BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.7 Uji Coba Instrumen, Validitas, dan Reliabilitas
3.7.1 Uji Coba Instrumen
Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik fenomena ini disebut variabel penelitian (Sugiyono, 2015:148). Instrumen penelitian sangat dibutuhkan dalam penelitian sebagai alat untuk memperoleh data dari sebuah penelitian yang dibuat. Dalam penelitian ini, instrumen yang dibuat oleh peneliti berupa soal pilihan ganda berjumlah 20 soal dengan empat alternatif jawaban.
Sebelum 20 soal tersebut digunakan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen untuk mengukur hasil belajar siswa, soal-soal tersebut di uji cobakan terlebih dahulu pada siswa di luar sampel yaitu siswa kelas IV SDN Lempongsari Semarang. Alasan pemilihan kelas IV SDN Lempongsari Semarang sebagai kelas uji coba karena kelas IV di sekolah tersebut telah terlebih dahulu mendapatkan materi koperasi. Dari hasil uji coba kemudian dianalisis validitas, reliabilitas, daya pembeda soal, dan tingkat kesukaran soal. Soal uji coba dibuat setara baik dalam cakupan materi hingga tingkat kesukarannya, jadi jumlah butir soal untuk uji coba adalah 30 butir soal yang dibuat berdasarkan kisi-kisi. Setelah soal diujicobakan, kemudian soal diuji dengan langkah-langkah pengujian instrumen soal yang terdiri dari:
3.7.2 Uji Validitas
Validitas instrumen menunjukkan bahwa hasil dari suatu pengukuran menggambarkan segi atau aspek yang diukur (Sukmadinata, 2013:228). Menurut
Sugiyono (2012:348) dikatakan valid bila terdapat kesamaan anatara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Pendapat lain tentang validitas menurut Sukardi (2015:122) validitas suatu instrumen adalah derajad yang menunjukkan di mana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur. Sehingga data yang valid yakni data yang tidak berbeda antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian.
Penelitian ini menggunakan validitas isi sebagai instrumen penelitian. Pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan (Sugiyono, 2012:353). Untuk menguji validitas isi pada item soal digunakan rumus korelasi product moment dengan rumus sebagai berikut:
√ Keterangan: ∑ = jumlah r = korelasi n = banyaknya sampel X = variabel bebas Y = variabel terikat
∑XY = hasil perkalian antara variabel bebas dengan skor variabel terikat ∑Y2
∑X2
= hasil perkalian kuadrat dari hasil nilai skor bebas (Arikunto, 2013:87)
Pengambilan keputusan paada uji validitas berdasarkan hasil perhitungan yaitu jika r hitung > r tabel dengan taraf signifikansi 0,05 maka instrumen atau item pertanyaan dinyatakan valid. Namun apabila r hitung r tabel dengan taraf signifikansi 0,05 maka instrumen atau item pertanyaan dinyatakan tidak valid. Dari hasil perhitungan diperoleh n = 21 nilai r tabel adalah 0,433. Jika nilai korelasi lebih tinggi dari r tabel maka item soal dinyatakan valid. Berikut adalah hasil uji validitas instrumen soal uji coba.
Tabel 3.1
Hasil Uji Validitas Instrumen Soal Uji Coba
Valid Tidak Valid
Butir soal 2, 4, 5, 6, 8, 9, 12, 14, 15, 16, 18, 19, 20, 21, 22, 24, 26, 27, 28, 29, 30 1, 3, 7, 10, 11, 13, 17, 23
Jumlah 22 butir 8 butir
Dari 30 soal yang diujicobakan diperoleh 22 butir soal valid dan 8 butir soal tidak valid. Instrumen yang dibutuhkan yakni 20 butir soal, sementara butir soal yang dinyatakan valid ada 22. Maka, dari kisi-kisi soal dapat diketahui bahwa semua indikator sudah mewakili.
3.7.3 Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah ketetapan suatu tes apabila diujikan pada subjek yang sama (Arikunto, 2013:104). Pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan internal consistency yaitu pengujian
dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu (Sugiyono, 2015:185). Pengujian reliabilitas instrumen ini menggunakan rumus KR-20 sebagai berikut (Arikunto, 2013:115)
Keterangan:
r11 = koefisien reliabilitas yang telah disesuaikan p = proporsi subjek yang menjawab item dengan benar q = proporsi subjek yang menjawab item dengan salah = jumlah hasil perkalian antara p dan q
n = banyaknya item S = standar deviasi dari tes
Hasil uji reliabilitas dilakukan pada soal uji coba untuk mngetahui instrumen yang digunakan memiliki ketetapan dalam mengukur objek yang diukur. Hasil uji dibandingkan dengan taraf signifikasi 0,05. Untuk n = 21 diperoleh rtabel 0,433. Hasil pengujian item soal jika r hitung r tabel maka dikatakan reliabel. Berikut adalah hasil perhitungan reliabilitas instrumen soal uji coba.
