kepercayaan 95% dengan dk = n - 2 (dk = 25 – 2 = 23). Jika dilihat dalam nilai-nilai r
Product Moment, rhitung > rtabel = 0.336. Jika rhitung < rtabel maka item tersebut dinyatakan tidak valid.
Penelitian ini memiliki tiga variabel, yaitu variabel penjiwaan profesi, variable kemampuan dan variable kinerja guru. Arikunto (2006:
170) menyatakan bahwa rumus yang digunakan untuk mengukur validitas instrumen adalah Korelasi Pearson Product Moment :
rxy
= ;√ ; } ; }
Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi butir N = Jumlah respon uji coba
∑X = Jumlah skor item yang diperoleh uji coba
∑Y = Jumlah skor total item yang diperoleh responden Keputusan pengujian validitas instrumen adalah :
1. Item pernyataan dikatakan valid apabila rhitung > rtabel
2. Item pernyataan dikatakan tidak valid apabila rhitung < rtabel
a. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel X1
Uji validitas angket dilakukan pada 25 responden, untuk hasil uji validitas variabel X1 yaitu penjiwaan profesi terdiri dari 20 pertanyaan. Item pernyataan yang dinyatakan valid dan tidak valid dapat dilihat pada tabel 3.4 Sebagai berikut.
Tabel 3.4
Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel X1 (Penjiwaan Profesi)
No rhitung R table Keterangan
1 0,671 0,336 Valid 2 0,338 0,336 Valid 3 0,559 0,336 Valid 4 0,405 0,336 Valid 5 0,491 0,336 Valid 6 0,339 0,336 Valid
8 0,529 0,336 Valid 9 0,600 0,336 Valid 10 0,404 0,336 Valid 11 0,517 0,336 Valid 12 0,612 0,336 Valid 13 0,487 0,336 Valid 14 0,446 0,336 Valid 15 0,513 0,336 Valid 16 0,521 0,336 Valid 17 0,632 0,336 Valid 18 0,545 0,336 Valid 19 0,536 0,336 Valid 20 0,535 0,336 Valid
Berdasarkan Tabel 3.4 tersebut, diperoleh data dari 20 item pernyataan pada angket variabel X1 yaitu penjiwaan profesi, 20 item soal tersebut dinyatakan valid, dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data.
b. Hasil Uji Instrumen Validitas X2
Uji validitas angket dilakukan pada 25 responden, untuk hasil uji validitas variabel X2 yaitu kemampuan mengajar terdiri dari 20 pertanyaan. Item pernyataan yang dinyatakan valid dan tidak valid dapat dilihat pada tabel 3.5 Sebagai berikut.
Tabel 3.5
Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel X2 (Kemampuan Mengajar)
No rhitung R table Keterangan
1 0,682 0,336 Valid 2 0,632 0,336 Valid 3 0,772 0,336 Valid 4 0,492 0,336 Valid 5 0,647 0,336 Valid 6 0,622 0,336 Valid 7 0,772 0,336 Valid 8 0,639 0,336 Valid 9 0,360 0,336 Valid
10 0,713 0,336 Valid 11 0,722 0,336 Valid 12 0,575 0,336 Valid 13 0,567 0,336 Valid 14 0,745 0,336 Valid 15 0,598 0,336 Valid 16 0,724 0,336 Valid 17 0,656 0,336 Valid 18 0,653 0,336 Valid 19 0,700 0,336 Valid 20 0,745 0,336 Valid
Berdasarkan Tabel 3.5 tersebut, diperoleh data dari 20 item pernyataan pada angket variabel X2 yaitu kemampuan mengajar, 20 item soal tersebut dinyatakan valid, dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data.
c. Hasil Uji Instrumen Validitas Y
Uji validitas angket dilakukan pada 25 responden, untuk hasil uji validitas variabel Y yaitu Kinerja guru terdiri dari 20 pertanyaan. Item pernyataan yang dinyatakan valid dan tidak valid dapat dilihat pada tabel 3.6 Sebagai berikut.
