BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Statistik Deskriptif
4.3.2 Uji Heteroskedastisitas
Uji ini bertujuan untuk menguji apakah didalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
Dasar analisis adalah tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas,
yang teratur, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas, yaitu:
1. Analisis Grafik
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 16 Gambar 4.3
Pengujian Heteroskedastisitas Scatterplot
Berdasarkan Gambar 4.3 dapat terlihat bahwa tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka berdasarkan metode grafik tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.
2. Analisis Statistik
Dasar analisis metode statistik adalah jika variabel bebas signifikan secara statistik mempengaruhi variabel terikat, maka ada indikasi terjadi heteroskedastisitas.
Tabel 4.7 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 16
Berdasarkan Tabel 4.7 varaibel Independent (kompetensi dan motivasi) yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependent absolute Ut (AbsUt). Hal ini terlihat dari probabilitas X1 dan X2 (0,180) dan (0.339) diatas tingkat kepercayaan 5% (0,05), jadi disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya heteroskedestisitas.
4.3.3 Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Adanya multikolinieritas dapat dilihat dari tolerance value atau nilai variance inflation faktor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukan setiap variabel independen manakah
yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Tolerance adalah mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih dan tidak dijelaskan oleh variabel independen yang lain. Nilai Cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan
adanya multikolinieritas adalah apabila Tolerance Value, > 0,1 sedangkan VIF < 5 maka tidak terjadi multikolineritas.
Berikut ini disajikan cara medeteksi multikolinieritas dengan menganalisis matrik korelasi antar variabel independen dan perhitungan nilai tolerance dan varianace inflation factor (VIF).
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 16
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa :
1. Nilai VIF dari nilai kompetensi dan motivasi lebih baik kecil atau dibawah 5 (VIF<5) yaitu 4,741, ini berarti tidak terkena multikolinieritas antara variabel independen dalam model regresi.
2. Nilai Tolerance dari kompetensi dan motivasi lebih besar dari 0,1 yaitu 0,211 ini berarti tidak terdapat multikolinieritas antar variabel independen dalam model regresi.
4.4 Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda dilakukan dengan bantuan SPSS 16.0 dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yang terdiri dari kompetensi (X1) dan motivasi (X2) terhadap variabel terikat yaitu
Berdasarkan Tabel 4.9 maka persamaan analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah:
Y = -0,303 + 0,355 X1 + 0,538 X2
Berdasarkan persamaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Konstanta (a) = -0,303, ini menunjukkan harga constant, dimana jika variabel kompetensi (X1), dan motivasi (X2) = 0, maka keberhasilan usaha akan bertambah -0,303
2. Koefisien X1 (b1) = 0,355, ini berarti bahwa variabel kompetensi (X1)
kompetensi (X1) ditingkatkan sebesar satu-satuan, maka keberhasilan usaha akan bertambah sebesar 0,355. Koefesien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara variabel kompetensi dengan keberhasilan usaha, semakin meningkat kompetensi maka akan semakin meningkat pula keberhasilan usaha petani jeruk
3. Koefisien X2 (b2) = 0,538, ini berarti bahwa variabel motivasi (X2) berpengaruh positif terhadap keberhasilan usaha, atau dengan kata lain jika motivasi (X2) ditingkatkan sebesar satu-satuan, maka keberhasilan usaha akan bertambah sebesar 0,538. Koefesien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara variabel motivasi dengan keberhasilan usaha, semakin meningkat motivasi maka akan semakin meningkat pula keberhasilan usaha petani jeruk.
4.5 Uji Hipotesis
4.5.1 Uji Signifikan Simultan (Uji-F)
Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Kriteria pengujiannya adalah:
Ho : β1 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Ho : β1 ≠ 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Kriteria pengambilan keputusan adalah:
Ho diterima jika F hitung < F tabel pada α= 5%
Ho ditolak jika F hitung > F tabel pada α= 5%
Untuk menentukan nilai F, maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut:
df (Pembilang) = k – 1 df (Penyebut) = n – k
Keterangan :
n = jumlah sampel penelitian k = jumlah variabel bebas dan terikat
Pada penelitian ini diketahui jumlah sampel (n) 35 dan jumlah keseluruhan variabel (k) adalah 3, sehingga diperoleh :
1. df (pembilang) = 3 – 1 = 2 2. df (penyebut) = 35 – 3 = 32
Nilai Fhitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan SPSS, kemudian akan dibandingkan dengan Ftabel pada tingkat α = 5% = F0,05(2, 33) = 3,28
Tabel 4.10
Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji-F)
ANOVAb
Model Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1
Regression 230.128 2 115.064 87.937 .000a
Residual 41.872 32 1.308
Total 272.000 34
a. Predictors: (Constant), Motivasi, Kompetensi b. Dependent Variable: Keberhasilan
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 16
Pada Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa hasil perolehan Fhitung pada kolom F yakni sebesar 87,937 dengan tingkat signifikansi = 0.000, lebih besar dari nilai Ftabel yakni 3,28, dengan tingkat kesalahan α = 5%, atau dengan kata lain Fhitung >
Ftabel (87,937 > 3,28).
Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis jika Fhitung > Ftabel dan tingkat signifikansinya (0.000 < 0.05), menunjukkan bahwa pengaruh variabel bebas (kompetensi dan motivasi) secara serempak adalah signifikan terhadap variabel terikat (keberhasilan usaha).
4.5.2 Uji Signifikan Parsial (Uji-t)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh suatu variabel bebas secara parsial (individual) terhadap variasi variabel terikat. Kriteria pengujiannya adalah:
Ho : β1 = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Ho : β1 ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Kriteria pengambilan keputusan adalah:
Ho diterima jika t hitung < t tabel pada α= 5%
Ho ditolak jika t hitung > t tabel pada α= 5%
Hasil pengujian adalah:
Tingkat kesalahan (α) = 5% (0,05) dan derajat kebebasan (df) = (n-k) n = jumlah sampel, n = 35
k = jumlah variabel yang digunakan, k = 3
Derajat kebebasan / degree of freedom (df) =(n-k) = 35-3 = 32 Sumber : Hasil pengolahan SPSS 16
1. Variabel Kompetensi (X1)
Nilai thitung variabel kompetensi adalah 2,220 dan nilai ttabel 2,03 maka thitung > ttabel (2,220 > 2,03) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kompetensi berpengaruh positif dan signifikan (0,01 < 0,05) secara parsial terhadap keberhasilan usaha.
2. Variabel Motivasi (X2)
Nilai thitung variabel motivasi adalah 4,033 dan nilai ttabel 2,03 maka thitung >
ttabel (4,033>2,03) sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan (0,00 < 0,05) secara parsial terhadap keberhasilan usaha.
4.5.3 Koefisien Determinasi (R2)
Pengujian koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien
determinasi berkisar antara nol sampai satu (0 ≤ R² ≥ 1). Jika R² semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan demikian sebaliknya.
Tabel 4.12
Hasil Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb
a. Predictors: (Constant), Motivasi, Kompetensi b. Dependent Variable: Keberhasilan
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 16
Berdasarkan Tabel 4.11 dapat dilihat bahwa:
1. R = 0,920 berarti hubungan antara variabel kompetensi (X1), dan motivasi (X2) terhadap keberhasilan usaha (Y) sebesar 92%. Artinya hubungannya sangat erat.
2. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,836 berarti 83,6% variabel keberhasilan usaha (Y) dapat dijelaskan oleh variabel kompetensi (X1), dan motivasi (X2).
Sedangkan sisanya 16,4% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
3. Standard Error of Estimated (Standar Deviasi) artinya mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Dalam penelitian ini standar deviasinya sebesar 1,144 Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.
4.6 Pembahasan
4.6.1 Pengaruh Kompetensi Terhadap Keberhasilan Usaha
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompetensi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha. Hal ini berbeda oleh penelitian Asti (2014) yang berjudul “Pengaruh Kompentensi dan Motivasi Pelaku Usaha Terhadap Keberhasilan Usaha (Survey terhadap Para Pelaku Usaha Industri Kerajinan Lukisan di Desa Jelekong Kabupaten Bandung) yang dimana hasil penelitiannya secara parsial kompetensi tidak berpengaruh terhadap keberhasilan usaha.
Berdasarkan distribusi jawaban responden yang paling dominan pada pernyataaan pertama dan kedua sebesar 45,71% responden menyatakan setuju bahwa responden mengetahui jenis usaha yang dilakukan dan memiliki pengetahuan untuk menjalankan usahanya.
Salah satu faktor yang mendorong keberhasilan usaha adalah kompentensi, Wibowo (2007:324) menyatakan kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Untuk menjadi wirausahawan , hal yang harus dimiliki pertama kali adalah modal dasar berupa ide atau visi yang jelas, kemampuan dan komitmen yang kuat, kecukupan modal, baik uang maupun waktu, dan kecukupan tenaga serta pikiran. Modal-modal tersebut sebenarnya tidak cukup apabila tidak dilengkapi dengan kemampuan (Suryana, 2009: 84). Sehingga dapat disimpulkan
kompentensi adalah salah satu faktor yang mendukung keberhasilan usaha petani jeruk.
