“INSPECTION SPEED”
4.6. UJI COBA PESAWAT PENGAMAN (Safety Device)
a. Lift turun dengan beban seimbang (45% kapasitas), lepaskan rahang governor (seolah-olah governor mengalami overspeed) sehingga pesawat pengaman bekerja. Ukur jarak kemerosotan kereta saat pesawat pengaman menjepit rel pemandu. Cocokan jarak kemerosotan dengan standar yang berlaku.
b. Lift turun dengan beban penuh sampai lantai terminal bawah dan sengaja dibikin merosot sampai membentur pit (cara limit switch di-jumper). Ukur jarak kemerosotan (langkah) peredam yang ditekan oleh kereta. Cocokan dengan standar yang berlaku.
c. Lift dibebani 120% kapasitas (jika kapasitas lift 1000 kg, maka didalam kereta ditaruh test weight 24 batang @ 50 kg, dalam keadaan turun dengan kecepatan penuh. Kemudian sumber tenaga listrik diputus, sehingga rem mesin lift bekerja serentak. Periksa jarak kemerosotan untuk menentukan batas deselerasi maksimal 9.8 m/s/s. Setel pegas agar deselerasi dibawah 9.8 nm/s/s. Setelah lift diam berhenti, kereta dimasuki satu orang, untuk meyakinkan kereta tidak merosot. Jika merosot maka setel kembali pegas rem lebih kencang.
Pelatihan Pengawas Lapangan (Site Supervisor) Pemasangan Instalasi Lift & Eskalator
-28-Setelah selesai melakukan uji coba langkah berikutnya mengaktifkan
alat-alat tambahan (optional) jika ada, dan mengujinya. Diantaranya ialah :
a. Fireman operation
b. Emergency fire operation c. Emergency power operation d. Automatic Rescue operation e. Attendent Operation,
f. Hospital operation
Tindakan terakhir ialah mengisi formulir Field Test Data yang
disediakan pabrik untuk dikirim ke pabrik asal, dan formulir Depnaker No. 38 L (contoh terlampir) sebagai syarat untuk memperoleh izin penggunaan.
Pelatihan Pengawas Lapangan (Site Supervisor) Pemasangan Instalasi Lift & Eskalator
-1-RANGKUMAN
Pemeriksaan dan pengujian harus dilakukan secara berkala paling lambat dilakukan satu kali tiap-tiap tahun. Pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian ulang sama halnya dengan prosedur untuk pertama kalinya.
Pada pemeriksaan dan pengujian ulang harus dilakukan bersama-sama dengan tenaga ahli yang kompeten dan bertanggung jawab.
Dalam melakukan pemeriksaan pegawai pengawas harus menjaga diri keselamatan masing-masing terutama waktu berada dalam kamar mesin, di atas kereta dan di dalam lekuk dasar.
Perhatikan setiap lift dan bagian-bagiannya harus dirawat sebagaimana mestinya, agar selalu bekerja dengan tepat dan aman, dan memenuhi syarat-syarat minimal pemeriksaan :
1. Kamar mesin, ruang luncur dan lekuk dasar (pit) harus selalu dijaga kebersihannya dan bebas dari sampah, kotoran debu, ceceran minyak dan halangan lainnya.
2. Rel pemandu, governor, pesawat pengaman, kereta, pintu-pintu, mesin,
penyangga dan peralatannya harus dirawat dan dilumasi secara teratur, agar tetap dalam keadaan berfungsi sebagaimana mestinya dengan aman.
3. Tali baja yang memperlihatkan tanda-tanda memecah, putus atau
patahan pada beberapa komponen, kawat, ataupun berkarat, dan ataupun diameternya susut lebih dari 10%, harus segera diganti dengan yang baru. Tali baja harus dilumasi dengan minyak pelumas yang khusus, jika ternyata kering.
4. Semua pintu lantai harus lebih sering diperiksa dan disetel ulang, agar selalu bekerja sebagaiman mestinya dengan optimal dan aman.
5. Semua peralatan pengaman (mekanis dan elektris) dan tanda - tanda
bahaya (alarm bell dan sebagainya) harus lebih sering diperiksa dan dicoba, supaya selalu siap berfungsi sebagaimana mestinya.
