• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

4.3 Analisis Data

4.3.1 Uji Asumsi Klasik .1 Uji Normalitas .1 Uji Normalitas

4.3.1.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Uji heterokedastisitas dilihat dengan menggunakan Scetteplot Model (Priyatno, 2009:160). Jika ada pola tertentu seperti jika ada titik-titik membentuk pola tertentu yang teratur maka terjadi heterokedastisitas, namun jika tidak ada pola yang jelas seperti titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heterokedastisitas.

52

Uji heteroskedastisitas menghasilkan grafik pola penyebaran titik (scatterplot) seperti tampak pada Gambar 4.2 berikut.

Gambar 4.2 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber: Data primer yang diolah SPSS 20,2014

Hasil pengujian heteroskedastisitas menunjukkan bahwa titik-titik tidak membentuk pola tertentu atau tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 (nol) pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.

4.3.2 Uji Hipotesis

4.3.2.1 Analisis Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi linear sederhana digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Perhitungan statistik dalam analisis regresi linear yang digunakan

53

dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS for Windows versi 20. Ringkasan hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 4.16 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Sederhana Untuk Persamaan Pertama. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Toleranc

e VIF 1 (Constan t) 13,988 3,371 4,150 ,000 totalsp ,399 ,113 ,420 3,528 ,001 1,000 1,000 a. Dependent Variable: totaloa

Sumber: Data primer yang diolah SPSS 20,2014

Dari hasil tersebut apabila ditulis dalam bentuk standardized persamaan regresinya adalah sebagai berikut :

Y1 = α + β1X1 + Ɛ (1) Y1 = 13,988 + 0,399X1 Keterangan: Y = opini auditor X1 = skeptisisme profesional α = konstanta

β1 = koefisien regresi untuk variabel independen skeptisisme profesional Ɛ = error

54

Tabel 4.17 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Sederhana Untuk Persamaan Kedua

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Toleranc

e VIF 1 (Constan t) 18,739 3,005 6,235 ,000 totalid ,279 ,117 ,298 2,375 ,021 1,000 1,000 a. Dependent Variable: totaloa

Sumber: Data primer yang diolah SPSS 20,2014

Dari hasil tersebut apabila ditulis dalam bentuk standardized persamaan regresinya adalah sebagai berikut :

Y2 = α + β2X2 + Ɛ (2) Y2 = 18,739 + 0,279X2

Keterangan:

Y = ketepatan pemberian opini auditor X2 = independensi

α = konstanta

β2 = koefisien regresi untuk variabel independen independensi Ɛ = error

4.3.2.2 Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda berguna untuk menganalisis hubungan linear antara 2 variabel inependen atau lebih dengan 1 variabel dependen (Priyatno, 2009:137). Ringkasan hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS tersebut adalah sebagai berikut:

55

Tabel 4.18 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Toleranc

e VIF 1 (Constan t) 12,618 3,667 3,441 ,001 totalsp ,341 ,128 ,360 2,665 ,010 ,780 1,283 totalid ,120 ,126 ,129 ,953 ,344 ,780 1,283 a. Dependent Variable: totaloa

Sumber: Data primer yang diolah SPSS 20,2014

Dari hasil tersebut apabila ditulis dalam bentuk standardized persamaan regresinya adalah sebagai berikut :

Y = 12,618 + 0,360 X1 + 0,129 X2 Keterangan:

Y = pemberian opini auditor a = konstanta

X1 = skeptisisme profesional X2 = independensi

4.3.2.3 Uji t

Uji t dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh suatu variabel independen (skeptisisme profesional dan independensi) secara individual dalam menerangkan variabel dependen (pemberian opini auditor). Uji signifikansi analisis jalur dicari yaitu dengan membandingkan antara nilai probabilitas 0,05 dengan nilai probabilitas Sig. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [ 0,05 ≤ Sig ], maka Ho diterima dan Ha ditolak,