4.6.2 Pengaruh Motivasi Terhadap Keberhasilan Usaha
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha. Hal ini didukung dengan penelitian “Pengaruh efikasi diri dan motivasi terhadap keberhasilan usaha pada pemilik took pakaian di pusat grosir metro tanah abang, Jakarta”. hasil penelitian secara simultan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha.
Berdasarkan distribusi jawaban responden yang paling dominan pada pernyataan pertama dan kedua sebersar 45,71% responden menyatakan bahwa petani membutuhkan penghasilan dari menanam jeruk dan meningkatkan status sosial.
Menurut Samsudin (2010:281), motivasi adalah proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau sekelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang ditetapkan. Motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha karena motivasi utama seseorang untuk menjadi seorang entrepreneuradalah be their own bosses (Hutagalung dkk, 2010). Menurut Fahmi (2014:107), motivasi adalah aktivitas perilaku yang bekerja dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan.
Dari defenisi diatas dapat disimpulkan motivasi diperlukan untuk mendorong pengusaha untuk menjalankan usahanya demi tercapainya keberhasilan usaha.
1. Berdasarkan Uji-F, secara serempak (simultan) kompetensi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha petani jeruk kabupaten berastagi.
2. Berdasarkan uji-t kompetensi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha petani jeruk kabupaten berastagi..
3. Dari hasil analisis koefisien determinasi diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,836 hal ini berarti 83,6% variabel keberhasilan usaha dapat dijelaskan oleh variabel kompetensi dan motivasi sedangkan sisanya sebesar 16,4% dapat dijelaskan oleh varaibel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti modal, kemampuan magerial dan sebagainya.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut :
1. Kompetensi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha, oleh karena itu petani disarankan untuk menjaga dan meningkatkan kompetensi petani jeruk sehingga dapat meningkatkan keberhasilan usaha jeruk di kabupaten berastagi.
2. Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha, oleh karena itu petani jeruk dapat terus mempertahankan motivasi para petani jeruk sehingga dapat meningkatkan keberhasilan usaha petani jeruk kabupaten berastagi.
3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat terus mengembangkan penelitian ini. Penelitian menggunakan dua variabel bebas (kompetensi dan motivasi) untuk mengukur keberhasilan usaha, dan keduanya berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha, dan memiliki pengaruh yang cukup besar. Bagi peneliti selanjutnya dapat mengganti variabel dalam penelitian dengan variabel seperti lingkungan usaha, modal, dan kemampuan magerial sehingga dapat mengukur keberhasilan usaha secara lebih mendalam agar dapat menciptakan temuan baru di bidang keberhasilan usaha.
Kerajinan Lukisan Di Desa Jelekong Kabupaten Bandung. Bandung:
Universitas Padjajaran .
Dharma, S. (2005). Manajemen Kinerja. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Fahmi. (2014). Manajemen Produksi Dan Operasi . Bandung : Alfabeta.
Hutagalung. (2010). Pengantar Kewirausahaan . Medan : USU Press.
Hutagalung, R. B., & Situmorang, S. H. (2008). Pengantar Kewirausahaan . Medan : USU Press.
Kristianto, R. H. (2009). Kewirausahaan Enterpreneurship Pendekatan Manajemen Dan Praktik. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Macfoed, M. (2005). Kewirausahaan Metode, Manajemen Dan Implementasi . Yogyakarta : BPFE.
Mangkunegara, A. P. (2005). Manajemen sumber daya manusia perusahaan.
Bandung : Remaja Rosdakarya.
Nasution, A. H., ArifinNoer, B., & Suef, M. (2001). Membangun Spirit Enterpreneur Muda Indonesia . Jakarta: PT Elex Komputindo .
Paramitasari, F. (2016). Pengaruh Motivasi Berwirausaha, dan Pengetahuan Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XI . Yogyakarta: Universitas Gajah Madah.
Ranto, B. (2007). Manajemen Usahawan Indonesia No. 10/TH. XXXVI. Jakarta:
Lembaga Manajemen FEUI.
Samsudin, S. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Pustaka
Situmorang, S. H., & Ginting, P. (2008). Filsafat Ilmu Dan Metode Riset . Medan : USU Press.
Situmorang, S. H., & Lufti, M. (2012). Analisis Data Untuk Riset Manajemen Dan Bisnis. Medan : USU Press.
Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Bisnis . Bandung : Alfabeta .
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitantif Dan Kualitatif & RND.
Bandung: Alfabeta.