Pelatihan Pengawas Lapangan (Site Supervisor) Pemasangan Instalasi Lift & Eskalator
-1-Lampiran I Bentuk 38 L DEPARTEMEN TENAGA KERJA R.I. DIREKTORAT JENDERAL BINA HUBUNGAN KETENAGAKERJAAN DAN PENGAWASAN NORMA KERJA DIREKTORAT BINA PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN & HYGIENE PERUSAHAAN DAN KESEHATAN KERJA
LAPORAN DATA TEKNIS DAN HASIL PENGUJIAN LIFT
1. Nama Gedung : …….……….2. A l a m a t : …….……….
3. Jenis Lift : penumpang; barang; pelayan; No.Seri …..………
4. Kapasitas angkut : ……… kg ; ………. orang ; kecepatan ………. ……..m/m 5. Tenaga listrik yang dipakai DC ………….V; AC ……….. V ; Phase……….. ; ………..Hz 6. Sekering Utama : ………. A. 7. Mesin (jenis) …………..…….; tromol penggerak, dia …….………mm; RPM…………;
letak : atas, bawah, samping 8. Tali baja tarik,jumlah, lembar : ………dia…… ….mm, roping 1:1 ; 2:1 ; lain-lain………..lilitan x kawat : ….. x …….. Keterangan konstruksi tali : ………..
Pabrik pembuat : ……… Sertifikat pengujian No. ……….……
9. Kompensasi tali baja (ukuran & jumlah) …………..…; Pengikatan ……… ....………
10. Pesawat pengaman kereta, jenis ………..……
11. Jarak tempuh (lintas) …………. m; jumlah pemberhentian …………; jumlah pintu ……..…; sisi muka, sisi belakang ………...
12. Pintu; lebar buka x tinggi ………x…… mm; Pengaman pintu ……… (jenis) 13. Pengujian perimbangan : ………engkol, …………Tachometer, ………..lain-lain Amperemeter……..(keterangan). Perimbangan yang ditentukan dalam pengujian ini……… %
overbalance bobot imbang Perimbangan yang ditentukan oleh pabrik pembuat ……….. % overbalance bobot imbang 14. Berat keseluruhan bobot imbang : ………..(kg) 15. Pembetulan beban pengimbang ……… (jumlah) batang pengimbang, @………kg =…….kg ditambah / dikurangi (coret yang tidak perlu), jumlah batang beban pengimbang interior kereta ………kg……….. bobot imbang ………..
16. Pengujian pesawat pengaman kereta dengan tangan, dengan kecepatan lebih, beban di dalam kereta …………kg, kereta berhenti dengan (rata/tidak), kemiringan : ………… %
jarak kemerosotan : ……….mm 17. Governor bekerja pada kecepatan………m/m, ……..% Alat ukur yang digunakan, ….…….
Keterangan : ……….
18. Jarak antara atap kereta dengan langit-langit ruang luncur ……….. ….………..mm jarak antara penyangga dengan dasar bobot imbang (runby)….…….mm,saat kereta rata dengan lantai terminal atas. Sakelar pengaman batas (final limit switch) arah keatas membuka pada ….………….. ..mm 19. Jarak antara bagian atas bobot imbang dengan langit-langit ruang luncur …….
Pelatihan Pengawas Lapangan (Site Supervisor) Pemasangan Instalasi Lift & Eskalator -2-Sakelar pengaman batas dan jarak antara rangka bawah kereta dengan penyangga (runby) arah turun membuka pada….… mm. Saat kereta rata dengan lantai terminal bawah….….mm
20. Dalam lekuk dasar (pit) ………mm, Jarak terdekat antara bagian bawah kereta dengan dasar lantai lekuk dasar (luang aman), saat penyangga ditekan penuh………mm
21. Penyangga kereta jenis ………; perpendekan (langkah) penyangga ……….. …mm; penyangga bobot imbang jenis ………… ; perpendekan (langkah) penyanmgga
……….. mm
22. Keseimbangan kereta, beban dalam kereta ………. …….. ……… …………..
23. Waktu yang diperlukan agar pintu menutup rapat …… detik lama pintumembuka…….detik 24. Rem mesin disetel dengan 125% muatan dalam kereta ……….kg rangkaian kontrol dimatikan (jarak kemerosotan kereta) ………..mm Sakelar induk dimatikan……….…mm (jarak kemerosotan keatas saat beban kosong) ………….…… (jarak luncur arah kebawah saat beban penuh).
25. Suara-suara tidak wajar……… (terangkan) kenaikan panas tidak wajar (pada motor/ mesin ………. (terangkan).
26. Motor lift, seri No. ………(jenis) ; ………. (tegangan tanpa beban) (volt); ………… (tegangan dengan beban penuh) …………(A); …………(Kw); ………. (Rpm) 27. Motor generator (jika ada) ………….. (jenis); …………. (Kw); ………… (Rpm);
……….. (volt); …………(A per phase); motor penggerak Generator ……… (jenis)
;…………. (Kw); ……… (volt); ……….. (A);
……….(Kw);……… (suhu tertinggi)
exciter ……… (jenis); ……… (Rpm); ………… (Kw); ………. (volt). 28. Pengaman arus lebih ……….. (waktu dalam detik); ……….……….(A) 29. Kecepatan kereta, arus dan tegangan dari motor lift.