Tabel 3.6
Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Y (Kinerja Guru)
No rhitung R tabel Keterangan
1 0,720 0,336 Valid 2 0,517 0,336 Valid 3 0,588 0,336 Valid 4 0,702 0,336 Valid 5 0,720 0,336 Valid 6 0,384 0,336 Valid 7 0,540 0,336 Valid 8 0,483 0,336 Valid 9 0,517 0,336 Valid 10 0,374 0,336 Valid
11 0,497 0,336 Valid 12 0,614 0,336 Valid 13 0,622 0,336 Valid 14 0,495 0,336 Valid 15 0,439 0,336 Valid 16 0,578 0,336 Valid 17 0,702 0,336 Valid 18 0,612 0,336 Valid 19 0,509 0,336 Valid 20 0,572 0,336 Valid
Berdasarkan Tabel 3.6 tersebut, diperoleh data dari 20 item pernyataan pada angket variabel Y yaitu kinerja guru. 20 item soal tersebut dinyatakan valid, dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data.
2. Uji Reabilitas Instrumen
Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui ketetapan suatu instrumen (alat ukur) didalam mengukur gejala yang sama walaupun
dalam waktu yang berbeda. Menurut Sugiyono (2014: 348) “Reliabilitas
instrumen yaitu suatu instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, maka akan menghasilkan data yang sama”.
Hasil pengukuran yang memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi akan mampu memberikan hasil yang terpercaya. Tinggi rendahnya reliabilitas instrumen ditunjukan oleh suatu angka yang disebut koefisien reliabilitas. Jika suatu instrumen dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukurannya yang diperoleh konsisten, instrumen itu reliabel. Untuk menguji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini, menggunakan koefisien reliabilitas Alfa Cronbach (Arikunto, 2006: 196)
Keterangan
r11 : reabilitas instrument
k : banyaknya butir pernyataan
b2 : jumlah varians butir
t2 : varians total
Hasil perhitungan r11 dibandingkan dengan rtabel pada α= 5% dengan kriteria kelayakan jika r11 > rtabel berarti dinyatakan reliabel, dan jika jika r11 < rtabel maka dinyatakan tidak reliabel. Perhitungan dalam pengujian reliabilitas menggunakan bantuan SPSS 16. Hasil pengolahan data adalah sebagai berikut.
a. Hasil Uji Coba Instrumen Variabel X1
Berikut adalah hasil perhitungan uji reliabilitas variabel X1 yaitu Penjiwaan Profesi dengan menggunakan SPSS 16 pada Tabel 3.7 seperti berikut ini.
Tabel 3.7
Reliabillity statistics
Cronbach’s Alpha N of items
b. Hasil Uji Coba Instrumen Variabel X2
Berikut adalah hasil perhitungan uji reliabilitas variabel X2 yaitu Kemampuan Mengajar dengan menggunakan SPSS 16 pada Tabel 3.8 seperti berikut ini.
Tabel 3.8
Reliabillity statistics
Cronbach’s Alpha N of items
0.9452 20
c. Hasil Uji Coba Instrumen Variabel Y
Berikut adalah hasil perhitungan uji reliabilitas variabel Y yaitu Kinerja guru dengan menggunakan SPSS 16 pada Tabel 3.9 seperti berikut ini.
Tabel 3.9
Reliabillity statistics
Cronbach’s Alpha N of items
Koefisien reliabilitas yang dihasilkan pada variabel X1, X2 dan variabel Y di interpretasikan dengan pedoman kriteria Sugiyono (2014: 257) seperti pada Tabel 3.10 sebagai berikut.
Tabel 3.10
Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi
H
Hasil dari uji reliabilitas variabel X (Penjiwaan Profesi) adalah r = 0.935, jika dilihat pada tabel Interpretasi Koefisien Korelasi di atas, bahwa nilai r berada pada tingkatan ±0.80-±1.000 yang menyatakan bahwa pernyataan variabel X1 pada hasil uji reliabilitas adalah Sangat Kuat.
Sedangkan untuk uji reliabilitas variabel X2 ( Kemampuan) adalah r = 0.9452, dilihat pada Tabel 3.9 di atas, bahwa nilai r berada pada tingkatan ±0.80-±1.000 yang menyatakan bahwa pernyataan variabel X2 pada hasil uji reliabilitas adalah sangat kuat.
Disamping itu untuk uji reliabilitas variabel Y ( Kinerja Guru) Interval Koefisien Tingkat Hubungan
±0.80-±1.000 Sangat Kuat
±0.60-±0.799 Kuat
±0.40-±0.599 Sedang
±0.20-±0.399 Rendah
pada tingkatan ±0.80-±1.000 yang menyatakan bahwa pernyataan variabel Y pada hasil uji reliabilitas adalah sangat kuat.