56

artinya tidak signifikan. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama degan nilai probabilitas sig atau [ 0,05 ≥ Sig ], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan (Ghozali, 2009:89).

a. Variabel skeptisisme profesional

H02 : β1X1 > 0 : skeptisisme profesional tidak berpengaruh positif signifikan terhadap pemberian opini auditor

Ha2 : β1X1 = 0 : skeptisisme profesional berpengaruh positif signifikan terhadap pemberian opini auditor

Hasil uji t untuk variabel skeptisisme profesional pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.19 Hasil Uji Statistik T Variabel Skeptisisme Profesional

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Toleranc

e VIF 1 (Constan t) 13,988 3,371 4,150 ,000 totalsp ,399 ,113 ,420 3,528 ,001 1,000 1,000 a. Dependent Variable: totaloa

Sumber: Data primer yang diolah SPSS 20,2014

Hasil pengujian dengan SPSS untuk variabel X1 (skeptisisme profesional) diperoleh t hitung = 3,528 dengan tingkat signifikansi 0.001. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkana bahwa skeptisisme profesional berpengaruh signifikan terhadap pemberian opini auditor. Dengan demikian hipotesis pertama diterima.

57

b. Variabel independensi

H03 : β2X2 > 0 independensi tidak berpengaruh positif signifikan terhadap pemberian opini auditor

Ha3 : β2X2 = 0 independensi berpengaruh positif signifikan terhadap pemberian opini auditor

Tabel 4.20 Hasil Uji Statistik T Variabel Independensi

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Toleranc

e VIF 1 (Constan t) 18,739 3,005 6,235 ,000 totalid ,279 ,117 ,298 2,375 ,021 1,000 1,000 a. Dependent Variable: totaloa

Sumber: Data primer yang diolah SPSS 20,2014

Hasil pengujian dengan SPSS diperoleh untuk variabel X2 (independensi) diperoleh t hitung = 2,375 dengan tingkat signifikansi 0,021. Nilai signifikansi tersebut berada di bawah 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa independensi berpengaruh signifikan terhadap pemberian opini auditor. Dengan demikian hipotesis kedua diterima.

4.3.2.4 Uji F

Uji statistik F dilakukan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Uji f dilakukan dengan cara membandingkan antara nilai probabilitas 0,05 dengan nilai probabilitas Sig. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai

58

probabilitas sig atau [ 0,05 ≤ Sig ], maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama degan nilai probabilitas sig atau [ 0,05 ≥ Sig ], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan (Ghozali, 2009:88). Hasil perhitungan parameter model regresi secara bersama-sama diperoleh pada tabel 4.19 berikut ini

Tabel 4.21 Hasil Analisis Regresi Secara Bersama-sama (Uji F)

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 46,960 2 23,480 6,669 ,002b

Residual 200,690 57 3,521

Total 247,650 59

a. Dependent Variable: totaloa

b. Predictors: (Constant), totalid, totalsp

Sumber: Data primer yang diolah SPSS 20,2014

Uji F dipergunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan (bersama-sama) dikaitkan dengan hipotesis yang diajukan yaitu:

a. H01: β1X1 = β2X2 ≠ 0 berarti tidak ada pengaruh yang signifikan dari skeptisisme profesional dan independensi terhadap pemberian opini auditor. b. Ha1 : β1X1 = β2X2 = 0 berarti ada pengaruh yang signifikan dari skeptisisme

profesinal dan independensi terhadap pemberian opini auditor.

Pengujian pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya dilakukan dengan menggunakan uji F. Hasil perhitungan statistik menunjukkan nilai F hitung = 6,669 dengan signifikansi 0.002 < 0,05. Hal ini berarti bahwa secara bersama-sama skeptisisme profesional dan independensi berpengaruh signifikan terhadap pemberian opini auditor.

59

4.4 Pembahasan

4.4.1 Pengaruh Skeptisisme Profesional Terhadap Pemberian

Dokumen terkait