Tabel 3.2
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Soal Uji Coba
rtabel 0,433
Hasil uji reliabilitas 0,803768
3.7.4 Uji Daya Pembeda Soal
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah (Arikunto, 2013:226). Rumus daya pembeda butir soal yaitu:
Keterangan:
D = daya beda soal
JA = banyak peserta kelompok atas JB = banyak peserta kelompok bawah
BA = banyak peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar BB = banyak peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan
benar
PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar
PB = proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar (Arikunto, 2013:228)
Klasifikasi daya pembeda:
D : 0,00 – 0,20 : jelek(poor)
D : 0,21 – 0,40 : cukup (satistifactory) D : 0,41 – 0,70 : baik (good)
D : 0,71 – 1,00 : baik sekali (excellent)
D : negatif, semuanya tidak baik. Jadi semua butir soal yang mempunyai nilai D negatif sebaiknya dibuang saja (Arikunto, 2013:232)
Dapat dijelaskan uji daya pembeda butir soal dikelompokkan menjadi dua yaitu kelompok atas sebagai nilai tertinggi dan kelompok bawah sebagai nilai terendah. Pada kelompok atas proporsi nilai hitung PA dihitung dari membagi jumlah siswa yang menjawab benar di kelompok atas dengan jumlah siswa pada kelas atas. Sedangkan pada kelompok bawah PB dihitung dari membagi jumlah siswa yang menjawab benar di kelompok bawah dengan jumlah siswa di kelompok bawah. Selanjutnya mengurangkan hasil PA dengan PB sehingga dapat dihasilkan daya pembeda dari butir soal yang akan dijadikan instrumen penelitian.
Hasil perhitungan daya beda soal kemudian di klasifikasikan menurut kriteria (jelek, cukup, baik atau baik sekali) selanjutnya untuk soal dengan daya beda negatif maka soal tersebut tidak digunakan atau dibuang (Arikunto,2012:232). Berikut adalah kesimpulan hasil perhitungan daya pembeda soal dalam tabel 3.3
Tabel 3.3
Hasil Analisis Daya Beda Soal
Keterangan Kriteria
Baik Cukup Jelek
Nomor soal 2, 5, 21, 26, 30 6, 9, 12, 14, 15, 17, 18, 20, 24, 25, 27, 28, 29 3, 4, 7, 8, 10, 11, 16, 19, 22, 23
Jumlah 5 butir soal 13 butir soal 10 butir
Dari analisis tersbut soal yang digunakan untuk soal pretest dan posttest
adalah soal nomor 2, 4, 5, 6, 8, 9, 12, 14, 15, 16, 19, 20, 21, 22, 24, 25, 26, 27, 29, dan 30 karena butir soal pada nomer tersebut telah mewakili semua indikator.
3.7.5 Taraf Kesukaran
Soal yang baik merupakan soal dengan bobot tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya, sedangkan soal yang terlalu sukar akan menyebabkan siswa menajdi putus asa untuk mencoba lagi karena diluar jangkaunnya (Arikunto, 2013:222). Tingkat kesukaran soal dapat dihitung dengan rumus:
Keterangan:
P : indeks kesukaran
B : banyaknya jumlah siswa yang menjawab soal itu dengan benar JS : jumlah seluruh siswa peserta tes (Arikunto, 2013:223).
Harga tingkat kesukaran yang diperoleh, kemudian dilihat dengan klasifikasi indeks kesukaran sebagai berikut:
Soal dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah soal sukar. Soal dengan P 0,31 sampai 0,70 adalah soal sedang.
Soal dengan P 0,71 sampai 1,00 adalah soal mudah (Arikunto, 2013:225). Soal diuji taraf kesukaran dengan tujuan agar taraf kesukaran soal yang akan dijadikan instrumen penelitian dapat diketahui. Hasil dari perhitungan analisis kesukaran dapat dilihat pada tabel 3.4.
Tabel 3.4
Hasil Analisis Taraf Kesukaran Soal Uji Coba
Keterangan
Kriteria
Mudah Sedang Sukar
Nomor soal 5, 19, 24 2, 3, 4, 6, 7, 9, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 21, 22, 25, 26, 27, 29, 30
1, 8, 10, 11, 13, 23,
28
Jumlah 3 butir soal 20 butir soal 7 butir
soal