Beban dalam kereta (kg)
Beban dalam kereta (kg) Kecepatan kereta m/menit (normal)
Arus (A) Tegangan (V) Kec. lambat m/menit
mula gerak
jalan normal
berhenti jalan (inspection speed)
Keatas tanpa beban Kebawah tanpa beban Keatas dengan beban seimbang Kebawah dengan beban seimbang Keatas dengan beban penuh
Kebawah dengan beban penuh, terbuka sakelar magnet
Kebawah dengan beban penuh, tertutup sakelar magnet
30. Segel governor No. ……….. oleh :
31. Pembatasan beban lebih disegel pada : ……… (kg) ; ………. (orang) 32. Penerangan darurat : Sumber ………. ; tahan menyala ………. (jam) 33. Interkom, sumber ……….. ………..
34. Peralatan tanda bahaya (alarm bell):
Pelatihan Pengawas Lapangan (Site Supervisor) Pemasangan Instalasi Lift & Eskalator
-3-………19……
Yang melaksanakan pengujian Instalatir : ………. Nama pegawai pengawas Keselamatan Kerja : Nama Petugas : ………. ………...
Tanggal : ………. Tanggal : ……….
Tanda tangan : ………. Tanda tangan : ……….
PELAKSANAAN PENGUJIAN 1. Pegawai Pengawas Keselamatan Kerja Nama Pengawas : ……….……….
NIP : ………..
Tanggal : ………..
Tanda tangan : ………..
2. Perusahaan Jasa Inspeksi Teknis : ……….
Nama Tenaga Ahli K3 Lift : ……….
Perusahaan/No.izin Inspeksi : ……….
Tanggal : ……….
Pelatihan Pengawas Lapangan (Site Supervisor) Pemasangan Instalasi Lift & Eskalator
-4-Lampiran II Bentuk 39 L DEPARTEMEN TENAGA KERJA RI DIREKTORAT JENDERAL BINA HUBUNGAN KETENAGA KERJAAN DAN PENGAWASAN NORMA KERJA DIREKTORAT BINA NORMA KESELAMATAN KERJA & HYGIENE PERUSAHAAN DAN KESEHATAN KERJA LAPORAN PENGUJIAN PESAWAT PENGAMAN KERETA No. ………..
1. Nama gedung : ……….
2. A l a m a t : ……….
3. Jenis pesawat lift : ……… No. Seri ………..…..
4. Kapasitas angkut : ……… kg; Kecepatan …………..m/menit 5. Jenis dan motor mesin : ………Pabrik pembuat : ………
6. Jenis pengontrol (kendali gerak): ….……….. Pabrik pembuat :………
7. Jenis pesawat pengaman : (Roll); (Wedge clamp); (Flexible guide clamp). 8. Jenis governor : ……….
9. Jenis penjepit pada governor : Bahan…..dia alur ....mm (dgn pegas ya,… tidak,…) 10. Kondisi governor : % overspeed…………,% putus arus………
11. Muatan diluar bobot kereta : (marmer, granit, lain-lain)…..………. (kg) 12. Kondisi pada rel : ………… (Rel kiri) ……… (Rel kanan) 13. Ukuran rel utama (rel bobot imbang) : ……. kg/m( …..kg/m) jarak braket utama : ………m ; jarak braket bobot imbang : ……….m) 14. Kondisi tali baja governor setelah diuji : pabrik pembuat……negara asal… …. 15. Kondisi pemberat tegangan tali baja governor :………
16. Pesawat pengaman bekerja baik/tidak Kemerosotan kereta : ………(m) Jika tidak diterangkan secara terperinci : .………
Kemiringan kereta akibat kerja pesawat pengaman :……… …………
K E S I M P U L A N Pesawat pengaman kereta ………. Governor ………
…………
Sakelar pengaman pd kec.lebih………% Tali baja governor ………
Sakelar governor pd kec. lebih ………% Beban tambahan kereta ………..…Kg Pengaman dicoba dengan beban penuh/kosong : Bobot kereta kosong : ………..Kg Keterangan : Jarak kereta merosot saat pengaman bekerja (m) ………
_____________________________________________________________________________ ……… 19…..
Yang melaksanakan pengujian Instalatir : ……… Nama pegawai pengawas Keselamatan Kerja : Nama petugas : ……… ………
…………
Tanggal : ……… Tanggal : ………..………
Pelatihan Pengawas Lapangan (Site Supervisor) Pemasangan Instalasi Lift & Eskalator
-5-Lampiran III TANDA UJI KESELAMATAN KERJA UU No. 1/1970.Jo.Permenaker 03/MEN/1999 No. Reg : ………..
Jenis Pesawat Lift : ………..
Merk/Buatan : ……… No. Serie ………
Beban Maksimal Kelajuan : ………..
Berlaku s/d : ………..
Diuji oleh : ………..
Perusahaan Jasa Instalasi : ..……….
Pelatihan Pengawas Lapangan (Site Supervisor) Pemasangan Instalasi Lift & Eskalator