• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

HASIL DAN ANALISIS DATA Statistik Deskriptif

3. Uji Heteroskedastisitas

Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan Uji Glejser. Jika tidak hasil yang signifikan, maka disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung adanya gejala heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedatisitas diperoleh sebagai berikut:

29

Tabel 8

Uji Heteroskedastisitas Glejser

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients t Sig.

Hasil uji Glejser menunjukkan tidak adanya variabel bebas yang signifikan yang mendukung tidak adanya masalah heteroskedastisitas dalam model regresi.

Uji Hipotesis

Setelah dilakukan pengujian analisis deskriptif, lolos uji asumsi klasik dan memenuhi asumsi analisis jalur, maka dilakukan pengujian terhadap 3 hipotesis yang ada dalam penelitian ini. Untuk menemukan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak digunakan Analisis jalur (path analysis) dengan tujuan untuk memberikan estimasi (magnitude) dan signifikansi (significance) hubungan sebab akibat hipotetikal dalam seperangkat variabel (Webley, 1997). Berikut adalah hasil pengujian hipotesis model penelitian.

Tabel 9 Uji Hipotesis

Variabel Koef standar T Prob Keterangan

Pengetahuan PP46 0.275 2.790 0.006 Ho ditolak

Persepsi atas Sistem Perpajakan 0.233 2.357 0.021 Ho ditolak

Sikap atas Kepatuhan 0.242 2.545 0.013 Ho ditolak

F 8.256

Sig F 0.000

Adj R2 0.195

Sumber : Data perimer yang diolah, 2015

30

Dari Tabel 9 diketahui bahwa F test nya sebesar 8,25%, Sig F 0,00%, jadi ketiga variable tersebut berpengaruh terhadap minat patuh wajib pajak meskipun R Square nya relatif kecil hanya 19,5% , yang artinya 82,56% dijelaskan oleh variabel lain seperti niat berperilaku, kondisi keuangan, kesadaran perpajakan, kemudahan bagi wajib pajak dalam urusan perpajakan, dan sanksi pajak yang dapat mempengaruhi minat patuh wajib pajak.

Hasil pengujian pengaruh Pengetahuan PP46 menunjukkan arah koefisien positif dengan koefisien standar sebesar 0,275. Nilai t dipeorleh sebesar 2.790 dan signifikansi sebesar 0,006. Nilai signifikansi pengujian tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi α = 0,05. Dengan demikian Pengetahuan PP46 berpengaruh positif dan signifikan minat path wajib pajak. Hal ini berarti Hipotesis 1 diterima.

Hasil pengujian pengaruh Persepsi atas sistem perpajakan menunjukkan arah koefisien positif dengan koefisien standar sebesar 0,233. Nilai t dipeorleh sebesar 2.357 dan signifikansi sebesar 0,021. Nilai signifikansi pengujian tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi α = 0,05. Dengan demikian maka Persepsi atas sistem perpajakan berpengaruh positif dan signifikan minat path wajib pajak. Hal ini berarti Hipotesis 2 diterima.

Hasil pengujian pengaruh Sikap atas kepatuhan menunjukkan arah koefisien positif dengan koefisien standnar sebesar 0,242. Nilai t dipeorleh sebesar 2.545 dan signifikansi sebesar 0,013. Nilai signifikansi pengujian tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi α = 0,05. Oleh karena itu maka Sikap atas kepatuhan berpengaruh positif dan signifikan minat path wajib pajak. Hal ini berarti Hipotesis 3 diterima.

PEMBAHASAN

Pengaruh Pengetahuan PP46 terhadap Minat patuh wajib pajak

Hasil pengujian hipotesis pertama (H1) berhasil membuktikan bahwa pengetahuan PP46 berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat patuh wajib pajak. Dengan diterimanya hipotesis pertama (H1) ini artinya pengetahuan PP46 berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat patuh wajib pajak pelaku UMKM di kota Ungaran kabupaten Semarang. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengaruh dari luar yaitu cara mendapatkan NPWP, dasar perhitungan pajak,

31

besarnya tariff pajak, tempat membayar pajak, dan tempat pelaporan pajak mempengaruhi minat wajib pajak untuk patuh maupun tidak patuh terhadap peraturan perpajakan.

Penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tatiana dan Priyo (2009) yang menyimpulkan bahwa pengetahuan tentang pajak mempengaruhi minat patuh membayar pajak oleh wajib pajak. Pengetahuan merupakan salah satu sumber dari kemauan atau minat patuh seseorang.

Keberadaan pengetahuan atas suatu obyek dapat memunculkan suatu minat pada diri individu. Pengetahuan PP46 dapat membuka wawasan pada wajib pajak pelaku usaha mengenai apa dan manfaat pajak secara umum. Pengetahuan positif dapat memunculkan sikap positif sehingga memunculkan cara pandang benar.

Pengaruh Persepsi atas sistem perpajakan terhadap minat patuh wajib pajak Hasil pengujian mendapatkan bahwa variable Persepsi atas sistem perpajakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat path wajib pajak dengan arah positif. Ini menunjukkan bahwa Persepsi atas sistem perpajakan yang baik dalam diri wajib pajak terbukti dapat membentuk niat untuk membayar pajak yang lebih besar. Dikarenakan di lapangan banyak ditemui bahwa sistem perpajakan yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal dan dianggap masih menyulitkan responden yang ingin memenuhi kewajiban perpajakannya dengan benar. Pada akhirnya membentuk persepsi yang kurang baik baik oleh responden mengenai sistem perpajakan.

Penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian Widayati dan Nurlis (2010) yang menyatakan bahwa persepsi atas sistem perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemauan membayar pajak Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan pekerjaan bebas. Penilaian akan penggunaan pajak yang benar turut membangun sikap para Wajib Pajak dalam menunaikan urusan perpajakannya.

Dalam hal ini pandangan akan pengunaan pajak yang tidak efektis dimana banyak kasus korupsi pajak yang terjadi dapat menjadikan penurunan sikap wajib pajak dimana banyak Wajib Pajak yang merasa malas dan enggan untuk membayar pajak apalagi secara taat dan jujur.

32

Pengaruh Sikap Atas Kepatuhan terhadap Minat Patuh

Hasil pengujian mendapatkan bahwa variable sikap memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat patuh membayar pajak dengan arah positif. Hal ini menunjukkan bahwa konsep hubungan sikap dengan niat berperilaku dapat juga terbukti untuk bentuk perilaku positif berupa kepatuhan membayar pajak.

Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan Kusumawati (2006) menyatakan bahwa sikap ketidakpatuhan wajib pajak berpengaruh secara signifikan terhadap niat ketidakpatuhan pajak karena munculnya sikap dan motivasi untuk memihak dan tidak memihak akan sebuah peraturan perpajakan yang berlaku.

Membayar pajak bukanlah sebuah tindakan sukarela karena ada peraturan yang memaksa seseorang yang termasuk dalam wajib pajak untuk membayarkan sejumlah uang tertentu untuk disetorkan kepada Negara. Namun demikian tanpa adanya sikap positif mengenai pajak dan manfaat dari pajak tersebut, maka keengganan untuk membayar pajak dapat muncul dalam diri wajib pajak yang dapat memunculkan intensi atau niat yang rendah untuk memenuhi kewajibannya.

Dokumen terkait