Sunyoto, D. (2015). Penelitian Sumber Daya Manusia . Yogyakarta: CAPS.
Suryana. (2006). Kewirausahaan, Pedoman Praktis, Kiat Dan Proses Menuju Sukses . Jakarta: Salembah Empat .
Suryana. (2009). Kewirausahaan: Pedoman, Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salembah Empat.
Suryana. (2013). Kewirausahaan: Pedoman, Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salembah Empat.
Syahrini, S. (2017). Pengaruh Kemandirian Pribadi, Motivasi, dan Pengetahuan Kewirausahaan Terhadap Keberhasilan Usaha Pakaian Pada Jalan Halat Medan. Medan: USU Press.
Wibowo. (2007). Manajemen Kinerja. Jakarta: Raja Grafindo Persada . Wibowo. (2011). Manajemen Kinerja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Widayana, L. (2006). Knowladge Management, Meningkatkan Daya Saing Bisnis . Malang: Bayu Media .
Lampiran 1 LEMBAR KUESIONER
Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Sdr/i Medan
Saya mohon kesediaan Anda untuk menjawab pertanyaan maupun pernyataan pada lembar kuesioner mengenai “PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI TERHADAP KEBERHASILAN PADA PETANI JERUK DI KECAMATAN BERASTAGI. Atas waktu dan kesediaan anda dalam mengisi kuesioner, saya mengucapkan banyak terima kasih.
I. IDENTITAS RESPONDEN
No. Responden : ...
Nama : ...
Umur : ... tahun Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan
Pendidikan : ...
II. PETUNJUK PENGISIAN
Silahkan Anda pilih jawaban yang menurut Anda paling sesuai dengan memberikan tanda (_) pada pilihan jawaban yang tersedia.
Keterangan :
SS = Sangat Setuju S = Setuju KS = Kurang Setuju TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju
III. TANGGAPAN RESPONDEN Variabel (X1) – Kompetensi
No. Pernyataan SS S KS TS STS
5 4 3 2 1
1. Saya mengetahui dengan baik jenis usaha yang saya lakukan
2. Saya memiliki pengetahuan dalam merencanakan kegiatan usaha
3. Saya memiliki modal dana yang cukup dalam menjalankan usaha
Variabel( X2 ) – Motivasi
No. Pernyataan SS S KS TS STS
5 4 3 2 1
1. Saya membutuhkan penghasilan dari menanam jeruk
2. Saya merasa dengan membuka usaha meningkatkan status sosial di desa saya
3.
Dengan membuka usaha saya dapat memberikan sedikit penghasilan saya untuk membantu anak yang kurang mampu
4. Saya tidak menyukai bekerja di institusi atau perusahaan
Variabel (Y) – Keberhasilan Usaha
No. Pernyataan SS S KS TS STS
5 5 3 2 1
1. Jumlah pendapatan saya terus meningkat tiap priodenya 2. Volume penjualan dari usaha yang saya jalankan terus
mengalami peningkatan.
3. Jumlah pelanggan saya terus meningkat.
1 4 5 5
No Motivasi
No Keberhasilan Usaha
Hasil Uji Validitas dan Reabilitas
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
Kompetensi1 36.27 25.306 .589 .807
Kompetensi2 35.53 28.671 .526 .812
Kompetensi3 35.93 28.202 .488 .816
Motivasi1 35.77 28.599 .525 .812
Motivasi2 35.87 29.913 .487 .816
Motivasi3 35.73 29.099 .513 .813
Motivasi4 35.87 30.464 .386 .824
Keberhasilan1 35.60 29.559 .443 .820
Keberhasilan2 35.73 27.582 .594 .805
Keberhasilan3 35.60 27.628 .632 .801
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.828 10
Data Regresi
No Motivasi Total
No Keberhasilan Usaha Total
Hasil SPSS
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 35
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 1.10973913
Most Extreme Differences Absolute .099
Positive .099
Negative -.084
Kolmogorov-Smirnov Z .588
Asymp. Sig. (2-tailed) .879
a. Test distribution is Normal.
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) .686 .438 1.565 .127
Kompetensi .109 .080 .511 1.371 .180
Motivasi -.065 .066 -.362 -.971 .339
Coefficientsa
a. Predictors: (Constant), Motivasi, Kompetensi b. Dependent Variable: Keberhasilan
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .920a .846 .836 1.144
a. Predictors: (Constant), Motivasi, Kompetensi b. Dependent Variable: Keberhasilan
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -.303 .881 -.343 .733
Kompetensi .355 .160 .335 2.220 .034
Motivasi .538 .134 .609 4.033 .000
a. Dependent Variable: Keberhasilan